Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 104 Sari


__ADS_3

" Pak Roby kenapa bapak kasar dan arogan pada saya , kenapa saya gak di bunuh saja daripada di siksa seperti ini ? " . Firma berteriak pada Roby , dalam hati nya sudah sangat kesal dan pilu karena harus meninggalkan bayi nya di rumah Tania .


" Lepaskan saya pak , saya tidak akan menuntut bapak dengan kehamilan saya , saya juga gak sudi anak saya punya ayah seperti bapak " .


" Bisa diam gak kamu ! , jangan berisik terus ! " . Roby ingin menampar kembali Firma tapi tidak di lakukannya , dia merasa kesal karena Firma berteriak terus .


" Lepasin saya pak , saya janji tidak akan mengganggu keluarga bapak " .


Roby tak menghiraukan yang di katakan Firma . Dia mengunci Firma di dalam kamar yang jendela nya juga di kunci dari luar .


 Firma tak mengerti apa yang di inginkan Roby terhadapnya . Dia juga bingung dengan apa yang sebenarnya sudah di lakukan almarhum suami nya di masa lalu sehingga dia yang harus mendapat balasannya .


" Hai sayang ku , akhir nya kamu datang juga " .


" Kenapa mas , kenapa meminta ku datang ke sini ? " .


" Kamu lupa sayang kamu minta apa pada ku ? " .


" Apa sayang ? " .


" Seperti pinta mu , aku sudah membalas kan sakit hati mu pada perempuan itu " .


" Oh ya ? , aku sudah gak sabar melihat nya menderita , apa dua juga ada di sini ? " .


" Iya sayang , di kamar itu " . Roby menunjukkan salah satu kamar yang tertutup rapat .


" Buka , buka pintu nya biarkan saya keluar " . Teriak Firma dari dalam .


Sari tertawa terbahak - bahak saat mendengar ada suara Firma dalam kamar yang terkunci .


" Mas , aku mau lihat dia boleh ? " . Pinta Sari dengan suara manja nya , dia memang ingin melihat keadaan Firma dan mengejek nya .


" Tentu sayang " . Roby mencium bibir Sari kemudian membukakan pintu kamar yang di dalam nya ada Firma dengan penampilan yang sudah awut - awutan .


Setelah pintu terbuka , Firma segera berdiri dan hendak berlari keluar tapi Roby menahan nya .


" Mau kemana kamu ? , kata nya mau ketemu Sari , ini dia di sini " . Roby sengaja meledek Firma .


" Halo Firma , kamu ingin warisan dari Deni kan ? , ino warisan yang dia tinggalkan , warisan sakit hati , kamu ingin di bagi kan ? " . Sari mendekat ke arah Firma .

__ADS_1


" Apa maksud kamu Sari ? " .


" Eits , gak perlu teriak , jangan bikin telinga ku budeg dong " .


 " Sekarang katakan apa salah saya sama kamu Sari ? , aku bahkan baru mengenal mu " .


Sari melipat kedua tangannya dan berdiri bersandar di dinding samping pintu .


" Kamu beneran gak tau siapa Deni ? " .


" Katakan ! " . Firma sudah tidak sabar ingin mendengar alasannya kenapa Sari melakukan pembalasan pada diri nya .


" Huh , sebetul nya aku malas buat cerita , tapi buat kamu oke lah , kamu gak tau kelakuan Deni , dia ninggalin aku saat aku hamil , dia membuat ku sakit hati dan itu juga alasan ku ingin menyakiti mu " .


PLAK !!


Firma menampar pipi kiri Sari , Sari tertawa dengan kencang nya .


" Dasar perempuan gila ! , kamu memang gak waras Sari ! " . Teriak Firma yang sudah sangat emosi .


Sari balik menampar Firma , " Apa kamu bilang , saya gila ? , hahahaha kamu bener Firma aku memang gila dan Deni yang bikin aku gila " . Sari semakin keras tertawa nya .


