Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 82 Undangan Firma


__ADS_3

POV. JAKA


Aku pulang dari pasar rumah tampak sepi dan terkunci .


" Assalamu'alaikum , Dek .. dek .. " . Panggilku pada Lusi tapi tak ada sahutan .


Aku teringat membawa kunci cadangan dan langsung membuka nya .


Aku masuk , membersihkan badan yang sudah lengket karena keringat dan terkena debu di luaran , kemudian merebahkan diri di kamar .


Entah berapa lama aku tertidur , Lusi belum juga pulang bahkan sudah jam satu siang dia tak juga menampakkan batang hidung nya .


Aku mencoba menghubungi bapak ku siapa tahu bapak ada yang tahu sebab sepulang dari pasar aku langsung mengantar ibu ke rumah saudara yang mempunyai hajatan .


Tut .. tut ..


" Assalamu'alaikum Jak " . Suara bapak di seberang " .


" Wa'alaikum salam , bapak tahu .. " Aku belum menyelesaikan kalimat ku di seberang aku mendengar suara anak ku menangis .


" Pak , itu suara Kayla apa mereka di sana ? " .


" Kamu cepat ke sini Jak , dari tadi kayla nangis terus " .


" Iya pak , Assalamu'alaikum " .


Aku cepat - cepat menyambar jaket , helm dan kunci motor , setelah mengunci pintu rumah aku segera bergegas menghidupkan mesin motor dan melajukan nya ke rumah orang tua ku .


Jarak yang aku tempuh kurang lebih dua puluh menit , tapi aku mampir dulu membeli satu kotak bubur bayi dan susu di minimart .


Sesampainya di rumah irang tua ku , Kayla di gendong bapak dengan sedikit di ayun - ayunkan untuk menenangkannya yang mungkin sudah lama dia menangis .


" Sini pak biar saya gendong " .


Aku mengambil alih Kayla dari tangan bapak , badan nya terasa sedikit demam .


" Lusi mana pak ? " . Tanya ku heran sebab tak melihat Lusi .


" Bapak juga gak tau , pagi - pagi setelah kamu berangkat antar ibu ke pasar , dia datang ke aini membawa kayla dan menitipkannya pada bapak " .


" Susu nya habis bapak bingung mau beli tapi gak ada orang yang bisa di titipin anak kamu " .


" Tolong gendong sebentar pak , saya mau buatkan Kayla susu sama bubur , sepertinya dia lapar " .


Aku bergegas menuju dapur membawa barang belanjaanku dan membuatkan susu dan bubur buat Kayla .


Sembari mendinginkan bubur , aku berikan dulu susu pada Kayla .

__ADS_1


" Sini pak biar saya pangku Kayla nya " .


Setelah mendapatkan susu nya Kayla tampak sedikit tenang dan berhenti menangis .


" Apa kalian abis tengkar Jak ? " . Tanya bapak .


" Mboten pak , kami baik - baik aja cuma beberapa hari ini Lusi bilang kalau pengen kerja lagi biar punya uang sendiri " . Jawab ku menceritakan apa ada nya .


" Kamu ijinkan dia kerja ? " .


" Saya belum jawab pak , saya sendiri bingung kalau dia kerja siapa nanti yang akan rawat dan jaga Kayla , belum lagi kalau ada pelanggan yang minta tolong sama saya " . Terang ku menyampaikan isi hati sama bapak .


" Jak , bapak sama ibu ini bukannya tidak mau merawat dan menjaga cucu , tapi kamu sudah tahu kondisi bapak yang ndak sembuh - sembuh dari batuk ini , bapak gak mau cucu bapak tertular penyakit bapak sedangkan ibu mu sendiri merawat bapak saja sudah kewalahan " .


" Jaka juga bingung pak gimana baik nya , kalaupun di larang Lusi justru malah semakin nekat seperti saat ini dia tega meninggalkan bayi nya sama bapak " .


" Kalau di asuh orang lain atau saudara apa cukup Jak uang kalian ? " .


" Jaka belum bisa pak kalau harus ada pengeluaran besar lagi , keseharian kami aja sudah pas - pasan buat kebutuhan Katla juga , kalau aja Lusi mau menyusui Kayla sendiri mungkin akan mengurangi jatah susu formulanya " .


