
Dua tahun kemudian ..
" Mas , di rumah aja kenapa sih ? " . Firma merengek di pelukan Deni .
" Sayang , ini proyek besar atau kamu ikut mas aja " . Tawar Deni pada Firma yang tak henti merengek sudah seperti anak kecil yang akan di tinggal ibu nya pergi .
" Tapi perut ku sudah semakin besar mas , bulan depan sudah perkiraan lahiran " . Jawab Firma memelas .
" Ya sudah kalau gitu ijinkan mas berangkat dulu ya , mas janji ini proyek yang terakhir di sana , setelah itu mas akan buka usaha sendiri , usaha kita maksud nya " .
" Janji ya mas " .
" Iya , sudah ya jangan sedih terus dong , masak iya ibu nya bayi malah lebih cengeng dari bayi nya " . Gurau Deni yang membuat Firma semakin mengerucut kan bibir nya .
Hari ini Deni akan terbang ke negara kincir angin , sebenarnya dia juga enggan meninggal kan Firma yang tampak sudah kewalahan dengan perut besar nya .
Tapi proyek yang dia tangani bukan lah proyek kecil , Deni memiliki impian akan segera menyelesaikan proyek yang diamanahkan om dari keluarga almarhum papa nya .
Om nya sedang terkena stroke secara tiba - tiba , Deni keponakan laki - laki satu - satu nya jadi dia membantu om nya agar om nya tidak mendapatkan pinalti dari pihak klien nya .
" Sayang , aku berangkat dulu ya , jaga calon anak kita dengan sangat baik , aku sangat mencintai kalian berdua juga Angkasa " .
Mendengar suami nya mengatakan kalimat itu , hati nya tiba - tiba terasa perih seolah suami nya akan pergi jauh dan meninggalkan nya .
" Mas jangan berangkat ya " . Firma tak henti nya merengek .
" Tuh kan .. " . Jawab Deni .
Tok tok tok !
Pintu kamar di ketuk seseorang , dengan langkah malas Firma membuka pintu .
" Iya ma , kami akan segera turun " . Firma menjawab mama mertua nya yang Deni sendiri tidak mendengar apa yang di ucapkan mama nya .
" Mama tumben dek , kenapa ? " .
" Asisten om sudah jemput mas dan dia sudah di bawah kata mama " . Jawab Firma cemberut .
__ADS_1
Deni menarik pelan tangan Firma dan memeluknya erat . Dalam hati nya juga merasa sangat berat meninggalkan istri yang sudah dekat dengan kelahiran buah cinta mereka .
" Ayo turun kasihan asistennya om sudah nunggu dari tadi " . Firma melepaskan pelukan suami nya .
" Selamat pagi pak Deni , maaf saya menjemput lebih awal sebab di jalan tol juga macet " . Asisten tersebut memberi hormat pada Deni .
" Iya gak pa pa , saya juga sudah bersiap - siap dari tadi , hanya saja .. " . Deni berhenti tak melanjutkan kalimat nya .
" Maaf apa ada kendala pak ? " .
" Istri saya sudah saat nya melahirkan , hati saya entah kenapa kok merasa berat banget mau berangkat " .
" Iya pak saya juga bisa mengerti , bagaimana kalau bu Firma di sewakan kamar saja di rumah sakit biar ada suster yang jaga pak " .
" Ide yang bagus , bagaimana dek kamu setuju ? " .
" Enggak ah , aku lebih nyaman kalau di dekat mama " . Firma memeluk lengan mama mertua nya . Sejak hamil Firma memang mendadak suka bermanja - manja dengan mama mertua nya itu .
" Biarin aja tho anak mama ini di rumah sama mama " . Mama Deni membela .
" Ok kalau gitu terserah kamu aja dek , aku berangkat sekarang ya sayang " . Deni berpamitan pada istri dan mama nya .
Deni memang sangat menjaga istri nya terlebih saat hamil . Semua nya dia lakukan dengan sangat hati - hati .
