Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Pesonanya


__ADS_3

"Jadi dia sudah berubah?" ucap Shin menyeringai melajukan mobilnya membelah dinginnya malam.


...----------------...


Beberapa hari setelah itu. Shin mendapat sebuah undangan tertulis dari Yokada. Undangan pembukaan cabang ke 2 Asian Production yang di dirikan di Daejeon.


Perusahaan yang di pimpin oleh William Yokada Yoshida. Salah satu pengusaha terkenal di Asia.


Shin bersiap untuk pergi ke acara malam itu. Dengan Jas Hitam berpadu pada dengan Celana hitam, dia memakai kemeja Merah Maroon yang membuatnya terlihat sangat gagah menawan.


Shin melajukan kencang mobil Lamborghini Hitam miliknya. Menyatu dengan kegelapan malam dan aspal hitam kota Daejeon.


Tak berapa lama dia melajukan mobil hitam itu. Dia sudah sampai di sebuah gedung megah yang menjulang tinggi di tengah kota. Tempat di mana acara spesial di rayakan.


Suasana di sana, terlihat begitu sangat meriah. Dengan arsitektur yang megah, gemerlapnya tamu-tamu besar yang hadir di sana, menambah suasana glamour nan mewah acara malam itu.


Shin berlahan dengan gagah masuk ke dalam ruangan. Seketika, dia menjadi pusat perhatian semua mata yang melihat.


Bagaimana tidak, putra tunggal dari orang terkaya di Indonesia. Anak dari Pengusaha no.1 di Asia, dia hadir tak terduga di acara malam itu.


Selain itu, Shin Ji Joon juga salah satu pengusaha hebat, dalam bidang Entertaintment yang memiliki citra bagus di Korea. Pengusaha muda yang berbakat, dia selalu menjadi sorotan banyak media lokal.


Dengan tubuh tinggi dan paras yang tampan, terlebih lagi dia masih berstatus lajang. Banyak sekali wanita, bahkan pengusaha, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mereka berlomba-lomba untuk menjodohkan anak gadis mereka dengan Shin.


Walau pun begitu, Shin masih belum memutuskan dengan siapa dia akan mengakhiri masa lajangnya. Selain itu, Shin juga belum pernah sekali pun, di kabarkan memiliki hubungan spesial dengan seorang wanita.


Walau dia sering terlihat pergi dan makan bersama salah satu purti pengusaha terkenal rekan Ayahnya. Tapi Shin Ji Joon selalu menampik jika mereka memiliki hubungan spesial.


"Halo Shin Ji Joon. Selamat datang, selamat datang. Mari kita nikmati pesta." sambut Yokada sengan bangga menghampiri Shin.


"Ah halo. Selamat atas berdirinya Asian Production di Daejeon. Agaknya kita akan sering bertemu." gurau Shin menerima sambutan Yokada.

__ADS_1


"Itu pasti ha ha ha." sahut Yokada menepuk punggung Shin.


Dia mengajak Shin untuk bergabung dengan beberapa orang besar yang berkumpul di antara keramaian.


"Perhatian semuanya!" seru Yokada. "Terimakasih sudah hadir dalam acara pembukaan cabang kedua Asian Production. Tak di sangka, aku bisa menikmati suasana baru di luar Seoul. Aku harap, di Daejeon ini, Asian Production semakin besar dan besar lagi, ha ha ha. Mari bersulang!"


"Bersulanggg!!" sahut hadirin di pesta itu menyambut sambutan Yokada.


Semua terlihat menikmati pesta dengan gembira, kecuali Ha Jae. Dia diam-diam mencoba keluar dari kerumunan. Ha Jae pergi keluar aera pesta menuju sebuah lorong. Dia tertegun di depan sebuah jendela ujung lorong.


Shin yang tak sengaja melihat Ha Jae keluar dari aera pesta pun, dengan diam-diam mengikutinya. Shin terpana melihat Ha Jae yang terlihat sangat anggun, dengan baju Muslim sederhana berwarna hitam putih yang dia kenakan.


Dengan baju itu, Ha Jae terlihat sangat mencolok dari yang lainnya. Karna hanya dia lah satu-satunya wanita yang memakai baju Muslim di pesta tersebut.


Shin bersembunyi di ujung lorong dengan seksama memperhatikan Ha Jae yang tertegun berdiri di depan jendela gedung.


Ha Jae yang tidak menyadari ke hadiran Shin pun, berdiri tertegun memandang jauh keluar jendela. Dia terlihat sangat sendu dengan tatapan kosong penuh arti.


Shin yang hanya bisa diam terpaku memperhatikan Ha Jae dari ujung lorong.


Wajah manis yang bergitu indah di terpa sinar rembulan dari balik jendela. Seperti menghipnotis Shin untuk tidak melepaskan pandangannya.


Tidak beberapa lama Ha Jae berdiri di sana. Dia berbalik untuk kembali ke acara pesta. Shin tersentak bergegas pergi untuk bersembunyi darinya.


"Ha Jae, kau dari mana hah?!" Yokada keluar dari area pesta, menghampiri Ha Jae yang sudah berdiri di pintu masuk.


"Aaa, aku dari toilet sebentar." ucap Ha Jae.


"Ya sudah, ayo masuk. Aku akan kenalkan kamu ke seseorang." ucap Yokada merangkul Ha Jae mengajaknya masuk ke dalam pesta.


Ha Jae pun berlahan mengikuti Yokada membelah kerumunan tamu. Shin, yang masih diam bersembunyi di pintu masuk pun tersenyum tipis dengab lega. Dia merasa begitu senang telah mengetahui nama gadis yang menarik perhatiannya itu.

__ADS_1


"Ha Jae." ucap Shin sebelum keluar dari persembunyiannya.


Pesta pun telah usai, hari bergantin dengan sangat cepat. Tapi Shin masih belum bisa melupakan wajah gadis itu. Dia selalu terbayang dengan sosok Ha Jae yang begitu mencolok di matanya. Dia tak henti-hentinya memikirkan gadis berkulit sawo matang itu. Benar-benar gadis itu sudah mengusik hidupnya.


Tinggg. (bunyi notifikasi ponsel).


^^^(pesan dari William Yokada)^^^


^^^----------------^^^


Yokada : "Shin, malam ini kau ada acara?"


Yokada : Datanglah ke rumah. Malam ini aku mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah."


...----------------...


Shin tersenyum bahagia membaca isi pesan tersebut. Berasa, inilah kesemapatan berharga untuknya. Dia bisa mencari tau lebih jauh lagi tentang gadis yang bernama Ha Jae itu.


^^^(pesan dari William Yokada)^^^


^^^----------------^^^


Shin Ji Joon : "Okay."


Shin Ji Joon : "Kebetukan saya sedang tidak ada acara."


Shin Ji Joon : "Terimakasih atas undangannya."


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2