
Deni terus menggenggam tangan Firma , dia sangat mengagumi perempuan yang telah bisa mengalihkan pandangannya terhadap dunia dan sekarang ini sudah menjadi istri bagi nya .
Berkali - kali dia menyapa tamu dan mengalihkan pandangan nya kembali pada Firma .
" MasyaAllah , rasa nya aku masih bermimpi bisa menggenggam tangan bidadari , semua yang indah sekarang berada di hadapan ku " . Deni membisikkan kalimat pada telinga Firma dan tentu saja mampu membuat wajah Firma memerah tersipu malu .
Firma tidak menyangka jika Deni pandai bermain kata , " Pinter sekaki suami ku ini bersyair , sudah berapa banyak perempuan yang di taklukkan dengan kalimat manis seperti itu ? " .
Tiba - tiba saja Firma memiliki kecurigaan dalam otak nya jika laki - laki pandai merangkai kata adalah pemain .
Bukan nya menjawab pertanyaan Firma , Deni malah berkata , " Sayang ku , laki - laki yang sejati tidak akan punya banyak perempuan dalam hati nya , tetapi yang menolak banyak perempuan demi perempuan yang di cintai nya " .
Tadi nya Firma tersipu tapi sekarang malah menjadi kesal setelah mendapat kalimat Deni , Dia mengeratkan genggaman nya dan kemudian mencubit lengan Deni .
" Auw , sakit Fir belum malam pertama udah KDRT aja nih kamu " .
" Abis nya mas nyebelin " .
" Kamu gak suka ya , huh padahal aku sudah susah payah hafalan dari googling sedari tadi , maaf ya kalau bikin kamu malah gak nyaman " .
Firma merasa bersalah pada suami nya , " Duh gemes nya suami ku ini , aku suka kok " . Firma mengedip - ngedipkan mata nya menghadap Deni .
Deni kembali tersenyum sumringah dan hendak mengeluarkan kalimat lagi , tapi Firma meletakkan jari telunjuk di bibir Deni tanda agar dia tetap diam .
" Sayang , bukan kah merayu istri itu pahala nya besar ya " . Deni mengutarakan kecewa nya tapi masih dengan sindiran yang halus .
" Betul mas , tapi di sini kan masih banyak tamu saat ini kita sedang di jadikan pusat perhatian oleh mereka , jadi rayuan nya di simpan aja buat nanti kalau kita sedang berdua ya " . Firma tersenyum mengetahui bahwa suami nya pasti tidak bisa menerima jawaban nya .
" Huh seperti nya istri ku tidak mempercayai ku , sungguh aku tidak punya waktu untuk menggoda perempuan lain sebab di hati ku cuma ada Firma ku " .
" Ngge mas , aku percaya kok tapi jangan sekarang ya " . Firma merajuk .
Deni diam begitu juga dengan Firma , mereka berdua menelisik memandang satu persatu tamu yang datang .
__ADS_1
Pandangan Firma kembali pada perempuan berwajah cantik yang sedari tadi mencuri perhatian nya . Dia masih berpikir kenapa dalam rombongan keluarga Deni ada perempuan yang berwajah bule Eropa .
Beberapa menit mata Firma dan perempuan itu beradu pandang . Perempuan itu berdiri , Firma menatap suami nya yang sedang berbicara dengan kerabat nya . Mengetahui Firma menatap nya , Deni mengakhiri obrolan dengan kerabat nya .
" Ada apa sayang gitu amat ngeliatin aku , udah gak sabar ya ? " . Deni menggoda Firma .
" Mas itu ,, " . Kalimat Firma terhenti saat perempuan bule itu mendekati mereka berdua .
" Helo ,, " . Perempuan itu menyapa .
Wajah Deni tampak terkejut , " MasyaAllah Desy , gimana kabar kamu ? " . Ucap Deni .
" Deni , saya baik - baik saja , tidak menyangka ya sekarang kamu sudah jadi pengantin " . Jawab Desy perempuan bule itu .