" Hus , anak itu lahir dengan rejekinya masing - masing , kalau anak kamu sekarang harus minum susu formula ya berarti itu rejeki dia yang lewat kamu , kamu masih beruntung anak kamu gak alergi minum susu instan itu , kamu akan bingung kalau anak kamu sudah gak dapat asi dari ibunya di tambah alergi susu tersebut " .


Aku menganggukkan kepala , memang benar yang di katakan bapak , Kayla adalah anak yang di titipkan Allah pada ku dan Lusi jadi aku harus menerima apapun yang sudah di takdirkan Allah pada Kayla .


Selesai minum susu dan makan bubur bayi , Kayla tertidur dengan pulas , aku ciumi pipi gadis kecil ku yang selalu jadi obat buat ku .


" Kamu bisa gendong sambil bawa motor Jak ? " .


" Bisa pak , tapi Jaka naik ojek aja , motor Jaka biar di sini dulu kasian Kayla kalau harus di bonceng di depan " .


" Ya sudah kamu hati - hati ya Jak " .


" Iya pak , Assalamu'alaikum " .


" Wa'alaikum salam " .


Aku mencium tangan bapakku yang sudah mulai keriput , ada perasaan sedih setiap mencium tangannya .


Baru saja aku meletakkan Kayla di atas kasur terdengar bunyi pintu depan terbuka .


" Assalamu'alaikum mas " .


" Wa'alaikum salam , darimana dek ? " .


" Aku kan sudah bilang mas kalau aku nyari kerjaan dan aku sudah mulai bekerja tadi , Kayla sudah tidur mas ? " .


Ingin aku marah tapi aku berusaha keras menekan emosiku , aku tak bisa menyalahkannya kalau dia ingin kerja sebab aku sendiri belum bisa memberinya rutin belanja setiap harinya bahkan aku juga belum pernah membelikan dia bedak ataupun baju .

__ADS_1


" Kayla sudah tidur ya mas , aku tadi beliin mainan buat dia " .


" Kamu kerja di mana ? " .


" Di toko alat tulis " .


" Toko nya di mana kok kamu bisa beli banyak mainan di hari pertama kerja ? " . Aku mencurigainya .


" Ini tadi jual kalung " .


" Kalung yang mana , aku kan belum pernah beliin ? " .


" Bagus lah kalau ingat gak pernah beliin , ini kalung ku sendiri beli sudah lama " .


Malas berdebat sama Lusi aku masuk ke dalam kamar .


Klunting !


Sebuah pesan masuk di ponsel ku .


{ Jak , lusa ulang tahun Angkasa acaranya jam 9 pagi kamu bisa hadir kan ? jangan lupa ajak anak kamu , bapak dan ibu kamu sudah aku beritahu } . Mbak Firma memberitahukan acara anak anaknya .


Aku langsung membalasnya .


{ InsyaAllah bisa mbak , terima kasih undangannya } .


{ Sama - sama } .


Setelah itu aku mematikan ponsel ku dan memilih tidur dengan Kayla .


Hari ulang tahun Angkasa tiba , aku menggendong anakku Kayla dan berjalan keluar menunggu tukang ojek lewat di depan . Aku malas mengajak bicara Lusi karena dia sudah tega meninggalkan Kayla bekerja dan sendirian di rumah , aku pun terpaksa bekerja sembari menjaga Kayla .


" Mau kemana mas ? " . Tanya Lusi setengah berteriak .


" Ke rumah mbak Firma " .


" Ngapain kamu ke sana , kurang puas kamu sudah di permalukan dan di masukin ke penjara " .


" Kita yang harus malu dek , kita yang melakukan dosa di rumah nya masih untung mbak Firma mencabut laporannya dan kita cuma di kurung satu bulan di penjara " .


" Ah tetep aja masuk penjara , ngapain sih ke sana ? " .


" Angkasa ulang tahun hari ini mbak Firma mengundang ke sana " .


" Cuma kalian yang di undang , aku enggak gitu ? , ih orang kaya kok pilih - pilih yang di undang " .


Aku malas menjawab , tukang ojek sudah datang dan aku segera berangkat ke rumah mbak Firma membawa Kayla .

__ADS_1


__ADS_2