
Siang itu, Ha jae sudah bersiap berangkat ke bandara. Yokada datang menghampiri Ha Jae yang berada di kamarnya.
"Hai, Ha Jae. Gimana? Sudah siap semua barangmu?" tanya Yokada.
"Hemm," gumam Ha Jae.
Sekertaris Min Ho pun datang menghampiri mereka. Sedangkan Yokada, pergi ke lantai bawah untuk mengambil sesuatu.
"Ha Jae, kita berangkat sekarang? Mobil sudah siap." tanya SekertarisMin Ho.
"Ah, ya. Ayo," jawab Ha Jae.
"Sayang, bantu bawa kopernya." titah Sekertaris Min Ho kepada Istrinya.
"Iya," sahut Min Sae.
"Sini, biar saya bantu," ucap Sekertaris Min Ho kepada Ha Jae.
"Tidak usah. Aku bisa sendiri," tolak Ha Jae dengan senyuman tipis.
Yokada kembali menghampiri mereka. "Gimana sudah siap?" tanya Yokada.
"Ya ya, ayo," sahut Sekertaris Min Ho.
Mereka pun bergegas pergi ke mobil yang sudah terparkir di halaman rumah.
"Ayo silahkan. Eh, Pak Yokada," ucap Sekertaris Min Ho.
Sekertaris Min Ho dengan hormat, meminta kunci mobil kepada Yokada.
"Biar aku yang menyetir. Sudah lama aku tidak menyetir." ucap Yokada.
"Emang selama ini siapa yang menyetir mobil? Hantu?!" celetuk Ha Jae.
"Hais! Kau ini. Sudah masuk." titah Yokada dengan kesal.
"Ayo ayo, silahkan." sahut Sekertaris Min Ho.
Mereka pun berangkat menuju ke bandara. Sementara di sisi lain. Jennie dan Hani yang sudah berada di bandara. Merasa bosan menunggu kedatangan Ha Jae.
"Ih, Ha Jae lama banget sih?" keluh Jennie.
"Udah deh. Paling bentar lagi sampai," ucap Hani.
"Oh Mow!!" pekik Jennie.
Jennie menunjuk ke arah pintu masuk bandara.
"Coba lihat," titah Jennie kepada Hani.
"Apa?!" tanya Hani penuh penasaran.
Di sana, terlihat Man dan Kyun yang datang bersamaan.
"Hai, ayo." titah Kyun.
Kyun menarik tangan Man, memaksanya untuk mengikutinya.
__ADS_1
"Ayo!" titah Kyun.
"Oe!! Aku bisa sendiri!!" hardik Man.
"Ah kau ini," seru Kyun merasa jengkel.
"SAYANG!! SAYANGGG! DI SINI! SINI." teriak Jennie memanggil Kyun.
"Oh!! SAYANG!" teriak Kyun.
Kyun pun berlari bergegas menghampiri Jennie dan Hani.
"Sayang, kok gak bilang sih mau ikut ke sini? Kan tau gitu tadi barengan," tanya Jennie cemberut.
"Ah, maaf. Kan aku mau ngasih kejutan." goda Kyun.
"Ahhh, kamu," sahut Jennie dengan malu.
"Coco mana?" tanya Kyun.
"Dia belum datang. Paling sebentar lagi," sahut Hani.
Man pun datang menghampiri mereka dengan berlahan. Terlihat jelas Man merasa tidak bersemangat.
"Eh, Man. Kamu ganteng juga pakai baju itu," puji Jennie kepada Man.
"Gak usah ngajak ngomong." sahut Man datar.
"Ih!" gumam Jennie kesal.
"Ahh sudahlah. Dia memang lagi PMS. Abaikan," sela Kyun.
Mereka pun menunggu kedatangan Ha Jae dengan sendau gurau bersama.
"Ah itu Coco. COCO!!" panggil Kyun.
Ha Jae terkejut dengan sergahan itu. Dia menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.
"Astaga," gumam Ha Jae.
"Ada apa?" tanya Yokada yang berdiri di samping Ha Jae.
Yokada pun melihat ke arah teman-teman Ha Jae yang sudah menunggu mereka datang.
"Hais!" gumam Yokada.
Yokada, Ha jae, Sekertaris Min Ho dan Min Sae pun menghampiri mereka.
"Haii! Ngapain kalian di sini?!" tanya Yokada.
"Ah, Senpai. Kami cuman mau ngantar Coco aja," jawab Kyun menggoda.
"Senpai senpai," gumam Yokada kesal.
"Hai Couple Min," sapa Jennie kepada Sekertaris Min Ho dan Min Sae.
"He! Yang sopan," hardik Yokada.
__ADS_1
Yokada menjitak kening Jennie menggunakan buku paspor di tangannya.
"Au!" pekik Jennie kesakitan.
"Ah tidak apa-apa. Kami senang di panggil Couple Min," ucap Sekertaris Min Ho. "Terlihat seperti anak muda, he he," sambung Min Ho dengan malu.
"Iya, terasa seperti saat masih SMA, he he," timpal Min Sae.
"Ya sudah. Ha Jae, urus paspormu dulu sana. Ini," titah Yokada.
Yokada memberikan paspor kepada Ha Jae. Ha Jae pun mengambilnya dan pergi untuk mengurusnya.
"Aa, biar saya temani. Ayo," ucap Sekertaris Min Ho.
"Aku ke sana dulu, ya. Bay," ucap Ha Jae.
"Bay," sahut Jennie dan Hani.
"Ee Senpai, E Tuan, ee?!" Tegun Kyun, "Ah! Aku manggilnua apa sih?!" pekik Kyun merasa kesal.
"Hei! Panggil aku SEN-SEI," goda Yokada.
"Hah?! Guru??!" gumam Kyun binung.
"NAMAKU YOKADA!! WILLIAM YOKADA. KENAPA HARUS BINGUNG!" hardik Yokada.
Yokada berkali-kali memukul tangan Kyin menggunakan kunci mobil di tangannya. Kyun pun mencoba menghindar karna kesakitan.
"Hais! Kau ini. Hai kau! Ambil ini." titah Yokada kepada Man.
Yokada memberikan kunci mobil kepada Man. Man pun dengan berlahan mengambil kunci mobil itu.
"Hei!! Kenapa kalian tidak membeli makanan, hah?! Kalian tidak punya uang?" tanya Yokada.
Mereka hanya diam saling bertatapan satu sama lain.
"Hais, anak muda jaman sekarang," gumam Yokada kesal.
Yokada mengeluarkan dompetnya. Dia mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.
"Ini ambil. Beli sesuatu. Belikan aku kopi, ya." titan Yokada.
"Ah! Serius?" ucap Jennie.
Jennie meraih uang yang Yokada berikan.
"Jangan lama-lama," titah Yokada.
"Ah, iya. Siap!! Ayo Hani." ucap Jennie.
"Emm," sahut Hani.
Hani dan Jennie puneninggalkan Yokada, Kyin dan Man yang menunggu di ruang tunggu.
"Ahh, sayang tunggu!! Aku ikut!" sergah Kyin menyusul mereka.
"Hais! Anak jaman sekarang. Hai kau! Kenapa tidak duduk?!" tanya Yokada kepada Man.
__ADS_1
Man hanya diam melihat Yokada.
...****************...