
Drrtt ... Drrrtt ...
" Siapa yang menelepon ? " . Batin ku
Aku pun segera melihat layar ponsel siapa yang menelepon ku .
" Mas Deni ,,, gak biasa nya dia menelepon meskipun ada perlu " .
Aku ragu - ragu menerima telepon dari nya .
Beberapa kali panggilan itu dia lakukan tapi aku enggan menjawab nya . Aku takut terlalu akrab dengan laki - laki yang bukan muhrim justru akan menimbul kan fitnah di kemudian hari nya .
Drrrrtt ... Drrrttt ....
Mas Deni masih terus menghubungi , apa aku jawab aja ya , takut nya memang ada hal yang sangat penting .
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam halo Fir .. " .
" Iya mas , apa ada yang bisa saya bantu ? " .
" Maaf Fir mengganggu , gini Fir mmm .... " . Mas Deni menggantung kalimat nya .
" Mama ku lagi sakit tapi tidak mau di rawat di rumah sakit , asisten rumah tangga kami sedang pulang kampung cucu nya juga sedang sakit dari seminggu lalu , apa saya bisa minta tolong di cari kan orang yang bisa bantu bersih - bersih rumah sekalian rawat mama ? " .
" Dini di mana mas ? " .
" Dini baru bisa pulang lusa , dia dapat tugas perdana sebagai utusan dari kantor nya " .
" Maaf mas kalau nyari agak susah , saya juga belum hafal sifat tetangga di sini takut malah ada apa - apa nanti nya " .
" Gitu ya Fir .. " .
" Kalau boleh apa saya sendiri aja mas yang bersih - bersih rumah dan temenin mama nya mas Deni ? " .
" Kamu serius Fir ? " .
" Iya mas tapi saya boleh ajak anak saya mas ? " .
" Boleh boleh Fir , tapi anak kamu kata nya audah sekolah gimana sama sekolah nya ?? " .
" Abis antar anak saya sekolah , saya bisa ke rumah mas Deni bersih - bersih atau masakin buat mama nya mas Agus dulu , nanti abis jemput sekolah saya bisa temenin mama nya mas Deni " .
" Kamu bisa naik motor Fir ? " .
" Bisa mas " .
" Di rumah ada motor yang jarang di pake , kamu bawa aja , nanti biar di antar sopir nya mama ke rumah kamu " .
" Ndak usah mas saya bisa naik angkot " .
'' Jangan tersinggung ya Fir itu biar kamu bisa lebih cepet aja antar jemput dan balik ke rumah mama " .
" Baik kalau gitu maa makasih banyak " .
" Aku yang harus nya bilang makasih Fir kamu sudah mau bantu , nanti aku kabari lagi kalau sopir mama antar motor nya . Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam " .
Sejenak aku mengatur deru nafas ku .
" Astaghfirullah .. " .
Aku ber istighfar beberapa kali bukan tanpa alasan tapi entahlah mendengar suara mas Deni kali ini kenapa hati ku deg deg an .
" Yaa Allah ampuni hamba mu ini " .
__ADS_1
Drrtt ... Drrrttt ...
" Astaghfirullah ! " .
Ponsel ku bergetar lagi , ku lihat siapa yang menelepon .
" Adek ? " .
Buru - buru ku jawab telepon dari adek ku .
" Assalamu'alaikum dek " .
" Wa'alaikum salam mbak " . Terdengar suara adik ku menarik napas dulu sebelum melanjut kan kalimat nya .
" Mbak bapak kecelakaan motor sekarang di rawat di rumah sakit Khodijah " .
" Innalillahi , bapak kecelakaan sama siapa ? " .
" Sama temen nya mbak tapi temen nya baik - baik aja bahkan gak ter luka , bapak mbak yang parah waktu di bawa ke rumah sakit sampai sekarang masih pingsan " .
" Kamu di rumah sakit dek ? " .
" Iya mbak , bisa ke sini kan ? " .
" Iya bentar ya , apa aja yang di butuhkan buat di bawa ke sana ? " .
" Gak ada mbak sudah di bawain ibu , ibu mungkin bentar lagi nyampe sini di antar tetangga " .
" Ya sudah kalau gitu mbak mau siap - siap dulu " .
" Kalau ke sini ati - ati mbak bawa Angkasa juga biar aku yang jaga . Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam iya " .
Setelah mendengar kabar dari adek aku buru - buru mengganti baju Angkasa dan diri ku sendiri .
" Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam " .
" Iya pak , bapak nyari siapa ? " .
" Saya sopir keluarga Den Deni mbak , ngantar motor " .
" Sebentar pak saya buat kan minum dulu " .
" Saya cuma bentar aja mbak , kasihan ndoro putri di rumah sendirian , ini kunci motor sama surat nya " .
" Makasih banyak ya pak ? " .
