Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Senyuman Manisnya


__ADS_3

Sore itu, Shin Ji Joon duduk menikmati secangkir kopi Latte, di cafe yang sebagian sudah menjadi hak miliknya. Shin Ji Joon terlihat serius membaca berita di koran sore itu. Dia menghabiskan waktu luangnya untuk berada di cafe kecil itu.


Klunting!


"Ahg,"


Sejak saat Shin Ji Joon tau bahwa Choi Ha Jae hampir tiap hari berkunjung ke Cafe ini. Tempat ini juga menjadi tempat favorit bagi Shin Ji Joon menghabiskan waktu luangnya. Terlebih lagi, dia sudah menjadi salah satu orang penting di cafe ini.


Tringgg tringgg tringgg tringgg tringggg!! (bunyi bel tak berhenti di mainkan).


"Kya Nona!! Mustahil Eskpreso besar di Sore hari seperti gini?!" seru Kyun menundukan badannya yang jangkung itu ke arah seorang wanita yang menunduk ke arah meja kasir di hadapannya.


Shin Ji Joon terganggu dengan pekikan suara yang memecah hiruk pikuk cafe itu. Shin Ji Joon ternyalang saat sadar siapa yang membuat ke gaduhan itu. Terlihat seorang wanita di depan kasih yang membuat Shin Ji Joon tersenyum lebar bahagia karna kedatangannya.


"Hei hei Bell nya nanti nangis!!" seru Kyun tersenyum menyeringai ke arah Ha Jae.


Shin tertawa kecil melihat tingkah Ha Jae, yang jauh dari hadapannya itu. Dia melipat koran di tangannya, dan dengan serius memperhatikan wanita yang dia tunggu selama ini. Rasanya, Shin ingin sekali menghampiri dan memeluknya.


"Uuuwuuuuuuuu coba lihatttttttt!!" pekik Ha Jae terlihat terkejut melihat penampilan Kyun.


Shin kembali di buat tersenyum bahagia melihat tingkahnya yang menggemaskan itu. Shin merasa bahagia dan lega. Karna sudah terlihat jelas bahwa usahanya mengubah sedikit warna cafe ini tidak sia-sia.


"Apa?! Gimana keren kan??" seru Kyun berpose bak model.


"Kerennn bingitt!!" seru Ha Jae terlihat sangat kagum. "Oh uh!!! Mas nya juga. Kerennnn!!"


Ha Jae menunjuk ke arah salah satu pelayan yang melintas di belakang Kyun.


"Oh hay Nona, lama tidak berkunjung?" sapa pelayan itu.


...(Baca bab 4 "Kepulangan Choi Ha Jae")...


...----------------...


Choi Ha Jae terlihat sangat kagum dan senang melihat perubahan di tempat favoritnya itu. Shin Ji Joon terus di buatnya tersenyum bahagia dengan apa yang dia lakukan.


Tetiba Ha Jae memperhatikan sekelilingnya. Shin tersentak dan berusaha menutupi wajahnya agar tidak di lihat oleh Ha Jae.


Shin kembali melihat Ha Jae dari balik koran yang menutupi wajahnya. Ha Jae terlihat bergegas menghampiri kursi yang sudah di siapkan selalu oleh Shin.

__ADS_1


Shin mendapat informasi dari salah satu pelayan. Bahwa Ha Jae selalu memilih kursi itu menjadi tempat duduk favorit.


Bahkan dia rela berdiri menunggu pelanggan selesai menggukanan kursi itu, hanya untuk menikmati secangkir kopi. Sejak itu, Shin menyuruh pelayannya, untuk mengosongkan kursi itu, kusus untuk Ha Jae.


Shin Ji Joon tersenyum bahagia dapat melihat kembali Choi Ha Jae di hadapannya. Dia bangkit dari duduknya dan membawa secangkir Latte di hadapannya. Shin berlahan menghampiri Ha Jae.


"Annyeong haseo," sapa Shin yang sudah berdiri di hadaoan Ha Jae.


Klunting! (bunyi gelas yang di taroh di atas meja).


"Tumben cepet. Aku pesan 2 pesanan ya." sahut Ha Jae tidak mengetahui siapa yang ada di hadapanya.


Ha Jae terlihat sibuk dengan ponselnya. Shin masih berdiri di hadapan Ha Jae. Dia tersenyum kecil melihat Ha Jae yang tak menyadari bahwa itu dirinya.


