Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Desainer Kondang


__ADS_3

"Manager So Mie," panggil Ha Jae.


"Ya, Nona?" jawab So Mie.


"Apa Hang Gun sudah datang?" tanya Ha Jae.


"Belum, Nona." jawabnya.


"Ya sudah," sahut Ha Jae.


"Kenapa nyari Hang Gun," tanya Hani.


"Oh, tidak. Aku menyuruhnya menjemput Afi di Hotel." jawab Ha Jae.


"Afi?! Afi siapa?" Hani mendekat ke arah Ha Jae dengan penasaran.


"Kau tidak kenal?!" tanya Ha Jae menatap Hani.


"Hemm," Hani menggelengkan kepalanya.


"Arif Firdaus. Dia Desainer terkenal di Indonesia dengan rancangan busana yang unik dan mewahnya," jelas Ha Jae. "Rancangannya pernah di pakai Miss Indonesia di acara Ratu Kecantikan Dunia,"


"O MY GOOD! Arif?! Arif aku kenao banget. Aku suka rancangannya yang di pakai Rihana. Itu keren sekali," tutur Hani.


"Nona, mengundangnya kesini?" sela So Mie mendekat ke arah Ha Jae.


"Emm, Ya. Aku memintanya untuk mengoreksi desain yang akan kita pakai untuk client kita ini," tutur Ha Jae.


"Wao! Nona hebat sekali. Bisa mengundang Desainer kondang seperti dia. Aku beruntung kerja di sini," puji So Mie.


"Ah, bisa saja. Aku juga sangat susah mengundangnya. Bersyukur saja, karna aku orang Indonesia, dia jadi tertarik dengan apa yang aku tawarkan." jelas Ha Jae.


"Nanti aku boleh gak foto sama dia?! Uhhh, aku gak mau sia-siakan kesempatan ini," ucap Hani.


"Boleh saja, tapi kalaian jaga sikap ya. Dia tamu istimewa kita," tutur Ha Jae.


"Pasti," jawab Hani dan So Mie secara bersamaan.


......................


Tok Tok!


"Permisi?!" ucap Hang Gun masuk ke ruangan.


Hang Gun datang bersama lelaki bertubuh besar yang sangat familiar di mata semua orang. Siapa lagi kalau bukan Arif Firdaus.


"Arif?!" guman Hani dengan lirih.


Hani mendekat ke arah So Mie yang berdiri di sampingnya. Sedangkan Ha Jae, berjalan mendekati lelaki yang akrab di panggil Afi itu.


"Selamat datang di Simansi," sambut Ha Jae.


"Oh My Good! Hai, seneng bisa ke sini," sahut Afi dengan gemuai. "Wao, i like it. Desainnya adem banget, rapi,"


Afi berkeliling ruangan yang penuh bahan dan pernak-penik dunia jahit itu. Dia melihat satu per satu kain dan manik-manik yang tersusun rapi di ruangan itu.


"Gue berasa kaya di Indonesia," celetuk Afi. "Hebat lho, di Korea tapi koleksi Batiknya sebanyak ini. Ada songket juga, WAO!"


"Justru karna di Korea, aku sengaja stok kain lebih banyak. Kalau di Indonesia, kita butuh bisa langsung belanja. Tapi di luar Negeri seperti ini. Tau sendiri ekspor impor lama. Bisa-bisa client kabur, he he," tutur Ha Jae.


"Bener sih," sahut Afi. "Trus apa nih, Say?! Mana yang harus gue lihat?"


Ha Jae bergegas ke meja kerjanya dan menunjukan beberapa desain baju pengantin yang sudah dia kantongi. Ha Jae dengan semangat menunjukannya kepada Afi.

__ADS_1


"Gimana?! Mana yang bagus aku suguhkan ke Clientku?" tanya Ha Jae. "Aku harus buat clientku puas dan dapat mengangkat nama Indonesia,"


Afi melihat satu per satu desain di tangannya itu. "Minggir," titah Afi duduk di kursi kerja Ha Jae.