" Kapan datang ? " . Deni masih bertanya pada Desy dan melepaskan genggaman tangan nya dari Firma padahal sedari tadi dia melarang Firma melepaskan genggaman tangan nya sekalipun hanya untuk menggaruk .
" Begitu spesial kah perempuan ini bagi suami ku sehingga mas Deni mengabaikan aku " . Firma berkata dalam hati yang tiba - tiba merasa menciut seolah diri nya adalah pengganggu dalam dunia suami nya dan perempuan bernama Desy itu .
Firma duduk di pelaminan dan memainkan bunga mawar palsu yang sedang dia pegang di tengah asyik nya suaminya dan Desy mengobrol .
" Mbak Firma pasti belum ngisi amunisi kan ? " . Tanya Dini lagi sambil menatap kakak nya yang sedang asyik ngobrol dengan Desy .
Dini menghampiri Deni dan Desy , " Mas temani mbak Firma makan dulu , kasian dari semalam mbak Firma belum sempat makan " . Dini menatap sinis pada Deni .
Deni menatap Firma , pandangan nya berbicara seolah baru sadar dari hipnotis Desy .
" Sayang maaf ya saking asyik nya ngobrol ampe lupa sama kamu " .
Deni menemani Firma makan tapi tidak ada percakapan di antara mereka .
Firma melihat Dini membawa Desy menjauh dari panggung pelaminan .
" Sepenting itu kah perempuan bule itu dalam hati suami ku sampai dia memilih mengabaikan aku , perlakuan suami ku tidak biasa saja sampai dia juga tidak memperkenalkan aku , aku sudah pernah di kecewakan , aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi " . Firma berkata dalam hati .
__ADS_1
Firma tidak dalam mood yang baik - baik saja , kini dia banyak diam dan tidak seceria sebelum nya .
Usai acara Deni dan Firma masih meladeni para tamu untuk bersua foto . Firma tetap mengukir senyum terbaik nya meskipun dalam hati nya sedang di penuhi rasa kecewa dan gundah gulana .
Firma dan Deni masuk ke dalam kamar mereka . Tetapi sebelum masuk kamar Firma sempat menyindir suami nya , " Selamat malam yang penuh kebohongan , jangan lupa untuk tetap tersenyum meskipun harus pura - pura " .
Dini menghampiri mereka berdua , " Mas apa yang mas lakukan tadi , mas mengabaikan istri mas sendiri hanya demi perempuan lain , ingat mas sudah susah payah dapetin mbak Firma , begitu sudah di dapat malah gak di hargai , mas gak akan nemuin kebahagiaan kalau mas gak bisa hargai istri " . Jawaban Dini sungguh mewakili perasaan Firma .
Di dalam kamar Deni menciumi tangan Firma , " Maaf kan kesalahan ku , tubuh ini sudah menjadi milik mu , kamu bisa melakukan apapun pada ku " .
Firma tidak menghiraukan suami nya , Dia membuka cadar dan hendak menghapus riasan nya .
" Tunggu ! " . Teriak Deni .
" Kita belum berfoto saat kamu membuka cadar sayang " .
Sekesal apapun Firma tetap menuruti keinginan suami nya .
POV. DENI
Setelah berfoto dengan istri ku beberapa kali , aku memperhatikan istri ku menghapus make up nya .
Dia istri yang cantik , aku tidak bisa memaling kan pandangan ku , sebagai laki - laki normal tentu saja aku ingin memeluk nya .
Dia melepaskan gaun nya , saat akan melepas kerudung nya dia melirik ku .
" Aku ke kamar mandi dulu ya sekalian bersih - bersih badan " .
" Ikuuut " . Kata ku manja .
Firma membulatkan mata nya dan segera lari masuk ke dalam kamar mandi , aku tertawa melihat tingkah lucu istri ku .
Semerbak wangi bunga memenuhi kamar , ku balik kan badan ku ternyata istriku sudah keluar kamar mandi dan masih memakai hijab nya .
__ADS_1
" Kok masih pakai hijab , kita sudah halal loh " . Kata ku sambil menatap nya .
Firma melepas hijab nya dan menuju meja rias membalurkan vitamin rambut di rambut nya .