
Malam itu, Shin sudah bersiap untuk pergi ke rumah Yokada. Dia pergi mengunakan mobil hitam miliknya. Di sepanjang perjalanan, Shin merasa tidak sabar bertemu dengan gadis tersebut.
Tidak lama perjalan yang Shin tempuh. Menyelusuri jalanan kota hingga masuk ke sebuah perumahan. Dia akhinya sampai di sebuah rumah besar, yang tidak asing lagi bagi Shin.
Shin termanggu berdiri di depan rumah megah dengan desain moderen itu. Rumah yang menyimpan banyak kenangan berharga bagi Shin. Walau pun demikian, ini adalah kali pertama Shin menginjakan kaki kembali ke rumah itu. Setelah dia memutuskan untuk pergi dan menjual rumah itu kepada William Yokada.
Walau menyimpan banyak kenangan berharga. Shin tak mau menyiksa dirinya, dengan masih menepati rumah tersebut.
"Sudah lama sekali." batin Shin memandang sendu rumah itu.
Tin Tinnn!!! (sebuah mobil menlakson dari arah belakang).
Sinar lampu jarak jauh yang terpancar dari mobil itu. Menerangi wajah Shin yang membuatnya silau dan harus menghalangi cahaya itu dari matanya.
Tak berapa lama lampu mobil itu mati, keluarlah beberapa orang yang tak asing bagi Shin. Mitra kerja yang sering mengundangnya untuk minum-minuman bersama.
"Hai Shin Ji Joon. Kau datang juga ternyata." sapa seseorang paruh paya menghampiri Shin. "Tau begitu aku ajak anakku tadi ha ha ha."
Lelaki itu mendekat ke arah Shin dan menepuk pundak Shin Ji Joon.
"Ah, Pak." Shin memberikan hormat.
"Hai, memang kenapa kalau anak mu ikut? Kau ingin menjodohkannya dengan Ji Joon?! Hais, anak mu saja masih SMP, ha ha ha." sela seseorang yang lebih tua dari bapak tersebut.
"Hai, walau anakku masih SMP, tapi dia sudah terlihat sangat cantik." pukas Bapak itu.
"Ahh lebih cantik istriku ha ha ha." sanggah orang tersebut.
"Sudah sudah, ayo kita masuk masuk." sela seseorang dari mereka.
Mereka pun masuk bersama ke dalam rumah Yokada. Yokada yang sudah mengetahui ke datangan mereka pun menyambut dengan ramah dan bahagia.
"Selamat datang." sergah Yokada.
Yokada keluar dari dalam rumahnya, membentangkan kedua tanganya untuk menyambut rekan-rekannya itu.
"Mari silahkan masuk." titah Yokada.
Mereka di pandu berjalan masuk ke ruang keluarga yang luas. Di sana terdapat sebuah bar kecil dan tempat karaoke, ada juga sebuah sofa elegan yang menghadap langsung ke halaman rumah.
Dengan terlahang sebuah kaca besar yang memenjulang, kita bisa dengan leluasa menikmati ke indahan suasana malam dengan halaman yang hijau, dengan sebuah kolam renang yang tak jauh dari sana. Bunga dan hiasan pohon yang begitu sangat asri, menambah kesejukan suasana di ruangan itu.
Semua tamu terlihat begitu menikmati acara itu. Dengan minuman dan hidangan yang di sajikan mereka bergurau bersama dengan lepasnya. Tapi Shin terlihat tidak bahagia malam itu.
Terlihat jelas ekspresi sendu di wajahnya. Melihat kesana kemari seperti ia sedang mencari sesuatu.
"Shin Ji Joon. Kau kenapa? Sepertinya tidak menikmati acara ini." tanya Yosima.
"Hei Shin. Kau bisa pergi menikmati suasana rumah ini. Anggap saja ini masih rumah mu. Aku tak pernah mengubah sedikit pun rumah ini. Ayo pergilah." titah Yokada menyuruh Shin untuk menikmati malam itu dengan caranya sendiri.
Shin pun berlahan bangkit dari duduknya. Dia pergi berkeliling rumah, yang dulu menjadi tempat tinggalnya bersama keluarga kecilnya.
Ruangan demi ruangan Shin masuki. Dia perhatikan setiap sudut ruangan dengan detail. Benar-benar tidak ada perubahan sedikit pun dari rumah itu.
Shin pun berlahan berjalan menuju sebuah anak tangga. Suasana tenang dan damai mengingatkannya kembali ke masa kecilnya yang indah.
^^^(flashback masa kecil Shin)^^^
__ADS_1
...----------------...
"Iguk!! Jangan lari di tangga! Nanti jatuh!!" sergah seorang ibu dari lantai atas.
"Ha ha ha kejar aku, Ma!!" pekik seorang anak.
...----------------...
Butiran bening pun tak tertahan mengalir membasahi pipi Shin. Langkah demi langkah dia lalui. Coretan di dinding yang pernah dia masih terlihat jelas di dinding tangga itu.
^^^(flashback masa kecil Shin)^^^
...----------------...
"Ehh jangan di coret, nanti jelek." ucap seorang ibu menarik tangan anaknya.
"Iguk cinta Mama!!" sergah anak itu menunjukan hasil coretannya.
...----------------...
Shin terperanjat dari lamunnya saat dia melihat seorang wanita masuk dari pintu masuk samping rumah. Dia segera menyeka air matanya dan sembunyi di antara lemari hias yang berada di depan anak tangga atas.
