
POV. LUSI
" Lus , sudah jam 5 kita tutup aja toko nya " . Perintah pak Tejo pada ku .
" Iya pak " . Jawab ku sembari merapikan barang - barang yang di letakkan di bagian depan toko dan menyapu sisa - sisa debu .
Setelah semua beres dan rolling door audah di gembok , aku dan pak Tejo bersiap - siap untuk pulang .
" Bareng aku aja Lus " . Tawar pak Tejo .
" Memangnya pak Tejo bawa mobil atau motor ? " . Tanya ku memastikan .
" Bawa motor , nanti kalau tabungan bapak sudah cukup mau beli mobil bekas , yuk mau bareng enggak ? " .
" Ya udah ayo tapi saya mau mampir minimart dulu beli kebutuhan rumah " .
" Iya gak pa pa nanti bapak tungguin di parkiran " .
Aku langsung naik motor pak Tejo , di pertengahan jalan aku memberi aba - aba untuk berhenti .
" Berhenti di minimarket situ aja pak " . Aku menunjuk minimarket di depan .
Pak Tejo memberhentikan motornya .
" Ayo turun pak " .
" Nunggu di sini aja biar gak kena biaya parkir , kamu masuk aja , saya tunggu di sini kok " . Kata pak Tejo yang sepertinya memang tidak berniat untuk masuk minimarket .
" Walah kok nunggu di aini tho pak , masa gak nemenin masuk ? " . Tanya ku lagi .
" Kalau bapak ikut masuk berarti nanti motornya di parkir depan minimarket dan kena biaya parkir dong " .
Pak Tejo sangat perhitungan biaya parkir cuma 2.000 saja keberatan . Gimana kalau sudah punya istri pelit begitu , gerutuku .
" Gak pa pa lah pak sekali - kali beramal sama tukang parkir " .
" OK kalau gitu saya ikut masuk , bapak parkir dulu ya motor nya ".
Pak Tejo mengikuti masuk setelah memarkirkan motor nya , aku langsung mengambil keranjang dan mulai berbelanja .
Aku membeli susu untuk anak ku Kayla , sekalian aku belikan 5 kotak . Tidak butuh waktu lama aku segera ke meja kasir untuk menghitung total belanja ku .
" Totalnya 500 ribu ya mbak " . Ujar mbak kasir nya .
" OK mbak " .
Aku membuka tas ku dan mulai bersandiwara .
__ADS_1
" Gimana ya mbak , dompet saya ketinggalan " .
" Maaf ya mbak belanjanya sudah masuk di struk jadi tidak bisa di batalkan , minta bapak nya itu saja yang bayar kelihatannya bawa dompet itu si saku celananya " . Ujar mbak kasir .
Pak Tejo tampak panik , dengan berat hati dia membuka dompetnya dan membayar total belanjaku .
" Makasih banyak ya pak sudah nolongin , tapi ikhlas gak ini pak ? " .
" Iya , ikhlas " .
Wajah pak Tejo terlihat merah padam dan tampak memendam kekesalan .
Pak Tejo kembali melajukan motornya dan mengantarkan ku pulang , di perjalanan dia hanya diam mungkin karena masih kesal karena telah membayar belanjaan dan aku minta di turunkan di depan gang komplek saja .
Keesokan hari nya .
" Mas itu ada kado di meja buat siapa ? " . Tanya ku penasaran .
" Kado buat Angkasa , besok dia ulang tahun " . Mas Jaka menjelaskan .
" Memangnya kamu di undang mas sama mbak Firma ? " .
" Di undang kok " .
" Kamu aja yang di undang ? " .
" Angkasa ulang tahun hari ini mbak Firma mengundang ke sana " . Lanjut nya .
" Cuma kalian yang di undang , aku enggak gitu ? , ih orang kaya kok pilih - pilih yang di undang " . Kata ku sinis .
Mas Jaka sepertinya malas menjawab , tukang ojek sudah datang dan dia segera berangkat ke rumah mertua Firma membawa Kayla .
