
...Kembali ke dimana Shin Ji Joon yang sedang duduk termangu mengingat masa lalunya bersama Choi Ha Jae. Masih ingat PESAN SINGKAT yang di kirim oleh Ha Jae kepada Shin. Di sisi lain, beginilah kenyataan yang sebenarnya terjadi....
...----------------...
"Tuan, Tuan Muda." ucap Sekertaris Yang berusaha membangukan Shin Ji Joon.
"Hemm,," gumam Shin.
"Maaf, Tuan. Hari ini anda ada pemotreran dan janji dengan Tuan Yokada. Tuan, juga ada rapat dengan para petinggi." jelas Sekertaris Yang.
Shin Ji Joon yang mulai tersadar dari tidurnya. Bergegas bangkit dari ranjangnya. Dia meraih kacamatannya dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul 07:00 pagi. Shin Ji Joon tersentak setelah melihat sudah pukul berapa waktu itu.
"Astaga!!" seru Shinbergegas berlari ke dalam kamar mandinya.
Pagi itu Shin Ji Joon terburu-buru berangkat ke kantor, sampai ia tidak sempat untuk sarapan. Selain ada pemotretan. Shin Ji Joon juga ada janji dengan Yokada.
"Sekertaris Yang. Jam berapa rapat petinggi nanti?" tanya Shin dari jok belakang mobil yang dia tumpangi.
"Pukul 09:00, Tuan Muda. Kita masih ada waktu sebentar jika Tuan Muda ingin sarapan sebentar." jawab Sekertaris Yang.
"Tidak usah. Nanti saja, kita langsung ke kantor." ucap Shin.
"Siap, Tuan." sahutnya.
Mereka pun langsung menuju ke kantor. Sampai di sebuah gedung megah. Shin Ji Joon sudah di sambut oleh beberapa orang karyawannya.
"Pak, sudah di tunggu di ruang rapat." ucap seseorang karyawan menghampiri Shin.
"Pak, untuk pemotretan produk Asian Production ada sedikit kendala, Pak." sergah salah satu Karyawan mengghampiri Shin.
"Kalian urus dulu semuanya. Nanti setelah Tuan Muda selesai rapat. Akan segera di urus." tutur Sekertaris Yang menghadang beberapa karyawan itu.
"Baik, Pak. Maaf." ucap seorang laryawan memberikan hormat.
......................
Yokada sudah bersiap untuk berangkat ke kantor pagi itu. Dia harus mengecek pemotretan untuk produk terbarunya.
Yokada juga memiliki janji dengan Shin Ji Joon. Selain membahas kerjasama periklanan untuk produk Yokada, dia juga ingin membahas hal yang lainnya.
"Oe, Ha Jae" panggil Yokada.
__ADS_1
Yokada berdiri di anak tangga pertama menghentikan Choi Ha Jae yang hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Aku mau berangkat. Jangan lupa kunci pintunya nanti kalau kau pergi," pamit Yokada.
"Hemm" sahut Ha Jae melirik kearah Yokada.
Yokada kembali menuruni anak tangga untuk begegas pergi ke kantornya. Choi Ha Jae menaikan keningnya dan bergegas masuk kedalam kamar. Yokada mengotak-atik ponselnya seakan sedang menghubungi seseorang.
"Hais, kenapa gak bisa di hubungi?!" gumam Yokada.
Yokada bergegas masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya berlahan meninggalkan rumah itu. Hari itu Yokada langsung berangkat ke kantor SJ Entertaintment. Untuk melihat proses pembuatan iklan produk miliknya.
......................
"Permisi, Pak. Ada Tuan Yokada yang sudah menunggu di ruangan anda." ucap seorang karyawan menghampiri Shin.
Shin Ji Joon yang baru saja selesai metting bergegas menuju ruangannya. Di sana sudah ada Yokada yang sedang tiduran di sofa ruang tunggu ruangan miliknya. Shin pun berlahan masuk kedalam ruangan, berusaha tak membangunkan Yokada.
"Mettingnya sudah selesai?!" tanya Yokada.
