
Agus memacu motornya dengan kecepatan tinggi agar segera bisa bertemu dengan Liya pacar pertamanya . Bukan perjalanan yang pendek , demi bertemu Liya , Agus rela melakukan perjalanan lima jam .
Sungguh ironis , dia menikahi gadis hanya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya .
Dia tidak peduli tugas - tugasnya sebagai suami , bahkan dia tidak peduli kebutuhan batin yang diperlukan seorang istri untuk menyiapkan diri menjadi seorang istri dan calon ibu .
Agus hanya peduli dengan haknya sendiri , baginya yang penting dia sudah memberi uang belanja .
Mau kurang apa tidak dia tidak peduli , istrinya sudah terpenuhi belum kebutuhan pribadinya dia pun tidak memperdulikannya .
Kalau semua suami seperti Agus , sudah pasti banyak istri yang menjadi gila karena kewarasannya direnggut paksa oleh suaminya sendiri .
Padahal menurut semua agama , Suami wajib memberi nafkah lahir kepada istri seperti pakaian , tempat tinggal dan memenuhi nafkah batin kepada istri seperti cinta , kasih sayang , dan perhatian .
Menggauli istri pun harus dengan cara yang layak dan patut misalnya dengan kasih sayang , menghargai , memperhatikan , dan sebagainya .
Jadi tidak asal tersalurkan hasratnya dan tidak hanya dipuaskan sendiri sedangkan istri belum dipuaskan .
Hanya laki - laki yang tidak sepenuhnya menyayangi istrinya saja yang menggauli istri dengan cara istri yang memberikan pelayanan tapi suami hanya diam tanpa mau melayani balik istrinya .
"Sudah nyampe mana mas ,, ?" . suara Liya diseberang sana yang di lembut - lembutkan .
"Setengah jam lagi juga nyampe kok , sudah kangen ya .. ? Tunggu saja dengan pakaian terseksi mu , OK sayangku ...?!" . Goda Agus yang membuat Liya tersipu meskipun Agus tidak melihatnya .
Di Surabaya Agus tidak tahu kalau istrinya sudah mencurigainya .
"Boy , kok kamu ada disini , kamu tau darimana kontrakanku ini ?" .
Liya memang memutuskan untuk keluar dari rumah orang tuanya dan kontrak yang jauh supaya orang tuanya tidak tau apa yang akan dialaminya nanti .
Dia hanya ingin orang tuanya tau dia bahagia saja .
"Aku .. ?? , suamimu yang menyuruhku kesini , dia memintaku mengantarmu beli sweater katanya ".
" Yaa .. Aku memang mau beli sweater tapi kenapa kok kamu yang disuruh mengantarku ?" .
"Dia kerja katanya Fir , aku juga kaget tau darimana dia nomer ponselku , apa kamu yang ngasih ke dia ??" . Firma hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak .
"Tapi aku gak bisa keluar denganmu Boy , maaf !" .
"OK gak masalah , aku juga gak mau memaksa , oya Fir suami kamu dapat nomerku dari siapa ya ..?" .
__ADS_1
Mereka berdua sama - sama berfikir keras .
Mereka tidak ada yang tau kalau Agus mendapatkan nomer Boy dari ponsel Firma yang memang sering tergeletak dan tidak bersandi .
Agus sengaja mencatat semua nomor nomor kontak teman Firma yang laki laki .
Seperti ada sesuatu yang tidak beres yang tidak diketahui olehnya , dia akan segera mencari tau apa maksud suami Firma meminta Boy mengantar Firma membeli sweater , "aku akan menyelidikinya .." . pikir Boy .
Boy berpamitan pulang sedari tadi dia tak berhenti memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh suami Firma , "apa mungkin ada jebakan didalamnya ?" . Terlalu cepat Boy berprasangka pada hal yang seharusnya malah membuat dirinya senang akhirnya bisa berjumpa dengan Firma .
Ditempat lain , Agus dengan gembiranya tiba di depan rumah Liya dengan penuh kekaguman .
Rumah tiga lantai berwarna kuning keemasan dengan pagar tinggi menjulang , "Kamu seperti ratu yang tinggal di istana mewah Li .." . Gumam Agus masih tak percaya kalau dirinya nekad datang ke rumah dihadapannya .
"Halo Li ..aku sudah didepan rumahmu , apa aku masih harus menunggu lama disini sampai jamuran ?" . Agus menelepon empunya rumah .
