
"Si Agus sudah menikah loh , kamu gak ngucapin selamat ?" . Bu Jarwo memberi tahu keponakannya .
"Beneran budhe ? , kapan itu budhe ? Tapi ke sananya kapan - kapan saja deh budhe , sekarang masih repot .." . Jawab Liya sembari berpamitan pulang .
"Ya sudah terserah kamu ..hati - hati dijalan , beri kabar kalau sudah nyampe rumah ..!" Bu Jarwo mengingatkan .
Ketika melewati pasar Liya tiba - tiba ingin membeli buah Anggur hijau , "buah ini kok jadi mengingatkan aku pada sesuatu" .. Bathin Liya .
"Aww .. Aduh mbak jadi tumpah kan sotonya .." . Seru perempuan muda yang masih membelakanginya .
"Maaf ya mbak gak sengaja , tadi sibuk pilih buah" . Jawab Liya .
Begitu perempuan itu membalikkan badan , "loh mbak Liya kan ?" . Tanyanya .
"Kamu adiknya Agus si Rani kan ??" . Ujar Liya .
Merekapun berpelukan karena sudah beberapa tahun gak ketemu
"Aku minta nomernya Agus dong biar bisa ngucapin selamat karena sudah nikah .." . ucap Liya .
"Iya mbak , ini nomernya ..". Sambil menyodorkan tulisan angka di kertas
Setelah saling bertukar nomer ponsel , Liya pun pamit pulang duluan .
POV. LIYA
Sejak mendengar Agus sudah menikah kenapa aku merasa gelisah , ada rasa cemburu dan rindu tapi kenapa aku harus merasakannya ??
Flashback On
"Besok bapakku panen jagung , jangan lupa ke rumah ya ..?" aku memberitahu Agus
Yaa Agus selalu diminta bapak membantu kalau ada panen , pulangnya Agus akan diberi uang dan jagung 10 kilo biasanya .
Rumah Agus jauh dari rumah orang tua ku , jika ditempuh motor kurang lebih 50 menit .
Agus bukan anak orang kaya tapi aku menyukainya sejak pertama kali ketemu dan kenal di rumah budhe .
Sering ketemu dan ngobrol membuat benih - benih cinta hadir diantara kami saat usia kami masih duduk di Sekolah Menengah Pertama meskipun mungkin masih disebut cinta monyet .
Waktu itu aku menemani Agus menggembala 4 kambing budhe , tiba - tiba mendung dan hujan turun deras karena takut kemalaman kambing - kambing pun digiring pulang oleh Agus ke kandang di belakang rumah budhe .
__ADS_1
"Dhe .. Budhe ... , budhe kemana ya Gus kok sepi rumahnya ?" . tanyaku ke Agus sambil mencari budhe di semua ruangan tapi memang sepi tak ada satupun anggota keluarga di rumah .
"Hatsyi hatsyi ..!!" Agus bersin - bersin dan menggigil .
"Li .. Aku kedinginan apa aku bisa pinjam sarung buat ganti baju ?" tanya Agus . Aku segera ke kamar sepupuku (anaknya budhe ada yang laki - laki seusia kami tapi dia sedang liburan di rumah neneknya di Klaten) .
"Ni ada baju sama sarung sepupuku pake saja" . aku serahkan ke Agus tapi aku terkejut Agus tiba - tiba memelukku dengan tubuh bergetar mungkin sangat kedinginan .
Aku cuma bisa diam membiarkannya , ini pertama kalinya aku dipeluk laki - laki ada rasa takut tapi aku menyukainya .
Tahu aku diam mematung sambil berdiri , Agus melepaskan pelukannya .
Dia melepaskan baju dan celana selutut nya di depanku , aku sendiri tak tahu kenapa tidak berpaling dan justru memperhatikannya hingga tanpa aku sadari dia sudah melepaskan cel*** dal**nya .
Bukannya malu atau takut , aku malah semakin memperhatikan bagian bawahnya .
"Li .. Bantu aku , aku kedinginan .." . Pinta Agus dengan wajah dan bibir pucat nya .
"Gimana caranya Gus .. ??" . Tanyaku belum mengerti .
Entah siapa yang memulainya kami sudah saling merenggut bibir dan saling meremas bagian - bagian yang seharusnya tidak boleh kami lakukan .
Tapi aku dan Agus sangat menikmatinya , kami telah melakukannya dengan tanpa memasukkan senjata Agus ke tubuhku .
Entah berapa kali kami melakukan di setiap ada kesempatan .
