
Ting tong. Ting tong! (suara bell rumah).
"Biar aku yang buka." ucapku bergegas menghampiri pintu.
"Yo! Ayo masuk," titahku kepada seseorang.
Big Man berlahan masuk mengikutiku ke dalam rumah. Dia memperhatikan tempat sekitar yang terlihat asing baginya itu.
"KYA!!! ********!! SEDANG APA KAU KKESINI?!" hardik Yokada bangkit dari duduknya.
Dia menghampiri dan menarikku dari samping Man. Yokada memberikan tatapan tajam ke arah Man. Man terlihat santai bergeming di hadapan Yokada yang tak memberikan sambutan menyenangkan itu.
"Seenpaiiiii," selaku menarik tangan Yokada memintanya agar lebih tenang.
"Dia tamu. Aku yang menyuruh nya ke sini," tegasku melihat Yokada dengan tatapan polos.
"APA?! Bocah!" sergah Yokada melepaskan tangannya.
Yokada bergi ke meja bar untuk menikmati soju untuk menenangkan dirinya. Ia menuang segelas minuman lalu meminumnya.
"KAU TIDAK TAU DIA SIAPA HA!!?" hardik Yokada tersirap menunjuk ke arah Man.
"Aku tau." bujukku tersenyum ke arah Yokada.
"Oh ya, semua pasti belum tau?. Perkenalkan, ini namanya Mamat. Dia dari Indonesia, sama sepertiku." jelasku memperkenalkan Man.
"Di Korea dia di panggil dengan sebutan Big Man." imbuhku menarik tangan Man untuk memperkenalkannya dengan sahabat-sahabatku.
"Man, perkenalkan, Dia Hani, yang itu Jennie, mereka sahabatku. Dan itu Kyun, aku memanggilnya The Boy, dia juga sahabat ku. Aku rasa kalian cocok ngopi bareng." terangku menatap Man dengan senyuman tipis. "Yang itu Sekertaris Min Ho. Dia kepercayaan Pak Yokada untuk mengurus pemasaran di Daejeon.Kau akan sering berinteraksi dengan nya. Yang itu istri Sekertaris Min Ho. Namanya Bibi Min Sae. Nah yang ituuuu ... "
Aku melihat ke arah Shin Ji Joon yang tertegun memandangku.
"Dia adalah pengusaha muda terkenal di Daejeon. Dia rekan bisnis Pak Yokada. Siapa tau dia nanti bisa isi kantongmu." imbuhku menepuk pundak Man.
Aku menghampiri Yokada merangkul tangannya.
"Ini Pak William Yokada Yosida." seruku menatap muka Man dengan serius. "Dia Bosku yang galak. Orangnya memang tensian. Itu karna dia padah kuh,"
"Huuuu makhluk ini. Jangan percaya!!" celetuk Kyun.
"Hoak hoak." sungut Hani, Jennie dengan kompaknya.
Ha Jae menarik Man untuk duduk di samping Hani. Shin tersenyum melihat tingkah Ha Jae yang bisa dengan mudah mencairkan suasana.
Sedangkan Yokada, masih terlihat sangat kesal dengan keputusan Ha Jae, mengundang Big Man ke acara pesta kecil mereka.
__ADS_1
Semua pecah dalam canda tertawa. Kecuali Yokada yang memilih menyendiri di Bar. Ha Jae sesekali memperhatikan Yokada dan Man yang terlihat sesekali melempar tatapan tajam satu sama lain.
"Emm, Boy." panggil Ha Jae kepada Kyun. "Man, baru datang dari Incheon. Dia belum punya tempat tinggal di sini. Boleh gak kalau dia tinggal bersamamu untuk beberapa saat? Dari pada tinggal denganku. Kamu tau kan."
Ha Jae melirik ke arah Yokada. Ha Jae kembali melihat ke arah Kyun dan memberi kode bahwa Yokada pasti akan menolak, jika Man tinggal di rumahnya.
"Oh okay!! Man, nanti kamu tinggal bersamaku ya. Tenang Bro, kita bisa begadang tiap malam!" seru Kyun kepada Man dengan semangat.
Man hanya membalas dengan senyuman kecil di bibirnya.
Ha Jae melirik ke arah Man yang masih terlihat sangat canggung. Ha Jae tau, Man hanya belum terbiasa dengan suasana ini.
