
Pagi menjelang tapi Firma masih bermalas - malasan . Saat dia melihat jam yang ada di ponsel nya waktu sudah menunjukkan pukul 07.10 .
Firma masih ingin merebahkan tubuh nya tapi dia ada janji dengan pemilik agen sembako yang dia inginkan jadi salah satu pemasok di toko nya .
" Ibu .. " . Angkasa yang sudah bangun lebih dulu menghambur ke pelukan Firma .
" Anak ibu sudah bangun rupa nya , sayang bukan kah hari ini kamu sekolah nya libur ? " .
" Iya bu .. Tapi hari ini aku pengen nikmati waktu sama ibu " .
" Boleh , hari ini ibu ada janji sama pemilik agen sembako , mau temani ibu sayang ? " .
" Mau bu , jam berapa ? " .
" Jam 8 " .
" OK , Angkasa mau mandi dulu ya bu " .
" Silahkan sayang " .
Angkasa berlari keluar dari kamar Firma . Dia memang sangat dekat dengan ibu nya sampai hal apapun dia cuma mau menceritakan nya pada Firma .
Firma mengaktifkan ponsel nya , sepersekian detik banyak pesan masuk Firma menunggu sejenak sampai notifikasi berhenti .
Pesan paling atas adalah nomer baru , dia menghela nafas dalam - dalqm untuk mempersiapkan diri membuka pesan tersebut .
Mata Firma memerah membaca pesan tersebut , " Eh ****** dasar wanita penuh drama , pasti kamu kan yang bantu biaya pengobatan ibu mertua ku ? Dasar janda gatel gak laku katanya gak peduli gak mau bantu malah langsung ngasih sendiri , kamu mau cari muka biar di jadikan menantu lagi ? " .
Lusi memaki Firma dengan tajam , Firma berusaha tersenyum membaca nya . Dia mensecreenshot pesan itu dia yakin kalau itu dari Lusi .
Pesan berikutnya , " Fir , kalau ada waktu hari ini ketemuan yuk jangan lupa ajak Angkasa " . Pesan dari Boy .
Pagi ini Firma menyelesaikan segala urusannya dengan di temani Angkasa .
Firma membuka layar ponsel untuk melihat jam . " Sayang masih jam 10 nih kita mau kemana ya apa mau langsung pulang aja ? " .
Tanya Firma pada putra semata wayang nya yang sudah tumbuh besar .
" Bu , Angkasa mau makan di situ " . Angkasa menunjuk salah satu tempat makan yang terkenal dengan ayam kentucky nya .
" OK , sayang boleh ibu mengundang om Boy ? " .
" Om Boy ? " . Angkasa berusaha mengingat .
" Yang kita pernah datang waktu ulang tahun mama nya " .
" Oh iya iya boleh boleh " . Angkasa merasa senang .
" Boy aku dan anakku ada di sini , kalau bisa ke sini aja " . Firma memotret bagian depan rumah makan dan mengirim lokasi pada Boy .
" Siap , meluncur " . Kebetulan tempat yang mereka singgahi dekat dengan rumah Boy hanya butuh waktu tidak sampai 10 menit untuk bisa sampai dengan naik motor .
" Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam " . Angkasa mencium tangan Boy .
" Hai jagoan apa kabar ? " .
" Baik om , om sendiri ? " .
" Seperti yang kamu lihat , masih suka cokelat ? " . Boy memberikan beberapa batang cokelat kesukaan Angkasa .
" Masih dong om , banyak sekali om " .
__ADS_1
" Tentu dong kan jagoannya om sudah tambah pinter , oh ya om mau pesan dulu ya , liat jagoannya om makan jadi ikutan laper " .
Selesai makan Angkasa masih mau main karena di tempat tersebut juga di sediakan tempat bermain anak - anak .
" Fir gimana kondisimu ? " . Tanya Boy membuka percakapan .
" Aku InsyaAllah sangat baik " .
" Kamu yang kuat ya , Angkasa sangat butuh kamu " .
" Iya pasti " .
" Jujur aku kaget waktu tau mas Agus bawa istri baru ke klinik kapan hari " .
" Ya bagus lah kalau dia sendiri yang memperkenalkannya " .
" Boleh aku tau Fir sebetulnya apa yang terjadi ? " . Boy bertanya dengan hati - hati .
Firma menghirup rakus udara dan menghempaskannya .
" Mas Agus diam - diam menikah siri sama Lusi dari sebelum di bawa ke rumah " .
" Gila dia " .