Lulus Sekolah Menengah Atas kami berencana akan menikah suatu saat nanti , diluar dugaan ibuku sudah menjodohkan ku dengan laki - laki lain . Aku frustasi bagaimana dengan Agus kalau sampai dia membocorkannya karena sakit hati melihat aku menikah dengan laki - laki lain ? .
Laki - laki yang ibu jodohkan memiliki tubuh yang tinggi , atletis dan tampan berbeda jauh dengan Agus . Meski dijodohkan tapi aku menyukai laki - laki itu .
Entahlah apa yang akan terjadi nanti , aku akan menikah saja dengan laki - laki pilihan ibuku .
Flashback Off
"Tuuuuut .. Tuuuuut .. Tuuuuut .."
"Assalamu'alaikum ... " . Jawab suara di sebrang .
"Tuuuuut .. Tuuuuut .. Tuuuuut .."
"Assalamu'alaikum ... " . Jawab suara perempuan lagi di sebrang .
__ADS_1
"Kenapa perempuan yang nerima .. " . Dengusku kesal .
"Dua jam sudah .. Apa aku coba chat saja ya ...?" Gumamku sendiri .
.. Assalamu'alaikum .. Kalau sudah baca pesan nya nanti telp ya Gus .. Aku mengirim pesan ke ponsel Agus .
Sudah centang biru tapi gak dibalas - balas .
Setengah jam berlalu barulah ada telpon dari Agus .
"Assalamu'alaikum ... Ini nomer siapa ya ??" . Mendengar suara Agus kenapa aku jadi deg deg gan .
"Waalaikumsalam ... Masih ingat aku Gus ?" . Aku mencoba membantunya mengingat suaraku .
"Ini beneran Liya ? Apa kabarnya ? Sudah tujuh tahun kita gak ketemu dan komunikasi mimpi apa kok kamu tiba - tiba telpon aku , dapat nomerku dari mana ? , sejarang tinggal dimana ? , sudah punya anak berapa ?" . Agus memberondong ku dengan banyak pertanyaan .
"Satu satu kale tanyanya , sudah kaya' orang yang kangen berat saja pertanyaannya hahahaha ....". Jawabku sekenanya .
" ya emang kangen banget , kapan ketemuan , apa aku samperin ke rumahmu saja ?" . Tanya Agus yang membuat aku mengernyitkan Alis .
"Selamat ya sudah nikah , istrimu pasti lebih cantik daripada aku makanya kamu bisa move on hahahaha .." . godaku .
"Istriku memang cantik , tapi masih polos belum bisa layani aku , namanya laki - laki aku pengen istriku lebih hot lagi diatas ranjang , kalau kamu gimana ? Sudah sangat berpengalaman kan tentunya ?" . Tanya Agus membuatku merasa tak enak hati .
"Kalau aku hot mana mungkin sampai sekarang aku belum hamil juga ?" . Tiba - tiba nyeri dalam hati .
"Kamu sama suamimu sudah ke dokter tes kesuburan Li ?" . Tanya Agus tapi aku jawab dengan anggukan seolah dia bisa melihatku .
"Sudah , ini dianjurkan program bayi tabung" . jawabku yang langsung disambung Agus dengan pertanyaannya , "Li .. Ketemuan yuk aku kangen .." .
"Kamu mau pulang kampung ? , kalau mau langsung ke rumahku saja nanti aku aku share alamatnya , suamiku di Surabaya pulangnya masih lima hari lagi .." sembari aku kirim alamatku , aku juga kirim foto terbaruku ke Agus .
"Kamu masih sama Li dengan yang dulu , malam ini aku berangkat ya biar tengah malam sudah nyampe rumahmu ?" .
"OK makasih ya Gus , tapi gimana sama istrimu ?" . tanyaku ragu .
"Gampang , dia masih anak kecil kalau aku bilang keluar kota untuk urusan kerjaan pasti dipercaya" . Jawab Agus yakin .
"Aku tunggu Gus .." setelah aku matikan panggilannya aku segera memakai lulur wangi sebelum mandi , aku ingin terlihat segar dihadapan Agus .
Aku merindukan Agus karena aku butuh tubuhnya , suamiku selalu luar kota dan hanya pulang Jumat Sabtu , hari Minggu sudah berangkat lagi ke Surabaya .
__ADS_1
Aku curiga dia punya perempuan simpanan di sana seperti berita yang aku dengar setahun ini , kalau dia selingkuh aku juga akan lakukan hal yang sama .