Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 61 Lamaran


__ADS_3

Pagi menjelang tapi Firma masih bermalas - malasan . Saat dia melihat jam yang ada di ponsel nya waktu sudah menunjukkan pukul 07.10 .


Firma masih ingin merebahkan tubuh nya tapi dia ada janji dengan pemilik agen sembako yang dia inginkan jadi salah satu pemasok di toko nya .


" Ibu .. " . Angkasa yang sudah bangun lebih dulu menghambur ke pelukan Firma .


" Anak ibu sudah bangun rupa nya , sayang bukan kah hari ini kamu sekolah nya libur ? " .


" Iya bu .. Tapi hari ini aku pengen nikmati waktu sama ibu " .


" Boleh , hari ini ibu ada janji sama pemilik agen sembako , mau temani ibu sayang ? " .


" Mau bu , jam berapa ? " .


" Jam 8 " .


" OK , Angkasa mau mandi dulu ya bu " .


" Silahkan sayang " .


Angkasa berlari keluar dari kamar Firma . Dia memang sangat dekat dengan ibu nya sampai hal apapun dia cuma mau menceritakan nya pada Firma .


Firma mengaktifkan ponsel nya , sepersekian detik banyak pesan masuk Firma menunggu sejenak sampai notifikasi berhenti .


Pesan paling atas adalah nomer baru , dia menghela nafas dalam - dalqm untuk mempersiapkan diri membuka pesan tersebut .


Mata Firma memerah membaca pesan tersebut , " Eh ****** dasar wanita penuh drama , pasti kamu kan yang bantu biaya pengobatan ibu mertua ku ? Dasar janda gatel gak laku katanya gak peduli gak mau bantu malah langsung ngasih sendiri , kamu mau cari muka biar di jadikan menantu lagi ? " .


Lusi memaki Firma dengan tajam , Firma berusaha tersenyum membaca nya . Dia mensecreenshot pesan itu dia yakin kalau itu dari Lusi .


Pesan berikutnya , " Fir , kalau ada waktu hari ini ketemuan yuk jangan lupa ajak Angkasa " . Pesan dari Boy .


Pagi ini Firma menyelesaikan segala urusannya dengan di temani Angkasa .


Firma membuka layar ponsel untuk melihat jam . " Sayang masih jam 10 nih kita mau kemana ya apa mau langsung pulang aja ? " .


Tanya Firma pada putra semata wayang nya yang sudah tumbuh besar .


" Bu , Angkasa mau makan di situ " . Angkasa menunjuk salah satu tempat makan yang terkenal dengan ayam kentucky nya .


" OK , sayang boleh ibu mengundang om Boy ? " .


" Om Boy ? " . Angkasa berusaha mengingat .


" Yang kita pernah datang waktu ulang tahun mama nya " .


" Oh iya iya boleh boleh " . Angkasa merasa senang .


" Boy aku dan anakku ada di sini , kalau bisa ke sini aja " . Firma memotret bagian depan rumah makan dan mengirim lokasi pada Boy .


" Siap , meluncur " . Kebetulan tempat yang mereka singgahi dekat dengan rumah Boy hanya butuh waktu tidak sampai 10 menit untuk bisa sampai dengan naik motor .


" Assalamu'alaikum " .


" Wa'alaikum salam " . Angkasa mencium tangan Boy .


" Hai jagoan apa kabar ? " .


" Baik om , om sendiri ? " .


" Seperti yang kamu lihat , masih suka cokelat ? " . Boy memberikan beberapa batang cokelat kesukaan Angkasa .


" Masih dong om , banyak sekali om " .

__ADS_1


" Tentu dong kan jagoannya om sudah tambah pinter , oh ya om mau pesan dulu ya , liat jagoannya om makan jadi ikutan laper " .


Selesai makan Angkasa masih mau main karena di tempat tersebut juga di sediakan tempat bermain anak - anak .


" Fir gimana kondisimu ? " . Tanya Boy membuka percakapan .


" Aku InsyaAllah sangat baik " .


" Kamu yang kuat ya , Angkasa sangat butuh kamu " .


" Iya pasti " .


" Jujur aku kaget waktu tau mas Agus bawa istri baru ke klinik kapan hari " .


" Ya bagus lah kalau dia sendiri yang memperkenalkannya " .


" Boleh aku tau Fir sebetulnya apa yang terjadi ? " . Boy bertanya dengan hati - hati .


Firma menghirup rakus udara dan menghempaskannya .


" Mas Agus diam - diam menikah siri sama Lusi dari sebelum di bawa ke rumah " .


" Gila dia " .


