Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 77 Bulan Madu


__ADS_3

Aku selalu berusaha meyakinkan Firma untuk menguatkan hubungan kami . Aku meminta nya lebih berkonsentrasi dengan hubungan ini .


Aku sudah berjuang sejauh ini tak akan aku biarkan lalat hinggap dan bertelur sehingga hidangan yang di sajikan menjadi basi .


" Ingat Fir , laut tidak selalu tenang dan aku sebagai nahkoda nya akan selalu berjuang , tapi aku tidak bisa berjuang sendiri , aku butuh doa dari penumpang nya dan itu kamu " . Tutur ku pada Firma .


" Terima kasih sudah mengingatkan ku tentang kerja sama tim , aku akan turut berjuang melawan ganas nya ombak bersama mu mas sampai kita sampai ke tempat ujian " . Jawab nya dengan senyuman yang makin membuat ku semakin gemas .


" Kita harus selalu saling bergandengan tangan menghadapi dan menyelesaikan semua ujian " . Firma mengulurkan kedua tangan nya untuk menggenggam tangan ku .


" Hari ini kita mau kemana ? " . Tanya ku mencoba mencair kan suasana .


" Mas , kemarin aku melihat bianglala di alun - alun boleh aku naik nanti malam ? " . Pinta Firma .


" Tentu lah boleh yang , terus siang ini kita mau kemana , apa mau proses bikin baby aja ? " . Goda ku yang membuat pipi Firma merona .


" Main air yuk di air terjun ? " . Firma memberi ide .


" OK baik lah ayo kita ke air terjun co*** ro*** " .


" Horeee , sebentar ya mas aku bersiap " . Sorak nya seperti anak kecil yang mengemas kan .


" Yang kita ke alun - alun berangkat sore sepulang dari air terjun ya " .


" Kenapa mas gak malam aja ? " .


" Antri sayang , kan banyak anak muda yang naik juga " .


" Kok tau kalau antri jangan - jangan .. " .


Firma melepas pelukan tangan ku di pinggang ku .


" Sayang , kan aku sudah riset dulu semua nya sebelum ke kota ini " .


" Betul kayak gitu ? " .


" Betul sayang " .


" Siapa tau mas punya banyak moment sebelum nya di kota ini ? " .


" Istri ku sayang ku , kamu kan juga tau kalau suami mu ini menginjakkan kaki baru kali ini di kota ini , jangan curiga terus dong " .


Firma tertawa dan berlari aku mengejarnya hingga tertangkap dan memeluk nya .


Aku dan Firma saling mencumbu , melepaskan hasrat yang sama - sama membara . Kemesraan kembali menyatukan kami dalam kenikmatan surgawi .


Siang hari aku dan Firma berangkat ke air terjun co*** ro*** . Firma sangat bahagia bisa melihat air terjun yang deras dan dengan hawa yang sangat sejuk tentu nya .

__ADS_1


Tepat saat kami akan melangkahkan kaki ke mushollah untuk menunaikan sholat ashar , tiba - tiba ada seseorang yang memanggil .


" Deni ? " . Teriaknya , " Firma ? " . Panggil nya lagi .


Kami menoleh serentak , Firma mengernyitkan kening nya , dia tidak mengenali laki - laki yang sudah memanggil nya .


Laki - laki yang memanggil kami tadi mendekat , " Dengan Deni dan Firma ? " . Tanya nya dengan nafas terengah - engah .


Aku menarik Firma ke belakang ku , aku berusaha melindungi dari istri ku dari laki - laki tak di kenal .


" Maaf dompet anda terjatuh " . Kata nya sembari menyodorkan dompet Firma .


Sejak menikah aku memang tidak pernah membawa dompet , semua identitas penting ku selalu di jadi kan satu di dompet istri ku Firma jika kami berjalan berdua .


Aku dan Firma saling bertatapan , " Terima kasih banyak pak " . Aku mengambil dompet dari tangan laki - laki itu .


Mungkin tadi terjatuh saat di parkiran . Pikirku berusaha positif .


Firma memeriksa isi dompet nya . Aku melihat Firma dengan seksama dan juga laki - laki penemu dompet itu .