Terlihat Ha Jae melirik ke atas meja setelah lama tak mendapatkan jawaban. Dia terlihat bingung dengan apa yang dia lihat di atas meja. Ha Jae melihat dengan jelas siapa yang sedang berdiri di hadapannya. Dia ternyalang saat melihat bahwa itu adalah Shin.


Shin pun tersenyum manis ke arah Ha Jae.


"Boleh saya duduk di sini??" tanya Shin dengan senyuman ramah.


"Ee, Ya, Silahkan" jawab Ha Jae dengan terbata.


"Permisi, pesanannya" sela Kyun datang dengan membawa pesanan Ha Jae. "Oh, Pak ... " Kaget Kyun saat melihat Shin duduk bersama Ha Jae.


...(baca bab "Di Acuhkan")...


...----------------...


Nguuuuukkk nguuuukkkk. (suara getar dari ponsel Ha Jae).


Choi Ha Jae tersentak dengan getaran ponsel di tangannya. Dia tanpa pampit langsung bergegas pergi kebelakang untuk mengangkatnya. Shin Ji Joon tak menganggap serius hal itu. Dia mengambil buku menu yang berada di atas nampan yang sedang Kyun pegang.


"Hai." seru Shin kepada Kyun yang terlihat terpaku melihat Ha Jae.


"Ahh, Ya?!" sahut Kyun.


"Saya tambah pesanan Tiramisu dan Kue Coklat." ucap Shin.


"Ohh, baik, Pak Manager." sahut Kyun mengeluarkan kertas di kantongnya dengan susah payah.

__ADS_1


"Panggil saja Shin Ji Joon." titah Shin.


"Ah, aku jadi tidak enak." sahut Kyun merasa segan.


"Ee! maaf, Anu, memang tak sopan, tapi aku harus segera pergi. Ada urusan mendadak." sergah Ha Jae terlihat panik.


Dia beberapa kali membungkukkan badanya untuk meminta maaf kepada Shin. Shin diam ternyalang di buatnya.


"Coco ada apa?! Ada masalah?!" tanya Kyun kepada Ha Jae.


"Aku harus kerumah sakit. Mocanya untukmu." ucap Ha Jae mendorong secangkir Mocachino double Coklat yang masih berada di nampan, ke arah Kyun. "Maaf ya, maaf Pak Shin, maaf tidak sopan, tapi saya harus pergi."


Ha Jae terus menerus membungkukkan badannya untuk meminta maaf kepada Shin. Ha Jae pun bergegas beranjak dari tempat itu. Dia tertegun dan kembali lagi le kursinya.


"Oh Boy." seru Ha Jae berbalik kembali mengambil tas belanja yang dia taruh di bawah meja.


Ha Jae memberikan tas itu kepada Kyun. "Ini oleh-oleh untukmu, di pakai ya, bay bay."


Ha Jae menepuk pundak Kyun sembari memegang pipinya, sebelum dia bergegas pergi meninggalkan Kyun dan Shin Ji Joon.


"Ee bay." sahut Kyun melambaikan tangannya ke arah Ha Jae yang sudah melesat keluar dengan cepat.


Shin Ji Joon termenung dengan senyum tipis di bibirnya. Terlihat jelas dari wajahnya bahwa dia sedang penuh dengan rasa kecewa.


"Ee, Pak Shin. Cangkir kotornya boleh saya bawa ke belakang." sela Kyun dengan gugup.


"Oh ya silahkan." jawab Shin.


"Anu, Tiramisu dan Kue Coklatnya jadi di pesan, Pak?!" tanya Kyun sembari mengambil cangkir di atas meja.


"Tidak usah. Mocachino nya saja biar untuk saya." ucap Shin sembari mengambil secangkir besar Mocachino yang berada di nampan yang Kyun pegang.


"Ya, silahkan, Pak." Kyun membungkuk merendahkan nampan yang dia pegang agar dapat di raih oleh Shin. "Permisi, Pak."


Kyun pamit undur diri kembali untuk bekerja.


"Oh ya, terimakasih." sahut Shin.


Shin Ji Joon bergeming memandangi secangkir Mocachino di hadapannya. Dia tak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan Ha Jae hari ini. Dia juga sedikit kecewa karna dia tak dapat ngopi bersama dengan Ha Jae.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2