
Tidak mendapat uang dari perusahaan , Roby segera keluar dari kantor dan menuju rumah Sari .
Sesampai nya di rumah Sari dia langsung masuk karena sudah terbiasa seperti itu seperti masuk rumah sendiri .
" Mana uang nya mas ? , sudah lama aku gak ngajak Dewi jalan - jalan " . Belum juga Roby duduk Sari sudah memberondong Roby dengan permintaan nya .
" Gak dapet uang , rekening perusahaan telah di bekukan " .
" Di bekukan ? , siapa yang bekukan ? " . Sari terus mencecar Roby dengan pertanyaan yang membuat Roby semakin pusing mendengar nya .
" Bisa diam gak sih , kamu itu bisa nya jalan terus , coba kamu bisa lebih menghemat uang yang aku beri " . Roby menghempaskan diri ke sofa .
" Kok nyalahin aku , perempuan kan semua nya gitu mas hobi nya " .
Roby tak menghiraukan Sari , dia masih sibuk memikirkan cara untuk mendapat kan uang lagi .
" Kalau kamu tak punya uang lagi ya sorry mas , aku dulu tinggalin Deni karena kere , dan aku memilih kamu kan karena punya pohon uang dari Tania tapi berhubung sekarang kamu sudah gak punya uang ya kita sudahi hubungan kita " . Sari merajuk .
" OK maaf ya sayang , aku akan cari uang lagi , sekarang kamu pake uang kamu yang dari penjualan kebun durian itu " .
" Kamu harus ingat mas , aku kan adik Tania jadi aku juga punya hak atas perusahaan itu " .
" Iya " . Roby beranjak keluar rumah .
" Mau kemana kamu mas ? " . Sari menghentikan Roby .
" Mau Pulang , aku kan punya bayi di rumah siapa tau dengan begitu kakak mu mau mencairkan lagi rekening perusahaan " . Ujar Roby dengan percaya diri nya .
Mendengar penjelasan Roby , Sari tak lagi mencegah kepergian Roby . Dia juga berharap segera mendapat kan lagi uang dari perusahaan seperti sebelum - sebelum nya .
...°°°°°°°...
__ADS_1
" Mbak Firma , siapa yang melakukan nya sama mbak ? " . Dengan berhati - hati Tania bertanya pada Firma .
Firma tak bisa mengeluarkan kata , dia hanya menunduk kan kepala dan diam .
Dia mengikuti saran dokter untuk membeli alat tes kehamilan dan menunjukkan hasil nya pada Tania . Meskipun dia sudah bisa menduga kalau diri nya sedang hamil , karena dia tahu dengan kondisi tubuh nya yang sama seperti saat hamil Saira dulu .
Sekalipun tahu diri nya hamil tetap saja dia menyusui Saira dan Reyhan seperti biasa nya .
" Baik lah kalau mbak Firma belum bisa jujur , saya minta tolong mbak Firma sembunyikan kehamilan ini dari mas Roby , dan tolong tetap sembunyikan juga kesembuhan saya dari dia " . Pinta Tania yang melihat Firma sudah gelisah .
" Oya mbak , tetap jaga kandungan nya dan jangan pernah berpikir untuk menggugurkan nya " . Lanjut Tania meminta Firma supaya tidak berputus asa .
Saat masih berbincang di kamar Tania , terdengar suara deru mobil berhenti di luar rumah . Tania yakin itu mobil suami nya . Untuk itu dia kembali berpura - pura masih dalam keadaan lemas dan sakit .
" Mbak Firma , kembali ke kamar saja takut nya anak - anak kebangun , istirahatlah yang cukup dan jangan lupa kunci pintunya " . Titah Tania pada Firma yang sudah tampak pucat .
Roby segera turun dari mobil dan membuka pintu karena memang belum di kunci . Wajah nya sudah menunjukkan kekesalan dan suntuk , rambut nya pun sedikit berantakan karena di tangan nya tak berhenti menarik - narik rambut nya karena kesal .