Dia sangat yakin, jika Man akan cocok di lingkungan baru ini. Ha Jae sengaja memanggil Man ke sini untuk mengantikan beberapa urusannya untuk sementara waktu.
...----------------...
Setelah acara makan malam selesai. Semua mulai berpamitan satu per satu.
"Pak Yokada, terimakasih atas undangannya, kami senang sekali. Ha Jae, ganbatte!! sampai jumpa di kantor besok." pamit Sekertaris Min.
"Ya ya, sering-sering main ke sini, hati-hati di jalan." jawab Yokada menepuk punggung sekertaris Min.
Yokada mengantarkan mereka sampai ke depan rumah.
"Ya bay semuanya," sahut Sekertaris Min dan istrinya berpamitan.
"Ha Jae, aku nginap di sini ya." pinta Jennie memegang tangan Ha Jae dengan manja.
"ENGGAK!!" jawab Ha Jae dengan tegas. "Aku pengen tidur bergaya bebas, dan gak mau di ganggu, mengerti!!"
"Yaahhhh." keluh Jennie kecewa.
"Sayang, anterin aku pulang." bujuk Jennie kepada Kyun.
"Ahhh gak bisa, rumah kita berlawanan. Lagi pula aku pulang bersama Man." jawab Kyun merangkul pundak Man yang berdiri di sebelahnya.
Man menepis rangkulan itu seakan tak nyaman dengan itu semua.
"Hani, kamu bawa mobil?!" tanya Ha Jae kepada Hani.
"Enggak, aku bisa naik Taksi." sahut Hani.
"Tunggu sebentar." seru Ha Jae bergegas masuk kedalam rumah.
Ha Jae dengan cepat mengambil sebuah kunci mobil yang tergantung di dinding.
__ADS_1
"Boy, nih." seru Ha Jae melemparkan sebuah kunci mobil kepada Kyun.
"Kamu pakai mobil Senpai. Kamu harus antar Hani dan Jennie sampai rumah. Besok mobilnya biar Man yang bawa ke kantor. Okay." titah Ha Jae.
"Yha itu mobi-" celetuk Yokada.
"Ssstttt!" sahut Ha Jae menyela Yokada.
"Senpai, besok gak ke kantor." tegas Ha Jae dengan sangat yakin.
"Yhaa Senpai!!" sergah Ha Jae.
Ha Jae mencoba menghalangi Yokada yang berusaha mendekat untuk merebut kunci mobil dari tangan Kyun.
"Sudah kalian pergi sana, Mahluk satu ini biar aku yang urus. Hati-hati di jalan." titah Ha Jae.
"Selamat malam. Bay," teriak mereka.
Mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil dan berlahan pergi meninggalkan tempat itu.
"Yokada diam! Aku yakin besok kamu gak akan pergi ke kantor. Aku berani taruhan soal itu " ucap Ha Jae menatap tajam ke arah Yokada.
"Hais kau ini!" sahut Yokada.
Dengan kesalnya, Yokada bergegas masuk kedalam rumah.
"Yha Shin, kita minum dulu, Ayo," pinta Yokada mengajak Shin yang berdiri di hadapan tanaman rempah yang Ha Jae taman.
Shin hanya mengangguk melempar senyuman tipis. Dia berlahan membuntuti Yokada ke ruang santai yang berada di lantai bawah.
Sedangkan Ha Jae, merapikan semua barang yang berantahkan. Setelah selesai, dia langsung masuk ke kamar untuk membersihkan badannya.
Selesai membersihkan diri. Ha Jae menghampiri lemari putih besar yang ada di balik kamar mandinya.
Dia membuka lemari besar itu lalu menarik beberapa potong pakaian yang tersusun rapi. Ha Jae dengan tetiba tersentak karna mengingat sesuatu hal.
Ohhh mwo!! Sebentar! Tersentak Ha Jae dalam hati.
"ASTAGAAAA!!!" Panik Choi Ha Jae berlari tunggang langgang ke lantai bawah.
Dia menuju ke salah satu ruangan yang tak jauh dari anak tangga.
"SENNPAIIIIII!!!!" pekik Choi Ha Jae membuka pintu sekuat tenaganya.
...****************...
__ADS_1