" Cukup Sari jangan menjelek - jelekkan suami ku , kamu juga sudah berbohong , mana bukti nya kalau kamu memang sudah di nikahi suami ku ? , seharusnya kamu gak usah datang ke kampung ku waktu itu , atau kamu memang sengaja memancing ku supaya aku datang ke kota ini untuk melancarkan rencana mu ? " .


Dada Firma penuh rasa sesak tapi dia tak bisa memungkiri bahwa dia harus bisa berdamai dengan kenyataan yang ada .


Akan tetapi ada yang membuat nya semakin penasaran kenapa Sari dan Roby saling memanggil sayang .


" Mas , pulang yuk udahan dulu main - mainnya sama perempuan ini " .


" Kamu pulang juga atau menemani madu mu di sini ? " .


" Pulang dong mas " .


Sari dan Roby keluar meninggalkan Firma . Dia tidak di ikat maupun di lakban mulut nya , tetapi dia juga tidak bisa keluar dari kamar itu . Kamar yang di kunci dari luar itu memiliki lapisan pada dinding nya supaya kedap suara .


Firma merasakan nyeri pada kedua gundukan di dada nya , cairan nya merembes terus menerus . cairan itu lama - lama mengeluarkan bau yang membuat diri nya merasa tak nyaman .


" Bagaimana ini , sudah beberapa jam ASI ini tak di minum anak - anak , rasa nya nyeri sekali " .

__ADS_1


Firma bingung dengan yang di alami nya kini , entah apa yang di lakukan almarhum Deni di masa lalu hingga Sari merasa sakit hati dan ingin membalaskan dendam .


Dia terus berdoa berharap ada yang datang menyelamatkan nya .


Firma berjalan ke arah jendela , dia membuka tirainya berharap ada orang yang melihat dan menolong nya .


Dan benar saja saat tirai terbuka ada seorang perempuan lewat di bawah .


" Mbak .. mbak .. tolong saya , saya di sekap " . Tapi perempuan itu tak mendengar .


Kemudian ada lagi yang lewat tapi lagi - lagi sama , sepertinya kaca jendela juga sama tebal nya sehingga orang di luar tak bisa mendengar teriakan Firma .


Firma mencari benda apapun yang bisa di gunakan untuk memecahkan kaca jendela tapi di ruangan itu tidak ada yang bisa di gunakan untuk memukul jendela. Sampai akhir nya dia mencari di kolong ranjang dan menemukan batu yang cukup besar .


Firma berpikir mungkin dengan batu itu dia akan bisa memecahkan kaca jendela yang sangat tebal .


Sementara di tempat lain , Tania sudah di jemput Toni dengan mobil Roby yang sudah di gandakan kunci nya .


" Luka ibu bagaimana ? " . Tanya Toni .


" Sakit sih tapi masih menyakitkan cerita hidup saya " . Tania menjawab dengan mata berkaca - kaca .


" Ma maf bu " . Ucap Toni .


" Buat apa , bukannya kalian juga sudah tau kalau racun dalam rumah tangga saya adalah adik saya sendiri , kami beda ayah tapi ibu kami sama " .


" Udahan aja bu jangan di lanjutkan " . Iwan ikut memberi solusi .


" Ya .. pasti akan segera di akhiri " . Sahut Tania .


" Mudah - mudahan di beri kemudahan dan kelancaran bu " . Toni mendoakan .


" Aamiin .. Ya sudah ayo kita keluar dari sini , tolong segera kalian selesaikan administrasi nya " .


" Saya yang akan selesaikan bu " Jawab Toni .


Tania berjalan dengan tertatih - tatih ada rasa nyeri dalam hati nya meskipun kaki nya juga terluka .


Dia sengaja menolak di bantu jalan dengan kursi roda , pikir dia masih mampu berjalan seperti biasa nya .

__ADS_1


__ADS_2