Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Siapa Yang Di tunggu?!


__ADS_3

"Hai kau! Kenapa tidak duduk?!" tanya Yokada kepada Man.


...----------------...


Tak lama Man duduk di sebelah Yokada karna merasa tidak enak dengannya. Man begitu terlihat sangat canggung.


"Aku tidak tau kenapa bocah itu memilihmu. Seburuk apa pun kau. Aku ingin kau tak mengecewakanku. Mengerti!!" tutur Yokada.


"Heem, ya, Tuan." sahut Man.


"Kenapa kau memanggilku Tua?! Kenapa tidak Senpai seperti yang lainnya, hah?!" tanya Yokada.


"Hemm," gumam Man menyeringai.


"Hais! Kau ini." sahut Yokasa.


Sementata itu, Ha Jae sudah selesaiengurus semua urusan penerbangannya. Dia pun kembali ke ruang tunggu bergabung dengan yang lainnnya.


"Thanks you," ucap Ha Jae kepada seorang pertugas.


"Ayo, ayo," ucap Sekertaris Min Ho.


"Eh tunggu," seru Min Sae tertinggal.


"Ha Jae, kalau kau sampai di sana nanti. Jangan lupa kabari kami ya," pesan Min Ho.


"Iya," timpal Min Sae.


"Baik Paman. Aku tidak akan lupa," sahut Ha Jae.


Mereka pun sudah sampai di ruang tunggu.


"Bagaimana? Jam berapa terbang?" tanya Yokada.


"20 Menit lagi," jawab Ha Jae.


"Ohh," gumam Yokada.


Ha Jae duduk di antara Yokada dan Man.


"Eh! Aku yang naik pesawat, kenapa kau yang tegang?" tanya Ha Jae kepada Man.


"Cih! Apaan sih!" sahut Man kesal.


"Hemm," Ha Jae tersenyum tipis kepada Man.


"Hais! Kenapa belum datang juga?!" gumam Yokada dengan asik melihat layar ponselnya.


"Siapa?" tanya Ha Jae penasaran.


"Tidak. Lebih baik kita bersiap di ruang tunggu dalam. Takutnya nanti kamu ketinggalan." usul Yokada.


"Ah, okay," sahut Ha Jae.


"Mari, ayo," ucap Min Ho.


Mereka pun pindah ke ruang tunggu dalam. Agar Ha Jae tidak terlalu jauh berjalan saat waktu pemanggilan penumpang nanti.


"Lho! Kok gak ada?" tanya Jennie.


Jennie terlihat bingung melihat rekan yang lainnya tak ada di ruang tunggu depan.


"Aduh," pekik Hani yang hampir terjatuh.


"Ehh, hati-hati," ucap Jennie.


"Mereka kemana?" tanya Hani.


"Hemm," gumam Jennie.


Jennie meluaskan pandangannya. Melihat kesana-kemari mencari rekan-rekan yang lainnya.


"Ah, itu mereka. Ayo," ucap Jennie.


"Ehh, tunggu. Pelan-pelan dong. Kakiku sakit nih," sahut Hani.


"Ih, kamu," protes Hani kesal. "Lagian kenapa pakai high heels!?"


"Ya, masak aku pakai dres, sepatunya boot," tukas Hani.


"Lan bisa pakai ballerina atau flip-flops. Gak harus high heels kan?" imbuh Jennie.


"Kamuuu," sahut Hani cemberut.


"Udah ayo. Sini biar aku yang bawa," ucap Jennie.


Mereka bergegas menghampiri Ha Kae dan yang lainnya.


"Kalian dari mana?" tanya Ha Jae.


"Nih, beli camilan. Kopinya Senpai," ucap Jennie.


"Aa, makasih," sahut Yokada masih sibuk memainkan ponselnya.


"Hani, kenapa kakimu?" tanya Ha Jae.


"Ah, enggak. Gak papa kok," sahut Hani.


"Ah! Hani itu.."


"Ehh! Anu," pekik Hani.


Belum selesai Jennie berbicara. Hani membungkam mulut Jennie untuk tidak membongkar apa yang terjadi kepada Hani.