Aku bergegas mengganti pakaianku dan bersiap - siap menyusul mas Jaka dan Kayla . Sengaja aku mau menyusul dan ikut ke acara ulang tahun Angkasa supaya Firma tahu bahwa aku baik - baik saja .
Penampilanku sudah modis lagi apalagi aku sudah membeli pakaian baru , sandal baru , juga ponsel baru .
" Aku akan pakai cincin yang di berikan mas Agus dan yang aku ambil dari jari mantan ibu mertua ku , tak apalah orangnya sudah tiada anggap saja ini hadiah darinya untukku karena sudah mau menikah dengan anak nya " . Aku bermonolog .
Setelah siap aku langsung memesan ojek online dan berangkat ke rumah Firma .
Sesampainya di rumah mertua Firma aku terpukau , Megah dan mewah rasanya aku tak rela kalau Firma memiliki mertua kaya seperti ini .
Mata ku menyusuri setiap sudut halaman depan rumah yang sangat luas di hiasi dengan taman bunga yang indah .
Aku juga melihat banyak tamu yang datang , mobil berjajar rapi di halaman dan di depan pagar . Sepertinya semua tamu membawa mobil dan hanya aku saja yang naik ojek online .
Aku memasuki rumah yang aku sangat ingin memilikinya . Ku lihat mas Jaka duduk di taman samping rumah memangku Kayla yang sedang asyik melihat ikan hias . Rumah ini memiliki kolam ikan lebih tepatnya akuarium besar dengan ikan hias warna warni yang menyejukkan mata .
__ADS_1
Sebelum aku mendekat ke mas Jaka , aku lihat Firma menghampiri suami ku itu .
" Sudah lama Jak kamu datang ? " .
" Sudah setengah jam lalu mbak " .
" Kok gak langsung masuk aja ? " .
" Di dalam rame mbak , bingung mau masuknya lagian sepertinya Kayla lebih nyaman di sini " .
" Kayla ajak ke dalam aja biar bisa mainan sama anak - anak yang lain " .
Aku buru - buru mendekat ke mereka dan mengambil Kayla dari pangkuan mas Jaka .
" Yang punya rumah sudah nawarin masuk ya masuk dong mas , acaranya kan juga di dalam , ngapain di luar gini kata orang minta - minta aja " . Kata ku sambil mendahului masuk .
" Maafin Lusi ya mbak " . Mas Jaka mengekor do belakang ku .
" Sudah gak pa pa , ayo masuk " .
Acara ulang tahun anak Firma di rayakan dengan sangat meriah .
Usai potong kue semua tamu di persilahkan menikmati hidangan , sungguh makanan - makanan yang menggiurkan .
Aku mengambil beberapa kue dan memasukkannya ke dalam tas . Aku sengaja membawa beberapa kotak makan memang dari rumah supaya bisa membawa makanan di sini .
Saat memasukkan kue ke dalam mulut ku tiba - tiba tangan kiri ku ada yang menarik .
" Eh ngapain kamu narik cincin ku ? " . Geram ku pada Firma .
" Lus , ini asli cincin ku kenapa bisa sama kamu ? " . Tanya nya sambil mengangkat cincin yang sudah dia rebut dari ku .
" Itu cincin aku beli sendiri , balikin ! " .
" Ini cincinku , aku gak rela cincin ku di pake orang lain apalagi kamu ! " . Teriaknya .
" Apa kamu mau aku teriakin maling ? " . Ancam ku .
PLAK !!
Tanpa pikir panjang aku langsung menampar keras pipinya saat melihat cincinku di sematkan di jari manis nya .
Firma sempat berteriak karena terkejut . Semua tamu yang hadir melihat ke arah kami .
Namun Firma tak mau kalah , dia balik menamparku dengan sekuat tenaga .
" PLAK !! PLAK !!
__ADS_1
" Dasar perempuan murahan , aku sudah ngingetin kamu kalau cincin ini milikku , kamu malah menamparku duluan , apa mau aku laporkan ke polisi juga ? " .