
Sesampai nya di rumah Sari , Tania meminta pada Toni untuk memarkirkan mobil beberapa meter dari rumah Sari .
Tidak terlalu jauh tapi masih bisa untuk memantau keadaan di rumah Sari yang saat ini masih tampak sepi .
" Seperti nya gak ada orang bu " . Ujar Iwan mengamati keadaan sekitar rumah Sari .
" Kita tunggu dulu kalau dalam waktu setengah jam masih seperti itu kita pulang saja " .
Tak berapa lama terlihat mobil berhenti di depan rumah Sari ,dan benar saja yang turun dari mobil adalah Sari . Tania meminta Toni mendekat ke rumah Sari .
" Sari .. Sari .. " . Panggil Tania dari halaman rumah karena memang pagar tak di kunci .
" Halo kakak ku yang cantik , tumben ke sini " . Sapa Sari dengan berjalan melenggang di hadapan Tania bak miss universe .
" Seperti biasa aku ke sini untuk mencari suami ku , kamu sembunyikan di mana dia ? " . Jawab Tania sinis .
" Tania , Tania kamu itu aneh masa nyari suami kamu ke rumah ku sih , oya bukan nya tubuh mu luka - luka kenapa bukan nya ke rumah sakit malah datang ke sini " . Tentu saja kalimat itu di lontarkan untuk mengejek Tania .
" Katakan di mana Roby ? " .
Karena tak mendapatkan jawaban , Tania menerobos masuk dan mencari keberadaan Roby , sedangkan Sari membuka ponsel nya dan sibuk dengan ponsel nya .
Tania keluar lagi karena tak mendapatkan yang dia cari dan di belakang nya di ikuti oleh Iwan .
" Bagaimana , apa suami mu ada di dalam ? , maka nya punya suami itu di sayang bukannya di biarkan " . Ucap Sari yang semakin menyindir .
" Wan kita keluar dari sini " . Ujar Tania pada Iwan dan tanpa menggubris omongan Sari tentu nya .
" Kita mau jalan kemana lagi bu ? " . Tanya Toni .
" Kita pulang saja " . Tania tampak berpikir .
Di tengah jalan dia teringat kalau ada dua bayi di rumah .
" Berhenti " . Pinta Tania .
" Kemana bu ? " . Tanya Toni .
" Berhenti di minimart itu , Wan tolong ikut saya masuk " .
Iwan menganggukkan kepala nya mengikuti Tania .
Di minimart Tania berbelanja susu dan keperluan bayi lainnya . Selesai dengan belanjaannya dia meminta Iwan yang membayarkannya sedangkan doa mendahului masuk ke dalam mobil . Kaki nya sudah terasa lelah untuk berjalan lagi .
Sembari menunggu Iwan mengantri di kasir , Tania memesan makanan secara online untuk di rumah . Sudah hal biasa bagi Tania mengajak anak buah nya untuk makan bersama nya .
__ADS_1
Sesampainya di rumah Toni membantu Iwan membawakan barang belanjaan , kebetulan makanan yamg di pesan Tania juga sudah sampai dan sudah di hidangkan oleh istri Iwan di meja makan .
Setelah membersihkan diri dan mengganti baju nya , Tania meminta kedua anak buah nya berikut istri Iwan untuk segera makan lebih dulu . Sedangkan Tania memberi susu kedua bayi yang sudah tampak mengantuk .
" Bu Tania , mari makan kami menunggu ibu , kedua bayi sudah tidur bisa di tinggal sebentar " . Istri Iwan menghampiri Tania .
" Oh Oke " .
Tania tak menyangka kalau mereka bertiga tak bisa memulai makan tanpa hadir nya .
Tania meminta ketiga nya menghabiskan makanan dengan alasan tak ada yang memakan kalau di sisakan .
Usia makan Tania melarang istri Iwan mencuci piring , dia merasa kasihan pasti lelah mengurus kedua bayi nya tadi .
Tiba - tiba dari pintu utama masuk lah Roby dengan tanpa mengucapkan salam .
" Mana Firma ? " . Tanya Tania yang sudah merasa kesal .
" Sayang , apa kamu gak kangen sama suami mu sampai orang lain yang kamu cari " . Roby mengalihkan pembicaraan .
" Aku tanya di mana Firma ? " . Tanya Tania mengulang , dia sudah merasa muak dengan Roby .
