
Firma tak bisa berpikir lagi dengan cara apa dia akan menyelamatkan diri dari Roby .
Dengan brutal nya Roby merobek bagian depan gamis Firma . Dia merenggut apa yang ada di hadapan nya yang sudah di incar sedari tadi .
Menyesap dengan lahap nya , memperlakukan Firma layak nya permainan nya . Tak hanya sekali tapi sampai tiga kali Roby memuaskan diri malam itu dengan tubuh Firma .
Malam itu adalah malam neraka bagi Firma , dia berjanji akan membongkar keburukan Roby pada Tania .
Tetapi sampai hari berlalu pun Firma tak juga tega membuka suara tentang yang di alami nya pada Tania .
Tania sedang bahagia karena kelumpuhan kaki nya berangsur - angsur pulih . Tania sudah bisa belajar berjalan lagi meskipun hanya mampu beberapa langka saja .
" Alhamdulillah bu Tania sudah bisa berjalan lagi " . Ujar Firma suatu pagi pada Tania .
" Makasih ya mbak , ini juga karena bantuan mbak Firma menjaga anak saya dan mengurus rumah ini sehingga saya bisa lebih fokus untuk mengikuti terapi " .
Firma ikut merasa senang karena Tania akan segera sembuh dari sakit nya , dan dia akan segera meninggalkan rumah itu jika Tania sudah benar - benar bisa jalan .
" Mbak Firma , tolong bantu saya menyembunyikan hal ini ya , jangan sampai suami saya atau siapapun tau kalau saya sudah sembuh dan sudah bisa jalan , biarkan saja orang tau nya saya masih sakit " . Pinta Tania pada Firma .
Mendengar hal itu Firma merasa setuju sebab dia berpikir bahwa hubungan Tania dengan Roby sedang ada sesuatu yang mungkin Tania juga merasa curiga .
Firma menganggukkan kepala nya , tiba - tiba dia merasa berdosa telah menyembunyikan kebenaran pada Tania .
" Mbak , mulai hari ini saya akan memantau kembali perusahan saya , mbak Firma tenang aja saya bekerja dari rumah kok , jadi tolong bantu saya tetap menjaga Reyhan ya mbak ? " .
" Ngge bu " . Jawab Firma sembari merapikan piring bekas Tania makan .
Kedua bayi sudah nyenyak setelah kenyang dengan ASI mereka .
Tania segera membuka laptop dan menelepon seseorang .
" Tolong beri saya laporan keuangan tujuh bulan terakhir ini , saya tunggu dan kirim secepat nya ke email saya " . Tania serius dengan obrolan nya .
__ADS_1
Beberapa menit kemudian ada email masuk sesuai permintaan nya . Dia mengamati seluruh pengeluaran selama beberapa bulan ini .
" Ada yang enggak beres ini , kenapa tidak imbang dengan pengeluaran sebelum - sebelum nya ? " . Tania mengoreksi ulang semua rekapitulasi bulanan dan hasil nya tetap sama bahwa ada pengeluaran besar yang tidak jelas untuk apa .
Meskipun dia di rumah , Tania selalu mengurus perusahaan nya melakukan banyak perbaikan yang tentu nya tanpa di ketahui suami nya .
Sudah tiga bulan dari kesembuhan Tania , tetapi Firma masih juga belum mengatakan semua nya . Dia turut bahagia dengan kesembuhan Tania yang semakin banyak menunjukkan kalau kaki nya sudah kuat di gunakan berjalan jauh .
Jika Roby tak di rumah , Tania sudah menggunakan kaki nya dengan sangat baik . Sebalik nya kalau Roby pulang Tania akan berpura - pura masih tidak berdaya .
" Mbak Firma kenapa ? " . Tegur Tania saat melihat wajah Firma pucat tidak seperti biasa nya .
" Saya sedang ndak enak badan bu " . Jawab Firma dengan suara lirih .
" Mbak Firma pasti kecapean dan masuk angin karena mengurus anak - anak dan rumah , beli obat di apotik dulu ya mbak ? " . Tania menganjurkan .
