
" Wajar dong kalau suami istri begituan , gitu aja kok malu , di grecepin tuh biar cepat jadi , biar gak alami kayak yang sana suami dulu minta istri hamil tapi gak hamil - hamil akhir nya di tinggal nikah lagi " .
Bi Imah yang entah kapan dia duduk di kursi meja makan setahuku dia sudah tidak kelihatan semalam tadi .
" Sudah - sudah , nak Deni maaf ya memang seperti ini keluarga kami kalau sudah kumpul jangan di ambil hati ya , kalimat seperti ini di maksud kan untuk mencairkan suasana saja biar ndak canggung " . Ibu ku tersenyum pada mas Deni dan mas Deni mengangguk kan kepala nya .
" Oh ya kata nya suami mu ini punya toko buku sama baju , wah bisa gretongan nih kalau ke sana , kan lumayan bisa menghemat pengeluaran " .
Tanpa sadar aku menyemburkan air minum yang baru saja aku masukkan ke dalam mulut ku .
Mas Deni yang mengetahui langsung mengelap mulut ku dengan tangan nya sebab tisu ada di depan budhe .
Bi Imah memandang ku dengan sinis , aku justru semakin ingin membuat nya makin merasa iri .
" Makasih ya yang " . aku tersenyum dan mencium telapak tangan mas Deni .
Sengaja aku bersikap sok mesra di hadapan mas Deni suami ku , apa yang di lakukan bi Imah mengingatkan ku pada perbuatan mendiang mantan mertua ku dulu .
Ibu mas Agus bernama Rahimah sedangkan bibi ku namanya Naima sama - sama di panggil Imah atau Ima , aku tak habis pikir kenapa sifat nya bisa sama julid nya begitu .
" Hati - hati dong Fir untung gak jena aku " . Bi Ima semakin sinis pada ku .
" Maafin istri saya ya bi , istri saya tersedak dan itu juga bukan di sengaja " . Tanpa aku duga mas Deni membela ku tentu di hadapan semua keluarga ku .
Aku melirik ke kedua orang tua ku , mereka tersenyum terlebih lagi budhe yang mengacungkan dua jempol tangan nya sekaligus .
Mas Deni juga justru malah tersenyum pada ku , wajah nya menampakkan raut gembira .
Aku masih tak paham kenapa mas Deni gembira seperti itu di hadapkan dengan perilaku bi Ima ini .
" Kenapa ? " . Tanya ku lirih .
Mas Deni malah makin mengembang kan senyum nya .
...°°°°°°°...
Siang hari selesai sholat duhur mas Deni memboyong ku ke rumah nya untuk melaksanakan pesta pernikahan kami .
Aku dan mas Deni berada dalam satu mobil sedangkan rombongan ada di mobil lain nya .
__ADS_1
Sesampai nya keluarga besar mas Deni menyambut kami , aku menyalami satu persatu mereka terutama mama mas Deni .
" Akhir nya kamu menjadi bagian dari keluarga kami , semoga kamu selalu bahagia ya nak " . Mama mas Deni mencium kening ku .
" Mohon doa nya ya bu semoga saya bisa menjadi istri seperti harapan mas Deni dan ibu " . Jawab ku .
" Kok ibu , mulai sekarang panggil mama dong " . Mama mas Deni mengusap kepala ku .
" Ngge bu eh ma " .
" Mbak ayo Dini antar ke kamar mbak Firma , pasti capek ya acara nya langsung terusan " . Dini menggandeng ku memisahkan aku dengan mama mas Deni .
Acara resepsi memang baru akan di mulai 2 jam lagi lebih tepat nya usai waktu sholat ashar . Sengaja mas Deni meminta keluarga besar ku turut serta berangkat sekarang supaya bisa istirahat sejenak dan lebih santai menikmati hidangan .
Mama mas Deni menginginkan ada doa bersama sebelum resepsi nanti tentu nya kami sepakat memakai pakaian bernuansa putih dan mas Deni sengaja sudah menyiapkan baju seragam untuk para kerabat .