"Oh kau tidak tidur? Aku pikir sedang tidur." ucap Shin.
"Kemana ponsel mu? Kenapa susah di hubungi?" tanya Yokada.
Shin Ji Joon berusaha mencari ponselnya. Dia mengingat sesuatu bahwa ponsel nya ketinggalan di atas ranjangnya.
"Ya Ampun! Maaf, ponselku ketinggalan." tutur Shin.
"Hah, pantas." sahut Yokada. "Ya sudah, toh aku sudah di sini. Tadinya aku mau ajak kau sarapan bersama. Tapi karna sudah siang, bagaimana jika kita makan siang bersama."
"Kebetulan. Aku belum sarapan." ucap Shin. "Tadi aku bangun kesiangan. Jadi tidak sempat sarapan. Hp saja ketinggalan."
"Ha ha ha, kau ini. Kau harus segera meningkah, biar ada yang bisa mengingatkan mu." ucap Yokada.
"Hei, kau saja belum menikah." timpal Shin.
"Kau ingin mengikuti jejak ku, hah?! Ha ha ha." seru Yokada melempar gurauan.
"Haha, aku rasa tidak." sahut Shin menimpali.
Mereka pun bergegas pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka berniat untuk makan siang bersama. Yokada dan Shin Ji Joon memutuskan untuk singgah sebentar di sebuah Cafe sebelum dia melanjutkan pergi ke restoran Jepang dekat klinik praktel milik Yokada.
__ADS_1
"Aku pesan Americano Maple 1 dan. Hei, Shin kau mau pesan apa?!" tanya Yokada kepada Shin yang berdiri di belakangnya.
"Oh, ya. Aku pesan ... " sahut Shin melihat daftar menu yang tertera di dinding atas Cafe. "Capucino Super Marsmalow."
"Americano Maple 1, Capucino Super Marsmalow 1. Bawa pulang ya." ucap Yokada.
"Baik Tuan. Silahkan menunggu." ucap salah satu pelayan.
"Hei. Itu bukannya adikmu." ucap Shin. "Siapa Namanya?! Choi Ha, Jae?"
"Ohhh, bocah tengik. Di suruh kirim berkas malah enak-enakan di sini." ucap Yokada. "Apa dia sudah memberikan berkas kepada mu?"
"Berkas?! Aku belum menerima berkas dari mu." jelas Shin.
"Haiss bocah! Sudahlah dia urusanku." ucap Yokada merasa kesal. "Aku menyuruhnya memberikan berkas kepadamu tentang produkku. Malah enak-enakan main game di sini."
"Mungkin dia belum sempat menyampaikan berkas itu." ucap Shin.
"Belum sempat apanya. Jarak kantor mu dari sini kan dekat. Jalan kaki juga sampai." seru Yokada.
"Ha haha, jalan kaki 3 Hari?!" gurau Shin.
"Hei, dia sudah biasa jalan kaki." tutur Yokada.
"Wah Sensei. Mau pesan apa?!" sela Kyun menyapa.
"Hais kau lagi." keluh Yokada. "Aku sudah pesan. Mana pesananku?!"
"Aaaa, sebentar." ucap Kyun. "Ini?!"
Kyun membawa 2 cup es krim ke hadapan Yokada. Yokada pun merasa kesal karna mengira Kyun sedang meledeknya.
"Hei! Kau pikir aku anak kecil! Bukan itu!!" sergah Yokada.
"Silahkan Tuan pesanannya." sela seorang pelayan.
Yokada langsung meraih pesanan itu dan membawanya. "Terimakasih. Ayo Shin." ajaknya.
"Sensei! Hati-hati!!" seru Kyun memberikan salam.
Yokada hanya mengangkat tangannya untuk menjawab ucapan Kyun. Sedangkan Shin Ji Joon masih sesekali melihat Choi Ha Jae yang sedang sibuk dengan ponsel di tangannya. Yokada dan Shin Ji Joon pun segera menuju ke restoran Jepang yang tak jauh dari tempat itu.
__ADS_1
...****************...