Afi dan Ha Jae seperti teman lama. Walau sebenarnya itu kali pertama mereka bertemu. Afi dengan jeli melihat desain di tangannya itu. Tanpa ragu dia mencoret dan menghapus gambar di kertas yang dia pilih.


"Udah bagus sih, Say. Cuman ada beberapa yang penempatan Batik dan aplikasi yang kurang cocok," jelas Afi. "Siapa yang desain?!"


"Kreator dari Indonesia," celetuk Ha Jae. "Aku menyuruh beberapa kreator anime untuk menggambarkan desain gaun pengantin bertema Indonesia yang Anggun dengan Nuansa Batik. Ya, itu lah hasilnya,"


"KawaiKun ya?!" celetuk Afi.


"Ahhh, ya," jawab Ha Jae dengan ragu.


"Pantes familiar sama desain dan gambarnya," jelas Afi.


"Apa desainnya pernah di pakai?! Tau dari mana?!" tanya Ha Jae penasaran.


"Ya tau lah, diakan editor gue, Say," seru Afi.


Ha Jae ternganga di depan Afi. Dia tak menyangka bahwa desain yang dia beli dari editor Afi sendiri.


"Pinter ya lo milih desain," puji Afi.


Afi mengeluarkan ponsel dari tas miliknya. Dia terlihat sedang menghubungi seseorang. Ha Jae masih bergeming dengan sesekali melihat ke arah Hani dan So Mie yang tertegun di sampingnya.


"Halo! Heh, Jul! Lo desain ulang ya, desain yang gue kirim ke lo, itu. Coretan gue lo perbaiki. Trus lo kirim ke gue secepatnya. Cepetan! Jangan lama-lama. 15 Menit jadi, okay!" titah Afi kepada seseorang di ujung telepon. "Heh! Tu desain dari elo. Katanya lo yang bikin. Masa desain sendiri gak bisa perbaiki! Alesan!"


"Siapa?! Belum pernah desain buat Kakak aku," sanggah KawaiKun.


"Eh lo jangan ngeles! Lo desain emang bukan buat gue. Tapi buat Simansi. Ngaku lo! Ketahuan lo," sergah Afi.


"Oh, Simansi yang di Korea?! He he," jawab KawaiKun.


Afi menutup teleponnya dan meletakkan ponselnya di atas meja. Dia melihat Ha Jae di depannya yang tertegun melihatnya.


"Lo kenapa, Say?! Kaget ya?! Gue emang gini orangnya. Dah lah, restoran yang enak di mana? Mau makan gue, laper." ucap Afi.


"Ahh, sorry anu, sedikit kaget. Aku gak nyangka bahwa akan seberuntung ini. Dapat desain dari editor ternama di Indonesia. Dan bisa di kunjungi pula sama orangnya langsung. WAO, aku sangat berterimakasih," tutur Ha Jae.


"Iye, kagak udah lebay. Laper gue," sahut Afi.


"Oh ya, Maaf. Mari silahkan, akan aku temani." ucap Ha Jae. "Hani, So Mie. Yuk, kita sarapan bersama,"


"Ah, maaf Nona. Bukan menolak, tapi saya sudah sarapan. Lagi pula masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan secepatnya." tolak So Mie.


"Ya sudah, kalau gitu Hani aja," sahut Ha Jae.


Hani masih tertegun memandang Afi. Ha Ja yang melihat itu langsung menarik Hani untuk.menyadarkannya.


"Ayo, nanti bisa foto kok," bisik Ha Jae.


......................


"Selamat datang, Tuan, Nona." sambut So Mie.


"Aku mau lihat Gaun Pernikahan yang kami pesan." ucap seorang wanita.


"Oh, Maaf Nona. Desain Gaun Pesta Tuan dan Nona sedang dalam perbaikan desain. Tapi kami janji lusa Gaun sudah bisa di lihat." sahut So Mie.


