Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 90 Kenyataan Yang Harus Di Terima


__ADS_3

" Kurang tahu ya mbak , kami cuma tau kalau dia itu karyawan baru di toko pertanian , kalau gak salah baru sebulan ini dia kerja " .


" Karyawan mbak ? , serius ? , dia bilang kalau dia pemilik toko , jadi bingung nih kalau dia karyawan kok bisa dia nerima saya jadi karyawan , lha pemilik toko nya di mana mbak ? " . Aku semakin kesal dan penasaran .


" Pemilik toko itu nama nya pak haji Imam , dia tinggal di kota lain , toko nya juga punya banyak cabang biasa nya kalau kesini beberapa bulan sekali , sebulan lalu kunjungi toko dan juga bawa karyawan baru ya si bapak berkumis tebal itu " .


" Wah , saya kena tipu dong , mbak tau gak nomer pak haji Imam yang bisa di hubungi ? " .


" Kami gak ada yang tau mbak , kami cuma tau orang nya aja " .


" Di tunggu aja mbak siapa tau bentar lagi balik , kan tadi cuma bilang mau liat saudara nya yang sakit , atau di susul ke rumah nya aja " . Pungkas karyawan yang lain nya .


" Ya udah deh saya mau langsung ke rumah nya aja mbak , makasih banyak ya mbak informasi nya " .


Aku merasa sangat apes , pegang uang cuma seratus ribu , cincin berlian dan ponsel sudah di ambil si Tejo . Ingin aku hajar habis - habisan kalau sampai ketemu .


kruuuk !!


Tiba - tiba perut ku terasa lapar sebab siang waktu nya makan tadi aku malah ke toko perhiasan . Akhir nya aku balik lagi ke warung ayam geprek lumayan bisa menghemat ada menu yang paling murah cuma enam ribu di tambah es teh tiga ribu .


Lima belas menit sudah aku menikmati makan siang yang lebih tepat nya makan sore sebab jam sudah menunjukkan pukul 15.20 .


Setelah makan dan membayar aku segera mencari angkot kalau harus naik ojek lagi uang ku bisa habis . Sesampai nya di gang menuju rumah mas Tejo aku berhenti sejenak , mengatur nafas untuk menyiapkan energi berikut nya .


Untuk sampai ke rumah mas Tejo masih harus melewati gang kecil yang sangat panjang dan berbelok - belok . Sungguh melelahkan kalau harus di tempuh dengan berjalan kaki . Akhirnya aku tiba di depan rumah nya .


Tok tok tok !!

__ADS_1


" Mas ! mas Tejo !


Aku mengetuk lagi pintu rumah dengan lebih keras .


" Mas ! buruan buka pintu nya ! " .


Aku tak lagi mengetuk dengan pelan melainkan menggedor dengan keras sebab tak ada jawaban dari dalam .


Tiba - tiba saja tetangga sebelah rumah dengan jarak kurang lebih sepuluh meter karena ada lahan kosong keluar dari rumah nya . Dia menghampiri ku dan melihat ku heran .


" Mbak ngapain teriak - teriak di situ , anak saya baru saja tidur harus terbangun dan nangis karena denger suara mbak gedor - gedor pintu juga " . Protes perempuan itu .


" Saya ini nyari mas Tejo , dia sudah bawa kabur cincin sama hape saya mbak , di toko dia gak ada , sekarang di cari di rumah juga gak ada " .


" Loh bukan nya mbak ini yang tinggal di rumah ini juga ya kok bisa mbak gak tau kemana orang nya ? " . Tanya nya mencurigai ku .


" Walah kasian ya mbak nya , tapi saya juga gak seberapa kenal sama dia , tau nama nya Tejo aja dari mbak , dia kontrak di rumah ini kalau gak salah baru sebulan lalu , rumah ini kan sudah bertahun - tahun gak di tempati mbak maka nya rumput nya juga tinggi - tinggi , tuh liat kayu nya juga sudah banyak yang lapuk " .


" Sia*** memang itu si Tejo , aku di bohongi nya kata nya ini rumah nya gak keurus sebab gak punya istri jadi gak ada yang bersihin " .


" Rumah ini di kontrakkan sama pemilik nya cuma 350 ribu sebulan ya daripada gak ada yang nempatin , kan mbak tahu juga umum nya kontrakan itu biaya sewa nya minimal 800 ribu sebulan , itu juga lantai nya yang bukan keramik " .


" Gimana sama baju - baju saya ya yang di dalam " . Gerutu ku .


" Mbak pinjam kunci ke yang punya rumah aja , rumah nya di depan gang samping jalan utama sebelum mbak nya masuk kemari , pagar rumah nya warna nya putih gading kalau tembok nya berwarna hijau " . Perempuan itu memberikan saran .


Meskipun sudah sangat capek aku segera ke rumah pemilik kontrakan , aku juga menceritakan yang sudah aku alami , akhir aku di antar ibu pemilik kontrakan untuk mengambil baju - baju ku yang masih ada di dalam rumah kontrakan .

__ADS_1


Aku merasa sangat sedih , sudah di tipu mentah - mentah sekarang aku bingung harus tinggal di mana , uang pun tinggal 82 ribu .


Setelah pintu berhasil di buka aku mengumpulkan baju - baju ku , di lemari sudah tidak ada satupun baju ataupun barang Tejo .


" Tejo itu baru satu bulan kontrak di sini kok sekarang sudah kabur aja untung dia sudah bayar sebulan di awal , kunci rumah ini juga masih dia bawa " .


" Iya bu maaf ya saya juga baru tau kalau dia cuma ngontrak di aini sebab dia ngaku nya ini rumah dia yang gak keurus sebab dia gak punya istri " .


" Sekarang mbak nya mau kemana sudah malam begini ? " .Tanya ibu pemilik kos .


" Saya belum tau bu , saya juga cuma pegang uang 82 ribu aja " .


" Gini aja mbak tidur di sini aja , besok pagi baru lah nyari tempat lain daripada malam - malam di jalan bahaya " .


" Tapi bu ? " .


" Gak pa pa besok kunci nya titipkan tetangga sebelah itu ya biar saya yang ngambil , oya ini ada uang sedikit tolong di terima aja semoga bermanfaat " .


" Makasih banyak ya bu besok pagi saya mau nyari kerjaan mudah - mudahan dapat yang ada mess nya " .


" Mbak jaman sekarang gak ada orang yang tiba - tiba saja baik tanpa sebab , hati - hati jangan sampai tertipu lagi apalagi sama orang yang baru di kenal , pokok nya lain kali harus lebih jaga diri dan lebih waspada sama orang baru " .


" Iya bu saya akan lebih berhati - hati lagi " .


" Kalau saja saya tinggal sendiri , saya jadikan ART saya aja mbak nya , tapi di rumah sudah ada ART , ada menantu juga jadi gak enak kalau mau bawa saudara atau orang lain tinggal di rumah " .


Sepeninggal pemilik rumah itu aku bergegas menimba air dan mandi , badan ku rasa nya lengket dan capek seharian ada di jalan . Beruntung pemilik kontrakan sangat baik jadi aku bisa bermalam dan beristirahat dengan nyenyak malam ini .

__ADS_1


__ADS_2