Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Darah Perjaka


__ADS_3

Yokada hanya diam mendengar jawaban Ha Jae. Tak lama Yokada menghampiri Shin. Ha Jae pun mengikutinya dari belakang. Sesampai di sana, Yokada terlihat bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


"Hoe Shin." seru Yokada.


...----------------...


Dengan tetiba, Yokada menonjok muka Shin saat dia berpaling ke arah Yokada.


Bdrukkk!!!


Tonjokan keras menghantam rahang Shin hingga mulutnya mengerluarkan darah segar. Shin dengan menahan rasa sakit terlihat begitu bingung dengan apa yang Yokada lakukan padanya. Beberapa rekan pun terlihat menenangkan Yokada dengan tetiba menonjok Shin.


"Hei hei sabar. Ini hanya masalah kecil." ucap salah satu dari mereka.


"Apa yang kau lalukan hah?!" seru Yosima.


"Sudah Pak sudah." sela Min Ho.


Ha Jae berjalan menyela di antara mereka menghampiri Shin. Dia memegang dagu Shin tanpa ragu. Shin pun yang masih kaget dengan sikap Yokada, di buatnya ternyalang dengan apa yang Ha Jae lakukan.


"Haagh,,"


Ha Jae mengusap bibir Shin dengan berlahan hingga darah segar yang mengalir dari bibirnya terkuras habis berpindah ke tangan Ha Jae.


"Tidak sakitkan? Hanya minta sedikit." ucap Ha Jae menatap Shin yang tertegun di depannya.


Ha Jae lalu berjalan ke arah depan mobil. Sebelum dia masuk ke dalam pengemudi mobil, Ha Jae mengoleskan darah segar yang ada di tangannya ke pohon yang mobil itu tabrak. Ha Jae pun langsung bergegas ke dalam mobil untuk memgemudikan mobil itu.

__ADS_1


"Hei hei, awas! Ayo kita naik ke atas untuk kembali ke mobil kita masing-masing. Shin, kau masuk kedalam mobilmu, cepat." seru Yokada tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.


Shin masih tertegun bingung dengan apa yang terjadi. Bergitu juga dengan yang lainnya.


"Hai, ayo cepat masuk." titah Yokada sekali lagi.


Tinnnnnnnnnnn!! Tin tin tin tinnnnnnnn!!


Ha Jae membunyikan klakson mobil beberapa kali untuk memberi aba-aba yang lainnya untuk segera bubar.


Tinnnnnnnn!!! Tin tin!!


Sekali lagi Ha Jae membunyikan klakson mobil yang membuat Shin tersadar bahwa dia harus segera masuk ke dalam mobil. Setelah Shin masuk kedalam mobil, tetap duduk di sebelah Ha Jae yang mengambil alis pengemudi. Shin masih ternyalang menatap Ha Jae.


"Sabuk." ucap Ha Jae.


Ha Jae melihat rekan-rekan yang lainnya dari jendela mobil. Serasa semua sudah kembali masuk kedalam mobil. Ha Jae menutup jendela mobil dan menlakson keras tiga kali untuk menandakan dia siap melaju.


Tinnnnnnnnnn!! Tinnnnnnnn! Tinnnnnnnnnnn!


Ngunggggggg Ngungggg!


Dengan cepat Ha Jae memundurkan mobilnya mengambil ancang-ancang untuk menerobos masuk kedalam semak belukar di depannya.


Tanpa henti dia terus menancapkan gas kuda besinya tanpa takut apa yang ada di balik semak belukar di depannya. Shin terlihat begitu tegang dengan apa yang Ha Jae tunjukan. Dia dengan kuat berpegangan dengan rasa ngeri yangbterlihat jelas dari raut muka nya.


Tak berapa lama, Ha Jae menambah kecepatan mobilnya dan melesat dengan cepat menerobos semak belukar.

__ADS_1


Kretakkk!!


Kaca depan mobil pun retak karna terhantam oleh ranting pepohonan yang di terjang. Sebuah lonjakan kencang yang membuat mobil itu melayang masuk ke jalur utama perjalanan. Rasa lega yang puas pun Ha Jae tunjukan dengan sinisnya.


"Ojo remehke wong Jowo." (Jangan remehkan orang Jawa.) gumam Ha Jae tersenyum menyeringai.


Ntah pada siapa kata-kata itu dia ucapkan. Yang jelas Shin diam ternyalang terpaku di sebelah Ha Jae. Dia sangat terkejut dengan apa yang Ha Jae lakukan.


Ha Jae tanpa perduli dengan Shin turun dari mobilnya dan menghampiri dua mobil yang baru datang dari arah belakangnya. Tak berapa lama turunlah rekan-rekan yang lainnya dari dalam mobil-mobil itu. Ha Jae memperhatikan satu per satu dari mereka, untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.


"Luas biasa. Kau hebat sekali." puji Yosima bertepuk tangan untuk Ha Jae.


"Memangnya karna apa dia aku ajak." ucap Yokada.


"Aku rasa semuanya lengkap. Jadi lebih baik kita semua segera keluar dari hutan ini. Perutku sudah lapar, besok harus kerja. Jadi lebih baik sampai di rumah sebelum petang." tutur Ha Jae.


"Ha ha ha, agaknya sekarang kau lebih pantas memimpin tim, ha ha." gurau Kang Kwa memuji.


"Sudah sudah, ayo kita berangkat. Masalah sudah beres, semoga setekah ini perjalan kita lancar." ucap salah satu dari mereka.


Mereka pun bergegas kembali ke dalam mobil mereka masing-masing. Ha Jae berbalik ingin masuk ke dalam mobil. Di kagetkan dengan Shin yang sudah berdiri di belakangnya.


Shin masih terdiam bingung dengan semua itu. Ha Jae tanpa ragu meletakan tanganya di dada Shin yang membuatnya ternyalang kembali.


"Kau tidak punya penyakit jantungkan?! Biar aku yang mengemudi. Ayo." ajak Ha Jae kembali ke dalam mobil.


Tanpa pikir panjang Shin mengikuti Ha Jae kembali kedalam mobil. Dia memasang sabuk pengaman dengan erat. Ha Jae tersenyum tipis melihat hal itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2