
POV. LUSI
" Lus ,, bangun Lus ! " . Aku mendengar mas Tejo memanggil membangunkan ku .
Aku membuka mata dan melihat jam dinding , jarum masih menunjukkan angka 03.00 . Dengan perasaan kesal aku protes ke mas Tejo .
" Apaan sih mas , ini masih gelap bahkan adzan subuh aja belum kedengaran " .
" Eh Lus perempuan itu gak baik bangun siang - siang , apalagi sudah jadi istri harus nya sudah bangun sebelum suami bangun , masak nyiapin sarapan buat suami , nyuci , bersih - bersih rumah " .
" Mas , aku ini gak ikut majikan yang apa - apa harus sudah siap sebelum majikan bangun " .
" Suami kan raja Lus " .
" Kalau suami di anggap raja kenapa istri di jadikan babu harus nya sama dong , maka nya cariin pembantu biar istri gak susah terus " .
Aku kembali memejamkan mata akan tetapi mas Tejo terus membangunkan ku dengan menggoyangkan tangan ku supaya aku bangun .
" Mas , aku capek , aku juga ngantuk lagian ngapain bangun jam segini , kita gak jualan makanan kan ? " .
" Tidur mu kan bisa di lanjutin nanti malam , aku gak suka liat perempuan bangun siang , kamu harus bangun sebelum subuh biar jam 7 sudah selesai semua , lagian kalau kamu mau nurut pasti aku kasih hadiah terus " .
" Jangan kejam dong mas sama istri bisa - bisa aku kuris kurang istirahat dan kurang makan juga " .
" Siapa yang kejam sih justru kalau kamu bangun pagi terus fisik mu akan terus sehat dan aku juga akan semakin sayang sama kamu , sudah sana ayo bangun " .
" Ya udah janji ngasih uang belanja sehari 100 ribu ya ? " . Ucap ku sembari beranjak
" Iya itu sih gampang , buruan beres - beres , masak yang enak " .
" Masak yang enak , mana uang belanja nya " .
" Oiya lupa " . Mas Tejo mengambil uang di lemari nya kemudian memberikannya pada ku .
" Itu uang nya buat beli beras , bumbu , ayam , LPG sama minyak goreng masih ada kok " .
" Apaan uang 30.000 di suruh belanja banyak gitu , mana cukup , tambahin lagi uang nya " .
" Itu aja sudah cukup ayam nya beli ceker aja yang penting kan ada rasa ayam nya . Udah buruan ke dapur nanti aku beri jatah lagi " .
" Ya udah yang penting aku di belikan perhiasan lagi aku mau " .
Rasa nya kesel punya suami cerewet , banyak mau nya , hobi memerintah kayak mas Tejo . Tapi kalau di pikir - pikir mas Tejo masih baik mau memberi perhiasan mewah dan banyak .
__ADS_1
Aku harus bersabar mempunyai suami seperti mas Tejo , sebab aku bercita - cita kalau perhiasan ku sudah banyak , aku akan menjual nya dan membeli rumah atas nama ku sendiri .
Dua jam lebih aku sibuk di dapur dan beres - beres rumah , memasak , mencuci baju mas Tejo yang menggunung seperti nya dia sudah berbulan - bulan tidak pernah mencuci baju mana harus menimba air dulu , membersihkan rumah dan mengepel lantai yang debu nya sudah sangat tebal . Aku sudah mirip babu sekarang .
Jam masih menunjukkan angka 06.00 tapi badan ku sudah sangat capek , belum lagi harus bantu mas Tejo di toko .
Aku menuju kamar hendak mengambil pakaian , terlihat mas Tejo tidur dengan nyenyak nya dan mendengkur . Aku di jadikan nya babu tapi dia malah enak - enakan molor di kamar .
" Mas , mas bangun nas buruan " .
" Apaan sih Lus masih pagi sudah teriak - teriak " .
" Masih pagi gimana , ini sudah siang mas buruan mandi " .
" Kamu itu gak sopan banget sama suami " .
" Kan mas sendiri tadi yang bangunin aku jam 3 pagi , sekarang ganti di bangunin kok marah " . Balas ku .
