
Di ruang keluarga lantai bawah. Ha Jae membuat sebuah lingkaran lilin di tengah ruangan. Dia sengaja mematikan listrik lantai bawah agar semua lampu dan aliran listrik padam, kecuali lantai atas.
Dengan kegelapan yang mencengkam, yang hanya di terangi oleh lilin-lilin kecil untuk ulang tahun. Sisa dari acara pembukaan perusahaan cabang ke 2 Asian Production, yang di gunakan sebagai hiasan kue tart acara kemaren. Mereka duduk berhadapan di tengah lingkaran lilin dengan memegang boneka jalangkung itu.
"Udah siap?!" tanya Ha Jae serius.
"Ya. Lalukan." jawab Yokada dengan tegang.
"Jalangkung, jalangserrr, di sini ada pesta, data- ... " Lantun Ha Jae menyanyikan lagu mantra yang sengaja dia ubah.
"Hai hai, kenapa lagunya begitu. Aku lihat di Google tidak seperti itu." sela Yokada merasa aneh dengan nyanyian yang Ha Jae nyanyikan.
"Itu kan gugel. Mau percaya gugel atau aku?!" tegas Ha Jae berusaha menyakinkan Yokada.
Yokada hanya bisa diam menuruti apa yang Ha Jae katakan. Karna memang dia tidak tau dengan hal itu. Dengan senyum jail, Ha Jae melanjutkan nyanyian pemanggil makhluk halus itu.
Tak berapa lama, Ha Jae sengaja menggerak-gerakan boneka buatannya itu. Terlihat jelas ekspresi ketakutan dari wajah Yokada.
Makin lama, Ha Jae semakin kuat mengerakan boneka kayu itu dan melemparkannya ke arah ruangan yang gelap, seakan boneka itu terbang melayang dengan sendirinya.
"KYAA!!" pekik Ha Jae pura-pura terperanjat.
Yokada yang percaya dengan lelucon itu pun dengan panik memperhatikan ruangan sekitar yang gelap gulita tanpa satu pun penerangan.
Tetiba Ha Jae pun menunjuk ke arah belakang Yokada dengan ternyalang.
"Apa tu? Apa tu? APA TU MAN? APA TU?!!" dengan cepat Ha Jae bangkit dan berlari ke lantai atas meninggalkan Yokada.
Yokada yang terlihat bingung dan ketakutan, berteriak lari tunggang langgang, berusaha mengejar Ha Jae. Tapi sialnya tralis besi yang terpasang tepat di bibir tangga lantai atas di kunci oleh Ha Jae.
Dengan iseng, Ha Jae berpura-pura berusaha membuka tralis besi itu dengan sekuat tenaga agar Yokada dapat masuk bersamannya.
"BUKA PINTUNYA!!" sergah Yokada ketakutan.
"PINTUNYA GAK BISA DI BUKA!!" seru Ha Jae dengan panik.
"CARI KUNCINYA!!" titah Yokada.
"KUNCINYA DIAMAN?! OH MWO?!" seru Ha Jae.
__ADS_1
Ha Jae berpura-pura melihat sesuatu dari belakang Yokada.
"JANGAN, JANGAN, JANGANNN!!! AHHHHH!!" seru Ha Jae mundur berlahan dan lari tunggang langgang ke dalam kamarnya.
Yokada yang melihat hal itu pun semakin panik dan ketakutan.
"BUKA PINTUNYA!!!! BUKAAAA!!! AKU MOHON BUKA PINTUNYAA!!! BUKA!!!!" teriak Yokaya terus memohon.
Ha Jae yang merasa puas menjahili Yokada tertawa terpingkal di dalam kamarnya. Dia yakin setelah ini Yokada akan kapok dan tidak banyak tanya dengan apa yang dia miliki selama ini.bLebih tepatnya, Yokada akan lebih menghargai dan tidak bersikap seenaknya kepada Ha Jae.
Ha Jae meraih ponsel dan handset miliknya. Dia menyalakan sebuah lagu dari ponselnya dan memakai handset agar tidak mendengar teriakan Yokada yang terus memohon untuk di bukakan pintu olehnya.
"Ahh 1 Jam kayaknya udah cukup bikin dia kapok. Dengerin lagu dulu ah." batin Ha Jae.
Sialnya bagi Yokada, Ha Jae malah terlelap pulas dalam tidurnya. Dia lupa dengan bagaimana nasib Yokada.
Keesokan harinya, Ha Jae bagun dari tidurnya dan bergegas untuk membersihkan badannya. Setelah selesai membersihkan badan, seperti rutinitas biasa, Ha Jae membuat segelas kopi untuk menyegarkan badannya.
Baru saja duduk di bar atas, dia melihat Shin Ji Joon dan Min Ho yang mengetuk pintu lantai atas yang terbuat dari kaca itu.
Seolah mereka berdua mencari tau, di dalam ada orang atau tidak.
