
" Hujan - hujan gini enaknya makan apa ya ? " . Deni bergumam sendiri sembari membuka iai lemari es yang hanya tinggal sawi , jamur dan telur . Deni memang tinggal sendirian tapi dia lebih suka memasak sendiri daripada membeli makanan di luar . Dia merasa lebih puas menikmati masakan sendiri daripada tinggal memilih dan bayar .
" Masak mie aja deh " . Sibuk dengan makanan yang akan di buatnya tiba - tiba ponselnya berdering . Begitu akan di terima ternyata sambungan di putus sebelum sempat di terima . " Nomer tak di kenal , ah mungkin salah sambung " .
Beberapa menit kemudian , " Ah selesai juga akhirnya , mana hapeku tadi ? " . Deni mencari di dapur , Drttt derrttt !! Saku celananya bergetar ternyata ponselnya ada di saku celana .
Deni membaca pesan yang masuk . " Bukain pintu dah dingin ini ! " . Deni tersenyum membacanya kemudian bergegas ke arah pintu dan membukanya .
" Rumah sebesar ini gak di kasih bel , capek tau ketuknya ! " . Protes Dini adik perempuannya yang memang di kenal cerewetnya .
" Ah aromanya ... aku laper , buat aku ya mie nya ? " . Belum sempat Deni mencicipi mie buatannya dan sekarang malah harus mengalah pada Dini .
Melihat Deni yang terlihat lesu Dini mendekati dan menyuapi kakaknya . " Aku kan adik terbaik gak mungkin aku biarin kakakku kelaparan , sini aku suapi " .
Deni menuruti kata adiknya dengan menerima suapan mie ke mulutnya . " Mas .. pulang dong , aku kesepian di rumah ! " . Dini berusaha membujuk kakaknya yang terkenal keras kepala .
" Aku janji bakal nurut terus deh sama mas " .
" Sudahlah jangan merayu mas terus " .
" Mas gak kasihan , mama di rumah sering melamun loh , mas kan tau mama dekatnya cuma sama mas " .
Deni merenungi kalimat adiknya . " Baiklah tapi ada syaratnya , , ! " . Deni mengajukan syarat untuk Dini .
" Asal mas mau pulang gak pa pa deh " . Dini berusaha menyanggupi mau kakaknya .
" Ikut mas kunjungi temen mas yang abis lahiran " .
" Hahahaha mas yakin cuma itu syaratnya ? " .
Deni menganggukkan kepalanya dia bingung apa yang lucu dari permintaannya . " OK aku mau deh kapan ? " .
" Setelah kamu makan " .
" Uhuk uhuk !! " . Dini terbatuk - batuk , " mas keterlaluan adiknya baru nyampe malah di ajak keluar lagi " . Dini menggerutu pelan .
Di perjalanan menuju rumah Firma , " Di beliin apa ya dek ? " .
" Gendongan aja mas " .
" Yang laennya ? " .
" Baju , tas , sepatu ? " .
Deni menggelengkan kepala , kayaknya sudah biasa kalau kayak gitu yang laen ! " .
Dini berpikir keras , dia kemudian membuka ponselnya dan berselancar mencari kado yang tepat untuk bayi baru lahir .
__ADS_1
" Ketemu !!!! " Sangking senangnya sampai Dini berteriak , Deni menoleh pada dini yang duduk di sebelahnya .
" Apa ?? " .
" Stroller aja mas , bisa di pake sampe umur 5 tahun juga kan lumayan tuh ! " .
" OK kita beli " . Deni melajukan mobilnya menuju toko perlengkapan bayi .
" Mas .. pilihannya banyak banget anak temen mas cowo apa cewe ? " .
" Mas gak tau dek cuma dapat kabar udah lahiran aja " .
" Itu ada dua warna yang modelnya bagus mas kuning sama biru , yang mana ya mas ? " .
" Kayaknya biru aja deh dek modelnya simpel tapi lebih elegan " .
" Waaah sudah siap jadi bapak nih ! " . Gurau Dini .
Setelah membayar stroller yang mereka pilih , mereka mampir ke masjid dulu untuk menunaikan sholat maghrib , kebetulan rumah kontrakan Firma dekat masjid jadi mereka tak perlu menempuh perjalanan jauh lagi setelahnya .
" Assalamu'alaikum ! " .
" Wa'alaikum salam " .