Shin dengan seksama meperhatikan wanita itu. Dia ternyalang saat menyadari wanita itu adalah Ha Jae, gadis yang membuatnya penasaran selama ini.
Cukup lama Shin berdiri memperhatikan Ha Jae, yang sedang duduk santai menikmati secangkir Coklat hangat di bar kecil yang berada di lantai atas. Tak berapa lama, Shin di kagetkan dengan bunyi bell ruangan yang berbunyi.
Tetttttt. (bunyi bel ruangan berbunyi).
"Yha Ha Jae, tolong ke bawah sebentar." titah Yokada dari ujung bell ruangan.
Sampai di ujung tangga, Shin di kagetkan oleh Yokada yang keluar dari salah satu ruangan yang berdada di depan anak tangga.
"Oh Shin. Kalau kau mau, menginaplah di sini malam ini." ucap Yokada menghampiri Shin.
Shin hanya tersenyum tipis melihat Yokada.
"Terimakasih." ucap Shin berusaha menjaga sikapnya.
Tak berapa lama, Ha Jae pun turun dari lantai atas, tepat berdiri di belakang Shin.
"Ha Jae, sini." panggil Yokada.
Ha Jae pun berlahan mendekat menghampirinya.
"Shin, perkenalkan, ini Choi Ha Jae. Dia adik angkatku." ucap Yokada memperkenalkan mereka satu sama lain. "Ha Jae, ini Shin Ji Joon, dulu dia pemilik rumah ini, sekaligus rekan bisnis ku, diaa ... "
Yokada tak melanjutkan ucapannya saat dia menyadari Shin tak melepaskan pandangannya dari Ha Jae.
"Ah sudahlah, ayo kita ke depan. Ayo." ajak Yokada menepuk pundak Shin.
"Hemm. Mari." sahut Shin.
Mereka bergegas menuju ruang keluarga menghampiri tamu yang lainnya. Ha Jae berhalan mengikuti Yokada dan Shin menuju ke ruangan tersebut. Yokada mempekenalkan Ha Jae kepada rekan-rekan bisnisnya.
Pesta malam itu pun berjalan dengan sangat lancar. Satu per satu dari mereka mulai berpamitan untuk pulang kerumah mereka masing-masing, termasuk Shin.
Sebebarnya Shin ingin sekali menginap di rumah Yokada malam itu. Tapi karna dia tidak sanggup jika harus mengingat kembali masa kecilnya. Shin pun memutuskan menolak tawaran Yokada tersebut.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan." ucap Yokada.
"Terimakasih. Kalau begitu aku pulang dulu." pamit Shin beranjak menghampiri mobil hitamnya.
Shin memandang sendu rumah besar di hadapannya, sebelum ia pergi masuk ke dalam mobilnya.
"Mari." pamit Shin sekali lagi.
"Ya. Hati-hati di jalan." sahut Yokada melepas ke pergian Shin.
Berlahan, mobil hitam itu pun menjauh dari rumah besar itu. Di sisih lain, Ha Jae yang berdiri diam di depan pintu kaca lantai atas.
Dia dengan seksama memperhatikan Shin yang berada di depan rumah bersama Yokada. Dia terus meperhatikan Shin, sampai mobilnya hilang tenggelam di ujung jalan.
"Jadi itu anak mu?" batin Ha Jae memandang jauh keluar rumah.
"Iguk." Ha Jae tersenyum menyeringai tanpa alasan.
......................
Lama setelah acara malam itu berlalu. Shin sempat beberapa kali bertemu dengan Ha Jae, dalam sebuah acara bisnis kantornya bersama dengan Yokada.
Hubungan Yokada dan Shin pun makin lama juga semakin dekat. Shin sangat senang karna hal itu. Selain dia menjalin hubungan bisnis dengan baik, dia juga bisa lebih dekat lagi dengan Ha Jae. Gadis yang masih membuatnya penasaran hingga saat itu. Walau sebenarnya, dia belum bisa lebih dekat dengan Ha Jae.
Tapi Shin sudah sangat lega dengan hanya melihatnya terlibat dalam semua pekerjaannya. Ha Jae yang terlihat pendiam dan penyendiri. Dia lebih suka duduk atau berdiri di belakang kerumunan, di bandingkan ikut gabung di antara kerumunan itu. Karna itu juga, makin lama, Shin makin tertarik dengan Ha Jae.
^^^(Chat From William Yokada)^^^
^^^----------------^^^
Yokada : "Shin, liburan musim panas Minggu depan. Aku ingin Kemah bersama rekan-rekan."
Yokada : "Ikutlah bersama ku. Kita liburan bersama."
^^^----------------^^^
Shin terkejut dengan isi pesan itu. Lagi-lagi dia mendapatkan kesempatan berharga untuk lebih jauh mengenal Ha Jae. Shin tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Tanpa menunggu lama, Shin pun langsung membalas pesan itu.
^^^(Chat to William Yokada)^^^
...----------------...
Shin Ji Joon : "Siap. Dengan senang hati."
Shin Ji Joon : "Kebetulan aku juga butuh liburan."
Yokada : "Kalau gitu. Jumat sore datanglah kerumahku."
Yokada : "Kita berangkat Sabtu pagi buta, agar punya banyak waktu untuk mendirikan tenda."
Shin Ji Joon : "Okay."
Shin Ji Joon : "Sampai jumpa Minggu besok."
^^^----------------^^^
...****************...
__ADS_1