Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Lelaki Yang Tampan


__ADS_3

"Mama?!" batin Shin diam terpaku.


Shin Ji Joon terlihat ternyalang melihat seorang gadis yang berlari menghampiri Choi Ha Jae.


"Mama?! Jadi dia sudah punya anak?!" batin Shin Ji Joon terkejut dengan apa yang dia dengar.


Shin hanya bisa terpaku melihat Ha Jae dan Gadis itu memeluk erat satu sama lain. Tak salah lagi dugaan Shin, gadis cantik itu adalah anak Ha Jae.


"Hemm," gumam Shin tersenyum ketus.


Shin menoleh penasaran ke arah pintu masuk bandara yang jauh di sebelahnya, saat Gadis itu menunjuk dengan polos. Siapa Ayah yang sudah mengantarnya pergi ke Bandara. Shin hanya tertegun dengan senyuman penuh kekecewaan.


"Ternyata sudah berkeluarga," batin Shin.


...----------------...


"Oh Shin!" sergah Yokada mengejutkan lamunan Shin.


Shin pun tersenyum tipis menghampiri Yokada yang berdiri di ruang tunggu utama yang tak jauh dari tempatnya.


"Maaf, saya telat." ucap Shin.


"Hah kau ini gimana. Ha Jae sudah berangkat." sahut Yokada.


"Maaf. Yang penting dia selamat sampai tujuan." imbuh Shin.


"Ya. Lebih baik kita ngopi sebentar. Ayo." ajak Yokada.


Yokada mengajak Shin pergi ke sebuah cafe yang tak jauh dari tempat itu.


Shin memandang sendu gadis cantik jauh di hadapannya. Sebelum ia beranjak mengikuti Yokada menuju cafe yang mereka tuju.


......................


"Haneul! Benar ini kamu?!" seru Jennie mendekati Haneul.


"Eonni," ucap Haneul.


Haneul memberikan salam dengan senyum manis di bibir mungilnya.


"Ya ampun! Kamu udah besar ternyata?" seru Jennie.


"Kamu baru tau?!" sela Lee Hani mendekat merangkul Haneul.

__ADS_1


"Perasaan kemaren tu baru segini. Sekarang lihat, tingginya udah sama kaya aku." ucap Jennie.


Jennie meraih badan Haneul dan memutarkan badannya seakan tak percaya.


"Terakhir kita ketemu, saat kamu tinggal bersama Ha Jae, umur berapa itu? Sekarang setelah kamu tinggal bersama Ayahmu, kamu sebesar ini." sambung Jennie tak percaya.


"Itu kapan! Sudah lama tauk. Haneul sekarang sudah mau SMA." jelas Lee Hani menepuk pundah Jennie.


"Ohh benarkah?! Eh kamu tau dari mana ha?!" sergah Jennie penasaran.


"Kamu gak lihat Instagramnya?! Ternyata Haneul lebih manis dari pada di foto." Puji Lee Hani memcubit pipi Haneul.


"Kya kamu punya IG, kenapa gak Follow Eonni, hah?" sergah Jennie tak terima.


"Gak usah di Follow. Yang penting udah Follow aku." ledek Lee Hani menggeret Haneul menjauhi Jennie.


"Kya!! Kamu ini!" sergah Jennie.


Jennie berusaha mengejar Lee Hani dan Haneul untuk memberinya pelajaran. Mereka pun saling kejar-kejaran, bercanda ria bersama.


......................


"Haaaloo Senpai. Huh huh panas," sapa Kyun dengan ramah.


Kyun duduk di sebelah Yokada dengan segelas kopi dan mie cup di tangannya.


"Ahh Senpai, tidak baik marah-marah terus, benarkan Pak Shin?" sahut Kyun terus menggod. "Ahh Man! Sini sini, duduk sini!"


Kyun memanggil Man untuk ikut bergabung dengan mereka. Man pun tanpa pikir panjang menghampiri dan bergabung dengan mereka. Man duduk tepat di antara Shin dan Yokada. Tak berapa lama, Hani, Jennie dan Haneul pun datang bergabung dengan mereka.


"Ahh, mana Min Couple?!" tanya Jennie penasaran.


"Mereka aku suruh pulang duluan." jawab Yokada.


"Ohh," sahut Jennie.


"Ah Haneul duduk sini." seru Hani.


Lee Hani menyuruh Haneul untuk duduk bersamanya di meja tepat sebelah Man.


"Hai, Haneul!" panggil Yokada.


"Hemm?" sahut Haneul menoleh ke arah Yokada.

__ADS_1


"Kau masih tinggal dengan Ayah mu?! Jika tidak, kau tinggal saja dengan Paman. Kau bisa tidur di kamar Ha Jae." tutur Yokada.


"Tidak usah, Paman. Aku tinggal di Asrama bersama teman-teman." tolak Haneul.


"Nanti kalau ada apa-apa kau hubungi Paman ya. Selama Ha Jae tidak ada, kau tanggung jawab Paman, jadi jangan sungkan-sungkan okay." titah Yokada.


"Iya, Paman. Terimakasih." sahut Haneul.


"Kau sudah makan?! Pesan saja makanan, nanti biar Paman yang bayar." ucap Yokada.


"BELUM PAMAN! TERIMAKASIH. Ah tau saja aku sedang lapar." sergah Kyun menyela pembincangan mereka.


"HAIS! BUKAN KAU!!!" hardik Yokada memukul kepala Kyun dengan kesal.


"Hemm, terimakasih." ucap Haneul dengan sungkan.


"AAA PELAYAN, AKU PESAN MAKANANNYA!!" sergah Kyun memanggil seseorang pelayan.


"HAIS!!" seru Yokada dengan kesal.


Shin yang hanya bisa termangu, sesekali menoleh memperhatikan gadis manis yang duduk di depan meja sebelahnya. Dia tak menyangka, bahwa selama ini Ha Jae sudah memiliki seorang anak yang sudah remaja sebesar ini. Shin diam termangu dengan sesekali melempar senyuman ke arah anak itu, seolah bukan hal yang serus baginya.


"Haneul. Kau sudah selesai?! Lebih baik kita pulang, Appa ada Meeting setelah ini." seru seseorang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


Seorang pria yang tampan, terlihat sangat gagah dan berwibawah. Benar-benar sosok Ayah idaman bagi semua remaja. Lagi-lagi, Shin hanya bisa diam menatap pria tersebut.


"Oh." sahut Haneul bangkit dari duduknya. "Paman, Eonni, semuanya, saya pamit dulu. Terimakasih."


Haneul menunduk memberikan hormat untuk berpamitan.


"Jun So, lebih baik kita duduk sebentar ngopi. Lama kita tidak bertemu." ucap Yokada.


"Tidak Tuan, terimakasih. Saya ada urusan kantor setelah ini. Mungkin kapan-kapan saja saya akan berkunjung ke rumah." sahut Seo Jun So menolak.


"Ya sudah kalau gitu. Hati-hati di jalan." ucap Yokada mempersihalkan. "Haneul! Jika liburan tiba, menginaplah di rumah."


"Ah iya Paman. Permisi." sahut Haneul.


Haneul dan ayahnya Jun So pun bergegas meninggalkan tempat itu.


"Haneul hati-hati di jalan, bay bay." seru Lee Hani melambaikan tangan.


"Bai bai Haneul." imbuh Jennie.

__ADS_1


Tidak beberapa lama mereka pergi. Yang lainnya pun mulai berpisah satu dengan yang lain, untuk pulang kerumah mereka masing-masing.


...****************...


__ADS_2