
Aku selalu berusaha meyakinkan Firma untuk menguatkan hubungan kami . Aku meminta nya lebih berkonsentrasi dengan hubungan ini .
Aku sudah berjuang sejauh ini tak akan aku biarkan lalat hinggap dan bertelur sehingga hidangan yang di sajikan menjadi basi .
" Ingat Fir , laut tidak selalu tenang dan aku sebagai nahkoda nya akan selalu berjuang , tapi aku tidak bisa berjuang sendiri , aku butuh doa dari penumpang nya dan itu kamu " . Tutur ku pada Firma .
" Terima kasih sudah mengingatkan ku tentang kerja sama tim , aku akan turut berjuang melawan ganas nya ombak bersama mu mas sampai kita sampai ke tempat ujian " . Jawab nya dengan senyuman yang makin membuat ku semakin gemas .
" Kita harus selalu saling bergandengan tangan menghadapi dan menyelesaikan semua ujian " . Firma mengulurkan kedua tangan nya untuk menggenggam tangan ku .
" Hari ini kita mau kemana ? " . Tanya ku mencoba mencair kan suasana .
" Mas , kemarin aku melihat bianglala di alun - alun boleh aku naik nanti malam ? " . Pinta Firma .
" Tentu lah boleh yang , terus siang ini kita mau kemana , apa mau proses bikin baby aja ? " . Goda ku yang membuat pipi Firma merona .
" Main air yuk di air terjun ? " . Firma memberi ide .
" OK baik lah ayo kita ke air terjun co*** ro*** " .
" Horeee , sebentar ya mas aku bersiap " . Sorak nya seperti anak kecil yang mengemas kan .
" Yang kita ke alun - alun berangkat sore sepulang dari air terjun ya " .
" Kenapa mas gak malam aja ? " .
" Antri sayang , kan banyak anak muda yang naik juga " .
" Kok tau kalau antri jangan - jangan .. " .
Firma melepas pelukan tangan ku di pinggang ku .
" Sayang , kan aku sudah riset dulu semua nya sebelum ke kota ini " .
" Betul kayak gitu ? " .
" Betul sayang " .
" Siapa tau mas punya banyak moment sebelum nya di kota ini ? " .
" Istri ku sayang ku , kamu kan juga tau kalau suami mu ini menginjakkan kaki baru kali ini di kota ini , jangan curiga terus dong " .
Firma tertawa dan berlari aku mengejarnya hingga tertangkap dan memeluk nya .
Aku dan Firma saling mencumbu , melepaskan hasrat yang sama - sama membara . Kemesraan kembali menyatukan kami dalam kenikmatan surgawi .
Siang hari aku dan Firma berangkat ke air terjun co*** ro*** . Firma sangat bahagia bisa melihat air terjun yang deras dan dengan hawa yang sangat sejuk tentu nya .
__ADS_1
Tepat saat kami akan melangkahkan kaki ke mushollah untuk menunaikan sholat ashar , tiba - tiba ada seseorang yang memanggil .
" Deni ? " . Teriaknya , " Firma ? " . Panggil nya lagi .
Kami menoleh serentak , Firma mengernyitkan kening nya , dia tidak mengenali laki - laki yang sudah memanggil nya .
Laki - laki yang memanggil kami tadi mendekat , " Dengan Deni dan Firma ? " . Tanya nya dengan nafas terengah - engah .
Aku menarik Firma ke belakang ku , aku berusaha melindungi dari istri ku dari laki - laki tak di kenal .
" Maaf dompet anda terjatuh " . Kata nya sembari menyodorkan dompet Firma .
Sejak menikah aku memang tidak pernah membawa dompet , semua identitas penting ku selalu di jadi kan satu di dompet istri ku Firma jika kami berjalan berdua .
Aku dan Firma saling bertatapan , " Terima kasih banyak pak " . Aku mengambil dompet dari tangan laki - laki itu .
Mungkin tadi terjatuh saat di parkiran . Pikirku berusaha positif .
Firma memeriksa isi dompet nya . Aku melihat Firma dengan seksama dan juga laki - laki penemu dompet itu .