Deni melirik jam tangan nya , kemudian melambaikan tangan nya pada istri dan mama nya .
BRAAAAAK .. DUAAAARRRRR ... JEGGERRR !!!
" Astaghfirullah ! " . Firma teriak histeris , mama mertua nya juga teriak memanggil - manggil Deni .
Kejadian nya begitu cepat tiba - tiba sebuah minibus menghantam keras tepat di sisi mobil tempat Deni berdiri .
Tabrakan terjadi dan terdengar sangat keras .
Banyak warga yang kebetulan lewat berbondong - bondong berusaha menolong korban kecelakaan .
Firma dengan sekuat tenaga berlari menghampiri suami nya , dia bahkan lupa kalau dia sedang hamil besar .
__ADS_1
Warga yang berkumpul pun sangat prihatin dengan keadaan Deni . Mereka tidak ada yang berani menyentuh Deni maupun sopir minibus tersebut karena polisi belum datang .
Dua puluh menit kemudian polisi datang beserta ambulan dan mereka segera mengevakuasi kedua korban .
Sayang nya Deni sudah meninggal di tempat , sedangkan sopir minibus dalam keadaan kritis .
Firma yang pingsan pun di bawa ke rumah sakit sebab ada cairan merah yang keluar dari sela paha nya saat jatuh pingsan .
Asisten om Deni segera menghubungi semua kerabat Deni yang dia ketahui nomer teleponnya , sedangkan mama Deni masih syok dan di tenangkan di rumah oleh adik Deni dan beberapa kerabat lainnya .
" Sus bolehkah saya melihat jenazah suami saya ? " . Tanya Firma setelah sadar dari pingsan nya .
" Sebentar ya bu , saya ambilkan kursi roda dulu , ibu sedang pendarahan jadi harus nya bed rest , tapi kalau ibu memaksa baiklah saya akan bantu ibu ke kamar jenazah " . Ujar perawat rumah sakit tempat yang sama dengan kedua korban kecelakaan di bawa .
" Bu Firma , bagaimana kondisi ibu ? " . Asisten om nya Deni itu seperti nya berlari untuk bisa menemui Firma .
" Saya baik - baik saja pak , tolong antar saya melihat jenazah suami saya " . Firma mengucap lirih karena suara nya tertahan oleh tangis nya .
Dengan di bantu suster duduk di kursi roda , asisten tersebut menemani Firma ke kamar jenazah .
Firma berusaha menguatkan hati nya , dia betul - betul syok melihat wajah suami nya yang sudah hancur tidak bisa di kenali sebab terseret aspal beberapa meter .
" Ini bukan suami saya kan sus ? " . Tanya Firma dengan bibir bergetar .
" Maaf bu Firma , ini memang benar jenazah pak Deni " . Suster itu menjawab dan mengusap pelan lengan Firma dengan tujuan supaya Firma tetap tenang .
Firma tidak bisa memungkiri bahwa itu benar jenazah Deni suami nya , postur tubuh , rambut , warna kulit semuanya sama dengan yang di miliki Deni .
Jenazah Deni segera di bawa ke rumah untuk di mandikan dan di sholat kan .
Wiuw .. wiuww .. wiuww .. !
Suara ambulan sudah semakin dekat di rumah mertua Firma .
Warga yang mendengar segera berkumpul dan membantu menyiapkan segala nya .
Ada yang segera memandikan jenazah Deni , banyak juga yang melayat membacakan surat Yasin dan tahlil .
__ADS_1
Warga banyak yang menyayangkan kematian Deni selain karena dia orang yang baik , banyak yang tahu bahwa pernikahannya dengan Firma adalah pernikahan yang sempurna karena Deni dan istri nya selalu tampak bahagia .
" Mas , kenapa kamu pergi secepat ini mas , bukan kah kamu ingin melihat anak kita lahir , kamu sudah berjanji akan mendampingi ku saat melahirkan nanti " . Isak Firma di sudut kamar nya , dia tak tega melihat jenazah suami nya di mandikan .