" Sama - sama neng Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam " .
Aku bersyukur ada motor sekarang jadi bisa kemana - mana dengan mudah " .
Sesampai nya di rumah sakit Angkasa langsung di ajak adek keluar kata nya ada taman bermain dekat rumah sakit .
" Bapak di ruang Flamboyan C4 mbak , sudah ada ibu di sana sama tetangga yang ngantar " .
" Nitip Angkasa ya , ini uang buat jajan nya " .
" Gak usah mbak aku juga bawa kok " .
Aku segera mencari ruangan bapak dengan bertanya pada satpam dulu di sebelah mana nya . Ternyata ada di lantai dua .
" Flamboyan C4 , ini dia ruangan nya " . Aku mengetuk pintu sebelum masuk , di dalam ternyata cuma ada dua ranjang saja dan ranjang satu nya kosong sebab tidak ada pasien nya .
__ADS_1
"Assalamu'alaikum ibu " . Ku pelan kan suara ku .
" Wa'alaikum salam nak , bapak nak " . Suara ibu bergetar .
" Ibu yang sabar ya InsyaAllah bapak baik - baik saja setelah ini " .
" Ibu butuh apa ? " .
" Gak ada nak ibu cuma takut aja kalau ada di rumah sakit " . Ibu ku memang seperti phobia dengan rumah sakit entah apa yang pernah di alami nya di masa lalu . Saat ini mungkin ibu memaksa kan diri nya untuk berani .
" Bu ini tidak banyak tapi mudah - mudahan cukup untuk pengobatan bapak " . Aku serah kan amplop yang isi nya sebagian tabungan ku bekerja sebelum melahir kan Angkasa .
" Kebutuhan mu juga banyak nak " .
" Masih ada bu , biarkan saya juga berbakti pada bapak bu " .
Akhir nya ibu terpaksa menerima nya meskipun berat sebab ibu belum pernah menerima bantuan dari anak nya .
Sebetul nya ada rasa cemas dalam diri ini , mudah - mudahan bapak segera bisa di ijinkan pulang aku takut ibu tidak bisa menahan lama - lama rasa takut nya berada di rumah sakit .
" Bu apa sebaik nya ibu pulang saja biar saya yang nunggu bapak ? " .
" Gak usah nak ibu saja , ibu takut bapak nanti nyariin ibu " .
Bapak dan ibu memang tidak pernah berjauhan selain untuk kerja . Kemana - mana mereka selalu berdua .
" Ibu sudah makan ? " .
" Sudah tadi di belikan adik mu makan di warung " .
" Ibu harus kuat ya , oya bu mulai besok ibu temani bapak pagi sampai sore saja , malam nya biar saya yang temani bapak , malam ini ibu di temani adik di sini " .
Ibu hanya menganggukkan kepala nya .
" Nak sebaik nya kamu pulang ini sudah jam 5 kasihan Angkasa pasti sudah capek , angkot juga pasti tambah rame penumpang nya jam pulang kerja " .
" Saya bawa motor tadi bu , di pinjami atasan saya " .
" Alhamdulillah kalau begitu " .
" Saya pamit pulang dulu ya bu , Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam ati - ati jangan ngebut - ngebut " .
Ku angguk kan kepala ku dan aku menunggu adik ku di lobi yang kata nya masih membelikan buah untuk ibu dan Angkasa .
Tak henti - henti ku berdoa supaya bapak lekas di beri kesembuhan sebab sejak aku datang sampai pulang yadi bapak hanya memejamkan mata saja mungkin menahan nyeri di bagian mata yang lebam dan bibir nya atau mungkin ada sakit di bagian yang lain nya .
Cerita yang aku dengar bahwa bapak membonceng teman nya mau berangkat ke tempat kerja nya . Motor yang di kendarai bapak ban depan nya meletus dan menyebab kan bapak tidak bisa mengendalikan nya hingga terjadi lah kecelakaan tunggal itu .
Wajah bapak membentur trotoar tangan dan kaki kanan nya tertindih dan terseret beberapa saat sebelum akhir nya menabrak trotoar .
Tak terasa air mata ku menetes membasahi kerudung yang aku kenakan .
Meskipun aku berusaha untuk tegar tapi tetap saja masih ada rasa cemas dengan keadaan bapak saat ini .
" Mbak Firma , ini buah nya Angkasa " .
Aku sedikit terkejut mendengar suara adik ku memanggil .
" Kami pulang dulu ya dek , nitip bapak sama ibu kamu tau kan kalau ibu takut sama yang nama nya rumah sakit ? " .
" Iya mbak " .
" Ayo sayang kita pulang dulu , salim om ! " . Aku mengajak anak ku pulang .
" Assalamu'alaikum " .
__ADS_1
" Wa'alaikum salam " .