Saat berjalan mata ku menyusuri setiap ruangan yang dekorasi nya hampir sempurna .
" Din apa rumah ini abis di renovasi ? " .
" Enggak kok mbak , masih sama kayak pas mbak Firma rawat mama di sini " .
Saat merawat mama mereka yang sekarang sudah menjadi mama mertua ku , memang aku cuma fokus merawat saja , ruangan yang aku masuki juga cuma ruang tamu , kamar mama , dapur itupun tiap berjalan tidak pernah memperhatikan apa yang sudah aku lewati .
" Masuk mbak , ini kamar mas Deni yang sekarang jadu kamar mbak Firma juga " .
Aku memandangi seisi kamar tapi aku belum juga melangkah masuk .
" Ayo mbak masuk , kan mas Deni sudah jadi suami mbak sekarang " . Dini mengingatkan aku akan status baru ku sekarang .
" Mbak tunggu mas Deni aja ya Din , mbak merasa ndak enak " .
" Lah mbak Firma kenapa harus begitu , masa masuk kamar suami aja takut ? " . Ledek Dini .
Tepat di saat itu juga mas Deni sudah menyusul di belakang ku .
" Kok masih di sini gak masuk kamar ? " .
Tanya mas Deni .
__ADS_1
" Mbak Firma nunggu pangerannya dulu baru mau masuk " . Goda Dini lagi .
" Kamu takut ya Fir ? " . Mas Deni ikutan meledek .
" Enak aja siapa yang takut , aku cuma menghormati suami ku sebagai pemilik kamar aja kok " .
" Ciye suami istri debat nih , ah jadu obat nyamuk aku entar , daa mbak Firma aku ke mama dulu ya " . Dini berlalu begitu saja meninggalkan ku berdua dengan mas Deni .
Mas Deni menengadahkan tangan nya untuk memintaku bersedia di gandeng nya . Aju mengikuti mas Deni masuk ke dalam kamar nya .
POV. DENI
Berkali - kali aku memandang Firma yang sekarang sudah sah menjadi istri ku ini . Aku sungguh bahagia dan beruntung memiliki istri secantik Firma . Usai di rias aku menggenggam tangan nya untuk keluar menemui para tamu undangan .
Firma sangat anggun dan cantik memakai gaun berwarna emas berhias manik - manik di bagian bawah dan lengan nya . Istri ku sungguh bersinar .
Ternyata bukan hanya aku yang terpesona tetapi semua yang melihat nya seakan terhipnotis dengan penampilan nya padahal istri ku berpenampilan tertutup terlebih memakai cadar .
Istighosah berjalan dengan lancar , semua tamu tampak bahagia .
Aku mempersilahkan semua nya menikmati hidangan yang sudah di siap kan , aku dan Firma mencium tangan mama .
" Bahagia lah selalu kalian , mama juga bahagia melihat kebahagiaan kalian " . Mama memeluk kami bersamaan.
" Aamiin , mama juga selalu sehat ya biar selalu bisa memberikan doa pada kami " . Ucap Firma .
" Barokallah ya Den atas pernikahan kalian " . Ucap kerabat ku memberikan doa .
Tangan Firma aku genggam erat , aku ingin menunjukkan pada dunia bahwa Firma adalah istri ku .
" Helo Den " . Dari arah belakang ku ada yang memanggil dan aku sudah bisa menduga suara siapa itu .
" Desy " . Mata ku terbelalak darimana dia tau kalau hari ini adalah resepsi pernikahan ku di rumah ini .
Aku tidak ingin mengulang kembali kesalahan ku pada Firma , aku menatap mata Firma dari sana aku bisa melihat kekesalan nya akan kehadiran Desy .
" Maaf ya Des , istri ku sudah capek , aku harus menemani nya masuk " .
" Wait .. Den i have something " . Teriak Desy .
__ADS_1
Aku berlalu sembari merangkul bahu Firma , dan menuntun nya ke kamar .