Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Semakin Dekat


__ADS_3

"Maaf." seru Ha Jae sebelum bergegas naik ke dalam rumahnya.


Dengan berlahan, Shin Ji Joon melajukan mobil yang dia tumpangi. Sesekali dia sersenyum bahagia. Dia sangat yakin, bahwa Choi Ha Jae juga menyukainya.


...----------------...


Sejak hari itu Shin semakin yakin akan perasaannya kepada Ha Jae. Dia selalu menyempatkan diri datang ke rumah Yokada. Tapi sayang, Ha Jae selalu tak berada di rumah.


Klekk. (suara pintu di buka).


"Selamat pagi Tuan. Silahkan masuk." sambut Yu Hee.


"Pagi, Tuan Yokada ada?" tanya Shin.


"Sedang sarapan di dalam, Tuan. Silahkan." jawabnya.


Shin bergegas masuk menuju ruang makan. Tak seperti biasanya, Shin terlihat santai dan ceria. Dia menganggap rumah itu seperti rumahnya sendiri. Seperti saat rumah itu memberikan banyak kenangan untuknya.


"Sudah lama aku tidak merasakan perasaan seperti ini. Sama seperti saat dulu aku rasakan." gumam Shin dalam hati.


Shin menghampiri Yokada yang duduk di meja makan menikmati sandwich di tangannya. Tanpa ragu, Shin mengambil sepotong sandwich tanpa Yokada suruh.


"Oh Shin, masuk. Ayoo,," ucap Yokada tertegun saat melihat sikap Shin yang terlihat berbeda.


"Kenapa?!" tanya Shin duduk di hadapan Yokada sembari menikmati sandwich di tangannya.


"Ahh tidak. Lupakan. Ayo makan." sahut Yokada.


Yokada sedikit merasa aneh kepada sikap Shin.


"Tidak biasanya anak ini sesantai ini di rumah ini. Seperti Shin Ji Joon yang lama hilang. Ahh sudahlah, mungkin dia sudah mulai menerima kenyataan dan hidup kembali seperti dulu. Atauu ... ??!" batin Yokada.


"Kenapa kau bengong. Ada yang salah?!" tanya Shin.


"Ahh tidak. Soal Yura. Apa dia bersedia kembali membintangi produkku?" tanya Yokada.

__ADS_1


"Semua sudah beres. Iklan mu sudah mulai proses editing. Kau tenang saja." jawab Shin.


"Syukurlah." sahut Yokada.


"Choi Ha Jae tidak kelihatan." celetuk Shin.


"Hah? Oh bocah itu," sahut Yokada.


"Hais! Benar dugaanku. Semua karna bocah itu." batin Yokada.


"Dia pergi tadi pagi." sambung Yokada.


"Kemana?" tanya Shin.


"Aku tidak tau." sahut Yokada. "Tapi jika besok lusa aku tau dia akan pergi kemana."


"Besok lusa? Memang mau kemana dia?!" tanya Shin.


"Indonesia." jawab Yokada.


"Ha ha ha ha kau ini." seru Yokada merasa puas.


Yokada semakin yakin bahwa Shin sangat tertarik dengan Ha Jae. Dia tau bahwa Shin punya perasaan kepada Ha Jae. Begitu pun sebaliknya.


Mengetahui akan hal itu. Yokada merasa senang. Tapi di sisi lain, Yodaka juga sangat cemas. Dia senang karna kehadiran Ha Jae dapat mengubah Shin kembali ke kehidupannya yang dulu. Tapi Yokada juga khawatir, jika Shin mengetahui siapa sebenarnya Ha Jae.


"Choi Ha Jae. Dia itukan orang Indonesia. Pastinya pulang kampung. Lagi pula, dia sering pulang ke Indonesia untuk berlibur. Baginya, tak ada tempat yang nyaman selain di Indonesia." tutur Yokada.


"Dia bisa lama di Indonesia. Tidak pasti." sambung Yodaka.


"Lusa ikutlah bersama kami mengatar bocah itu ke Bandara. Dia pasti akan sangat senang." imbuh Yokada.


"Benarkah. Apa tidak menganggu?" tanya Shin.


"Dia akan senang. Percayalah." sahut Yokada.

__ADS_1


"Dia tidak punya banyak teman dan kenalan di Korea. Jadi aku yakin dia akan sangat senang. Ayo habiskan." jelas Yokada.


Shin merasa itu adalah kesempatan bagus untuk dia agar semakin dekat dengan Ha Jae. Dengan adanya Yokada. Shin semakin mudah mencari informasi dan lebih dekat lagi dengan Ha Jae.


......................


"Kau pesan apa?!" tanya Ha Jae kepada Man.


"Yang seger." jawabnya datar.


"Mbanya yang itu mau gak?!" goda Ha Jae menujuk ke salah satu pegawai itu Cafe.


"Cih." gumam Man. "Mocachino."


"Maaf kakak, mau pesan apa?!" sela seorang pegawai menghampiri mereka berdua.


Sore itu Ha Jae dan Man, bersinggah di Cafe Shop tempat Kyun berkerja. Tapi sore itu, Ha Jae tak menemukan sahabatnya itu di tempat kerjanya.


"Maaf, Kyun di mana?" tanya Ha Jae.


"Oh Kyun. Dia hanya kerja setengah hari. Katanya ada urusan." jawab pegawai itu.


"Oh." sahut Ha Jae. "Kami pesan Mocachino 1, Coklat Panas dengan toping Krim dan coklat 1, Kue coklat 1, Kue Roseberry Marshmallow 1."


"Baik kak, akan segera kami siapkan. Silahkan menunggu sebentar." ucap karyawan itu.


"Terimakasih" sahut Ha Jae.


Ha Jae bersama Man menuju ke sebuah kursi yang biasa Ha Jae duduki. Ntah kenapa serasa kursi itu selalu kosong untuknya. Padahal jika di lihat, pengunjung Cafe Shop tak pernah sepi dari pelanggan.


...(baca bab "Sisi lain")...


Tak lama kemudian, Shin pun datang ke Cafe itu. Dia melihat Ha Jae dan Man yang sedang asik bercengkraman bersama. Dengan hati-hati Shin mengawasi mereka berdua dari kejauhan.


Mereka terlihat sangat serius membahas sesuatu. Shin tak pernah melepaskan pandangannya sedikit pun dari mereka. Dia begitu penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2