Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Kembang Api


__ADS_3

Aku meberikan satu pukulan lagi ke wajah Lee Tae.


"Aku tau kau berbohong. Kau salah satu Anggotanya kan?" Aku menatap Lee Tae dengan sinis.


Aku melihat Tato lambang Crew itu di tangan Lee Tae, yang menunjukan bahwa dia salah satu anggota mereka.


"Bilang pada pemimpin mu, jangan pernah mencoba menganggu Tali Groub lagi. Mengerti!!" ancamku kepada Lee Tae.


...----------------...


"Ha Jae!" panggil Lee Hani melambaikan tangan ke arahku. "Kamu kemana aja sih?"


Aku melempar senyuman tipis kearah mereka. Aku lihat teman-temanku termaksud Shin Ji Joon sudah berdiri di depan Rumah makan Jepang itu. Tapi, aku tak melihat Julia di antara mereka.


"Maaf, tadi aku sekalian ke Toilet." ucapku menghampiri mereka.


"Ya sudah kalau gitu, kita lanjut jalan-jalan yuk," ucap Kyun


Kyun mendekat ke arahku dan merangkul pundakku. "Katanya di Taman Kota nanti malam akan ada Pesta Kembang Api. Gimana kalau kita kesana."


"Hei kita ini kesini untuk kerja bukan jalan-jalan tauk." protes Hani.


Hani yang berdiri samping Kyun, memukul tangan Kyun karna tak setuju dengan usulnya.


"Kitakan udah menyelesaikan Surveinya. Bukanya lebih baik kita jalan-jalan untuk menyegarkan otak," tutur Kyun dengan semangat.


"Benar sih, jarang-jarang juga kita bisa jalan ramai seperti ini," imbuh Jennie setuju dengan usul Kyun.


"Kalian berdua ini memang kompak ya." ucap Hani menggoda Kyun dan Jennie.


......................


Akhinya kita langsung menuju ke Taman Kota untuk berjalan-jalan. Kami semua ikut, begitu juga dengan Shin. Di dalam mobil, aku hanya bisa diam dengan perasaanku yang ntah kenapa ini.


Pertama Yura, sekarang Julia. Kenapa cantik-cantik sekali sih?! Terlebih Julia, ternyata pacarnya Shin. Gumamku dalam hati dengan sesekali melihat ke arah Shin yang sedang sibuk menyetir.


Tetiba kami di Taman Kota, kami di sambut dengan suasana yang ramai. Pemandangan yang sangat indah sekali di sana. Seketika, aku bisa melupakan semua yang menganggu pikiranku.


Kami duduk bersama di lapangan berbuka, menikmati makanan dan minuman yang kami beli di beberapa pedagang di sana. Bercanda dan bercerita bersama, sangat menyenangkan.


Ini pertama kali nya setelah aku mengenal Shin, aku bisa sedekat ini dengannya. Terlebih lagi dengan perasaan yang rileks tak canggung sedikit pun. Selama ini, aku memandangnya sebagai tuan bangsawan yang harus aku hormati dan takuti.


"Ha ha ha ha ha!" (suara kami yang sedang bercanda dan tertawa bersama).

__ADS_1


Menjelang malam suasana semakin ramai. Banhak muda-mudi yang sedang berkencan, keluarga yang menghabiskan akhir pekan bersama keluarga mereka, anak-anak yang berlalu-lalang lari kesana-kemari.


Lampu-lampu yang indah mulai menyala satu per satu, menambah indahnya pemandangan di malam itu. Sangat-samgat indah dan penuh dengan harmoni kehidupan.


"Satu, dua, tiga, Wuaaaaaaaaaa!!"



Kami menghitung mundur bersama untuk menunggu pertunjukan kembang api menyala. Kagumnya kami melihat kembang api yang meluncur bergantian menghiasi langit malam.



Indahnya. Gumamku dalam hati.



Aku tercengang melihat pemandangan malam itu. Tak ku sangka, tanpa sadar butiran bening mengalir di pipiku.


Apa aku pantas dengan semua ini? Apa aku bisa menggapai semua itu? Aku, aku ingin menggapai semuanya. Aku pantas.


Aku larut dalam perasaan yang menggangguku.


Aku berlahan memejamkan mataku, merasakan lebih dalam apa yang sebenarnya aku rasakan dalam dada ini. Suasana ini benar-benar menggetarkan hatiku.



Hatiku, jiwaku, benar-benar terasa sangat hangat, aku merasa sangat hangat saat ini, suasana yang hampir tak pernah aku rasakan, kedamaian ini, yang selalu aku harapkan.


Apa ini yang namanya kehidupan? Aku ingin hidup untuk mereka. Aku harus hidup!


......................


Suasa sangat indah di malam itu, kita semua larut dalam canda tawa bersama. Aku menghampiri Kyun yang berdiri sendirian, melihat asiknya Hani dan Jennie yang sedang bermain kembang api.


"Boy, kamu naik apa tadi?" tanyaku kepada Kyun.


"Oh, aku naik Motor sama Jennie." jawabnya melihat ke arahku.


"Hani naik apa??" tanyaku.


"Hani kayaknya tadi naik Mobil sendirian deh," jawabnya asik memperhatikan Hani dan Jennie.


"Oh," ucapku.

__ADS_1


Aku meninggalkan Kyun, pergi menghampiri Man yang sedang merokok, duduk di bawah pohon di pinggir danau.


"Rokok tu gak baik. Cewek gak suka cowok yang ngerokok. Sesek di dada tauk." ucapku mendekati Man.


Man pun mematikan rokok yang ada tangannya.


"Kenopo? iseh galau?" (kenapa? masih galau?) tanya Man menggodaku.


"Sok tau." jawabku. "Nanti antar Hani pulang".


Aku menghampiri Man dan berdiri tepat di sampingnya.


"Dia sahabat Karibku. Dia pernah cerita kepadaku bahwa pacarnya Posesif banget. Tak jarang dia main tangan." jelasku melirik ke arah Man.


Aku beranjak berdiri ke hadapan Man.


"Aku sudah pernah bilang buat putusin aja. Tapi karna orang itu salah satu pemegang saham terbesar di Perusahaan Ayahnya, jadi, ya. Dia bisa di bilang di jodohkan secara paksa, agar perusahan Ayahnya tidak hancur." jelasku melirik ke arah Man yang duduk tepat di hadapanku.


"Trus?!" celetuk Man.


"Tugasmu," ucapku menunduk mendekatkan wajahku ke depan wajah Man.


Dia bergeming melihatku dengan tatapan datar.


"Bauk rokok," godaku kepada Man.


Aku mencubit hidungku untuk menggodanya.


"Hufff!" Man dengan sengaja meniup mukaku.


"Iss!! Corona tauk!" pekikku.


Akumencoba menjauhkan mukaku dari depan muka Man. Man hanya tersenyum sinis melihat tingkahku.


...****************...


Kyun yang di tinggal Ha Jae menghampiri Man yang duduk di tepi danau. Akhirnya ikut gabung bersama Jennie dan Hani untuk bermain kembang api.



Potret Kyun saat bermain kembang api.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2