
p" Berapa harga kambingnya ? " .
" Terus makannya ? " .
" Ya udah gitu aja " . Agus berbicara di telepon dengan seseorang sejak lima belas menit tadi ada yang meneleponnya .
" Dek bayinya di aqiqah i di kampung aja ! " .
" Kapan itu mas ? " .
" Tiga bulan lagi " .
" Loh tapi bapakku berencana di aqiqah i di sini mas , kok mas gak musyawarah dulu ? " .
" Di sana kan gampang nyari kambingnya , di sini belinya mahal " .
" Sama aja kok mas kalau kita belinya sudah di masakin sekalian " .
" Bapakku sudah terlanjur beli kambingnya ! " .
" Gak enak loh mas sama bapakku apalagi ini cucu pertamanya , lagian mas nya langsung ambil keputusan sendiri padahal kita sudah sepakat ! " . Firma sudah merasa emosi .
" Terserah pokoknya aqiqah nya di kampung ! " .
Beberapa saat kemudian terdengar bunyi ponsel berdering lagi , kali ini Firma yang menerima karena Agus menyodorkan ponselnya ke Firma .
" Assalamu'alaikum " .
" Ngge pak , berapa harganya ? " .
" 5 juta dua kambing yang nyariin rumput 1,5 juta untuk 3 bulan ? " .
" Nanti kami runding kan dulu ya pak " .
" Assalamu'alaikum " . Firma mengakhiri telepon dengan bapak mertuanya .
" Mas kalau abisnya segitu kita uang dari mana ? " .
__ADS_1
" Ya gak tau kambingnya aja udah di beli " .
" Beli kambing kok gak nunggu kita sih mas ? terus kalau sudah kayak gini gimana kita bayarnya ? " .
'' Kamu kan punya kalung dek bisa di jual dulu " .
" Tapi gelang kemarin kan belum di ganti mas ?? " .
Agus bukannya menjawab dia memilih meninggalkan Firma begitu saja .
Keesokan harinya Firma terpaksa menjual kalung untuk aqiqah bayinya , " Ibu ikhlas untuk menebus mu nak , sehat terus ya nak jadi anak yang sholih " .
Firma tidak bisa melakukan apa - apa lagi selain pasrah , pak Royani juga merasa sangat kecewa apalagi ini untuk cucu pertamanya hanya saja Firma tidak bercerita kalau uang untuk membeli kambing adalah hasil menjual kalung pemberian orang tuanya .
Tiga bulan kemudian Firma dan Agus berangkat ke kampung halaman Agus dengan membawa bayi mereka untuk melaksanakan aqiqah .
Sesampainya di sana semua keluarga besar berkumpul di rumah mertua Firma .
" Sudah nyampe mana mbak ? ". Tanya Dini melalui pesan singkat berwarna hijau , Dini dan Firma memang mulai dekat sejak mereka berkenalan secara langsung di rumah Firma saat itu .
" Alhamdulillah sudah nyampe rumah mertua ini " .
" Dede bayi pinter banyak bubu nya di motor " . Bayi Firma berusia 6 bulan saat ini , orang tua Firma sebetulnya tidak tega melepas cucunya berangkat ke kampung Agus dengan di ajak naik motor . Tapi mau bagaimana lagi Agus keras kepala dan orang tua Firma tidak mau di anggap terlalu mengatur menantu .
Firma pernah meminta untuk naik travel atau bis tapi Agus beralasan tidak punya uang , sebagai istri yang baik tentu saja Firma berusaha menuruti kemauan Agus meskipun nyawa dia dan anaknya yang menjadi taruhannya .
Sejak hamil 7 bulan sampai melahirkan dan bayinya berumur 6 bulan Firma tidak pernah keluar rumah meskipun sekedar naik motor . Agus tidak pernah membawa Firma dan bayinya kemana - mana , sekarang Firma dan bayinya di paksa harus bisa naik motor yang bisa di tempuh 5 jam perjalanan jika naik bis .
" Mas aku sama bayi kita naik bis aja ya ? , aku sudah gak kuat mas " . Firma sudah sangat pucat selain di capek duduk tanpa sandaran , bahu dan tangan dia sudah sangat capek menyangga kepala bayinya dan menggendong .
" Kamu itu kok gak ngerti posisi suami kayak gimana dek kayak suaminya ini kaya aja apa - apa minta di turutin " .
Firma terdiam dalam hatinya nelangsa selama menikah dengan Agus belum permah Firma meminta bahkan mengutarakan kemauannya . Sandal satu - satunya Firma saja sudah mengelupas kulitnya .
