
" Gak usah banyak tanya , buruan jalan ! " . Roby semakin kasar menarik Firma .
" Mas bentar , aku ambilkan tali dulu , ikat saja dia biar gak kabur lagi " . Ujar Sari .
Kemudian Sari mengulurkan tali tambang yang cukup panjang untuk diikatkan ke tangan Firma , mata Firma di tutup kain dan mulutnya pun di lakban .
Mereka membawa Firma masuk ke dalam mobil dengan paksa sampai kening Firma sempat terbentur mobil saat akan masuk .
Firma meringis kesakitan , sesaat kepala nya merasa pusing karena benturan tadi . Dia pasrah akan alami hal apa saat ini karena melawan pun percuma .
Dia di bawa ke tempat yang tidak jauh dari tempat sebelum nya dia di sekap . Tapi dia tak bisa menghapal jalan dengan mata tertutup seperti itu .
Sedikit- sedikit telinga Firma mendengar deru ombak . Dia hanya bisa menebak tempat dia berada saat ini , sampai akhirnya penutup mata dan lakban nya di buka .
" Bagaiman Fir , apa kamu suka di ajak ke sini ? " . Tanya Sari .
" Apa maksud mu ? " . Firma merasa mulai cemas .
" Hahahha , kamu bukan hanya polos tapi bod** juga ,, tentu aku akan membuat mu menderita karena Deni telah membohongiku untuk menikah secara resmi dan bahkan meninggalkan ku saat aku hamil Dewi " .
" Kamu yang bod** Sari , kenapa kamu gak balas dendam pada mas Deni kalau kamu anggap dia menyakiti mu , kenapa harus pada ku sedangkan aku saja tak pernah mengetahui tentang mu " . Jawab Firma mengejek .
" Diam kamu ! " . Sari merasa tak suka dengan jawaban Firma .
Tak berapa lama ada speed boat yang datang untuk membawa Firma ke sebuah pulau .
Setelah sampai di pulau yang di tuju , Sari mendorong Firma .
" Sekarang ini tempat mu ,kamu pantas tinggal dan membusuk lah di sini " .
" Sari tolonglah , aku masih punya bayi , saya pun juga jadi korban mas Deni , kenapa kalian tega pada ku " . Firma mengharap belas kasihan Sari .
Sari dan Roby tak menghiraukan teriakan Firma . Mereka meninggalkan Firma di pulau yang sepi .
" Tolong ! Tolong saya ! " . Firma berkali - kali teriak minta tolong akan tetapi tetap nihil . Yang terdengar hanya suara diri nya sendiri dan deburan ombak saja .
" Semakin sore kenapa semakin dingin dan air laut nya pasang , Yaa Allah .. apa yang harus hamba lakukan " . Firma mulai panik .
__ADS_1
Sore beranjak berganti petang , tak ada lampu atau sinar apapun selain sinar bulan yang baru muncul dan belum penuh .
Air yang pasang mulai meredam kaki dan sudah mencapai lutut Firma . Dia yang punya phobia dengan air laut semakin panik . Mau pindah tempat pun tak bisa .
Air yang pasang akan surut kembali esok pagi , Firma hanya bisa berdoa berharap ada yang datang membantu nya .
Iwan dan Toni beserta empat orang lagi melakukan perjalanan ke alamat yang sudah di tunjukkan eh Tania .
Karena ponsel mereka yang tak aktif , mereka jadi terlambat menolong Firma . Kemacetan di jalan raya juga mampu membuat mereka berdua merasa kesal .
Kriing ! Kriing !
Ponsel Iwan berdering , tak menunggu lama dia pun segera menerima telepon yang masuk dari bos mereka .
" Sudah bu , kami sudah di jalan tapi masih terkena macet " . Ujar Iwan .
" Tetap waspada lah kalian , oya apa kalian sudah paham wajah Firma ? " . Tanya Tania
" Sedikit bu , tapi kami butuh Foto nya kalau ada bu " .