" Baik bu " . Firma segera ke minimarket terdekat karena untuk ke apotik butuh berjalan lebih jauh sedangkan diri nya sudah tidak kuat dan merasa lemas .
" Mbak Firma kenapa ? , saya panggilkan dokter keluarga kami saja ya , nanti sore biar ke sini usai dari praktik nya di rumah sakit " . Tania merasa kasihan saat ke dapur melihat Firma muntah - muntah dan semakin pucat .
Firma tak menjawab apa - apa , dia takut semua nya terungkap sebab diri nya sudah curiga kalau sedang hamil .
" Oya mbak , hari ini buat istirahat saja , anak - anak biar saya yang jaga , Saira juga sudah belajar minum ASI dari botol dot kan ? , tolong bantu saya bawa anak - anak ke kamar saya , saya mau pindahin beberapa botol stok ASI ke lemari es di kamar biar gak bolak - balik ke dapur kalau mereka haus " .
Tania memang sangat baik bahkan pada Saira pun dia memperlakukan layak nya pada anak sendiri .
" Saya minta transferkan uang ke rekening saya tiga puluh juta " . Pinta Roby pada salah satu karyawan di perusahaan istri nya yang beberapa bulan ini dia pegang karena Tania melahirkan , biasa nya dia hanya menjadi bawahan Tania saja dan yang mengatur semua nya hak penuh Tania sebagai pemilik perusahaan .
" Maaf pak , semua rekening perusahaan tidak bisa melakukan tarik tunai ataupun transfer karena sedang di bekukan " . Jawab karyawan tersebut .
" Apa kata mu , di bekukan ? " . Roby terkejut dengan penjelasan karyawan nya .
" Betul pak " .
__ADS_1
" Siapa yang bekukan ? " .
" Bu Tania , beliau membekukan semua rekening perusahaan kecuali rekening yang di gunakan untuk operasional kantor " .
Roby mengepalkan tangan nya dia merasa geram dengan yang di lakukan Tania .
Sedangkan di rumah Tania kedatangan dokter keluarga .
" Bagaimana kabar nya bu Tania , seperti nya sudah tampak bugar " . Sapa dokter yang membawakan buah - buahan untuk klien terbaik nya ini .
" Alhamdulillah , sudah semakin membaik dok , InsyaAllah minggu depan sudah bisa ke kantor lagi , ini dokter kenapa kok repot - repot bawa buah " . Ujar Tania menerima oleh - oleh dari perempuan seusia nya yang kini menjadi sahabat nya saat Tania mendonorkan darah nya yang terbilang langka untuk anak si dokter sedangkan saat itu stok di PMI tidak ada .
" Wah syukurlah kalau begitu , siapa yang sakit bu Tania ? " .
" Saudara saya dok " .
Tania pun memanggil Firma yang sedang bermain dengan kedua bayi tak jauh dari nya .
" Bu Firma , apa yang sekarang di rasakan ? " . Tanya dokter .
" Saya mual dan muntah dok , sudah minum obat juga tapi masih mual muntah " Jawab Firma .
Dokter memeriksa Firma , Tania yang duduk di seberang meja sibuk bermain dengan kedua bayi .
" Kapan bu Firma terakhir menstruasi ? " . Tanya dokter yang tentu membuat Firma bingung menjawab nya .
Tania juga tak kalah terkejut nya mendengar pertanyaan itu dari dokter , kenapa dokter menanyakan hal tersebut .
" Untuk lebih jelas nya , ibu beli alat tes kehamilan saja ya bu " . Lanjut dokter memberi saran .
Sepeninggal dokter yang sudah selesai memeriksa Firma , Tania menghampiri Firma .
" Mbak Firma , apa yang telah terjadi ? , siapa yang sudah melakukannya pada mbak Firma ? " . Tania memberondong Firma dengan pertanyaan yang sudah membuat nya penasaran . Tania merasa iba pada Firma .
__ADS_1