" Bagaimana , aman ? " . Tanya ku pada Firma .


Firma mengangguk sembari menyerahkan beberapa lembar uang pada ku . Aku paham maksud Firma dan aku langsung memberikan nya pada laki - laki penemu dompet itu .


" Ini buat bapak " .


" Saya ikhlas menolong mas , jadi jangan mengukur apa - apa dengan uang " . Ketus laki - laki itu dan melangkah meninggalkan kami .


Kami hanya melongo melihat kepergian nya .


Aku menggaruk kepala ku , " Kenapa bapak itu tadi , aku kan cuma .. " .


" Sudah lah mas ayo sholat dulu , sudah semakin sore " . Firma menarik ku menuju tempat wudhu .


Kami pun masuk ke dalam musholah , tapi dalam benak ku memikirkan ketemu di mana dompet Firma . Tahu dari mana laki - laki itu nama panggilan kami .


Usai melaksanakan sholat ashar kami melanjutkan perjalanan menuju alun - alun kota apel .


Kami menyempatkan diri membeli oleh - oleh yang di jual di sekitar tempat wisata .


Setiba nya di sana bertepatan dengan masuk nya waktu sholat maghrib , kami melaksanakan sholat berjamaah di masjid dekat dengan alun - alun .


Selesai sholat berjamaah Firma menarik tangan ku dan sedikit berlari .


" Yaaah telat , sudah banyak yang ngantri " . Firma bersungut kesal .


" Sabar ya sayang , setiap peristiwa yang kita lalui bersama akan menjadi kenangan indah nanti nya " . Aku berusaha menenangkan nya .

__ADS_1


" Oita sambil nunggu antrian gimana kalau sambil ngemil ? " . Kata ku memberi ide .


" Cilok , sostel , atau apa ya ? " .


" Kita beli dua - dua nya " .


" es pot boleh ? " .


" Tentu boleh " .


" Tapi mas kalau kita beli barengan nanti antrian kita di serobot orang " . Firma merajuk .


" Biar aku aja yang beli , kamu tunggu di sini ya , sebentar ya yang , cilok nya pedas kan ? " .


Firma menganggukkan kepala nya .


Aku meninggalkan Firma di baris antrian yang masih cukup panjang .


Sebetul nya aku merasa khawatir tapi tidak mungkin juga harus beli barengan benar kata Firma bisa di serobot orang lain antrian nya .


Mas beli cilok nya dua , satu pedas satu biasa saja , Penjual cilok malah tertawa .


" Maaf mas saya jualan cok beledos jadi pedas semua " .


" Gitu ya ? , ya sudah gak pa pa mas " .


Usai di bungkus aku segera berlari ke arah Firma , kebetulan sostel di jual di sebelah cilok tadi tak lupa es pot pesanan Firma juga .


Beberapa menit kemudian sudah giliran kami untuk naik bianglala .


Akhirnya aku dan Firma naik bianglala sembari menikmati cilok beledos . Aku heran kenapa istri ku sangat suka makanan pedas bahkan dia dengan sangat menikmati nya cilok yang super pedas itu .


Aku saja bermandikan keringat karena terlalu pedas nya . Tapi mau apapun selera makan istri ku , aku akan belajar menyukai nya juga .


Tiba waktu nya kami turun dan aku sudah tidak kuat menahan rasa mulas yang ada di dalam perut yang sudah mengaduk - aduk .


Firma membopong ku untuk segera kembali ke hotel , beruntung jarak dengan hotel tidak terlalu jauh .


Sesekali dia mengusap keringat ku yang mengucur deras di wajah ku .


" Sudah tau ndak bisa makan pedas kenapa nekat makan juga " . Firma mengomeli ku .


" Aku kan cuma ingin mengimbangi mu yang " .


" Huh itu bukan mengimbangi kalau menyakiti tubuh sendiri , jangan dzolim deh sama organ tubuh sendiri " .


Aku melirik Firma tanpa membalas kalimat nya lagi .Sesampainya di hotel Firma memesan beberapa makanan dan minuman kemudian meminta pihak hotel mengantar ke kamar kami .

__ADS_1


__ADS_2