Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 87 Lusi Jadi Babu


__ADS_3

POV. LUSI


" Lus ,, bangun Lus ! " . Aku mendengar mas Tejo memanggil membangunkan ku .


Aku membuka mata dan melihat jam dinding , jarum masih menunjukkan angka 03.00 . Dengan perasaan kesal aku protes ke mas Tejo .


" Apaan sih mas , ini masih gelap bahkan adzan subuh aja belum kedengaran " .


" Eh Lus perempuan itu gak baik bangun siang - siang , apalagi sudah jadi istri harus nya sudah bangun sebelum suami bangun , masak nyiapin sarapan buat suami , nyuci , bersih - bersih rumah " .


" Mas , aku ini gak ikut majikan yang apa - apa harus sudah siap sebelum majikan bangun " .


" Suami kan raja Lus " .


" Kalau suami di anggap raja kenapa istri di jadikan babu harus nya sama dong , maka nya cariin pembantu biar istri gak susah terus " .


Aku kembali memejamkan mata akan tetapi mas Tejo terus membangunkan ku dengan menggoyangkan tangan ku supaya aku bangun .


" Mas , aku capek , aku juga ngantuk lagian ngapain bangun jam segini , kita gak jualan makanan kan ? " .


" Tidur mu kan bisa di lanjutin nanti malam , aku gak suka liat perempuan bangun siang , kamu harus bangun sebelum subuh biar jam 7 sudah selesai semua , lagian kalau kamu mau nurut pasti aku kasih hadiah terus " .


" Jangan kejam dong mas sama istri bisa - bisa aku kuris kurang istirahat dan kurang makan juga " .


" Siapa yang kejam sih justru kalau kamu bangun pagi terus fisik mu akan terus sehat dan aku juga akan semakin sayang sama kamu , sudah sana ayo bangun " .


" Ya udah janji ngasih uang belanja sehari 100 ribu ya ? " . Ucap ku sembari beranjak


" Iya itu sih gampang , buruan beres - beres , masak yang enak " .


" Masak yang enak , mana uang belanja nya " .


" Oiya lupa " . Mas Tejo mengambil uang di lemari nya kemudian memberikannya pada ku .


" Itu uang nya buat beli beras , bumbu , ayam , LPG sama minyak goreng masih ada kok " .


" Apaan uang 30.000 di suruh belanja banyak gitu , mana cukup , tambahin lagi uang nya " .


" Itu aja sudah cukup ayam nya beli ceker aja yang penting kan ada rasa ayam nya . Udah buruan ke dapur nanti aku beri jatah lagi " .


" Ya udah yang penting aku di belikan perhiasan lagi aku mau " .


Rasa nya kesel punya suami cerewet , banyak mau nya , hobi memerintah kayak mas Tejo . Tapi kalau di pikir - pikir mas Tejo masih baik mau memberi perhiasan mewah dan banyak .

__ADS_1


Aku harus bersabar mempunyai suami seperti mas Tejo , sebab aku bercita - cita kalau perhiasan ku sudah banyak , aku akan menjual nya dan membeli rumah atas nama ku sendiri .


Dua jam lebih aku sibuk di dapur dan beres - beres rumah , memasak , mencuci baju mas Tejo yang menggunung seperti nya dia sudah berbulan - bulan tidak pernah mencuci baju mana harus menimba air dulu , membersihkan rumah dan mengepel lantai yang debu nya sudah sangat tebal . Aku sudah mirip babu sekarang .


Jam masih menunjukkan angka 06.00 tapi badan ku sudah sangat capek , belum lagi harus bantu mas Tejo di toko .


Aku menuju kamar hendak mengambil pakaian , terlihat mas Tejo tidur dengan nyenyak nya dan mendengkur . Aku di jadikan nya babu tapi dia malah enak - enakan molor di kamar .


" Mas , mas bangun nas buruan " .


" Apaan sih Lus masih pagi sudah teriak - teriak " .


" Masih pagi gimana , ini sudah siang mas buruan mandi " .


" Kamu itu gak sopan banget sama suami " .


" Kan mas sendiri tadi yang bangunin aku jam 3 pagi , sekarang ganti di bangunin kok marah " . Balas ku .


