
Pernikahan siri atau perkawinan di bawah tangan memang di lakukan sesuai syariat islam tetapi tidak di lakukan di hadapan pegawai pencatat nikah oleh karena itu pernikahan siri sah menurut agama tetapi tidak tercatat / tidak sah dalam hukum negara .
Catatan bagi perempuan : Jangan mau di nikahi secara siri , sebab yang rugi pihak perempuan tetapi keputusan tetap pada diri masing - masing .
POV . AGUS
Menjelang sore terik matahari sangat menyilaukan mata . Setelah mendapatkan penumpang ke sekian kali nya rasa nya aku masih malas untuk pulang ke rumah .
Aku masih kuat menunggu di pangkalan ojek meskipun dua jam lagi lama nya .
Alhamdulillah hari ini aku mendapatkan banyak penumpang sehingga bisa memberi Rina uang belanja lebih untuk makan kami .
Aku sengaja memberikan uang belanja pada Rina sebab Rina lah yang mengurus semua kebutuhan ibu , sedangkan istri ku Lusi hanya bisa bermain ponsel saja tanpa mau membantu Rina dengan alasan capek sebab kandungannya makin membesar .
Ah mau bagaimana lagi aku tidak bisa memaksanya , untung ada Rina yang mau merawat ibu .
Sejak kejadian hamil di luar nikah dengan kekasihnya dan keguguran , Rina semakin menutup diri dari laki - laki entah trauma apa yang di sembunyikan nya .
Meskipun capek aku harus melakukan rutinitas harian seperti ini untuk menyambung kelangsungan hidup .
Dulu waktu masih kerja di kantor kulit ku putih , dasar memang apes sejak kantor mengetahui aku punya dia istri , aku di PHK dari kantor .
Peraturan kantor memang seperti itu , tidak boleh sekantor dengan pasangan dan tidak boleh memiliki istri lebih dari satu .
Kulit yang bersih kini jadi gelap kotor , bahkan jaket yang aku gunakan tiap hari untuk mengojek warnanya sudah pudar dan ada beberapa bagian yang mengelupas .
Aku berangkat ngojek dari pagi sampai sore sebab Rina akan berangkat kerja sore sampai malam . Kami bergantian menjaga dan merawat ibu .
Hidup monoton yang kami jalani ini memang membuat capek dan bosan akan tetapi kami tidak punya pilihan lain sebab hidup masih terus berjalan .
Motor yang aku kendarai telah tiba di depan rumah , belum juga aku masuk ke dalam rumah Rina menghampiri ku dan mengadukan bahwa Lusi mengambil dua cincin yang di pakai ibu .
Aku yang sudah sangat capek mendengar aduan seperti itu malah semakin ingin meluapkan kekesalanku pada Lusi .
Selain tingkah laku nya yang tidak hormat ibu ku aku juga curiga bahwa Lusi dekat dengan laki - laki lain.
Tanpa melepas jaket aku bergegas menyalakan lagi motor ku dan melajukan nya ke rumah irang tua Lusi .
Sesampainya di sana aku memanggil - manggil nama nya tetapi tidak ada jawaban dan rumah tampak sepi .
Ada tetangga yang melihat ku , " Gus , kamu nyari Lusi ? , tadi dia keluar pagi - pagi sekali " .
" Terima kasih banyak ya pak " . Ucap ku dan bapak itu menjawab dengan senyuman .
Aku melanjutkan mencari Lusi tapi entah kemana . Setengah jam berputar - putar mencari nya tapi tidak ketemu , aku butuh klarifikasi langsung dari istriku .
__ADS_1
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja . " Gimana mas apa Lusi mengakuinya ? '' .
Aku menggelengkan kepala .
" Maksud nya mas ? " .
" Mas gak ketemu Lusi , kata tetangga nya dia pergi dari pagi " .
" Dia belum pulang ya ? , tadi pagi dia bawa sertifikat rumah nya mas , mungkin dia mau jual atau gadaikan " .
" Biarin aja Rin yang penting bukan rumah kita " .
