
Usai menerima beberapa pelanggan terakhir kini Deni bisa menuju kamar nya di atas dan merebahkan tubuh nya .
Deni memiliki kamar pribadi di lantai dua ruko nya , bisa di bilang itu juga rumah kedua Deni oleh karena itu dia lebih sering tidur di ruko nya daripada harus pulang .
Dia menggerak - gerakkan tangan dan tubuh nya , lelah yang dia rasa dengan aktifitas seharian ini .
Kriing ! kriing !
" Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam " . Jawab karyawan yang sedang meneleponnya karena tidak berani mengganggu privasi Deni di lantai atas selain membicarakannya lewat telepon .
" Maaf pak mengganggu , tadi saya ketemu teman dekat bapak di kantor polisi , itu loh pak kalau ndak salah namanya mbak Firma yang pernah kerja di kios bapak yang deket taman kota , penjaga spesial yang sangat deket sama bapak waktu itu " .
Deni yang semula berbaring tersentak dan segera duduk , dia berpikir kalau Firma di kantor polisi berarti dia sedang ada masalah .
" Ingat kan pak ? " . Tanya karyawan nya yang masih terus bercerita di telepon .
" Hmmm bukan spesial sama saja seperti karyawan lainnya " . Ujar Deni .
" Masak sih pak kalau ndak spesial kok bapak beberapa kali ngantar pulang mbak Firma ? " .
" Itu kan ya karena kebetulan satu arah saja jalan nya " .
" Gitu ya pak ? " .
" Sudah , sudah kamu tau kenapa dia ada di kantor polisi ? " .
" Kata saudara saya sih dia melaporkan penganiayaan fisik yang di terima nya " .
Hati Deni tiba - tiba merasa sesak .
" Aniaya ? " .
" Iya pak ada bekas luka juga , mbak Firma kan sekarang berhijab dan berpakaian lengan panjang pak jadi luka yang nampak sih cuma di tangan saja " .
Aku berpikir keras mencari cara supaya bisa menemui perempuan yang sudah menggantung di hati sejak pertama kali ketemu .
" Oya pak kami sudah selesai dan toko sudah akan di tutup " .
" Iya tolong kalian langsung tutup dan kunci saja ya , tapi lampu jangan di matikan , saya akan kebawah nanti " .
{Din , kamu di mana ayo ikut mas jenguk Firma } . Deni mengetik pesan singkat pada adik nya .
__ADS_1
{ Ayo sakit apa mas , mbak Firma nya ? tapi aku selesai makan dulu ya , ini masih di resto depan kantor }
Jam menunjukkan pukul 18.30 , Deni memiliki toko buku dan perlengkapan sekolah yang di buka dari pukul 06.00 sampai 17.00 .
Bukan tanpa alasan dia membuka toko di jam tersebut , banyak pelanggan yang sering ada kebutuhan mendadak di pagi hari untuk kebutuhan anak - anak mereka yang masih sekolah .
Toko di tutup di jam tersebut juga supaya karyawannya bisa menikmati waktu dengan keluarga atau teman - teman nya . Libur karyawan juga di gilir setiap hari nya , satu minggu sekali karyawan mendapat jatah libur dua hari karena hari Minggu toko tetap di buka .
Mobil Deni makin mendekat ke arah kantor Dini adik nya . Senyum nya makin mengembang saat melihat adik nya sudah keluar dari resto di seberang jalan kantor nya . Itu artinya dia tidak perlu menunggu lama di sana .
Deni mengerem mobil nya tepat di hadapan adik nya .
" Silahkan masuk kak , sesuai aplikasi ya kak ? " . Canda Deni .
" Aish , ayo buruan kita ke rumah mbak Firma , tapi sebentar aku mau kirim pesan ke dia dulu " .
" Jangan lah dek " .
" Lah kenapa kan kita mau jenguk dia , akan lebih sopan kalau kita ngasih tau dia dulu kan sebelum bertamu ? " .