" Lain kali kamu jangan gitu ya , hormati suami mu ini , sudah semalam gak buat aku puas sekarang malah bikin kesel " .


" Udah sana buruan mandi , mas nya mau ke toko gak ? " .


Mas Tejo tak menjawab lagi dia sepertinya kesal tapi tetap menuju kamar mandi , selesai mas Tejo mandi gantian aku yang mandi .


" Lus , ngambilnya dikit aja biar cukup sampai malam " .


" Abisin aja lah mas ini mau aku bungkus buat makan di toko " .


" Gak usah bawa ke toko , di sana sudah ada mie instan sama beras itu sudah aturan nya " .


" Di toko ada beras sekarung kenapa gak di bawa pulang , malah beli beras cuma sekilo " . Aku masih memprotesnya .


" Sudah jangan bantah terus aturan dari suami mu , kamu harus nurut bukan kah kamu sudah dapat perhiasan banyak " .


Di tengah makan tiba - tiba mas Tejo menarik tangan ku .


" Lus lihat cincin mu , pasti ini cincin murah ya " .


" Iya memang murah harganya cuma 30 juta " .


" Ya sudah sini aku gantiin 2 cincin berlian yang lebih mahal dan bagus , harga nya 80 juta " .


" Masa sih , mana ? " .

__ADS_1


Mas Tejo membuka lemari nya dan mengambil cincin yang dia maksud . Dia mengeluarkan dua cincin berlian dari genggamannya dan memberikannya pada ku .


" Waah bagus banget cincinnya " .


" Ya sudah mana cincin mu , kelihatan model nya kok jadul banget gitu , sudah di ganti dua cincin berlian kan ? " .


Tanpa pikir panjang aku memberikan cincin pemberian ku yang dulu di belikan mas Agus waktu masih menjadi istri nya .


" Itu berlian mahal hati - hati kamu pake nya jangan sampe hilang " . Kata mas Tejo mengingat kan .


" Iya iya pasti di jaga kok " .


Seperti yang di ketahui kalau aku selalu bisa menaklukkan hati laki - laki . Bukan Lusi nama nya kalau tidak bisa membuat laki - laki tunduk dan tergila - gila .


" Sudah makan nya ? yuk buruan kita berangkat ke toko biar gak kesiangan " .


Aku bergegas menyelesaikan makan ku dan bersiap berangkat ke toko .


Tak apa aku harus bersusah - susah dulu , tinggal di rumah yang sangat sederhana , aku harus bersabar untuk mencapai impian ku .


Yang terpenting mas Tejo selalu memberi ku perhiasan yang akan aku jual nanti nya untuk .membeli rumah .


Sesampai nya di toko seperti biasa aku harus membersihkan toko terlebih dulu , menyapu dan mengepel adalah tugas yang biasa . Siang nya lanjut memasak nasi dan mie instan seperti yang di katakan mas Tejo kalau aturan toko seperti itu .


Punya suami tua , pelit , cerewet memang sial bagi ku tapi sekarang yang terpenting aku mendapat kan banyak perhiasan untuk tabungan ku .


" Lus , sudah jam 5 ayo pulang " . Mas Tejo menutup rolling door dan mengeluarkan motor nya " .


Aku langsung menghampiri nya dan segera berboncengan pulang .


Sesampainya di rumah aku menimba air untuk penuhi bak dulu sebelum mandi . Seperti kemarin selesai mandi dia meminta ku melepas pakaian dan berbaring .


Sepuluh menit kemudian , " Lus , kok gak kerasa apa - apa ya ? " .


" Ya gak tau mas mungkin punya mu aja yang udah loyo mas " .


" Enak aja sebelum nya lancar - lancar aja kok apa mungkin punya mu yang bermasalah " .


" Enak aja , aku ini masih mudah punya mu aja yang udah tua mas " .


" Kok gak terima kan aku yang ngerasain Lus , aku kecewa sama kamu " .


" Harus nya aku yang kecewa udah punya suami tua , loyo pula " .

__ADS_1


Aku memakai pakaian ku dan tidur membelakangi mas Tejo , terserah apa yang akan di lakukan nya , aku sudah ngantuk nalas mempedulikannya .


__ADS_2