Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Di Balik kain


__ADS_3

"Ah Anda beruntung sekali Nyonya." ucap pegawai kasir itu.


"Iya iya," jawab ibu itu dengan berlinang air mata.


...----------------...


"Oh Shin Ji Joon. Kau sudah lama?" ucap Yokada yang kaget melihat Shin Ji Joon sudah berdiri di depan pintu.


Shin ternyalang melihat Yokada keluar bersama Big Man dari dalam rumah.


"Kau bisa gunakan mobilku. Ini kuncinya," ucap Yokada.


Yokada melempar sebuah kunci mobil ke arah Man.


"Nanti sampai di kantor, berikan mobilku kepada Sekertaris Min Ho. Dan kau bisa mengunakan salah satu mobil kantor untuk transportasi mu," imbuh Yokada.


"Baik, Pak." ucap Big Man.


Man menatap Shin sebelum berpaling pergi meninggalkan Yokada dan Shin.


"Ayo masuk," titah Yokada kepada Shin.


"Ah iya," jawab Shin.


......................


"Berapa semuanya?" tanya Ha Jae kepada pegawai kasir.


"28.807 Won." jawab pegawai kasir itu.


"Ini," Ha Jae memberikan sebuah kartu debit.


"Jarene loro?" (Katanya sakit?) sela Big Man mengejutkan Ha Jae.


Ha Jae terkejut melihat Man yang sudah berdiri di sampingnya.


"Man! Kenapa di sini!?" tanya Ha Jae.


Man, mengambil sebuah botol minuman lalu kembali berdiri di sebelah Ha Jae.


"Tuku rokok," (Beli rokok) jawab Big Man datar.


"Udah kerumah?" tanya Ha Jae.


"Ini Nona," sela pegawai kasir memberikan kartu dan belanjaan Ha Jae.


"Rokok Malioboro satu," ucap Man kepada pegawai kasir.


"Boleh pinjam KTPnya Tuan?" pinta pegawai kasir itu.


"Ini," sahut Man.


Big Man melirik Ha Jae yang terdiam berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Kau tidak mampir lagi?" tanya Ha Jae kepada Man.


"Aku erek kerjo. Gaweanku okeh." (Aku mau kerja. Kerjaan ku banyak) jawab Man.


"Emm," gumam Ha Jae.


"Ini KTPnya Tuan. Ada lagi yang ingin di beli?" tanya pegawai kasir itu.


"Tidak." jawab Man datar.


"Semuanya jadi 23.124 Won," ucap pegawai kasir itu.


"Biar saya yang membayarnya," sela Ha Jae.


"Ra sah!" (Tidak usah!) sahut Man.


"Biarin," jawab Ha Jae.


"Ini," Ha Jae memberikan kartu debit ke pegawai kasir itu.


"Besok Pagi Jam 6, kau datang ke rumah ya. Temani aku ke Jungang." pinta Ha Jae.


"Hemm." gumam Man.


"Ini silahkan Nona," sela pegawai kasir itu memberikan kartu debit dan rokok kepada Ha Jae.


"Ni rokoknya," ucap Ha Jae.


"Suwun," jawab Man.


"Iso muleh dewe to? Aku erek langsong nyang kantor." (Bisa pulang sendiri kan? Aku mau langsung ke kantor) tanya Man.


"He em. Hati-hati di jalan. Kerja yang bagus." ucap Ha Jae.


"Kowe seng ati-ati. Jogo kesehatan." (Kamu yang hati-hati. Jaga kesehatan) sergah Man berjalan masuk ke mobil.


"Lungo sek," (Pergi dulu) pamit Man.


"Yo," sahut Ha Jae melambaikan tangannya.


......................


"Aku belum membuat sarapan. Jadi tak bisa menawarimu sarapan," ucap Yokada.


Yokada membuka kulkas mengambil dua buah jeruk. Dia memberikan salah satu jeruk itu kepada Shin.


"Ini makan, lumayan untuk mengganjal perut. Ha Jae sedang keluar belanja bahan makanan." imbuh Yokada.


