Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Awal Bertemu


__ADS_3

Tok tok!! (bunyi pintu di ketuk).


"Masuk." titah Yokada.


Berlahan Man masuk ke dalam ruangan Yokada. Dia duduk di kursi empuk yang berada di depan meja kerja kerja Yokada. Yokada meraih sebuah berkas dan meletakkannya di hadapan Man. Man pun tanpa di suruh membuka apa isi berkas itu.


"Kau pasti bisa selesaikan tugas itu." ucap Yokada dengan yakin. "Kau pernah di bagian mereka bukan?!"


Yokada menatap Man dengan serius. Dia yakin Man bisa menyelesaikan pekerjaan ini.


"Aku tidak perduli siapa kau sebelum gabung dengan kami. Aku juga tidak tau kenapa Ha Jae membawa mu untukku. Yang jelas." sambung Yokada. "Kau harus membereskan King Dog untukku."


Yokada menjelaskan maksud dan tujuannya. Yokada bangkit dari duduknya, dia meraih sebuah jas yang tergantung di ujung ruangannya.


"Kau bisa mengambil beberapa anak buah ku di luar sana untuk membantu mu. Aku yakin kau butuh banyak orang. Pergi dan temui Junggon, kau bisa minta beberapa orang darinya." titah Yokada kepada Man.


Yokada bergegas mengambil ponsel dan kunci mobil miliknya yang terletak di atas meja. Man pun bangkit dari duduk nya untuk pergi melaksanakan tugasnya. Dia membawa berkas yang di berikan oleh Yokada sebagai catatan misinya.


"Oh ya tunggu!" seru Yokada


Yokada menghentikan langkah Man yang sudah berdiri di depan pintun.


"Kau sudah mendapat kabar dari Ha Jae?! Hahg, bocah itu tak memberikan kabar setelah terakhir dia mengabari sudah sampai di Indonesia." jelas Yokada cemas. "Anak itu kebiasan! Selalu saja menghilang tanpa kabar."


Yokada pun berjalan keluar dari ruangannya.


"Dia baik-baik saja Tuan." ucap Man mengikuti dari belakang.


Yokada berhenti, menoleh ke arah Man yang berada tepat di belakangnya.


"Dia menghubungi mu?!" tanya Yokada penasaran.


"Tidak Tuan." jawab Man datar. "Dia Indonesia. Lalu buat apa menanyakan jiwa yang berada di dalam dangingnya sendiri."


Man dengan yakin berjalan melewati Yokada. Yokada pun hanya tertegun memandangi Man.


"Hag, kalian ini memang unik" puji Yokada menyusul Man.


......................


Hari demi hari pun berganti. Sudah berjalan 2 Bulan lebih lamannya, saat kepergian Ha Jae ke Indonesia. Shin masih belum juga bisa menerima kenyataan yang membuat harapannya putus. Terus di landa ke senduan akan kekecewaannya terhadap Ha Jae.


"Harusnya aku menanyakannya langsung kepada mu." batin Shin.

__ADS_1


Shin termanggu dalam duduknya, menatap jauh ke luar gedung apartemen miliknya. Suasana yang sunyi, berhiaskan lampu-lampu yang terpancar indah dari gedung-gedung yang menjulang. Mengingatkannya kembali kenangan-kenangan, mana dia awal mengenal gadis itu.


Gadis yang buatnya begitu istimewa. Gadis yang bisa menarik perhatiannya. Gadis yang memberikannya harapan besar dalam hidupnya.


...----------------...


...Flashback ke masa pertama kali Shin Ji Joon bertemu dengan Choi Ha Jae 4 Tahun yang lalu....


...(26.Juli.2011)...


......................


Saat itu, saat pertama kali melihatnya. Waktu menghadiri acara minum-minuman rekan kerja kantorku. Dia datang dengan tidak terduga merebut paksa gelas di tangan Yokada. Dengan bahasa yang tidak asing buatku. Dia mengagetkan kami dengan sikapnya yang lantang.


(Choi Ha Jae masih belum fasik berbahasa Korea saat itu. Dia masih mengunakan bahasa Indonesia untuk berbicara kepada Yokada).


"Kya! Senpai! Sudah cukup!!" sergah Ha Jae.


Ha Jae yang tiba-tiba datang dengan tegas merebut segelas wine dari tangan Yokada.


"Hais!!" seru Choi Ha Jae merebut botol yang ingin di raih oleh Yokada.


Yokada bangkit dari duduknya dengan menggebrak meja di hadapannya. Dengan setengah sadar, dia menunjukan betapa kesalnya dirinya.


"Ohh Ya Allah." kesal Ha Jae berusaha menyabarkan dirinya.


