Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 69 POV. Deni


__ADS_3

Sepulang Dari rumah Firma , Dini memintaku menurunkannya do depan kantor sebab dia harus mengambil mobil nya .


" Den , mas duluan ya mau jenguk ibu lagian kasian seharian sendirian " .


Dini menganggukkan kepala nya tanda setuju .


" Ati - ati ya mas , aku nanti mau beli martabak telur dulu buat mama " .


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit aku tiba di rumah mama , mama duduk di atas kursi roda di ruang tengah .


" Assalamu'alaikum ma " .


" Wa'alaikum salam , kamu nak ? " .


" Maaf ma , tadi saya ajak Dini ke rumah Firma dulu , sekarang dia masih di jalan kata nya mau beli martabak telur dulu , jadi Deni pulang duluan " .


Bukannya marah mama malah tersenyum , " Iya mama sudah tau kok tadi Dini sudah menghubungi mama " .


Tapi wajah mama tiba - tiba berubah menunjukkan kekhawatiran nya . " Firma sakit apa Den ? " .


" Luka - luka ringan dan lebam gitu ma " .


Entah kenapa ada rasa nyeri saat mengatakan nya pada mama . Aku merasa tidak berguna sebab tidak bisa melindungi perempuan yang aku kasihi .


" Loh Firma sakit apa kok sampai lebam luka gitu ? " . Tanya mama merasa bingung dengan yang aku katakan .


Aku duduk mendekat di hadapan mama , " Ma , Firma abis di serang sama istri kedua suami nya , tapi Deni juga ndak tau penyebab di serang nya " .


" Kok kamu bisa ndak tau , harus nya kamu perhatiin itu si Firma , kalau suka dengan perempuan jangan setengah - setengah nak , buktikan kalau kamu serius pada nya , kalau sudah jodoh pasti ada jalan , kalau memang bukan jodoh Allah juga pasti akan tunjukkan jalan lain nya " .


Aku terperangah dengan kata - kata mama , ternyata mama ku sudah sangat tahu dengan yang aku rasa kan .


" Deni juga ndak berani tanya ma , takut malah melukai hati Firma kalau tanya seperti itu " .


" Berani sekali istri muda mantan suami nya itu , antarkan mama ke rumah Firma sekarang " .


Aku bahkan tidak menyebutkan mantan suami tapi mama juga sudah tahu kalau Firma dan suami nya bercerai .


" Kalau mama sekarang ke sana malah mengganggu Firma nanti nya "


" Antar kan mama sekarang Den , kamu tidak tau empati sesama perempuan , mama tau betul kalau Firma sedang alami trauma psikis , sudah ayo cepat antar mama sekarang ! " .


Aku tahu Firma butuh dukungan moril tapi aku juga tahu kalau Firma adalah perempuan yang kuat . Secara psikologis dia hanya butuh waktu sendirian untuk menyembuhkan luka batin nya .

__ADS_1


Bukan mama nama nya kalau tidak memaksakan hal yang beliau inginkan .


Akhirnya aku dan mama berangkat ke rumah Firma tapi sebelum nya aku mengirim pesan pada Dini biar tidak mencari kami .


Sebetul nya aku juga khawatir dengan kondisi ibu . Firma pernah bilang kalau masa lansia adalah masa peralihan dari aktif menjadi kurang aktif karena beberapa faktor misal sakit . Dan beberapa lansia juga akan sensitif , mudah marah dan mudah tersinggung .


Apalagi lansia yang pada masa produktif nya memiliki jabatan , kekuasaan dan pengaruh . Mereka akan lebih lama beradaptasi nya saat sudah pensiun .


Mudah marah dan tersinggung kata Firma tergantung dari kepribadian lansia itu sendiri . Jika lansia memiliki kepribadian yang luwes , supel dan mudah bergaul maka dia tidak akan susah beradaptasi dengan keadaan selanjut nya berbeda dengan yang memiliki kepribadian yang keras , kaku dan kurang fleksibel .


