Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 29 Kangen


__ADS_3

Seminggu audah Boy berada di rumah sakit , Bowo dan Udin bergantian jaga dengan mamanya Boy karena kasian papa Boy juga sedang sakit di rumah .


Mama Boy menemani di rumah sakit hanya siang sampai sore saja , malam sampai pagi gantian Bowo dan Udin yang menemani .


Boy merasa beruntung punya teman yang mau capek dan meluangkan banyak waktu buatnya .


" Din ! Gimana kabar Firma ya , aku sudah lama gak komunikasi dengannya ".


" Aku juga sama , kok kita melupakan Firma ya ? " .


" Sebetulnya bukan melupakan , kita kan juga harus tau kalau Firma sudah bersuami dan suami nya cemburuan gitu '' .


" Iya juga sih ". Udin me manggut manggut kan kepalanya .


" Wo ! Tau kabar Firma gak ? " .


Bowo yang dari tadi diam ternyata sedang melamun , dia bingung dengan biaya hidupnya sedangkan dia baru saja kena pemutusan hubungan kerja karena baru dua hari lalu tempat dia bekerja gulung tikar .


" Wo ! " . Udin mendekatkan mulutnya di telinga Bowo .


" Woy ! telinga ku masih utuh kan ? " . Bowo terkejut sambil memegangi kedua telinganya .


" Dah di gondol kucing tuh ! " . Udin merasa kesal .


Boy tertawa terpingkal - pingkal melihat kelakuan dua temannya . " Ngelamun apaan sih Wo ? " . Tanya Boy kemudian.


" Abis kena PHK nih " . Jawab Bowo dengan wajah sedihnya .


":Sudah Wo besok ikut kakakku aja ya kerja di perusahaannya kali aja ada lowongan " . Jawab Boy.


" Lulusan SMA nih bos dapat kerjaan apa di sana ? " .


" Ya di bagian produksinya kan bisa juga Wo atau cleaning servisnya mungkin ? '' .


" Iya deh apa aja yang penting dapat kerjaan halal " .


" Eh iya kalian belum makan kan ? , mau di pesenin apa nih mumpung aku berbaik hati " . Kata Boy menawarkan , padahal ya memang tiap hari Boy juga yang membelikan Bowo dan Udin makanan.


" Sayur asem enak kayaknya " . Ujar Bowo .


" Betul itu panas - panas gini di tambah sambal teri , haduuuuh " . Udin mulai berkhayal menikmatinya .


" Dasar kalian , aku juga mau kalau gitu " . Boy memesankan makanan yang mereka inginkan dan tidak menunggu lama makanan mereka sudah di antarkan dan mereka segera menikmatinya .


Tok tok tok !


" Siapa kok tumben pake ketuk pintu ? manusia bukan sih ? " . Ujar Bowo .

__ADS_1


" Huss ! kalau bukan manusia memangnya tikus ? mana ada tikus yang mau masuk pake ketuk pintu ? " . Sahut Udin .


Tok tok tok ! Assalamu'alaikum !


" Suara cewe Din ! " . Tambah Bowo


" Kalian mau buka atau aku yang buka nih ? " . Boy ikut bicara .


Akhirnya Udin yang membuka pintunya , tapi lama tidak ada tanda akan ada orang yang akan masuk .


" Siapa Din ? jangan nakutin dong ! " . Bowo berkata agak pelan seolah memang sedang ketakutan .


" Liat aja sendiri ! " . Udin menjawab keraguan Bowo . Dan Bowo yang penasaran akhirnya berdiri dan menghampiri pintu .


" Astaghfirullah ... aku mimpi apa ini ? " .


" Kamu gak mimpi ini beneran Wo ! " .


" Siapa sih yang datang ? " . Tinggal Boy yang masih penasaran karena belum melihatnya sendiri .


Dari belakang punggung Bowo dan Udin berjalanlah perempuan yang selama ini di rindukan Boy .


" Fi Firma ? beneran ini kamu ? " .


Firma menganggukkan kepalanya , Boy sangat senang dengan kehadiran Firma di hadapannya tetapi beberapa menit kemudian dia tiba - tiba menangis .


Firma hanya menggeleng - gelengkan kepalanya dan menjawab , " Aku baik - baik saja Boy " .


" Siapa yang memberitahukan mu ? " .