Sebelum menikah dengan Agus , Firma selalu berpenampilan rapi , wangi dan terlihat cantik tapi sejak menikah dengan Agus jangankan memakai baju bagus atau berpenampilan rapi , bedak saja tidak pernah punya .
Kalau orang melihat Firma pasti sangat menyayangkan jika Firma mempunyai suami seperti Agus . Benar memang kata orang bijak , Suami yang di anggap kaya adalah suami yang memperhatikan keadaan istri . Sebab istri yang terlihat rapi , wangi dan tidak kucel artinya seorang suami sudah berhasil memuliakan istri .
__ADS_1
" Mbak , kalau mbak Firma membutuhkan saya , bilang saja ya mbak atau kalau perlu saya akan datang ke sana mbak untuk menemani mbak " .
Firma berpikir sejenak untuk apa Dini sampai rela melakukan semua itu , " Iya Din makasih banyak ya , pasti saya bilang kok " .
Acara aqiqah bayi Firma baru dilaksanakan keesokan harinya . " Gus ibu minta uang buat belanja ayam 60 kg " . Bu Imah meminta uang pada Agus padahal mereka sendiri yang menginginkan acaranya di percepat padahal Agus sudah bilang belum punya uang . Bagaimana tidak setiap bulannya untuk angsuran mobil yang di berikan pada Liya saja 3 juta , angsuran motor buat Rina 1 juta , di berikan pada ibunya 2 juta ,
Sedangkan Firma di beri 1,5 juta itu untuk bayar listrik 200 ribu , air 100 ribu , sisanya untuk uang belanja tapi masih sering di minta Agus untuk bensin dan rokok juga , belum lagi kalau bu Imah minta di kirim uang dengan alasan untuk bayar sekolah Rina .
Entah Agus masih menyimpan uang berapa banyak lagi buktinya setiap ibunya minta uang belanja untuk acara selalu dia beri . Firma tidak pernah tahu berapa gaji Agus saat ini dia cuma tahu dari Nanang bahwa Agus sudah pengangkatan di kantornya yang tentunya gajinya di naikkan juga .
" Teman - teman mu jadi ke sini Gus ? " . Tanya bu Imah
" Jadi lah bu , masak ada banyak makanan gak undang temen - temen Agus ? " .
" Mbak Liya ke sini kan Gus ? " .
" Gak bu dia lagi hamil , abis pendarahan juga " .
'' Kok kamu gak bilang tau gitu ibu jenguk ke sana " .
" Gak usah bu kata dokternya gak boleh naik turun dari kasur '' .
Obrolan mereka terhenti ketika ada yang mengucap salam , sepertinya saudara - saudara mertua Firma .
" Uwalah .. mbak Retno tho ayo sini - sini masuk ! " .
" Yang mana istrinya Agus ? " .
" Fir , sini ! " . Panggil bu Imah melambaikan tangan memanggil Firma yang ada di ruang tengah .
" MasyaAllah .. pinter kamu Gus nyari istri , cantik , kalem , jangan kamu sia - sia in punya istri kayak gini Gus ! kalau memang istrimu punya kekurangan ya kamu yang melengkapi jangan sampai kamu marah , tugasnya suami memang gitu jadi jangan merasa kamu sudah sempurna lantas se enaknya marah kalau istri ada kurangnya " . Nasehat bu Retno , bu Retno ini kakak bu Imah dari istri pertama mbah Sudiro Husodo .
Firma yang menggendong bayinya di persilahkan duduk di sebelah budhe Retno , Firma menurut saja untuk menghormati budhenya .
" Bayi mu bagus nduk mudah - mudahan nanti jadi anak yang sholih , yang tau cara melindungi ibunya , banyak rejekinya " . Bu Retno mengusap kepala bayi Firma dan mendoakannya .
" Kamu sudah makan nduk ? " . Firma menggelengkan kepalanya karena memang dia belum makan apa - apa dari berangkat tadi , di perjalanan Agus membeli makan untuk dirinya sendiri , Firma hanya minum itupun bekal dari rumah .
__ADS_1
" Piye tho kok belum makan , jangan di biarkan perut kosong kalau menyusui , Imah apa belum matang masakannya ? " . Bu Retno mulai khawatir dengan Firma yang tampak pucat .
" Ayo sini budhe yang gendong bayimu , kamu makan dulu saja nduk ! , kamu itu gimana tho Gus harusnya kamu perhatikan kesehatan istri anakmu , kamu kira orang menyusui itu bisa nahan lapar ?? gimana bisa keluar asi nya kalau makan aja telat ! " . Bu Retno mulai melampiaskan kecewanya pada Agus yang di anggap tidak peduli dengan Firma .