
Pagi buta, seperti rutinitas biasa. Pukul 03:00.AM, Choi Ha Jae sudah mulai membereskan rumah. Dia juga memasak untuk sarapan nanti pagi. Selesai waktu Subuh, Choi Ha Jae sudah siap dengan barang-barangnya. Dia harus segera bergegas pergi ke Incheon pagi itu. Tak lupa, Dia meninggalkan sebuah pesan untuk Yokada. Secarik kertas itu Choi Ha Jae tempelkan di pintu kulkas.
Ting Tong Ting Tong! (suara bell berbunyi).
"Ohh Ji Joon. masuk-masuk." Seru Yokada melihat dari layar intercom monitor (Bell Camera).
Yokada membuka pintu rumahnnya dari layar intercom rumahnya. Shin Ji Joon pun bergegas masuk ke dalam rumah.
"Sillyehapnida," sapa Shin Ji Joon memberikan salam.
"Eoseooseyo. Duduk-duduk," jawab Yokada menyambut Shin Ji Joon.
"Hahhh, anggap aja rumah sendiri, mari sini. Sekalian kita sarapan." tintah Yokada mempersilahkan Shin Ji Joon untuk duduk di tempat makan yang berdesain moderen minimalis itu.
"Hag, terimakasih. Jadi merepotkan." jawab Shin Ji Joon.
Shin pun menghampiri tempat makan yang menyatu dengan dapur itu. Dia duduk di kursi kayu panjang yang bermodel klasik dengan santainya.
"Ah tidak. Santai saja, ayo temani aku sarapan." titah Yokada seraya memberikan mangkok dan sendok kepada Shin Ji Joon.
Shin Ji Joon melempar senyuman tipis ke arah Yokada. Tak sengaja, Shin Ji Joon melihat secarik kertas yang di tulis oleh Choi Ha Jae untuk Yokada. Yang sudah berada di atas meja makan.
__ADS_1
...(isi pesan)...
...----------------...
..."Senpai !! Aku berangkat ya. Aku udah masakin Soto Ayam Sepesial buat mu. Jangan telpon aku kalau cuman mau nyela Sotonya Asin 😤...
...Jangan tidur larut malam. Rumah di beresin. Jangan numpuk baju kotor. Jangan minum alkohol banyak-banyak. SAMPAH JANGAN LUPA DI BUANG!!...
...Aku padamuh 😘...
...Jaga diri baik-baik ya Senpai...
...Bay bay 😘👋"...
...----------------...
"Ini, Ayo makan yang banyak. Ini Mie dan Sayurnya, itu Telor rebus dan Kuahnya," jelas Yokada.
Yokada menujukan hidangan satu per satu kepada Shin Ji Joon.
"Hah,, Bisa racik sendiri kan Soto-nya? Kamu kan orang Indonesia ha ha," canda Yokada sembari merapikan meja dan secarik kertas yang ada di meja itu.
__ADS_1
"Iya. Lama tidak menyantap makanan Indonesia." jawab Shin Ji Joon mengambil sendok sayur untuk meracik satu per satu Soto yang di hidangkan di hadapannya.
"Kamu memasaknya sendiri? Ini kelihatan enak." tanya Shin Jo Joon tersenyum ramah seraya meracik Soto di hadapannya.
"Emm, bukan. Ini adik ku yang memasak. Aku hampir tak pernah memasak lagi setelah dia ada di sini." jelas Yokada menguyah sebuah kerupuk di mulutnya.
"Choi Ha Jae?? Rumahmu sepi. Kemana adikmu? Bukankah sebaiknya kita sarapan bersama." tutur Shin Ji Joon.
"Iya. Dia tidak ada. Pagi buta tadi dia sudah berangkat. Aku menugaskannya ke Incheon." jelas Yokada.
"Hahh, aku heran. Pemasukan dan pengeluaran normal, bahkan naik pesat. Tapi Omset yang di dapat tak sebanding. Aku curiga ada yang mencoba bermain-main denganku." ungkap Yokada.
"Maaf, bukan kah itu berbahaya untuk seorang wanita." sela Shin Ji Joon.
"Untuk wanita lain mungkin. Tapi tidak untuk Ha jae." tutur Yokada.
"Oh ya bagaimana dengan persiapan pemotretannya. Apa sudah selesai?" tanya Yokada mengalihkan topik pembicaraan.
"Hampir. Aku belum menemukan model yang tepat untuk Produkmu. Model yang aku punya sudah terlanjur terikat kontrak dengan Produk lain. Jadi aku kesulitan mendapatkan penggantinya." jelas Shin Ji Joon seraya menuang sambal ke dalam mangkoknya.
"Ya sudah, aku serahkan semua padamu. Aku yakin kau tidak akan mengecewakanku. Ayo makan," sahut Yokada mempersilahkan Shin Ji Joon menikmati hidangannya.
__ADS_1
"Mari," sahut Shin Ji Joon.
...****************...