"Apa?!" tanya Ha Jae penasaran.

__ADS_1


"Laper. Makan," celetuk Hani.


"Uh, dasar," cetus Jennie.


"Hai, Bagi makanannya," sela Kyun.


"Ini. Ayo makan. Bibi, ayo makan," ucap Jennie memberikan makanan kepada Min Sae.


"Terimakasih," sahut Min Sae.


"Oh Halo! Ya. Kau di mana? ... " sergah Yokada.


Yokada beranjak dari tempat itu untuk mengangkat sebuah telepon.


"Paman Min. Ayo makan," ucap Ha Jae.


"Silahkan, Paman," ucap Jennie.


"Terimakasih terimakasih," sahut Min Ho mengambil sebuah makanan.


"Man, nih," ucap Hani menyodorkan ciken krispi kepada Man.


"Thanks," ucap Man terseyum tipis kepada Hani.


Belum lama mereka menyantap makanan. Pengumuman agar calon penumpang mempersiapkan diri, sudah berkumandang. Ha Jae pun tersentak kaget mendengar pengumuman itu yang menggema dengan keras.


"Ehmm," gumam Ha Jae menaruh cikem krispi dalam gigitannya.


"Ah, Astaga! Baru juga gigit," protes Jennie.


"Gigit apanya?! Kamu udah abis 3 biji." tangkas Kyun.


"Ha Jae, pelan-pelan. Sini aku bantu," ucap Hani.


"Terimakasih," sahut Ha Jae.


"Ha Jae, ayo. Ah! Saya panggil Tuan Yokada sebentar. Sayang, kamu temani mereka," ucap Min Ho.


"Iya, ayo," sahut Min Sae.


"Pak, Pak. Pesawat sudah mau berangkat, Pak." tutur Min Ho.


"Oh, ya sebentar," sahut Yokada.


"Iya," sahut Min Ho.


Yokada masih sibuk menelpon. Terlihat dia sangat cemas dan bingung.


"Kau langsung saja ke sini. Pesawat akan segera berangkat. Aku tunggu," ucap Yokada dengan seseorang di ujung telepon.


Yokada menutup telponnya dan bergegas menyusul Ha Jae.


"Di mana mereka?" tanya Yokada.


"Mereka di pintu masuk," jawab Min Ho.


"Mari, mari silahkan." sahut Min Ho.


Mereka pun bergegas menghampiri yang lainnya.


"Bagaiman? Sudah siap?" tanya Yokada menghampiri Ha Jae.


"Ha ha, 10 Menit lagi." sahut Ha Jae.


"Ya ya," sahut Yokada.


"Coco, jangan lupa sering Chat ya. Kabar kabari," pesan Jennie.


"Ah, pasti sepi gak ada kamu. Jangan lama-lama ya," pesan Hani.


"Apa-apaan sih kalian! Aku ini pergi mau kerja tauk. Bukan mau liburan musim panas," jawab Ha Jae dengan kesal.


"Kerja juga lama kan?" sahut Hani.


"Iya," timpal Jennie.


"Siapa bilang lama?! Kalian aja yang berlebihan. Kan gak harus nganterin semua gini," protes Ha Jae kesal.


"Ih, kok kesel sih?! Bukannya seneng," protes Jennie.


"Bukan kesel tauk. Sedih," terang Ha Jae.


"Ouu, Ha Jae. Peluk," sahut Hani dengan manja.


"Peluk," timpal Jennie.


"Haih, kalian ini! Aku juga mau. Peluk." sela Kyun ikut memeluk mereka bertiga.


"Ih awas! Sempit tauk." sergah Jennie mendorong tubuh Kyun.


"Sempit itu karna badanmu," celetuk Kyun.


Jennie pun memukul Kyin dengan kesal.


"Au au.. sakit," pekik Kyun.


"Oe, ati-ati yo," ucap Man kepada Ha Jae.


"Iya, makasih," sahut Ha Jae terseyum ke arah Man.


"Cih!" gumam Man menyeringai.


