
Rina dengan liar nya memainkan peran nya pada kekasih nya . Mengetahui Rina tidak takut ketahuan , laki - laki itu mengimbangi Rina dengan liar juga seolah memamerkan pada Firma bahwa mereka sangat menikmati pergumulan mereka .
Firma tidak mampu berbicara bahkan bergerak lagi , dia mematung seperti terhipnotis dengan apa yang telah di saksikan nya .
" Bagaiman mbak apa permainan mbak sama mas Agus juga sehebat ini ? " . Rina membanggakan apa yang sudah di lakukan nya pada kekasih nya .
Firma mundur selangkah demi selangkah , dia merasa Rina sudah gila . Dia takut kalau dia akan di jebak nya , buru - buru dia lari ke dalam kamar nya mengunci pintu dan kembali memeluk anak nya yang masih terlelap .
Di tempat lain Agus juga melakukan hal yang sama dengan Liya , Dia pamit ke rumah teman nya . Di rumah Liya lah Agus ingin menghabiskan waktu nya sebelum pulang ke Surabaya .
" Li kamu makin lihai aja ini " . Ceracau Agus yang menikmati pergumulan nya dengan Liya yang sudah ke tiga kali nya siang ini .
" Aku juga suka mas " . Liya semakin menggila , dia tahu ini lah yang di sukai Agus .
Sering Liya membayang kan bermain dengan kakak Agus , fantasi liar nya yang ini memang belum pernah terwujud kan , dia tahu Agus tidak mungkin akan mau .
" Cepat Li aku mau ke**** ! " . Agus memejam kan matanya sembari tangan nya terus bermain .
Sampai akhir nya Agus dan Liya lelah dan ketiduran .
Tit tit tit tit !
" Astaga sudah jam empat Li aku harus pulang biar gak kemalaman nyampe Surabaya " . Agus terbangun saat alarm jam tangan nya berbunyi .
" Inap sini aja ya ? " . Rengek Liya .
" Lain kali ya sayang , besok aku ada kerjaan penting gak bisa ambil ijin " .
Liya mendengus kasar berpura - pura merasa kesal padahal dalam hati nya dia senang sebab nanti malam dia akan mewujudkan fantasinya dengan pacar nya yang lain .
__ADS_1
Di rumah bu Imah mengetuk pintu tapi tidak ada yang menyahuti nya , " Kemana mereka ini kok sepi ? " .
Bu Imah memutar langkah nya menuju kamar mandi , terdengar suara orang di kamar mandi . " Pak ayo dong cepetan aku sudah nahan buang air kecil nih dari tadi " .
Bu imah mengetuk pintu kamar mandi , bu imah berjalan masuk lewat dapur , di kamar Firma dan anak nya tidak ada , di kamar Rina dia tertidur pulas . " Sembari mengganti baju nya dengan kain penutup badan bersiap akan mandi juga kalau yang di kamar mandi sudah keluar .
" Pak sudah belum , ayo tho pak gantian kamar mandi nya ! " .
Merasa tidak ada jawaban dan tahu pak Samiun yang ada di dalam kamar mandi dan pintu memang tidak ada kunci nya , bu Imah langsung menyerobot masuk dan jongkok sembari buang air kecil yang sejak tadi di tahan nya .
" Air nya pak ! " . Bu Imah meminta air dari gayung untuk membersihkan . Selesai menyiram lantai nya juga bu Imah dengan posisi masih jongkok di kejutkan dengan pemandangan yang ada di hadapan nya .
Sebelas dua belas lah bu Imah dengan Rina tak bisa melihat pemandangan yang menakjubkan langsung saja dia terhipnotis , di mulai nya permainan itu .
Mendapat perlawanan seperti itu tentu saja yang di depan nya juga tidak bisa diam , bu Imah memejamkan matanya bahkan sambil berdiri .
Bu Imah masih belum menyadari siapa yang ada di hadapan nya sampai saat dia membalik kan badan , " Ka kamu ?? " . Ada rasa malu tapi puas dalam hati bu Imah . Dia segera memakai kain dan berlari ke dalam rumah menuju kamar nya .
" Ibu dan anak sama - sama legit nya , aku harus bisa memiliki kedua nya , kalau aku bisa nikahi anak nya aku pasti bisa nikmati ibu nya juga tiap waktu " . Laki - laki yang di sebut calon suami Rina itu merasa sangat puas dalam hati nya .
" Mas .. kita pulang jam berapa nanti ? " . Firma menelepon suami nya .
" Iya bentar lagi nyampe rumah , barang sudah siap semua ? " .
" Sudah mas tinggal berangkat aja " .
Sore ini Firma merasa heran dengan ibu mertua nya sejak kejadian di kamar mandi tadi dia tak banyak bicara .
" Bu , apa ibu sakit ? " . Tanya Firma memberi perhatian pada ibu nya .
__ADS_1
" Enggak ibu cuma capek aja " . Jawab bu Imah masih dengan nada sinis seperti biasa nya .
" Saya sama mas Agus pamit pulang ya bu , mas Agus besok ada kerjaan ndak bisa ambil cuti lagi "
" Iya tapi ibu minta uang , badan ibu pegel - pegel mau pijet " .
" Berapa bu ? " .
" Dua ratus ribu aja nanti yang seratus mau ibu pake beli bedak sama lipstik " . Bu Imah meminta tanpa malu - malu .
" Ibu itu yah , kebutuhan dapur masih kurang tapi masih bisa minta buat lain nya " . Firma hanya membatin saja melihat kelakuan ibu mertua nya .
Suara motor terdengar di luar , " Itu Agus minta kan uang lagi ke Agus buat ibu beli beras sama minyak goreng ! " . Firma sudah tak merasa heran lagi dengan ibu mertua nya yang unik ini .
" Mas ibu minta uang buat beli beras sama minyak goreng " . Firma menyampai kan permintaan bu Imah pada Agus .
" Ya kasih lah dek ! " .
" Ibu tadi sudah minta uang dua ratus ribu buat pijet sama beli bedak lipstik mas " .
" Ah ibu ini ada - ada saja mau nya , tiap bulan sudah di jatah dua juta masih aja kurang padahal hidup di kampung kan apa - apa lebih murah kalau buat makan " . Agus keceplosan menyebut kan nominal berapa yang dia beri pada ibu nya setiap bulan nya .
Firma mencerna yang dia dengar barusan , " Ternyata yang di beri kan ke ibu nya lebih banyak daripada yang di beri kan pada nya padahal ibu nya juga masih minta jatah bulanan pada nya .
Firma memberikan uang dari Agus pada ibu mertuanya , " Kok cuma tiga ratus ribu ? " . Bu Imah protes dengan pemberian Agus .
" Maaf bu mas Agus cuma pegang uang segitu , sisa nya buat servis motor besok " . Firma berusaha membuat ibu mertua nya mengerti .
" Ah cuma alasan aja kata nya gaji nya gede tapi ngasih ibu cuma segini , pasti kamu kan yang abisin uang Agus ? " . Sakit memang hati Firma tapi kali ini dia berusaha acuh dengan kalimat bu Imah yang selalu pedas pada nya .
__ADS_1