" Siapa ya mbak mas ? " . Tanya pak Royani setelah membukakan pintu .
" Uwalah monggo monggo masuk ! " .
" Terimakasih pak ! " .
" Firma ada temen - temen kamu ini nak ! " . Bapak memberitahukan Firma yang sedang menyusui bayinya di kamar .
" Siapa pak ? " .
" Deni apa siapa tadi bapak lupa " .
Firma mengernyitkan keningnya , selesai menyusui bayinya Firma segera keluar menemui tamu yang di maksudkan bapaknya .
" Mas Deni ? " . Firma terkejut jika yang bertamu adalah Firma yang di sebelahnya ada seorang perempuan .
" Halo Fir , gimana keadaanmu sama bayimu ? " . Deni berdiri menjabat tangan Firma dan di ikuti oleh Dini .
" Alhandulillah sehat mas , ini siapa mas ? " .
" Oya ini adikku Dini " .
" Mbak Firma ini yang kerja di kios mas Deni ya ? " . Tanya Dini yang sejak tadi memperhatikan Firma .
__ADS_1
" Iya , kalau gak salah kita pernah bertemu di kios mas Deni " . Firma juga berusaha mengingat pertemuan mereka .
" Kalian pernah bertemu ? " . Tanya Deni merasa senang karena ternyata adiknya sudah mengetahui Firma lah kerja di kiosnya .
Obrolan mereka sangat menarik sampai akhirnya terdengar suara salam dari luar . " Assalamu'alaikum ! " .
" Wa'alaikum salam " .
Agus masuk dengan raut muka tak suka , dia memang menyalami Deni dan adiknya tapi langsung masuk dengan alasan mau mandi . Firma meminta ijin pada Deni dan adiknya untuk membuatkan kopi suaminya dulu .
" Gitu ya kalau suami gak di rumah masukin laki - laki seenaknya ! " . Agus marah - marah .
" Mereka bertamu karena tau aku sudah lahiran mas , lagian ada bapak sama ibu juga di sini " . Firma berusaha menjelaskan .
Deni merasa tidak enak dengan situasi yang sekarang , dia segera berdiri dan mengajak adiknya untuk pamit pulang . " Loh kok buru - buru nak Deni , maaf ya jangan di ambil hati perkataan Agus mungkin dia sedang capek maklum sering lembur jadi suasana hatinya juga sering berubah " . Ibunya Firma yang keluar dari kamar bertanya .
" Sudah biasa bu kami bisa maklum , maaf ya bu kedatangan kami jadi merepotkan " .
" Kok buru - buru mas ? " . Tanya bapak saat Deni dan Dini berpamitan.
" Ngge pak kami mau belanja buat sarapan besok soalnya " . Sahut Dini tak ingin berlama - lama di rumah kontrakan Firma . Dia sudah merasa tidak nyaman atas kalimat Agus yang tadi di dengarnya .
" Makasih ya mas mbak , hati - hati di jalan lain kali maen sini lagi kalau ada waktu senggang " . Tambah pak Royani .
Mereka berdua menganggukkan kepalanya dan mengucap salam sebelum mobil mereka meninggalkan halaman.
" Mereka kemana bu ? " . Tanya Firma mengernyitkan keningnya saat melihat Deni dan Dini sudah tidak ada di ruang tamu lagi .
" Oh .. sudah pamit pulang barusan , sepertinya tadi denger suami mu menggerutu jadi mereka merasa tak enak hati " .
" Ibu liat ponsel saya ? mau telepon mas Deni mau minta maaf " .
" Ibu liat di kamar kayaknya tadi "
Tut tut tut
" Assalamu'alaikum mas " .
" Kok buru - buru pulang ? " .
" Maafin suami saya ya , dia lagi ada masalah serius di kantor jadi ke bawa ampe pulang "
" Makasih banyak sudah nyempetin ke rumah ya , salam buat Dini juga " .
" Ya sudah hati - hati di jalan , Assalamu'alaikum " .
Firma memutus sambungan teleponnya . " Dek ! dek ! besok pagi aku mau keluar kota , siapkan bajuku ! " .
__ADS_1
Pak Royani sudah menahan emosi dari tadi karena melihat dan mendengar sendiri bahwa putri kesayangannya telah di bentak dan di suruh layaknya seorang pembantu . Dia menahan karena menjaga perasaan anaknya , dia punya rencana sendiri untuk memberi peringatan pada Agus .