Sementara itu, Yokada terlihat cemas menunggu seseorang.


"Hais! Kemana dia?" gumam Yokada.

__ADS_1


Ha Jae hanya diam penasaran melihat sikap Yokada yang terlihat panik seperti sedang menunggu seseorang. Ha Jae mencoba memperhatikan tempat sekitar untuk mencari tahu, siapa sebenarnya yang Yokada tunggu.


"MAMA!!"


"MAMA!!!"


Seorang gadis berlari dari pintu masuk Bandara. Dia tak sabarnya menghampiri Ha Jae.


"Haneul!!" gumam Ha Jae.


"Mama!" panggil Haneul.


"Hah," gumam Ha Jae tersenyum bahagia.


Haneul berlari dan jatuh dalam pelukan Ha Jae. Ha Jae memeluk tubuh yang hampir setinggi dengannya itu, dengan eratnya.


"Mama," ucap Haneul.


Ha Jae menyeka rambut lurus yang menutupi rambut gadis kecilnya itu.


"Kenapa kamu ke sini?" goda Ha Jae.


"Tidak boleh ya?" tanya Haneul merasa kecewa.


"Siapa bilang. Mama senang kamu bisa ke sini. Yuri dan Nami mana?" tanya Ha Jae.


"Yuri ada latihan Biola. Nami ada ulangan tambahan," jelas Haneul.


"Lalu Haneul?" tanya Ha Jae menggoda.


"He he, aku ijin," sahut Haneul tersenyum manis.


"Kau sendiri?!" tanya Ha Jae penasaran.


"Anya. Appa yang antar," sahut Haneul.


Haneul menoleh, menunjuk seseorang yang jauh berdiri di pintu masuk bandara.


"Mama harus segera masuk. Kau jaga dirimu baik-baik ya. Belajar yang rajin. Jangan nakal. Yang akur dengan sodara-sodaramu," pesan Ha Jae kepada Haneul.


Ha Jae memeluk penuh kasih Haneul. Dia mengecup kening Haneul dengan lembut, sebelun beranjak masuk ke kabing pesawat.


"Saranghaeyo Mama," seru Haneul.


"Ha Jae, jangan lupa oleh-olehnya!" pekik Jennie.


"Ih, kamu ini," protes Hani.


"BATIKNYA JANGAN LUPA!!" sergah Kyun.


"AH KALIAN!" hardik Hani kepada Jennie dan Kyun.


Sementara itu, Yokada masih cemas mencari seseorang. Dia berusaha keluar mencari orang yang dia tunggu.


"Hais! Kemana dia?! Oh!! SHIN!" sergah Yokada.


Tak di sangka, Shin Ji Joon sudah berdiri di ruang tunggu jauh di belakang mereka. Dan dialah orang yang Yokada tunggu.


"Mama?!" tanya Shin dalam hati.


...Bonus!!...


......................


...GADO-GADO (Chat Grub WA)...


...----------------...


Hani : (melampirkan sebuah foto yang di bil dari sosial media milik Jennie)



Hani : "Ha ha, gokil. Kyun pasti marah besar,"


Jennie : "Hei tenang! Mana berani dia marah sama aku,"


Big Man : "Oi! Grub apa ini?!!"


Jennie : "Lha, dia baru ngeh. Kemana aja selama ini?! Perasaan udah masuk 3 hari yang lalu."


Hani : "Hai, santai aja,"


Big Man : "Siapa yang masukin aku?!"


Jennie : "Aku aja gak punya nomor kamu,"


Hani : "Bukan aku,"


Big Man : "Cih! Bocah."


Jennie : "Ih! lasar banget aih?!"


Hani : "Sudah sudah. Dia cuman belum terbiasa aja kok. Aslinya dia baik tauk."


Jennie : "Kamu kok belain dia sih?!"


Hani : "Aku gak belain T_T"


...----------------...


...Man pun tersenyum tipis membaca pesan Hani yang membelanya....


...Sementara itu......


__ADS_1


...MASIH NGOROK...


...****************...


__ADS_2