" Aku jadi ingat sama mbak Firma dulu sangking cintanya mbak Firma sama mas ampe rumah , mobil , motor , aset lainnya semua atas nama mas . Untung nya dia sadar kemudian di balik nama atas diri nya " .
" Mas gak gila harta " .
" Mas nya sih enggak tapi istri mas yang satu nya ? Lagian hidup akan tenang mas kalau ada uang , kalau gak ada ya harus kerja banting tulang " .
" Sabar Rin semua pasti ada hikmah nya , kita sedang di uji lewat perekonomian kita " .
" Kita tidak sedang di uji mas tapi kita sedang di adzab karena kita tidak mensyukuri nikmatNya " .
Rina tampak marah dan meninggalkan begitu saja .
" Alhamdulillah , kalau kayak gini kan jadi bisa beli ikan sama telur " .
Rina tampak begitu senangnya .
Rina keluar rumah dengan langkah ringan sambil bersenandung ceria .
Selang beberapa menit kemudian dia berlari masuk dengan nafas tersengal - sengal .
" Kamu kenapa , apa pagi - pagi begini ada setan ? " .
" Mas .. Aku liat Lusi buruan ajak kesini , kita interogasi dia " .
Dia menghempaskan kresek belanjaannya ke meja masih dengan nafas yang ngos ngosan .
Aku masih diam mematung mencoba mencerna yang dia katakan .
" Mas cepetan keburu dia hilang lagi " .
" Iya sebentar " .
Aku bergegas ke rumah Lusi dan mengajak nya pulang ke rumah ibu .
__ADS_1
" Dek ayo makan ke rumah ibu audah lama kita gak makan bareng " .
" Tumben pasti ada mau nya " . Dia menatap ku sinis .
" Kalau gak mau ya sudah , aku pulang kalau gitu " .
Aku berpura - pura akan meninggalkan nya .
" Tunggu tunggu mas aku ikut " .
Setibanya di rumah ibu pintu utama langsung aku kunci .
" Ke kenapa di kunci mas ? " .
" Duduklah aku ambilkan minuman " .
Aku , Lusi dan Rina duduk berhadapan .
" Lus kenapa kamu ambil cincin ibu ? " . Tanya ku tanpa basa basi lagi setelah aku ambilkan minuman dan menyuruh Lusi minum .
" Siapa yang ambil cincin ibu , jangan asal nuduh ya kamu mas kalau gak ada buktinya " .
Lusi menyangkalnya .
" Kamu kenapa sih Lus hobi kok nyuri milik orang lain , dulu pacar ku kamu ambil , suami mbak Firma kamu ambil , sekarang cincin ibu juga kamu ambil " .
Adik ku tiba - tiba meluapkan rasa kesal nya .
" Siapa yang ngambil punya orang , semua yang aku embat memang tertulis untuk jadi milik ku " . Lusi tanpa malu mengakui sifat buruk nya bahkan tanpa secara langsung mengakui bahwa dia suka mencuri .
" Nah , sudah betul kan kalau kamu yang nyuri cincin ibu ? " .
" Kalau iya memang nya kenapa , sudah pantas cincin itu buat aku , aku sudah di jadikannya pembantu gratisan di rumah ini " .
Lusi tak kalah keras suara nya.
" Uang belanja dari mas mu selalu di ambil nya , dia bilang aku gak pantas nerima yang pantas nerima dirinya sendiri sebab mas mu berhutang nyawa dan darah pada nya , kalau gak mau anak nya nikah ngapain pake di nikahin ? " .
" Dulu nikah sama mbak Firma pengen punya cucu lagi , sudah dapat cucu lagi tapi aku malah di jadikan pembantu , nyesel aku jadi menantu nya " .
" Bagus lah kalau nyesel . Rina menjawab dengan sinis nya .
" Anak ini masih tanggung jawab mu mas , kamu harus memberi nafkah untuk ku dan untuk nya juga ! " .
Lusi meminta pertanggung jawaban ku .
__ADS_1