Akhirnya Deni pun memilih tidak menjawab lagi , padahal dia ingin memberi kejutan pada Firma untuk kedatangannya kali ini .
" Mas , hati - hati pesona janda itu luar biasa aku cuma takut mas kalah start lagi " . Dini meledek kakak nya .
" Yah .. kakak pasti gak update story mbak Firma nih " .
Deni menggelengkan kepalanya .
" Maka nya suka sama cewe itu jangan setengah - setengah cari rau segala nya , ikuti perkembangan hidup nya " .
" Huh , macam jurnalis aja " . Deni mendengus kesal karena merasa tidak tahu apa - apa tentang Firma .
Dalam hati Deni tidak ingin kehilangan kesempatan emas ini .
Dia merasa senang akhir nya ada kesempatan lagi di untuk mendekati Firma .
" Dek , bantu doa ya supaya mas bisa memiliki Firma sepenuhnya " .
" Yaelah mas , doa tanpa usaha ya percuma aja , usaha dong di maksimalkan lagi " .
Deni terdiam dia merasa yang di katakan adiknya memang benar , tapi dia masih bingung bagaimana cara mendekati Firma .
" Ah mas bingung dek gak tau gimana jalan pemikiran perempuan , kalau mas mendekati dia pasti merasa risih tapi kalau gak di dekati kesambar orang lain dah " .
__ADS_1
" Mbak Firma kan bukan tipe cewe yang rewel mas ,dia juga sederhana gak banyak mau nya gak kayak mantan mas itu , cantik sih tapi apa yang di lihat nya semua dia minta ke mas udah kayak istri nya mas aja apa - apa dia yang atur " .
" Yah ngapain juga bahas dia " .
" Abis nya kesel kalau inget dia , mas dulu bisa beg* gitu sih ampe bucin banget sama cewe matre itu " .
" Namanya juga cinta itu bita dek ya mau gimana lagi " .
Deni hanya tersenyum ringan pada adiknya yang tampak merasa kesal dengan jawaban nya .
Mobil Deni terparkir di depan rumah Firma , dia tampak kebingungan dengan hadir nya mereka berdua yang tiba - tiba .
Deni menyenggol lengan adiknya , " Bukannya kamu tadi .. " .
" Ah mas repot nih tadi kan mas yang melarang " . Dini tersenyum genit pada kakak nya .
Beberapa menit kemudian Firma keluar lagi dengan membawa dua cangkir minuman dan beberapa toples camilan
" Monggo minuman sama camilannya di incip dulu " . Firma mempersilahkan tamu nya dan duduk di hadapan Deni .
Ada rasa sakit dalam hati Deni saat melihat luka dalam pada tangan dan beberapa luka di wajah Firma .
Saat bekerja dengan Deni , Firma belum lah berhijab , tapi saat ini dia sudah menutup rapat tubuhnya selain wajah dan tangan .
Mereka asyik bercengkerama , obrolan mereka sering di iringi gelak tawa , kadang Firma menahan gelak tawa nya sambil melirik Deni supaya tidak kelepasan . Seperti nya dia malu karena ada Deni di hadapan nya .
" Katanya kamu di serang oleh seseorang ya Fir ? " . Tanya Deni yang membuat suasana menjadi hening .
" Hehehe , iya tapi Alhamdulillah semua sudah baik - baik saja " .
" Siapa yang menyerang mu ? " .
" Ada lah .. Kalian tau dari siapa kalau saya di serang ? " . Firma tersenyum .
" Tau nih mas Deni dapat kabar dari mana sih ? " . Sela Dini juga penasaran .
" Kabar angin , tapi akurat loh " . Jawab Deni sekena nya .
Firma merasa tidak nyaman , dia bahkan tetap merasa harus waspada sekalipun tahu kalau Deni dan Dini pasti akan selalu membantu nya .
" Iya saya di serang Lusi istri kedua mas Agus " .
" Fir , ijinkan aku jadi bodyguard mu " . Deni menawarkan diri .
__ADS_1