Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Ternyata


__ADS_3

Yokada memutuskan pulang bersama Shin. Karna mobil Yokada telah di pakai oleh Sekertaris Min untuk pulang terlebih dahulu.


"Sayang, antar aku pulang ya." pinta Jennie.


"Ahh tapi." jawab Kyun dengan ragu.


Kyun melirik ke arah Man yang berdiri tepat di sampingnya. "Ah Man! Kau antar Hani pulang ya. Aku mau antar Jennie juga."


Kyun bergegas menghapiri Jennie yang berada di depannya. Kyun pun bergegas menarik tangan Jennie untuk menjauh dari Hani. Man hanya dapat diam memandang Hani yang terlihat canggung berdiri di hadapannya.


"Ya sudah kalau gitu. Kami duluan ya. Man Titip Hani, hati-hati ya!" pamit Kyun berlahan meninggalkan mereka berdua.


"Bay Hani!!" seru Jennie melambaikan tangan.


"Bay. Hati-hati ya!" balas Hani.


Mereka pun berpisah saat itu juga. Man dan Hani berlahan beranjak dari tempat itu, memuju ke tempat parkir. Di tengah perjalanan, Man melihat kaki Hani yang terlihat pincang saat berjalan.


"Oe!" seru Man. "Copot sepatumu."


Man melihat Hani dengan datar.


"Hah?! Kenapa??" tanya Hani dengan bingung.


"Copot atau aku yang copot!" seru Man mendesak.


Hani kaget ternyalang menatap Man yang berdiri di hadapannya. Tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Man. Man pun duduk bertopang lutut berusaha menyopot sepatu Hani.


"Ahh ja-jangan. Biar aku saja." seru Hani kaget dengan apa yang Man lakukan.


Hani langsung melepaskan kedua sepatunya di hadapan Man. Dia menenteng kedua sepatu high hell warna putih tulang itu dengan tangan kirinya. Terlihat jelas tumit kaki Lee Hani yang terluka, lecet kemerahan akibat berjalan jauh menggunakan high heel.


Man segera melepas kedua sepatu yang dia pakai. Dia lalu merebut high heel dari tangan Lee Hani dan memberikan sepatu miliknya kepada Hani.


"Pakai." titah Big Man datar.


"Hah?!" seru Lee Hani tak percaya.


"Mau pakai sendiri atau aku pakaikan?!" tanya Man memadang tajam ke arah Hani.


"Hah? Enggak! Apa-apa'an sih?!" sergah Lee Hani menolak.


Man pun langsung duduk bertopang lutut meraih kaki Hani untuk memakaikan sepatu miliknya kepada Hani.

__ADS_1


"AAHH!! Apa sih?! Kamu mau ngingip rok ku ya?!" hardik Hani.


"Cih! Siapa suruh pakai rok mini! Lagian ini di Bandara bukan lapangan Catwalk!" hardik Man menepis.


"Ihh!!" pekik Hani berusaha menghindar.


"Cerewett!!" hardik Man dengan kesal.


Man pun langsung bergegas meraih dan menggedong badan Hani. Sontak, Hani pun terkejut dan meronta. Tapi Man, tak memperdulikan hal itu. Dia terus berjalan menggendong Hani dengan menenteng 2 pasang sepatu milik mereka berdua.


"TURUNINNN!! TURUNIN GAKK?!!" sergah Hani meronta.


"Diam!! Kalau gak diam aku jatohin nih!" ancam Man.


"Kamu tu apa-apaan sih?! Turunin aku dong?!" sergah Hani terus meronta "Iya iya! Aku pakai sepatunya. Tapi turunin duluuu!!" imbuh Hani merusaha menyakinkan.


Man langsung berhenti dan menurunkan Hani. Dia menatap Hani dengan serius. Dia mengulungkan sepatu miliknya untuk di pakai oleh Hani. Hani pun mengambil sepatu itu lalu memakainya.


