Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Berlahan Terkuak


__ADS_3

Shin Ji Joon bergeming beberapa waktu di hadapan Yangsima. Dia tak habis pikir dengan apa yang dia lihat itu. Yangsima merasa tidak enak dengan Tuan Mudanya itu. Seharusnya Shin Ji Joon tak mengetahui semua itu. Walau sebenarnya, lebih baik dia mengetahuinya sekarang.


"Lupakan semua ini. Ada hal penting yang harus kau selesaikan segera," ucap Shin mulai buka suara.


"Maaf Tuan atas kelancangan saya. Harusnya saya tidak melakukannya atas seinjin Tuan Muda," tutur Yangsima.


"Kau ini kenapa. Ayolah Paman, Aku harusnya berterimakasih kepadamu. Aku rasa, sebagai seorang Paman yang sudah aku anggap sebagai Ayahku sendiri. Kau melakukan yang terbaik untukku," tutur Shin Ji Joon.


"Hemm," gumam Yangsima merasa puas.


"Aku ke sini ingin bertanya soal data gadis yang aku minta untuk mencari waktu itu. Apa ada perkembangan?!"


"Belum. Saya tidak bisa mengorek banyak informasi dari Yokada. Saya rasa, ada sesuatu yang dia sembunyikan tentang gadis itu," selidik Yangsima.


"Lihat ini. Aku mendapatkan informasi itu. Anak Ha Jae, dia sendiri yang menuturkannya kepadaku." tutur Shin Ji Joon. "Cari tau tentang orang yang bernama Gemani Priscanara. Jika memang benar dia orang yang sama dengan orang yang bekerja di rumah Haneul pada saat itu. Berarti benar itu dia," selidik Shin Ji Joon.


"Baik, akan aku lakukan untukmu," sahut Yangsima. "Lalu bagaimana dengan pernikahan mu?! Apa kau ..., " Yangsima tidak meneruskan ucapannya.


"Biar aku yang mengurus semuanya," sahut Shin Ji Joon.


......................


"Paman, Sayang. Ayo sini, sini," titah Haneul menggandeng tangan Yokada.


Haneul menyuruh Yokada sarapan bubur yang spesial dia masak untuk Yokada. Haneul, Nami dan Yuri, dengan semaksimal mungkin menggantikan Ha Jae di sisih Yokada.


"Paman, capek ya?! Aku pijit ya," tutur Yuri.


"Paman, ini minumnya." ucap Nami.


"Ini, ayo makan buburnya. Sini aku suapi," tutur Haneul.


"Tidak usah, tidak udah. Aku bisa sendiri," tolak Yokada kebingungan. "Kalian ini. Jangan bilang Ha Jae yang menyuruh kalian,"


"He he he ," Tawa Haneul, Yuri dan Nami menjawab pertanyaan Yokada.


"Pijit yang keras," titah Yokada.


"Siap!" seru Yuri.


Sejak kepergian Ha Jae. Kedekatan Haneul, Yuri dan Nami bersama Yokada pun semakin erat. Tak jarang mereka jalan bersama untuk menghabiskan waktu. Kedekatan mereka pun sampai di beritakan di beberapa stasiun televisi dan menjadi trending topik di sosial media. Banyak yang mengira bahwa ke 3 putri Ha Jae itu adalah anak-anak Yokada. Yokada sempat bingung kenapa itu semua bisa terjadi. Tapi karna Yokada merasa nyaman dengan ke 3 ponakannya itu. Dia tak merasa keberatan tentang berita yang beredar di rana publik.


"Halo," pekik Mizuki mendekat ke arah Yokada.


Mereka tak sengaja bertemu saat sedang jalan ke Mall. Yokada yang melihat kedatangan Mizuki pun merasa terganggu.


"Hais, kau!" gumam Yokada memalingkan wajahnya.


"Bibi," seru Haneul.


"Haik. Kalian mau kemana?!" tanya Mizuki.


"Kita ingin beli peralatan ulang tahun dan pesan kue." tutur Haneul.


"Hemm," gumam Yuri.

__ADS_1


"Ohh! Siapa yang ulang tahun?" tanya Mizuki.


Dengan malu-malu Nami mengacungkan tangannya dengan senyuman manis di pipinya.


"Boleh aku ikut?" tanya Mizuki.


"Tidak! Urus saja urusanmu," tolak Yokada.


"He?! Kenapa? Lagi pula aku juga sedang mengurus urusanku," tutur Mizuki.


"Apa maksudmu?!" celetuk Yokada.


Yokada tetiba teringat sesuatu. Dia merasa curiga dengan Mizuki. "Dasar penguntit!" geram Yokada. "Jadi kau yang menyebar luaskan foto-foto kita ke publik?!"


