
Ha Jae mencoba melirik siapa yang mengantarkan pesanan itu.
HAHHH?!!!! Sentakku dalam hati.
...----------------...
Aku melihat Shin Ji Joon sudah berdiri di hadapanku dengan senyuman manisnya.
"Boleh saya duduk di sini?" Sapa Shin Ji Joon dengan senyuman ramah.
"Ee, Ya, Silahkan." jawabku terbata.
Aku tak lepaskan padanganku darinya. Aku tak percaya bahwa Shin Ji Joon berada di hadapanku saat ini.
Ya ampun, Batinku.
Shin Ji Joon menarik kursi di hadapanku. Aku masih bergeming memperhatikan Shin Ji Joon. Tertegun tak percaya bahwa Shin Ji Joon berada di sini duduk di depanku. Sampai Kyun datang mengusik lamunku.
"Permisi, pesanannya." sela Kyun datang dengan membawa pesananku. "Oh Pak.."
Kyun terlihat kaget melihat Shin duduk di depanku.
Aku masih bergeming memperhatikan Shin dan sikap aneh Kyun yang terlihat aneh melihat Shin duduk di depanku. Rasa canggung dan salting terlihat jelas dari diri Kyun. Aku tercenung, jantungku seperti berhenti.
Kenapa aku? Gumanku dalam hati.
Nguuuuukkk nguuuukkkk! (suara getar dari hpku).
Aku terperanjat dengan getaran ponsel di tanganku. Hampir ponselku jatuh ke lantai. Spontan tanpa bosa-basi aku berdiri bergegas pergi ke belakang untuk mengangkat telponku.
"Halo," jawabku lirih hati-hati.
__ADS_1
"Kya Ha Jae, kamu di mana?! Cepat kerumah sakit, Jennie Jennie!!" sergah suara dari ujung telpon dengan panik.
"Opow?!" gemapku.
"Aku sharelok, cepetan!!" titah seseorang suara di ujung telpon.
"Anu, haloo?" seruku.
Tuuuuuuuuttttt. (telpon terputus).
Belum selesai aku bertanya, telpon itu sudah di matikan. Aku langsung membuka chat, melihat pesan sharelok yang di kirimkan ke ponselku.
Lee Hani dia adalah salah satu sahabatku. Tak seperti biasanya dia menghubungiku sepanik ini. Terlebih lagi,,
Rumah sakit?! Siapa yang? Bagiama? Apa yang terjadi?!
Pertanyaan itu terus terniang di kepalaku. Aku bergegas kembali ke mejaku. Aku meraih tas dan chajer milikku. Membereskan semuanya ke dalam tas ranselku.
Shin Ji Joon termangu memperhatikanku. Begitu juga dengan Kyun yang tertegun melihatku.
"Coco ada apa?! Ada masalah?!" tanya Kyun kepadaku.
Dia masih memegang nampan dengan Mocachino yang aku pesan di atasnya.
Aku mengambil secangkir Eskpreso di meja dan meminumnya hingga habis dengan sekali tegukan.
"Aku harus kerumah sakit. Mocanya untukmu" ucapku.
Aku mendorong secangkir Mocachino double Coklat yang masih berada di nampan ke arah Kyun.
"Maaf ya, maaf Pak Shin, maaf tidak sopan, tapi saya harus pergi." jelasku sekali lagi seraya membungkukkan badanku meminta maaf kepada Shin Ji Joon.
__ADS_1
Sikapku sangat tidak sopanku kepadanya. Shin Ji Joon tercengut tak melepaskan pandangannya dariku. Ia bergeming sedikit pun.
"Oh Boy,,"
Aku berbalik kembali mengambil tas belanja yang aku taruh di bawah meja. Aku memberikannya tas itu kepada Kyun.
"Ini oleh-oleh untukmu, di pakai ya, bay bay." ucapku seraya menepuk pundak dan memegang pipinya sebelum aku bergegas pergi meninggalkan mereka.
"Ee bay," sahut Kyun.
Shin Ji Joon masih tercenung dengan senyum tipis penuh dengan rasa kecewa.
"Ee Pak Shin. Cangkir kotornya boleh saya bawa ke belakang?" sela Kyun dengan gugup.
"Oh ya silahkan," jawab Shin Ji Joon.
"Anu, Tiramisu dan Kue Coklatnya jadi di pesan, Pak?" tanya Kyun seraya mengambil cangkir di atas meja.
"Tidak usah. Mocachino nya saja biar untuk saya." ucap Shin Ji Joon.
Shin mengambil secangkir besar Mocachino yang berada di nampan yang Kyun pegang.
"Ya silahkan, Pak." sahut Kyun.
Kyun membungkuk merendahkan nampan yang dia pegang, agar dapat di raih dengan mudah oleh Shin.
"Permisi Pak," ucap Kyun pamit undur diri untuk kembali bekerja.
"Oh ya, terimakasih." sahut Shin.
Shin Ji Joon bergeming memandangi secangkir Mocachino di hadapannya. Dia tak menyangka akan di acuhkan seperti itu oleh Choi Ha Jae.
__ADS_1
...****************...