
Tok tok tok. (bunyi pintu ruangan di ketuk).
"Yongseo. Pak, ada tuan Shin Ji Joon ingin bertemu Anda." Asisten masuk menghadap ke ruang kerja Yokada.
"Ohh, suruh masuk." titah Yokada terlihat serius dengan berkas-berkas di hadapannya.
"Annyeong haseo," sapa Shin Ji Joon masuk ke dalam ruang kerja Yokada.
"Aa Shin, masuk-masuk." sahut Yokada mempersilahkan Shin Ji Joon duduk.
"Ada apa? Tumben datang ke klinik ku? Biasanya mengajak ketemuan di Bar," gurau Yokada tertawa kecil sembari menyingkirkan berkas-berkas di hadapannya.
"Ahh tidak. Hanya kebetulan lewat saja." jawab Shin Ji Joon dengan ramah.
Shin Ji Joon meletakkan tas belanja di atas lantai. Dia duduk dengan santai di hadapan Yokada.
"Oh ya, aku dengar kamu membeli Cafe di sebrang Klinik ku ini dengan harga tinggi?? Ada apa?! Bukannya kau bisa membuat Cafe lebih besar dan maju dari Cafe kecil itu?!" tanya Yokada penuh penasaran.
"Aku hanya membeli sedikit sahamnya saja. Itu pun harganya juga murah." jelas Shin Ji Joon dengan senyuman.
"Shin Ji Joon, Shin Ji Joon. Aku mengenalmu cukup lama. Aku tau siapa kau." ungkap Yokada berjalan menuju jendela memandang Cafe di sebrang kliniknya.
"Aku suka Desain nya. Aku juga suka Nama yang di gunakan Cafe itu. Tidak mungkin jika aku membuat Cafe baru persis seperti itu." timpal Shin Ji Joon berlahan mendekati Yokada untuk bergabung melihat Cafe kecil di sebrang jalan sana.
"Oh ya, Apa kabar dengan adik mu?!" sambung Shin.
Yokada mengerutkan keningnya dan bergegas kembali ke kursinya kerjanya.
"Haahh bocah itu. Haiss!" keluhnya dengan kesal.
"Ada apa? Ada yang terjadi?" tanya Shin dengan penuh penasaran.
__ADS_1
Shin Ji Joon mengikuti Yokada kembali duduk di kursi tamu.
"Dua minggu lalu ada kekacauan besar di Gudang. Ada beberapa preman mengobrak-ambrik gudangku dan melukai banyak buruhku. Termaksud Ha Jae." jelasĀ Yokada.
"Benarkah?! Lalu bagaimana keadaannya?" tanya Shin penuh penasaran.
"Semua terluka. Haiiss, dia memang keras kepala. Aku sudah menyuruhnya untuk berhenti dan kembali ke Daejeon. Tapi sampai saat ini belum kembali juga, dia benar-benar keras kepala." sambung Yokada penuh kekesalan.
"Kau tidak kesana untuk melihat keadaannya?" tanya Shin merasa khawatir.
"Aku tidak bisa kesana. Jika aku kesana, semua rancana ku pasti akan hancur." terang Yokada dengan bingung.
"Bahkan aku tidak tau bocah itu terluka parah atau tidak." imbuhnya.
"Di mana letak gudangmu?!" tanya Shin dengan penuh penasaran.
"Di pelabuhan Incheon. Gudang itu satu-satunya gudang besar di sana." jawab Yokada.
"Kau mau kesana untukku?" tanya Yokada kepada Shin Ji Joon.
"Eeh tidak." sanggah Shin melempar senyuman tipis.
"Oh iya. ni untuk adikmu," Shin Ji Joon memberikan sebuah tas belanja yang ia bawa kepada Yokada.
"Waktu pemotretan itu. Adikmu membuat janji denganku melalui pesan. Dia ingin memberikan berkas yang kau titipkan padanya. Tapi karna ponselku ketinggalan aku tidak tau dengan janji yang dia buat. Aku rasa dia sedikit kecewa. Aku meberikan itu untuk tanda permintaan maafku. Aku sangat merasa bersalah." jelas Shin Ji Joon menceritakan keadaan yang sebenarnya kepada Yokada.
Yokada melihat isi Tas belanja di tangannya. Dia menatap Shin Ji Joon dengan serius.
"Tas?!" tanyanya seraya memgeluarkan Tas Mahal keluaran terbaru itu.
"Aku harap adikmu menyukainya." ungkap Shin dengan rasa tidak enak.
__ADS_1
Yokada melihat dengan detail Tas mahal keluaran terbaru itu. Ia lalu tersenyum tipis kepada Shin Ji Joon. Yokada dengan santai memasukan kembali Tas mahal itu ke dalam tas belanjanya.
"Ambil kembali." titah Yokada.
Yokada memberikan kembali tas belanja itu kepada Shin Ji Joon.
"Dia tidak akan suka dengan Tas itu." sambung Yokada.
Yokada bangkit dari duduknya. Dia menuju Kulkas yang ada di pojok ruangan miliknya. Yokada mengambil 2 kaleng minuman dan memberikan salah satunya kepada Shin.
Yokada menyenderkan tubuhnya di meja kerja miliknya. Yang tepat berada di hadapan Shin Ji Joon.
"Adik ku itu unik. Dia tidak seperti wanita kebanyakan yang menyukai barang-barang seperti itu." jelas Yokada.
Yokada dengan santainya menikmati minuman di tangannya. Yokada berpaling dan kembali duduk ke kursinya.
"Jika dia kembali nanti, atur waktumu. Ajak dia pergi ke Jungang untuk jalan-jalan sebentar, dia pasti menyukainya." titah Yokada memberikan saran kepada Shin Ji Joon.
Shin Ji Joon hanya terdiam melihat isi tas itu. Dia tersenyum tipis mendengar ucapan Yokada. Shin kembali menaruh tas belanja itu di lantai. Shin Ji Joon meraih sebuah kaleng minuman di hadapannya, lalu minumannya.
"Jungang?! Hag, bukan kah itu pasar??!" tanya Shin penuh ragu.
"Hemm. Jika kau mau." sahut Yokada.
"Jika dia pulang nanti aku akan meberitahumu." sambung Yokada.
"Terimakasih," sahut Shin Ji Joon tersenyum tipis.
Dia dengan santai menikmati minuman yang di hidangkan Yokada. Perbincangan mereka pun begitu sangat santai dan damai.
...****************...
__ADS_1