" Baik lah saya kirim foto nya " . Kemudian Tania memutuskan sambungan telepon nya .
" Aku heran sama orang - orang kaya itu , sebetul nya siapa perempuan itu kok ampe di sekap , bu Tania juga gitu ada hubungan apa perempuan itu sama diri nya ampe mau keluar banyak uang buat menyelamatkan nya " . Toni merasa bingung .
" Aku juga gak tau Ton , mudah - mudahan yang kita jalani ini hal baik , kita kan juga tau kalau bu Tania itu orang yang baik " . Iwan juga mengomentari .
Tidak butuh waktu lama akhir nya mereka tiba di tepi pantai .
" Pulau nya yang sebelah mana Ton ? " . Tanya Iwan karena di sana tampak tiga pulau .
" Itu yang paling kiri , kita bisa ke sana hanya dengan speed boat " .
" Ton , pulau itu sangat gelap sedangkan air sudah pasang , apa bisa selamat perempuan itu ? " .
" Mudah - mudahan saja " . Toni memerintahkan dua teman nya ikut bersama nya yang dua lagi tetap berjaga di mobil.
Tiba - tiba ada laki - laki menghampiri .
__ADS_1
" Ada yang bisa saya bantu mas ? " . Tanya nya .
" Kami akan menyeberangi ke pulau itu , apa beberapa waktu lalu ada tiga orang menyeberang ke sana dan yang kembali hanya dua orang saja ? " . Iwan akhirnya punya kesempatan bertanya juga dan itu juga dengan persetujuan Toni .
" Tapi setau saya orang yang anda cari tak menuju ke pulau itu , tapi ke pulau lain nya " .
" Kamu bohong " .
" Saya tidak bohong , orang yang tadi juga naik speed boat ini untuk menyeberang ke pulau itu " .
" Kalau begitu antar kami ke sana " .
" Maaf , saya tidak bisa mengantar ke sana " . Laki - laki itu menjawab dengan datar .
" Kamu mau uang berapa ? " . Tanya Toni yang sudah merasa kesal .
Belum sempat menjawab tiba - tiba datang dua orang laki - laki berbadan tegap dan besar hendak menghajar Iwan dan Toni . Tapi untung nya dua teman Toni siaga sedari tadi dan memegang kuat tangan dua laki - laki tak di kenal itu .
Merasa lawan nya bisa membela diri , dua orang itu bergerak cepat dan mengeluarkan senjata berupa pisau lipat .
Seperti nya orang - orang di pinggir pantai itu sudah di bayar oleh Sari dan Roby untuk mengatasi anak buah Tania .
Baku hantam terjadi di antara mereka , Iwan , Toni dan teman - temannya memang pandai bela diri sehingga mudah bagi mereka menghadapi orang bayaran Sari dan Roby .
" Seperti nya mereka bukan orang sembarangan , sebaiknya kita pergi dan lapor ke si bos " . Salah satu orang itu memberi komando pada temannya .
" Hei , mau kabur kemana kalian " . Teriak Iwan .
" Sudah biarin aja mungkin mereka orang bayaran suami nya bu Tania " . Ujar Toni .
" Kita ke pulau itu butuh speed boat , coba kita ke sana " . Iwan menunjuk ada sebuah gubuk kecil yang di gunakan menjual minuman dan gorengan .
" Maaf pak apa ada speed boat yang bisa kami sewa untuk menyeberang ke pulau itu ? " . Tanya Toni pada pemilik warung .
" Sudah malam mas , biasa nya tak ada speed boat yang di sewakan selain sudah membuat janji sebelum nya , jam setengah enam sudah pada pulang yang biasa nganterin " . Jawab pemilik warung .
" Bagaimana ini Wan ? " .
__ADS_1
Iwan hanya menarik napas dalam - dalam dan menghempaskannya kasar .