" Lain kali kamu jangan gitu ya , hormati suami mu ini , sudah semalam gak buat aku puas sekarang malah bikin kesel " .
" Udah sana buruan mandi , mas nya mau ke toko gak ? " .
Mas Tejo tak menjawab lagi dia sepertinya kesal tapi tetap menuju kamar mandi , selesai mas Tejo mandi gantian aku yang mandi .
" Lus , ngambilnya dikit aja biar cukup sampai malam " .
" Abisin aja lah mas ini mau aku bungkus buat makan di toko " .
" Gak usah bawa ke toko , di sana sudah ada mie instan sama beras itu sudah aturan nya " .
" Di toko ada beras sekarung kenapa gak di bawa pulang , malah beli beras cuma sekilo " . Aku masih memprotesnya .
" Sudah jangan bantah terus aturan dari suami mu , kamu harus nurut bukan kah kamu sudah dapat perhiasan banyak " .
Di tengah makan tiba - tiba mas Tejo menarik tangan ku .
" Lus lihat cincin mu , pasti ini cincin murah ya " .
" Iya memang murah harganya cuma 30 juta " .
" Ya sudah sini aku gantiin 2 cincin berlian yang lebih mahal dan bagus , harga nya 80 juta " .
" Masa sih , mana ? " .
__ADS_1
Mas Tejo membuka lemari nya dan mengambil cincin yang dia maksud . Dia mengeluarkan dua cincin berlian dari genggamannya dan memberikannya pada ku .
" Waah bagus banget cincinnya " .
" Ya sudah mana cincin mu , kelihatan model nya kok jadul banget gitu , sudah di ganti dua cincin berlian kan ? " .
Tanpa pikir panjang aku memberikan cincin pemberian ku yang dulu di belikan mas Agus waktu masih menjadi istri nya .
" Itu berlian mahal hati - hati kamu pake nya jangan sampe hilang " . Kata mas Tejo mengingat kan .
" Iya iya pasti di jaga kok " .
Seperti yang di ketahui kalau aku selalu bisa menaklukkan hati laki - laki . Bukan Lusi nama nya kalau tidak bisa membuat laki - laki tunduk dan tergila - gila .
" Sudah makan nya ? yuk buruan kita berangkat ke toko biar gak kesiangan " .
Aku bergegas menyelesaikan makan ku dan bersiap berangkat ke toko .
Tak apa aku harus bersusah - susah dulu , tinggal di rumah yang sangat sederhana , aku harus bersabar untuk mencapai impian ku .
Yang terpenting mas Tejo selalu memberi ku perhiasan yang akan aku jual nanti nya untuk .membeli rumah .
Sesampai nya di toko seperti biasa aku harus membersihkan toko terlebih dulu , menyapu dan mengepel adalah tugas yang biasa . Siang nya lanjut memasak nasi dan mie instan seperti yang di katakan mas Tejo kalau aturan toko seperti itu .
Punya suami tua , pelit , cerewet memang sial bagi ku tapi sekarang yang terpenting aku mendapat kan banyak perhiasan untuk tabungan ku .
" Lus , sudah jam 5 ayo pulang " . Mas Tejo menutup rolling door dan mengeluarkan motor nya " .
Aku langsung menghampiri nya dan segera berboncengan pulang .
Sesampainya di rumah aku menimba air untuk penuhi bak dulu sebelum mandi . Seperti kemarin selesai mandi dia meminta ku melepas pakaian dan berbaring .
Sepuluh menit kemudian , " Lus , kok gak kerasa apa - apa ya ? " .
" Ya gak tau mas mungkin punya mu aja yang udah loyo mas " .
" Enak aja sebelum nya lancar - lancar aja kok apa mungkin punya mu yang bermasalah " .
" Enak aja , aku ini masih mudah punya mu aja yang udah tua mas " .
" Kok gak terima kan aku yang ngerasain Lus , aku kecewa sama kamu " .
" Harus nya aku yang kecewa udah punya suami tua , loyo pula " .
__ADS_1
Aku memakai pakaian ku dan tidur membelakangi mas Tejo , terserah apa yang akan di lakukan nya , aku sudah ngantuk nalas mempedulikannya .