" Ya begitulah , alasannya dia dan Lusi di paksa nikah siri sebab warga mengira kalau mereka akan melakukan tindakan asusila " .
" Kamu bisa terima alasannya ? " .
Firma menggelengkan kepalanya . " Dia menikah tanpa sepengetahuan ku dan tanpa seijinku , ku gak ikhlas Boy " .
" Ya aku juga kalau jadi kamu pasti gak ikhlas , Terus kamu masih bertahan ? " .
" Enggak Boy setelah aku tau perselingkuhan mereka , aku menggugat cerai mas Agus " .
" Jadi milikku dan Angkasa " .
" Pintar , memang begitu harusnya " .
" Fir , maaf ya aku gak tau kalau kamu alami hal sebesar ini , gimana dengan bapak ibu ? " .
" Mereka belum tau Boy , aku belum cerita pada mereka , aku masih takut " .
" Kamu harus cerita Fir , mereka harus kamu beritau segera daripada merwka tau dengan sendirinya " .
" Iya Boy kamu bener , tapi aku masih butuh waktu untuk lebih siap lagi " .
" Tentu Fir , kamu sendiri yang tau kekuatanmu " .
" Boy , kapan kamu kenalkan aku pada calon istri mu ? " .
" Aku bahkan belum kepikiran nyari calon istri Fir , oh ya Fir aku boleh pinjam rumah kamu untuk acara lamaran kakak ku ? " .
" Kakak kamu yang mana ? " .
" Yang cowo , calon istrinya rumah nya di Kalimantan dia sudah yatim piatu , keluarga Kalimantan juga gak bisa hadir , di aini dia cuma tinggal sendiri " .
" Waah kapan itu ? " .
" Secepatnya aku kabari OK " .
" Atur saja lah , gak masalah " .
Firma menghampiri Angkasa yang masih bermain di area mandi bola .
__ADS_1
" Sayang pulang dulu yuk " .
" OK " . Sambil menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya Angkasa menjawab Firma .
Sejak bekerja merawat ibu nya Boy waktu itu , Firma memang sudah dekat dengan keluarga Boy meskipun dia tidak sesering dulu menginjungi ibu Boy .
Dia takut kedekatan dengan keluarga Boy justru akan memunculkan Fitnah yang baru .
Tut tut ! tut tut !
Sesampainya di rumah Firma mencoba menghubungi Rina , dia ingin tahu perkembangan bu Imah saat ini .
Berkali - kali Firma berusaha menghubungi tetapi tidak ada yang menerima , " Ah mungkin Rina sedang sibuk mengurus ibu nya , atau mungkin ponsel nya sedang di silent jadi dia gak tau ponsel nya berdering " .
" Ibu , Angkasa tadi liat nenek " .
" Nenek siapa sayang ? " .
" Nenek Imah nenek nya ayah , di sana " .
Angkasa menunjuk ke arah pintu utama .
" Mungkin salah lihat , kalau ada nenek pasti nenek ucap salam dulu kan ? " .
Angkasa menganggukkan kepala nya .
" Angkasa laper bu , mau mie goreng " .
" Angkasa mau menunggu kalau ibu yang masakin ? " .
" Iya mau " .
" OK ibu cuci tangan dulu , seperti biasa kan campurannya sawi , sosis , telur orak arik , telur ceplok ? " .
" Yes , ibu memang OK deh " .
Firma bergegas ke dapur menyiapkan bahan untuk mengolah mie goreng kesukaan anak nya .
Firma memang membiasakan diri memasak untuk apapun keinginan anaknya . Dia ingin menikmati peran nya sebagai ibu bagi Angkasa .
Harapan dia cuma satu , Angkasa selalu mengingat masakan dirinya sampai dia dewasa sekalipun .
Cuma itu yang dia bisa untuk menyenangkan hati anak semata wayang nya .
Kring ! Kring !
" Asaalamu'alaikum " . Firma menjawab teleponnya dan mengeraskan suara nya .
" Wa'alaikum salam , Fir rumah kamu bisa di pake kan Sabtu Lusa ? " .
" Waa cepet banget " .
" Iya soalnya kakak keburu mau ke luar negri minggu depan urusan kantor " .
" Iya silahkan aja , aku siapkan nanti yang perlu di siapkan " .
" Gak usah Fir kami sudah sewa jasa untuk atur acara nya , kamu cukup mengijinkan kami pinjam rumah kamu aja " .
" Gitu ya , OK silahkan di gunakan saja " .
" Makasih Fir , Assalamu'alaikum .
" Wa'alaikum salam " .
__ADS_1