"Tu kan kegedean!! Lagian apa'an sih!! Aku kan bisa pakai sepatuku sendiri!!" hardik Hani merasa kesal.


"Crewet!!! Cepat jalan." seru Man dengan cetusnya.


Man menarik tangan Hani mengajaknya bergegas pergi ke tempat parkir. Hani berjalan tertatih berusaha mengimbangi langkah Man. Man terus menggegam tangan Hani, seakan menyuruhnya untuk terus mengikutinya. Sesampainya di tempat parkir, Man pun berhenti melirik ke arah Hani.


"Hah?!" sahut Lee Hani dengan bingung.


"Kunci mobilnya!!" sergah Man menegaskan.


"Oh!"


Hani dengan cepat mengambil kunci mobil dalam tas miliknya. Ia langsung memberikan kunci itu kepada Man.


Chuit Chuit! (bunyi alarm mobil).


Man pun bergegas menuju ke arah mobil hitam yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Eehh itukan mobilku!" seru Hani mengikuti Man.


Man membuka pintu mobil di depannya. "Masuk."


"Aku yang nyetir." seru Hani menolak.


Man menarik tangan Hani, menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam Mobil. Dia Meletakan tangannya di kepala Hani, untuk melindungi kepala Hani agar tidak terbentur pintu mobil.

__ADS_1


"Mana ada Tuan Putri menyetir." seru Man menutup pintu mobil.


Man pun segera masuk ke dalam mobil. Mereka bergegas pergi dari Bandara menuju ke rumah.


......................


"Selamat malam Tuan Muda. Anda memanggil saya?" ucap seorang lelaki setengah baya datang memberikan hormat.


"Sekertaris Yang. Aku ingin kau mencari tau tentang seseorang. Datanya ada di meja." ucap Shin berdiri termangu menatap jaih ke luar rumah. "Cari tau tentang dia. Aku ingin sedetail mungkin."


"Baik Tuan. Ada yang lain lagi Tuan Muda?" tanya Sekertaris itu.


"Tidak. Pergilah." titah Shin tak memalingkan padannya sedikit pun.


"Baik Tuan Muda. Permisi." jawab Sekertaris Yang pamit undur diri.


Shin beranjak dari tempatnya berdiri, dia duduk termanggu seperti orang kehilangan akal di sebuah sofa besar yang menghadap ke balkon rumahnya.


Dia terlihat begitu sangat terkejut mengetahui bahwa Ha Jae sudah memiliki seorang suami dan anak. Benar-benar di luar dugaannya. Padahal, selama ini Shin begitu tertarik dengan Ha Jae.


"Aku tidak menyangka. Padahal selama ini kau terlihat begitu menyukaiku. Apa hanya aku saja yang ... " batin Shin Ji Joon gaduh. "Ahh kepalaku."


Shin begitu sangat pengat dengan semua itu. Tak menyangka, ternyata kenyataan tak terduga ia dapatkan.


......................


"Hei bagaimana?! Kau sudah mendekati gadis itu?!" sergah seseorang dari ujung telepon.


"Kau ini tidak sabaran. Tinggal duduk dan terima hasil saja. Sudah jangan hibungi aku, nanti biae aku saja akan kabari jika ada hasilnya." sergah seseorang menutup teleponnya. "Kenapa dia pergi ke Indonesia? Apa ada sesuatu pekerjaan?! Aku harus terus membuntutinya."


Orang itu penuh penasaran. Dia terus bersembunyi di antara kerumunan orang di Bandara agar tidak terlihat. Dia berlahan mendekati dan menyelidiki lebih jauh soal wanita yang sudah menjadi targetnya. Sampai dia harus nekat mengikuti wanita itu, pergi ke Indonesia.


......................


Gedebrukkk!!


Krompyenggg.


(bunyi kegaduhan Big Man dan The Boy yang saling adu jotos di dalam kontrakannya).


"Cuih."


Kyun meludahkan darah segar yang mengalir dari bibirnya. Dia tertatih bangkit dari ambruknya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2