
"KYA!!! ********!! SEDANG APA KAU KESINI"!! hardik Yokada bangkit dari duduknya.
"Seenpaiiiii!" sela Ha Jae menarik tangan Yokada. "Dia tamu. Aku yang menyuruh nya kesini."
...----------------...
"APA?! Bocah!" sergah Yokada melepaskan tangannya lalu pergi ke meja bar.
Yokada menuang segelas minuman lalu meminumnya. "KAU TIDAK TAU DIA SIAPA HA!!?" hardik Yokada tersirap menunjuk ke arah Man.
Terlihat jelas di mata Shin Ji Joon bahwa Yokada sangat tidak menyukai pemuda itu. Tapi anehnya Choi Ha Jae seolah membela pemuda itu. Shin hanya bisa termangu di tengah keributan kecil itu. Shin melihat pemuda itu, dari ujung kaki hingga kepala. Dia berusaha menebak-nebak, siapakah pemuda itu.
"Siapa dia?!" batin Shin.
Shin melihat Ha Jae yang tersenyum ke arahnya. "Dia adalah pengusaha muda terkenal di Daejeon. Dia rekan bisnis Pak Yokada. Siapa tau dia nanti bisa isi kantongmu." ucap Ha Jae menepuk pundak Man dan melemparkan senyuman ke arahnya.
Shin Ji Joon di buat tak nyaman dengan situasi itu. Terlihat jelas wajahnya yang terlihat tak menyukai hal itu. Shin makin bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya pemuda itu. Hanya Yokada lah yang bisa menjawab pertanyaan Shin Ji Joon.
Shin Ji Joon melihat ke arah Yokada yang duduk menyingkir di bar menikmati sebotol Soju. Dia dapat melihat jelas bahwa Yokada tidak menyukai pemuda itu. Itu bagaikan peluang untuk Shin Ji Joon mengambil hati Yokada. Lagi pula, Shin jauh lebih sempurna di bandingkan dengan pemuda yang berpenampilan urakan di hadapannya itu.
Tapi masalah besar adalah Choi Ha Jae. Dia terlihat bukan tipe wanita yang memandang derajat dan harta untuk soal perasaannya. Buktinya, dia bisa sedekat itu dengan pemuda itu.
"Emm Boy," panggil Ha Jae kepada Kyun. "Man, baru datang dari Incheon. Dia belum punya tempat tinggal di sini. Boleh gak kalau dia tinggal bersamamu untuk beberapa saat, dari pada tinggal denganku. Kamu tau kan,"
Shin Ji Joon merasa curiga saat mendengar kata Incheon. Jika memang pemuda ini dari Incheon, pasti Han Seok bisa memberikan informasi banyak tentang pemuda ini. Shin terlihat tersenyum lega saat itu. Dia terlihat santai meminum sekaleng minuman di tangannya.
......................
__ADS_1
Setelah acara makan-makan selesai. Semua orang terlihat berpamitan. Ha Jae dan Yokada mengantarkan mereka sampai depan rumah. Sedangkan Shin, duduk di atas bar menikmati sebotol Soju.
Shin Ji Joon memandang rempah-rempah yang berada di pinggir ruangan. Dia bangkit dari duduknya menghampiri tanaman rempah yang ada di ujung ruangan. Shin tertegun memandang tanaman seledri yang tumbuh subur di sebuah pot kecil. Dia mengingat sepenggal memori lalunya.
...(flashback masa kecil Shin)...
...----------------...
"Mama. Ini apa?!" tanya Iguk.
"Ini, namanya seledri. Ini enak sekali." jawab seorang ibu yang memegang seikat seledri di tangannya.
"Coba." ucap Iguk meraih beberapa lebar daun seledri dan memakannya. "Tidak enak." seru Iguk.
"Ha haha, di masak dulu." ucap seorang ibu mencubit pipi cabi anak itu dengan gemasnya.
...----------------...
Shin Ji Joon hanya mengangguk melempar senyuman kepada Yokada. Dia berlahan membuntuti Yokada ke ruang santai yang berada di lantai bawah. Langkah demi langkah Shin berjalan. Dia melihat jelas tak ada perubahan sedikit pun di setiap sudut rumah itu.
Shin Ji Joon masuk ke dalam sebuah ruang santai yang berada di lantai bawah.
"Hais!! Aku tak habis pikir dengan bocah itu. Bisa-bisanya dia mengajak berandalan itu ke sini." sergah Yokada terlihat sangat kesal.
Dia mengambil dua buah gelas dan sebotol wine dari bar di belakangnya. Shin duduk si sebuah sofa yang ada di hadapannya. Shin meraih sebuah gelas yang di berikan oleh Yokada. Yokada menuangkan wine ke dalam gelas Shin.
"Terimakasih." ucap Shin. "Kalau boleh aku tau. Siapa sebenarnya pemuda itu?!"
__ADS_1
"Dia adalah brandalan yang mengobrak-abrik gudang di Incheon. Anak-anak buahku sudah membereskannya. Tapi tak tau kenapa bocah itu malah menyuruhnya ke sini." jelas Yokada penuh dengan kekesalan. "Oh ya. Bagaimana dengan model produkku. Apa kau sudah mendapatkannya?!"
"Sudah, aku menempatkan model nomor satu milik kami untuk produkmu." jawab Shin.
"Ah kau ini. Terimakasih. Aku tak salah memilihmu." ucap Yokada. "Bagaimana dengan Ayah mu? Bagaimana kabarnya?!"
"Dia baik-baik saja. Aku juga sudah lama tidak memghubunginya." ucap Shin.
"Kau ini jangan begitu. Walau bagaimana pun, dia adalah ayahmu." ucap Yokada.
Shin Ji Joon dan Yokada terlihat asik berbincang ria. Mereka menikmati wine dan soju yang Yokada suguhkan untuknya. Seperti kepengatan yang baru saja dia rasakan sirna begitu saja.
"Oh ya, aku ingin bertanya padamu sesuatu hal." ucap Yokada.
"Silahkan." sahut Shin menuang kembali soju ke dalam gelasnya.
"Ini soal Choi Ha Jae." ucap Yokada.
"Ha Jae?" sahut Shin meneguk soju dari gelasnya.
Dia di buat penasaran dengan apa yang akan di tanyakan olehnya.
"SENNPAIIIII!!!!" pekik Ha Jae membuka pintu dengan sekuat tenaga.
Sontak hal itu membuat Shin Ji Joon dan Yokada yang sedang santai terperanjat. Shin ternyalang melihat Ha Jae yang masih mengenakan piyama dan handuk berdiri mengangkang memenuhi pintu masuk..
...****************...
__ADS_1