" Aku melihat story mama mu " .


" Kalian sudah punya nomer masing - masing ? " .


" Sudah lama Boy sejak kamu yang gak pulang usai ikut kemah di bukit " .


" Jadi kalian sudah saling kenal ? " .


" Sudah Boy , mama kamu kan juga hadir di pernikahan ku " . Firma menjelaskan .


" Kok aku gak tau ya .. " .


" Sudah - sudah Fir kamu di antar siapa kesini tadi ? " Tanya Udin menyela obrolan Boy dan Firma .


" Sendiri aku tadi naik angkutan umum " .


" Itu kan bahaya Fir gimana kalau kamu di culik ? " . Tanya Bowo makin membuat khawatir .

__ADS_1


" InsyaAllah aman kok tapi maaf ya aku ke sini cuma bawa buah ini , aku juga cuma bisa sebentar aja , sekarang sudah jam 2 sebelum suamiku pulang aku harus sudah ada di rumah " . Firma meminta maaf kepada teman - temannya untuk memaklumi posisinya .


" Aku antar aja ya Fir , aku kan masih kangen Fir sama kamu " . Bowo menawarkan diri tapi kalimatnya mampu membuat Boy merasa cemburu .


" Makasih Wo aku naik angkutan umum aja " .


" Fir aku pesankan taxi online kamu pulang naik itu aja ini sudah di jalan akan nunggu kamu di depan , ayo aku anyar ke depan ! " . Udin selalu cepat tanggap di antara teman - temannya .


" Makasih banyak ya , Boy lekas sehat lagi kalau sudah sehat hati - hati berkendaranya , Wo Din .. makasih banyak sudah jagain Boy akau minta maaf ke kalian baru bisa ketemu kalian " .


Setelahnya Firma berpamitan dan kemudian diantar Udin dan Bowo ke depan sampai taxi online yang di pesan Udin datang menjemput . Mereka hanya ingin Firma aman dan nyaman sampai rumah nanti .


" Din kamu ngerasa ada yang gak beres gak sih sama kehidupan Firma ? " . Tanya Bowo pada Udin setelah mobil yang Firma tumpangi berlalu .


" Maksudmu Wo ? " .


" Kamu lihat gak tadi kalau Firma kurus , tampak gak bahagia , raut wajahnya juga kelihatan kayak sedang menyimpan sesuatu " .


" Iya juga sih , lebih tepatnya senyum dia tadi hanya kamuflase saja buat nutupin masalah yang dia hadapi , tapi apa ya yang di hadapi Firma sekarang ? " .


" Kita harus cari tau Din , jangan sampai Firma alami kesulitan sendirian tanpa ada seorang pun yang tau " .


" OK malau Boy sudah sehat kita harus cari tau , Boy harus tau rencana kita ini siapa tau dia punya cara untuk awal yang harus kita lakukan " .


" OK sip ! " .


Mereka berdua kembali ke kamar Boy dan menceritakan apa yang mereka pikirkan dan rencanakan .


Boy memberikan solusi bahwa mereka harus kunjungi Firma ke rumah kontrakannya untuk mencari celah siapa tahu di sana menemukan yang menjadi kecurigaan mereka tapi mereka sepakat untuk tidak memberitahukan ke Firma kalau mereka akan berkunjung .


" Dari mana kamu dek ? " . Firma mendapat teguran dari suaminya karena melihat Firma turun dari sebuah mobil yang dia pikir itu bukan taxi online melainkan mobil dari teman Firma .


" Dari kunjungi temen mas di rumah sakit ? " .


" Temen yang mana yang ampe kunjungi aja pulangnya dianterin naik mobil " .


" Itu tadi taxi online mas bukan mobil temen ? " .


" Mana lihat kamu tadi pesan pake aplikasi apa ? " . Agus malah makin menjadi emosinya setelah mengecek aplikasi di ponsel Firma tidak ada satupun yang melakukan transaksi .


" Kamu bohong dek ! " .


" Tadi yang pesan temen mas bukan aku " .


" Siapa nama temanmu yang pesan tadi ?! " . Bentak Agus pada Firma .


" Udin namanya " .

__ADS_1


" Ooh jadi sekarang kamu sudah berani ya punya temen laki - laki ! " . Agus merasa cemburu dengan apa yang di lihatnya barusan .


__ADS_2