"Hee?! Aku? Apa untungnya?" sanggah Mizuki. "Lagi pula kau cocok jadi seorang Ayah. Aku bisa lengkapinya,"


Mizuki mencoba mendekat ke sisih Yokada. Namun dengan cepat Yokada mendorong tubuh Mizuki.


"Minggir!" seru Yokada.


Terjadi sebuah keributan di antara Mizuki dan Yokada. Haneul, Nami dan Yuri yang melihat itu pun hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil.


"Paman dan Bibi cocok sekali," celetuk Yuri.


"Emm, mereka serasi," timpal Haneul.


"Ha ha ha ha," pekik mereka.


"Benarkah?!" tanya Mizuki mengandeng tangan Yokada.


Yokada terus menghindar dan mengusir Mizuki dengan tidak hormat. Namun bukan Mizuki namanya jika menyerah begitu saja. Mizuki terus mendekati dan menggangu hidup Yokada. Walau sesekali Haneul dan kedua sodaranya membantu mengusir Mizuki. Namun terkadang mereka sengaja mengundang Mizuki ke rumah mereka. Seperti saat mereka ingin mendekor ruangan untuk acara ulang tahun Nami.


"Halo," sapa Mizuki masuk ke dalam rumah.


"Ah, Bibi sudah datang," sahut Haneul.


"Aku bawa kue untuk kalian," ucap Mizuki.


"Arigatou, hi hi," sahut Haneul.


"Ahh! Haik," sahut Mizuki. "Pamanmu di mana?!"


"Emm, Paman sedang ambil tangga di gudang," jawab Haneul.


"Ohh,"


"Bibi. Bibi sudah datang," sapa Yuri.


"Haik, itu apa?!" tanya Mizuki.


"Balon, nanti di pasang di sana." jelas Yuri.


"Sini aku bantu," ucap Mizuki.


"Hemm,"

__ADS_1


Tak lama Kyun, Man dan yang lainnya pun datang ke rumah mereka. Kyun dan lainnya berniat membantu menyiapkan acara ulang tahun Nami.


"Hei, biar aku yang pasang," tawar Kyun.


"Hei, awas minggir!" sergah Yokada yang datang membawa tangga.


Terlihat Yokada begitu sangat kecapekan. Dia duduk terlulai di meja bar.


"Ahh Senpai. Duduk saja, biar kami yang kerjakan," ujar Kyun.


"Aku pijit," ucap Mizuki.


"Ya, di sini," jawab Yokada.


Yokada tak sadar siapa yang memijitnya itu. Tak lama Yuri datang dengan Hani dan Jennie yang membawa makanan dari luar. Yokada pun terkejut dan menoleh ke belakangnya. Dia kaget saat melihat Mizuki yang sedang memijit pundaknya itu.


"YHA!! SEDANG APA KAU DI SINI!" hardik Yokada.


"Hemm, Nani?!" sahut Mizuki.


"Kau! Kenapa kau mengajak mahluk ini?!" hardik Yokada kepada Kyun.


"Aku?! Aku tak mengajaknya. Aku ke sini dengan Man, Hani dan Jinnie," sanggah Kyun.


"Lalu siapa yang menyuruhnya ke sini?!" seru Yokada menjauh dari Mizuki.


"Bukan aku," seru Nami.


"He he, Mama bilang Bibi di minta datang untuk teman Paman," tutur Haneul. "Maaf, Paman,"


"Kau ini. Sama seperti bocah itu. Menyebalkan," gumam Yokada pergi ke lantai bawah.


Mizuki yang melihat itu pun bergegas mengejar Yokada. Sedangkan Haneul dan yang lainnya, kembali membereskan pekerjaan mereka.


......................


"Itu baru data sementara. Belum Valid sepenuhnya. Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mengumpulkan data langsung dari Indonesia. Sekalian mencari keluarga dan tempat tinggalnya," tutur Yangsima.


"Hahg?!" gumam Shin Ji Joon.


Shin ternyalang dengan berkas di tangannya itu. Dia mencoba melonggarkan kerah bajunya agar tidak terlalu tegang. Shin benar-benar tak percaya dengan apa yang dia dapat.


"Cari tau kasus itu. Aku ingin kau mencari semua kebenarannya hingga ke akar." titah Shin Ji Joon.


"Baik, Tuan." sahut Yangsima.


Shin Ji Joon tertegun di atas kursinya. Dia seakan tak dapat menerima informasi yang dia dapat.


"Tuan. Choi Ha Jae sekarang ada di Jepang. Saya dengar, dia akan di sana sampai pekan depan. Sepertinya dia sengaja menghindari pernikahan, Tuan." tutur Yangsima.


"Aku tau. Pergilah," titah Shin Ji Joon.


"Baik, Tuan." sahut Yangsima.


"Ha Jae. Kau ... " batin Shin Ji Joon

__ADS_1


...****************...


__ADS_2