"Ah benarkah? Sayang sekali kalau begitu." ucap wanita itu.


"Maaf, Nona," sahut So Mie.

__ADS_1


"Anu Maaf, siapa pemilik butik ini?!" tanya lelaki yang berdiri di meja kerja Ha Jae.


"CEO dari perusahaan ini?!" tanya So Mie. "Dia adalah Nona Gemani Priscanara, Tuan,"


"Priacanara?!" gumam lelaki itu.


"Iya Tuan, dia sering - "


"Apa ini kain Batik yang akan di gunakan untuk Gaunku?" sela wanita itu.


"Ah, iya Nona. Bagaimana, apa Nona suka?" jawab So Mie mendekat ke arah wanita itu. "Jika Tuan dan Nona keberatan. Nanti akan kami ganti. Tuan dan Nona juga bisa memilih Batik yang Tuan dan Nona suka sendiri."


So Mie membuka sebuah pintu ruangan yang berisi berbagai kain dan stok manik-manik. "Batik koleksi kami di sebelah sini, Tuan, Nona" tunjuk So Mie.


Setelah berkeliling, akhirnya client itu memutuskan menyerahkan semuanya kepada desainer langsung. Mereka bingung memilih tumpukan Batik yang banyak motif. Tak lama Client pergi. Yokada pun datang berkunjung. Di susul dengan kedatangan Ha Jae, Afi dan Hani.


"Selamat siang, Tuan." sambut So Mie.


"Ha Jae di mana?!" tanya Yokada.


"Ah Nona, Ha Jae sedang keluar menemani Tuan Afi makan siang, Tuan." jawab So Mie. "Oh, ini dia,"


Tap Tap Tap!


"Senpai?!" gumam Ha Jae.


"Oh, Mas Afi. Perkenalkan, ini Williams Yokada Yoshida. Dia Kakakku," ucap Ha Jae.


"Helo Mr," sahut Afi.


"Haik," jawab Yokada.


Yokada mengerutkan keningnya. Tanpa sepatah kata pun. Yokada bangkit dan berpamitan kepada mereka.


"Ya sudah. Kalau gitu aku pergi dulu. Aku harus ke Klinik." ucap Yokada.


"Kenapa buru-buru?" tanya Ha Jae.


"Banyak urusan yang harus aku urus. Lagian kau lebih sibuk urus bisnismu ini sekarang, di bandingkan urus usahaku." sindir Yokada.


"Ah maaf, sehari ini saja. Selebihnya akan di pegang oleh Mas Afi dan Hani." tutur Ha Jae.


"Ck, kau ini," Yokada memukul lengan Ha Jae. "Aku pergi dulu," pamit Yokada.


"Ah, ya." sahut Ha Jae.


"Dada Senpai," ucap Hani.


Ha Jae tertegun melihat sikap Yokada yang tak seperti biasanya. Dia kawatir, ada apa dengan Yokada.


"Ya! Bagus. Thanks ya, lo emang the best. Okay, i love you honey. Muach," ucap Afi dengan seseorang di ujung telepon.


Ha Jae mendekati Afi dan melihat desain yang sudah rampung di garap oleh KawaiKun. "Keren. Hebat sekali. Apa aku bisa dapat editor seperti dia?!" puji Ha Jae.


"Ini dapetinnya juga susah, Say. Mangkanya gue sayang-sayang biar cinta sama gue seorang," tutur Afi. "Malah lo srobot,"


"Ha ha ha, gak sengaja. Keberuntunganku," sahut Ha Jae.


Mereka pun bersama mengerjakan Gaun Pengantin yang harus segera mereka selesaikan segera. Afi sudah di kontrak oleh Ha Jae untuk memegang pesanan clientnya itu. Jadi Afi lah yang akan memegang pesanan Client itu dengan di bantu oleh Lee Hani yang tak lain adalah sahabat Ha Jae.


Ha Jae hanya perlu membantu sedikit perkerjaan mereka. Karna Ha Jae, masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2