Setiba nya di rumah Firma , ada desiran yang menjalar dalam hati ini .


" Assalamu'alaikum " .


" Wa'alaikum salam " .


Firma membuka pintu rumah nya , kebetulan pagar belum di tutup jadi aku mengajak obu langsung saja masuk ke dalam nya .


" Mas Deni , ibu " . Firma terkejut tapi buru - buru dia mencium tangan mama dan mempersilahkan kami masuk " .


Sebelum Firma beranjak mama memegang tangan Firma , " Saya ke sini cuma ingin ketemu sama kamu jadi duduk saja di sini " .


" Ibu , saya buatkan minuman dulu ya " .


" Kamu yang sabar ya Fir , saya sudah mendengarkan nya dari anak - anak tentang yang kamu alami , maaf saya baru bisa ke sini menjenguk mu " .


" Ibu kenapa harus repot - repot ke sini , kalau ibu ingin bicara sama saya kan bisa meminta saya yang datang ke rumah ibu " .


" Saya boleh inap di sini ? " .


Mata ku terbelalak , apa yang di katakan mama barusan aku hampir tak percaya . Sejak kapan mama ku suka tidur di rumah orang lain bahkan saat ada saudara yang punya hajatan saja mama memilih inap di hotel .


" Ma mama yakin mau inap di sini ? " .


Mama hanya melirik ku . " Boleh kan Fir ? ". Tanya mama lagi .


Firma tersenyum , dia memeluk mama ku .


" Tentu saja boleh bu , saya sangat senang ibu mau inap di rumah saya yang kecil ini " .


Mama tersenyum ada rasa bahagia melihat dua perempuan terkasih ku ini saling berpelukan dan tersenyum .


" Den , apa kamu tidak mau pulang sekarang ? " .

__ADS_1


Ah mama benar - benar deh saat hati ini bahagia malah di buyar kan begitu saja .


" S saya iya mau pulang " . Jawab ku tergagap padahal masih ingin di sini melihat mereka berdua .


" Saya pamit dulu ya Fir , nitip mama saya " .


" Kamu itu Den , mama juga ndak akan ngerepotin Firma " . Jawab mama sengit tapi kemudian tersenyum .


" Iya mas , ibu pasti saya jaga di sini , biarkan ibu inap di sini beberapa hari ya mas ? " . Tanya Firma .


" Be berapa hari ? " . Aku betul - betul merasa aneh saat ini .


" Kenapa Den kamu ndak suka mama di sini lama ? " .


" Bukan begitu ma , nanti mama .. " .


" Firma aja ndak keberatan kok kenapa kamu yang sewot ? " . Tanya mama memandangku sinis .


" Aissh mama ini siapa sih yang jadi anak kandung mama ? " .


Mama dan Firma tertawa terbahak - bahak mendengar protes ku .


" Ya sudah Deni pulang dulu ma , besok pagi Deni bawain baju ganti mama " .


Aku segera berpamitan pulang karena memang sudah pukul 10 malam .


Tidak enak juga kalau sampai ada tetangga yang melihat .


Setiba nya di ruko aku segera membersih kan diri dan membaringkan tubuh ku .


Derrrt dertrt !!


Ponsel ku bergetar aku lihat di layar ponsel ada notifikasi pesan dari Firma .


{ Jangan lupa besok tolong di bawakan baju ganti ibu untuk beberapa hari , oya mas obat ibu jug kaya nya cuma cukup sampai besok } .


Firma sebegitu perhatian nya sama mama ku .


{ Iya InsyaAllah jam 8 aku ke sana setelah membuka toko dan mengambil baju di rumah mama , obat mama akan ada yang mengantar besok siang } . Jawab ku .


{ Terima kasih mas , hati - hati di jalan besok , met istirahat } .


Aku tidak lagi membalas pesan nya tapi aku bahagia mendapat pesan seperti itu dari Firma .

__ADS_1


Rasa nya Aku sudah tidak sabar menunggu besok pagi .


__ADS_2