" Sudah pulang mas ? , kenapa wajah mu kusut , tumben juga biasa nya pulang lebih larut , apa ada masalah di perusahaan ? " . Tania sengaja semakin membuat kesal dengan pertanyaan nya .
" Gak ada apa - apa aku cuma capek , gimana perkembangan mu ? " . Tanya Roby mengalihkan
" Seperti yang kamu lihat sekarang mas , tadi kepala ku pusing jadi aku menelepon dokter untuk datang kemari , mudah - mudahan saja setelah terapi yang berikut nya aku akan segera sembuh " .
" Hmm begitu ya ,, " .
" Mas , kapan Sari pulang , kasihan mbak Firma harus segera kita pertemukan dengan Sari " .
" Entahlah , kamu bisa menghubungi nya sendiri , oya kenapa rekening perusahaan di bekukan , bukankah kebutuhan kita juga bergantung dari rekening itu ? " . Roby lagi - lagi mengalihkan pembicaraan seolah malas di singgung tentang Sari .
" Iya , sengaja aku membekukan nya sebab kamu belanja sangat banyak tiap bulan nya " .
__ADS_1
" Kebutuhan ku kan sangat banyak , aku sering belanja baju untuk keperluan meeting , sebab aku harus sering ganti baju " . Roby berbicara tanpa menghadap pada Tania tapi dia duduk di samping ranjang tempat Tania berbaring .
" Oh gitu ya , aku pikir kamu punya selingkuhan mas " .
" Selingkuhan ? , mana mungkin aku punya selingkuhan kalau istri ku aja sudah cantik ? " . Roby membela diri .
" Aku gak akan pernah lagi melayani mu mas , aku janji akan segera mengurus perceraian kita , jangan kau pikir aku gak tau kalau kamu masih sering mengunjungi Sari " . Tania berkata dalam hati .
" Gimana Reyhan , dia sehat kan ? " .
" Ya tentu saja Reyhan sehat dan baik - baik saja , pengasuh nya perempuan baik - baik juga dan mengurus Reyhan dengan sangat baik " . Jawab Tania yang sebenar nya sudah malas bicara dengan Roby .
" Syukurlah , ya sudah kamu pasti capek istirahatlah , sebetulnya aku kangen sekali sama kamu sebab kita sudah lama tidak memadu " .
" Aku malas dengan mu mas , aku muak dengan cara mu menghabiskan uang untuk gundik murahan mu itu " . Dalam hati Tania sudah ingin meluapkan kalimat itu pada Roby tetapi dia pura - pura tak mendengarkannya .
Malam itu Roby tidur di sebelah istri nya . Di kamar yang lain Firma masih belum bisa tidur , pikiran nya tidak karuan sebab masalah satu belum selesai sudah muncul masalah baru lagi .
Firma teringat kalimat yang pernah di lontarkan Roby tentang kenapa dia melakukan itu pada diri nya yang kata nya karena dia adalah istri Deni .
" Mas Deni , sebetul nya apa yang sudah kamu lakukan di masa lalu mu , kenapa aku yang harus menanggung semua nya , kenapa kamu beban kan masalah mu pada ku " . Firma menangis dalam diam nya .
" Sari .. ya Sari .. kenapa pak Roby tak mempertemukan ku dengan Sari ? , apa pak Roby mengetahui semua nya , seperti nya dia tau banyak hal dan sengaja menyembunyikan Sari dari ku " .
Firma masih sibuk dengan pikiran nya sampai akhirnya dia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan angka tiga .
" Astaghfirullah , sebentar lagi subuh aku harus memaksakan diri untuk tidur biar bisa rawat anak - anak " .
Adzan subuh berkumandang , Tania bangun dan segera melaksanakan kewajiban nya . Dia memesan makan lewat online setiap hari nya . Dia tidak mau merepotkan Firma dengan memasak karena mengurus bayi saja sudah repot dan capek apalagi yg di rawat ada dua bayi , terlebih keadaan Firma sekarang sedang hamil .
Untuk Roby , Tania tak pernah menghiraukan nya sebab Roby tidak pernah makan di rumah dan Tania pun cuek saja .
__ADS_1