"Ha Jae?! Bukankah dia sakit. Ah, aku membawakan kue dan buah untuknya." ucap Shin memberikan sebuah tas belanja yang dia bawa.


Yokada mengambil tas itu dan membukanya.


"Cue Coklat?! Dia pasti suka Kuenya. Cuman dia yang di belikan?! Untukku!?" tanya Yokada menggoda.

__ADS_1


"Aku tidak tau jika kau juga sakit." jawab Shin bergurau.


"Ha ha ha, kau ini," tawa Yokada.


Mereka pun berbincang ria di meja makan menunggu Ha Jae kembali pulang.


......................


"Assalamu'alaikum," salam Ha Jae lirih.


Ha Jae bergegas membuka kerudung dan jaket yang dia kenakan. Dia mengambil sebuah pisau dari dapur atas lalu bergegas menghampiri tanaman rempah yang ada di pojok ruangan.


"Emmm," gumam Ha Jae.


Ha Jae mengambil sebatang serai dan lengkuas. Dia juga memetik dua lembar daun jeruk dan daun salam.


Setelah selesai, Ha Jae meraih kantong belanjaannya dan bergegas turun ke lantai bawah untuk memasak.


Srekg,


Ha Jae menaruh rempah dalam wastafel tempat cuci piring. Dia lalu menaruh kantong belanjaannya di atas meja dapur kecil. Ha Jae terperanjat saat menyadari Shin sudah duduk di meja makan yang berada tepat di depannya, dengan segelas kopi di hadapannya.


Gedubrak! (bunyi lemari kecil bawah wastafel yang terhantam).


Ha Jae terperanjat. Dia mundur hingga menghantam wastafel di belakangnya. Ha Jae terdiam ternyalang menatap Shin yang juga ternyalang melihatnya. Shin diam bergeming menatap Ha Jae yang tampa mengenakan kerudung itu.


"Yha Shin Ji Joon. Ini coba lihat. Baguskan?! Ini hanya ada 3 di Dunia. Dan aku salah satu pemiliknya." sergah Yokada.


Yokada menghampiri Shin dengan membawa sebuah jam tangan. Dia menunjukan dengan bangga kepada Shin yang duduk di meja makan, betapa berharga dan mewahnya jam tangan itu.


"Yha Ha Jae. Kau sudah pulang?! Aku sudah lapar sekali. Masak yang banyak ya.  Kita makan bersama." titah Yokada.


Yokada bergegas duduk di sebelah Shin. Dia terus menyombongkan dirinya dengan jam tangan langka itu.


"Nah coba lihat ini," imbuh Yokada.


Shin masih terdiam terpaku menatap Ha Jae. Dia mengambil jam tangan milik Yokada untuk melihatnya. Shin tetap masih sesekali melihat ke arah Ha Jae yang masih terdiam bergeming di depannya.


Yokada yang menyadari bahwa ada yang aneh di antara mereka berdua. Mencoba menyairkan suasana.


"Yha kau kenapa?" tanya Yokada kepada Shin.


"Ahk, tidak. Maaf," jawab Shin.


Shin menaruh jam tangan itu di atas meja untuk menyuput kopi di hadapan nya. Sesekali dia masih tetap melirik ke arah Ha Jae.


"Yha! Ha Jae. Ngopow meneng ae?" (Yha! Ha Jae. Kenapa diam aja?) tanya Yokada kepada Ha Jae.


Ha Jae hanya diam menggerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri seolah memberi kode kepada Yokada.


"Ngopow?!" (Apa?!) sergah Yokada tak paham.


"Oo orak. Masak. Masak, mau masak." ucap Ha Jae gelagapan.

__ADS_1


Yokada berpaling dari Ha Jae. Dia kembali memamerkan jam tangan limited yang dia miliki ke pada Shin. Shin mengambil kembali jam tangan itu lalu memperhatikannya. Dia masih sesekali melirik ke arah Ha Jae yang masih tertegun tak beranjak dari tempatnya berdiri.


...****************...


__ADS_2