Diseberang telpon terdengar kekehan Liya yang tampak juga bahagia .
"Sebentar aku buka kan pagarnya .. ". Liya menyahuti rajukan Agus .
Rumah Liya memang sangat besar tapi dia sengaja tidak memperkerjakan satpam , Liya merasa tidak nyaman .
"Masuk ! Rumah sepi kok ..!" .
"Aku mau ke kamar kecil , sudah dari tadi aku menahannya .." .
Liya tertawa sambil menunjukkan arah ke kamar kecil di bagian belakang yang dekat dapur , kamar mandi yang biasa digunakan kalau ada tamu .
Hanya ada tiga kamar dengan kamar mandi didalamnya , itupun kamar Liya dan suaminya , yang dua lagi kamar orang tua atau mertua Liya kalau menginap dirumahnya .
"Makanlah dulu pasti capek dan lapar setelah berjam jam menempuh perjalanan apalagi dengan motor" .
"Kamu masak sendiri Li ..?"
"Iya tentu , kenapa ?" .
"Ah gak papa , kamu memang istri yang sempurna Li" . Bisik Agus ditelinga Liya , lebih tepatnya menjilati telinga Liya .
"Aah .. Makanlah dulu , kita akan melanjutkannya nanti !" .
Sudah bisa diduga apalagi yang akan dilakukan dua orang dewasa yang sudah dewasa jika berada dalam tempat sepi , berduaan apalagi cuaca sangat mendukung hasrat kedua manusia yang rela melupakan status masing - masing .
__ADS_1
°°°°°°°
"Li ... Aku mau lagi ..." .
"Jam berapa ini ...? , aah ... Masih jam lima , lagian sudah empat ronde kita melakukannya , kamu masih kurang ..?" .
"Tubuhmu sangat nikmat Li , aku ingin merasakannya lagi .." . Tanpa memperdulikan penolakan Liya , Agus kembali memainkan bagian dada Liya dengan lidah dan lumatannya .
Liya semakin mengerang saat Agus memindahkan lumatannya makin kebawah .. Keahlian Agus inilah yang membuat Liya selalu merasa ketagihan dengan permainan Agus .
Beda dengan suaminya sendiri , suaminya hanya mau dimanjakan , di se**** kemudian lanjut puncaknya .
Bahkan suaminya sangat jarang memainkan dadanya apalagi menghisap milik bawahnya .
Seolah suaminya selalu jijik menyentuh apapun yang bisa membuatnya terpuaskan .
Jauh dengan Agus , bahkan Agus tak pernah jijik meskipun dulu bagian bawahnya masih bau amis karena memang belum pandai merawatnya .
Agus juga betah berlama lama menjilati dan menyesap hanya untuk membuat Liya merasa bahagia .
"Aah ... Aa yo ma masukin , aku sudah gak tahan .." .
Agus begitu bersemangat mengguncang tubuh Liya . Mereka berdua saling candu bahkan serasa tak akan pernah bisa dipisahkan karena masing - masing saling membutuhkan .
"Makasih Li , kamu semakin membuatku merasa jatuh cinta lagi padamu" .
"Oya ?? , terus gimana sama istrimu , bukankah kamu juga menikmatinya ??" .
Yang dikatakan Liya memang ada benarnya , bohong kalau Agus tidak menikmatinya karena kenyataannya tubuh istrinya memang sangat nikmat dan tentu sama - sama nikmatnya dengan tubuh yang dia nikmati barusan .
Bedanya kalau istrinya hanya diam saja saat digauli , sedangkan Liya mengimbanginya hingga Agus terus bersemangat untuk berkali - kali melakukannya .
"Apa kamu bahagia Li dengan suamimu ??" .
"Entahlah , aku merasa suamiku punya simpanan di Surabaya sana , makanya dia betah berlama - lama di sana dengan alasan kerjaan .
"Kalau gitu lupakan apapun yang suamimu lakukan , kita nikmati saja apa yang kita lakukan .." .
Agus memberikan isyarat kepada Liya seolah dia akan selamanya menjadi pemuas Liya .
Kalau saja ada pilihan dia harus melepaskan Firma , dia tidak akan memilihnya karena dia sudah mulai jatuh cinta pada Firma , gadis cantik yang polos dan baik tentunya .
__ADS_1