Dengan kaget, Ha Jae berlari kedalam kamar untuk mengambil kerudung dan memakainya. Ha Jae dengan santai membuka pintu dan menyapa mereka.
"Annyeonghaseo," sahut Min dan Shin.
"Ha Jae, Pak Yokada kemana?! Dari tadi kami pencel bel tapi tak ada yang menjawab." tanya Min Ho.
"Hah?! Senpai?! Emm ... " gumam Ha Jae bingung.
Tetiba Ha Jae mengingat sesuatu hal. "SENPAI!!! YA ALLAH, SENPAI" sergah Ha Jae dengan panik.
Ha Jae berlari dengan panik menuju ke arah tangga. Melihat hal itu Shin dan Min pun mengikuti Ha Jae.
Terlihat Yokada tak sadarkan diri duduk di anak tangga bagian atas dengan sangat memprihatinkan. Ha Jae pun bergegas mencari kunci tralis dan membuka pintu besi itu. Shin dan Min Ho membantu mengangkat Yokada ke dalam kamar Ha Jae. Dia membarikan Yokada yang lemas di atas ranjang Ha Jae.
Ha Jae memanggil seorang dokter untuk memeriksa keadaan Yokada. Dia takut jika kejadian semalam membuat Yokada mengalami sesuatu yang serius.
Ha Jae pun juga menceritakan semua apa yang dia perbuat kepada Yokada. Dia mengaku bersalah dengan apa yang dia lakukan. Tapi tak di sangka, walau Ha Jae di salahkan oleh Min Ho dan Shin Ji Joon. Mereka berdua juga sempat tertawa mendengar cerita Ha Jae. Mereka berdua tak menyangka jika Yokada bisa setakut itu dengan hantu.
__ADS_1
"Maaf, aku hanya ingin memberi pelajaran aja kok sama Senpai. Abis dia resek bangey main masuk dan keluar kamarku semaunya. Aku kan malu." jelas Ha Jae dengan rasa bersalah.
Ha Jae sengaja tidak menceritakan tentang sosok yang Yokada lihat dan kebenaran yang terjadi. Dia tidak ingin Shin Ji Joon terpuruk akan hal itu.
"Hais kau ini, bisa-bisanya ngerjain Pak Yokada. Tapi kau hebat." ucap Min Ho.
Tak berapa lama, Yokada pun siuman. Dia masih merasa syok dengan apa yang dia alami. Dokter mengatakan, Yokada hanya kecapekan dan hanya perlu istirahat saja.
Tapi siapa sangka, setelah siuman, badan Yokada panas hingga 39°C dan terus mengigau. Dokter mengatakan, itu reaksi alamiah jika seseorang merasa terkejut, terguncang, atau syok mendadak seperti ketakutan yang membuat mentalnya terguncang, yang mungkin, bisa mengakibatkan trauma mendalam.
Seharian Ha Jae menemani Yokada yang sedang sakit. Ha Jae juga meminta Min Ho untuk menemaninya. Tapi Min Ho tidak bisa, karna memang harus memggantikan Yokada dalam urusan kantor.
"Biar aku saja." tawar Shin. "Kebetulan aku tidak ada pekerjaan penting. Jadi punya waktu untuk menemani Yokada."
"Hemm, terimakasih." sahut Ha Jae.
Ha Jae menghampiri Yokada dengan membawa bubur kesukaannya. Shin pun keluar untuk membuat minuman.
"Yokada, jangan sampai kau mengatakan apa yang kau ketahui. Jika tidak, aku akan berbuat sesuatu pada dirimu."
"Kau, kau,, KYAA SIAPA PUN TOLONG AKU, KYAAA!!" pekik Yokada.
"Ada apa?! Kau tidak apa-apa?! Dia kenapa?!" tanya Shin berlari menghampiri Yokada.
"Hemm, mungkin hanya haluni-trasi." ucap Ha Jae dengan polos.
"Hais, bocah! Suruh bocah ini keluar!! Bikin pusing saja!" hardik Yokada.
"Kenapa aku terus sih?! Auk ah, ni makan sendiri!" kesal Ha Jae menaruh bubur yang dia buat di meja dekat ranjang.
"Kau bisa makan sendiri kan?! Aku akan membantu menyiram tanaman." ucap Shin.
"Jangan-jangan, kau di sini saja. Temani aku." pinta Yokada.
Waktu berjalan begitu membosankan. Yokada hanya menghabiskan harinya di atas tempat tidur. Sedangkan Shin tak beranjak dari kamar Choi Ha Jae.
Sedangkan Ha Jae ...
..."Nama ku bento!! Ku masih jomblo!! gebetan banyak!! Di sana siniiii!! Hobyku mengkhayal, khayal apa saja, yang penting aku heppy!!! Aku heppy!!!!"...
__ADS_1
Dia dengan gilanya bernyanyi sembari menyiram tanaman di lantai atas. Shin yang mendengar hal itu pun sesekali tersenyum sendiri di buatnya.
...****************...