" Bagaimana , aman ? " . Tanya ku pada Firma .
Firma mengangguk sembari menyerahkan beberapa lembar uang pada ku . Aku paham maksud Firma dan aku langsung memberikan nya pada laki - laki penemu dompet itu .
" Ini buat bapak " .
" Saya ikhlas menolong mas , jadi jangan mengukur apa - apa dengan uang " . Ketus laki - laki itu dan melangkah meninggalkan kami .
Kami hanya melongo melihat kepergian nya .
Aku menggaruk kepala ku , " Kenapa bapak itu tadi , aku kan cuma .. " .
" Sudah lah mas ayo sholat dulu , sudah semakin sore " . Firma menarik ku menuju tempat wudhu .
Kami pun masuk ke dalam musholah , tapi dalam benak ku memikirkan ketemu di mana dompet Firma . Tahu dari mana laki - laki itu nama panggilan kami .
Usai melaksanakan sholat ashar kami melanjutkan perjalanan menuju alun - alun kota apel .
Kami menyempatkan diri membeli oleh - oleh yang di jual di sekitar tempat wisata .
Setiba nya di sana bertepatan dengan masuk nya waktu sholat maghrib , kami melaksanakan sholat berjamaah di masjid dekat dengan alun - alun .
Selesai sholat berjamaah Firma menarik tangan ku dan sedikit berlari .
" Yaaah telat , sudah banyak yang ngantri " . Firma bersungut kesal .
" Sabar ya sayang , setiap peristiwa yang kita lalui bersama akan menjadi kenangan indah nanti nya " . Aku berusaha menenangkan nya .
__ADS_1
" Oita sambil nunggu antrian gimana kalau sambil ngemil ? " . Kata ku memberi ide .
" Cilok , sostel , atau apa ya ? " .
" Kita beli dua - dua nya " .
" es pot boleh ? " .
" Tentu boleh " .
" Tapi mas kalau kita beli barengan nanti antrian kita di serobot orang " . Firma merajuk .
" Biar aku aja yang beli , kamu tunggu di sini ya , sebentar ya yang , cilok nya pedas kan ? " .
Firma menganggukkan kepala nya .
Aku meninggalkan Firma di baris antrian yang masih cukup panjang .
Sebetul nya aku merasa khawatir tapi tidak mungkin juga harus beli barengan benar kata Firma bisa di serobot orang lain antrian nya .
Mas beli cilok nya dua , satu pedas satu biasa saja , Penjual cilok malah tertawa .
" Maaf mas saya jualan cok beledos jadi pedas semua " .
" Gitu ya ? , ya sudah gak pa pa mas " .
Usai di bungkus aku segera berlari ke arah Firma , kebetulan sostel di jual di sebelah cilok tadi tak lupa es pot pesanan Firma juga .
Beberapa menit kemudian sudah giliran kami untuk naik bianglala .
Akhirnya aku dan Firma naik bianglala sembari menikmati cilok beledos . Aku heran kenapa istri ku sangat suka makanan pedas bahkan dia dengan sangat menikmati nya cilok yang super pedas itu .
Aku saja bermandikan keringat karena terlalu pedas nya . Tapi mau apapun selera makan istri ku , aku akan belajar menyukai nya juga .
Tiba waktu nya kami turun dan aku sudah tidak kuat menahan rasa mulas yang ada di dalam perut yang sudah mengaduk - aduk .
Firma membopong ku untuk segera kembali ke hotel , beruntung jarak dengan hotel tidak terlalu jauh .
Sesekali dia mengusap keringat ku yang mengucur deras di wajah ku .
" Sudah tau ndak bisa makan pedas kenapa nekat makan juga " . Firma mengomeli ku .
" Aku kan cuma ingin mengimbangi mu yang " .
" Huh itu bukan mengimbangi kalau menyakiti tubuh sendiri , jangan dzolim deh sama organ tubuh sendiri " .
Aku melirik Firma tanpa membalas kalimat nya lagi .Sesampainya di hotel Firma memesan beberapa makanan dan minuman kemudian meminta pihak hotel mengantar ke kamar kami .
__ADS_1