" Huh , aku mengungsikan nya , aku gak mau dia mengotori rumah kita ini sebab dia hamil dengan tanpa suami " . Jawab Roby dengan entengnya .
Roby mendekat dan hendak memeluk Tania tapi Tania segera menghindar , dia tidak sudi di peluk oleh laki - laki yang berstatus sebagai suami nya ini . Kalau dulu mungkin hati nya akan meleleh tapi tidak setelah tahu keburukan Roby .
" Kamu ungsikan kemana mas ? " . Tania meninggikan suara nya .
" Kamu tu kenapa sih , emang kamu beneran gak kangen ? " . Roby semakin membuat kesal Tania .
" Mas ! , aku ingin tau di mana Firma kamu sembunyikan ? " .
" Kaki dan tangan kamu kenapa luka - luka begini ? " . Roby tak juga menggubris pertanyaan Tania .
" Sudah lah sayang , Tania ada di tempat yang aman " . Roby masih bersikap tenang .
Tania sudah malas menanggapi Roby , dia memilih berdiri meninggalkannya dan berjalan menuju kamar kedua bayi .
" Bagaimana anak - anak ? " . Tanya Tania pada istri Iwan .
" Kedua nya sudah tidur bu " .
" Maaf ya jadi merepotkan mu karena masalah ini " .
" Bukan masalah bu , tapi di mana ibu nya bayi perempuan ini kenapa tidak ikut pulang bersama kalian ? " .
__ADS_1
" Entahlah , kami belum menemukannya , kamu istirahat saja mumpung kedua bayi sedang tidur , kalau bisa kamu gak usah pulang ya " .
" Baik bu , kalau di perlukan saya bisa bantu ibu , tapi saya ijin mas Iwan dulu ya bu " .
" oya ibu luka nya bagaimana ? , mana yang sakit bu ? " . Istri Iwan mengkhawatirkan keadaan Tania .
" Iya iya silahkan , saya gak pa pa kok cuma lecet sedikit , suami kamu ada di bawah sama Toni , tapi maaf ya kaki nya lecet - lecet sebab kecelakaan tadi " .
Istri Iwan menganggukkan kepala dan segera turun , dia sudah tahu kalau suami nya terluka akibat kecelakaan .
Sementara di tempat Firma di sekap , perempuan itu masih di sekap , dia masih terkunci di kamar yang kedap suara .
Dalam genggamannya ada batu besar yang di temukannya di kolong ranjang yang entah kenapa ada batu di bawah sana .
Berkali - kali Firma menghantamkan batu itu ke kaca tapi tak ada hasil .
" Aneh , kenapa susah sekali memecahkan kaca ini , Bismillahirrahmanirrahim .. " . Dengan sekuat tenaga Firma memukulkan kembali batu itu , dan kali ini ada gadis - garis menandakan bahwa kaca sudah mulai retak .
Tapi upaya Firma harus berhenti karena pintu kamar tiba - tiba ada yang membuka , menyadari hal itu Firma segera melemparkan batu itu kembali ke kolong ranjang .
" Hei , apa yang kamu lakukan !? " .
" Tidak apa - apa saya hanya memandang keluar , ibu siapa ? .Tanya Firma karena baru kali ini dia melihat seorang perempuan asing masuk dalam kamar nya .
" Saya di tugaskan membersihkan rumah ini " .
" Apa Roby yang menyuruh ? " .
" Gak penting siapa yang nyuruh , yang penting aku sudah di bayar " .
Firma memperhatikan perempuan berkulit putih bersih itu .
" Ayo keluar kalau mau mandi , di meja makan juga sudah ada makanan , silahkan dimakan " .
Belum sempat Firma menjawab , perempuan itu berkata lagi .
" Jangan mencoba kabur ya , selesai aktifitas di luar kamar langsung masuk lah lagi ke kamar " .
Firma keluar kamar hanya untuk membersihkan diri , tak ada niat bagi nya untuk mencicipi makanan .
" Kenapa gak di makan ? " .
" Tidak lapar saya hanya ingin keluar dan bertemu anak saya " .
" Kalau itu di luar kuasa saya , sebaiknya kamu gunakan waktu sebaik mungkin karena kalau saya sudah keluar arti nya kamar ini akan di kunci dan kamu gak bisa kemana - mana " .
__ADS_1