" Ya begitulah , alasannya dia dan Lusi di paksa nikah siri sebab warga mengira kalau mereka akan melakukan tindakan asusila " .


" Kamu bisa terima alasannya ? " .


Firma menggelengkan kepalanya . " Dia menikah tanpa sepengetahuan ku dan tanpa seijinku , ku gak ikhlas Boy " .


" Ya aku juga kalau jadi kamu pasti gak ikhlas , Terus kamu masih bertahan ? " .


" Enggak Boy setelah aku tau perselingkuhan mereka , aku menggugat cerai mas Agus " .


" Jadi milikku dan Angkasa " .


" Pintar , memang begitu harusnya " .


" Fir , maaf ya aku gak tau kalau kamu alami hal sebesar ini , gimana dengan bapak ibu ? " .


" Mereka belum tau Boy , aku belum cerita pada mereka , aku masih takut " .


" Kamu harus cerita Fir , mereka harus kamu beritau segera daripada merwka tau dengan sendirinya " .


" Iya Boy kamu bener , tapi aku masih butuh waktu untuk lebih siap lagi " .


" Tentu Fir , kamu sendiri yang tau kekuatanmu " .


" Boy , kapan kamu kenalkan aku pada calon istri mu ? " .


" Aku bahkan belum kepikiran nyari calon istri Fir , oh ya Fir aku boleh pinjam rumah kamu untuk acara lamaran kakak ku ? " .


" Kakak kamu yang mana ? " .


" Yang cowo , calon istrinya rumah nya di Kalimantan dia sudah yatim piatu , keluarga Kalimantan juga gak bisa hadir , di aini dia cuma tinggal sendiri " .


" Waah kapan itu ? " .


" Secepatnya aku kabari OK " .


" Atur saja lah , gak masalah " .


Firma menghampiri Angkasa yang masih bermain di area mandi bola .

__ADS_1


" Sayang pulang dulu yuk " .


" OK " . Sambil menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya Angkasa menjawab Firma .


Sejak bekerja merawat ibu nya Boy waktu itu , Firma memang sudah dekat dengan keluarga Boy meskipun dia tidak sesering dulu menginjungi ibu Boy .


Dia takut kedekatan dengan keluarga Boy justru akan memunculkan Fitnah yang baru .


Tut tut ! tut tut !


Sesampainya di rumah Firma mencoba menghubungi Rina , dia ingin tahu perkembangan bu Imah saat ini .


Berkali - kali Firma berusaha menghubungi tetapi tidak ada yang menerima , " Ah mungkin Rina sedang sibuk mengurus ibu nya , atau mungkin ponsel nya sedang di silent jadi dia gak tau ponsel nya berdering " .


" Ibu , Angkasa tadi liat nenek " .


" Nenek siapa sayang ? " .


" Nenek Imah nenek nya ayah , di sana " .


Angkasa menunjuk ke arah pintu utama .


" Mungkin salah lihat , kalau ada nenek pasti nenek ucap salam dulu kan ? " .


Angkasa menganggukkan kepala nya .


" Angkasa laper bu , mau mie goreng " .


" Angkasa mau menunggu kalau ibu yang masakin ? " .


" Iya mau " .


" OK ibu cuci tangan dulu , seperti biasa kan campurannya sawi , sosis , telur orak arik , telur ceplok ? " .


" Yes , ibu memang OK deh " .


Firma bergegas ke dapur menyiapkan bahan untuk mengolah mie goreng kesukaan anak nya .


Firma memang membiasakan diri memasak untuk apapun keinginan anaknya . Dia ingin menikmati peran nya sebagai ibu bagi Angkasa .


Harapan dia cuma satu , Angkasa selalu mengingat masakan dirinya sampai dia dewasa sekalipun .


Cuma itu yang dia bisa untuk menyenangkan hati anak semata wayang nya .


Kring ! Kring !


" Asaalamu'alaikum " . Firma menjawab teleponnya dan mengeraskan suara nya .


" Wa'alaikum salam , Fir rumah kamu bisa di pake kan Sabtu Lusa ? " .


" Waa cepet banget " .


" Iya soalnya kakak keburu mau ke luar negri minggu depan urusan kantor " .


" Iya silahkan aja , aku siapkan nanti yang perlu di siapkan " .


" Gak usah Fir kami sudah sewa jasa untuk atur acara nya , kamu cukup mengijinkan kami pinjam rumah kamu aja " .


" Gitu ya , OK silahkan di gunakan saja " .


" Makasih Fir , Assalamu'alaikum .


" Wa'alaikum salam " .

__ADS_1


__ADS_2