"Mamaaaa." seru Yokada


Yokada mengigau kehilangan sadarnya kerna pengaruh Akhohol.


"Mamaaaa. Mama kyandi ga hoshī." (Mamaaaa. Mama aku mau permen.) rengek Yokada merangkul lengan Ha Jae.


"Aaaa, hai mama no kodomo." (Aaah, Iya ini Mama nah.) timpal Ha Jae bersandiwara. "Mama minta, Yokada pulang ya?!"


Ha Jae berpura-pura menjadi Mama Yokada. Dia berusaha membujuk Yokada agar mau di ajak pulang bersamanya.


Yokada yang dalam keadaan mabuk berat, memang selalu kacau, mengigau tidak jelas yang tanpa sadar mempermalukan dirinya sendiri. Itu juga yang sebenarnya di khawatirkan Ha Jae, kenapa dia menyuruh Yokada untuk segera berhenti minum.


Bahkan, Yokada bisa lebih parah dari ini semua. Ha Jae khawatir jika Yokada kehilangan akalnya. Dia tanpa sadar membongkar semua rahasia, siapa sebenarnya Ha Jae.


"Mamaaa, aku masih mau mainnannn." rengek Yokada menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil. "Mamaaaa."


"Haiss!!" seru Ha Jae merasa malu dengan sikap Yokada.

__ADS_1


"Ha ha ha ha ha." pekik tawa beberapa orang yang ada di sana.


"Hai Nona, sudah biarkan saja. Yokada memang seperti itu jika mabuk berat. Kita semua sudah tau, Ha ha ha ha." jelas salah satu dari mereka dengan suara parau yang berat.


"Kau tau, bahkan dia pernah mencumbu Yosima saking kacaunya ha ha ha." imbuh orang itu.


Ha Jae terlihat sangat kesal mendengar ucapan orang itu. Dia mencoba menyadarkan Yokada yang makin menjadi. Ha Jae makin risih dengan sikap Yokada yang menjadi seperti anak kecil merangkul manja pada dirinya.


"Mamaa mau jajan permen." rengek Yokada.


"Ohhh!!" seru Ha Jae terlihat kesal.


Shin yang ternyalang melihat Ha Jae pertama kali. Dia erusaha berdiri ingin membatunya gadis itu. Tapi sebelum dia tegak berdiri, Ha Jae melayangkan pukulan tepat bagian belakang kepala Yokada dengan kedua tangannya hingga mengakibatkan Yokada jatuh pingsan di hadapannya.


Semua orang yang di sana tersentak kageg di buatnya. Termaksut Shin Ji Joon yang diam terpaku melihat kejadian itu.


"Yhaa!! Sekertaris Min!" sergah Ha Jae memanggil seseorang.


Tak lama datang seseorang menghampiri Ha Jae.


"Ya Nona?" ucapnya.


"Bantu aku angkat mahluk ini." titah Ha Jae berusaha mengangkat Yokada.


Mereka pun bergegas mengangkat Yokada yang tak sadarkan diri, pergi ke dalam mobil. Ha Jae kembali mengambil barang-barang milik Yokada yang masih tertinggal. Sebelum dia pergi, tak lupa Ha Jae berpamitan dan meminta maaf atas ke kiributan yang dia perbuat.


"Joesonghabnida." ucap Ha Jae membungkukan badannya memberikan hormat.


"Tidak apa-apa Nona. Kau tidak mau duduk sebentar untuk minum bersama kami dulu ha?!" ucap seseorang di antara mereka memberikan tawaran.


"Maaf, saya, pergi. Maaf. Permisi" ucap Ha Jae sepatah demi sepatah kata dalam bahasa Korea.


Sekali lagi dia membungkuk badannya untuk memberikan hormat, sebelum dia pergi dari tempat itu.


Shin begitu terkesan dengan apa yang Ha Jae lalukan. Dia tersenyum tipis memperhatikan Ha Jae yang masuk kedalam mobil. Pandangannya tak lepas dari gadis berkulit coklat itu. Dari balik kaca Bar tempat dia duduk Ji Joon memperhatikan Ha Jae dengan seksama.


Shin terlihat begitu tertarik tentang gadis itu. Dia tidak menyangka, jika ada seorang gadis seperti itu di sisih Yokada. Selama ini, yang Shin tau, Yokada tak memilik 1 wanita pun di sisihnya, selain Ibunya sendiri. Bahkan seluruh pelayan di rumahnya, rata-rata semua adalah seorang lelaki.


Heran bagi Shin jika tetiba ada seorang gadis datang menghampiri Yokada, dengan begitu sangat perhatiannya.


"Jadi dia sudah berubah?" ucap Shin menyeringai melajukan mobilnya membelah dinginnya malam.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2