Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Tatapannya


__ADS_3

Setelah mereka beres menyiapkan semuanya. Mereka pun bersiap untuk acara bakar-bakar nanti malam. Ha Jae yang tadi sebelum berangkat sudah menyiapkan nasi goreng untuk bekal sarapan mereka pun, mengeluarkan makanan itu untuk mereka santap. Tak tunggu lama untuk mereka semua menyantap habis bekal itu.


"Wah enak sekali ya?" puji Min Sae.


"Eh bagi satu." ucap Min mengambil sepotong sosis dari atas piring.


...----------------...


...Kembali ke, dimana Shin Ji Joon sedang mengingat kembali kenangan dirinya dengan Choi Ha Jae. Kenangan yang membuat Shin Ji Joon makin jatuh hati dengan gadis berkulit coklat itu....


...----------------...


"Kon'nichiwa!" seru segerombolan orang mendekat ke arah mereka.


"Hai!" sahut Yokada.


Ternyata mereka adalah rekan kerja Yokada dan Shin yang sering hadir di acara minum bersama. Mr.Yosima dan ke 3 rekan lainnya dengan susah payah memawa ransel dan beberapa peralatan lain untuk berkemah berlahan mendekat ke area kamping.


"Kenapa kalian jalan kaki hah?! Di mana mobil kalian?" tanya Yokada kepada salah satu dari mereka.


"Mobilku aku parkir di sana. Dekat pohon yang ada di pinggir jalan. Aku takut medannya yang juram. Bisa mati jantungan kita semua dengan medan seperti itu." tutur Yosima.


"Kamu memang sudah tua ternyata, ha ha ha ha," gurau Yokada.


"Mau gimana lagi. Memang sudah waktunya, ha ha ha." timpal seorang lelaki yang lebih tua di antara mereka.


"Sekertaris Min. Ambil mobil Pak Yosima, bawa kemari." titah Yokada.


"Baik Pak, siap. Tuan kunci mobilnya." sahut Min Ho.


"Oh ya ini. Terimakasih ya." ucap Yosima.


Min Ho pun pergi mengambil mobil Yosima yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berkemah. Mr.Yosima dan yang lainnya pun bergabung untuk minum soju dengan Shin.


"Tuan, mari silahkan," ucap Shin.


"Terimakasih, terimakasih," sahut Yosima.


Mereka menghabiskan hari mereka untuk berbincang dan memamcing bersama di pinggir sungai. Suasana yang begitu menyenangkan bagi semua orang.


Ha Jae pun terlihat menikmati suasana dengan duduk di atas batu besar yang berada di pinggir sungai. Terlihat jelas, ia sangat menikmati suasana alam yang damai dan tenang itu. Shin yang melihat Ha Jae sedang duduk sendiri, ingin sekali menemaninya untuk mengajaknya berbincang.


"Hagh. Mungkin ini saatnya," batin Shin Ji Joon.

__ADS_1


Baru beberapa langkah Shin mendekat, Yokada memanggilnya untuk mengajaknya menangkap ikan di dasar sungai. Shin yang tidak bisa menolak ajakan Yokada, terpaksa harus ikut turun ke dasar sungai.


"Yha, Shin. Ayo kita mancing. Agaknya nikmat jika nanti malam kita bakar ikan," tutur Yokada.


"Oo,, ya. Mari," sahut Shin.


Shin Ji Joon yang tak mahir dalam menangkap ikan, terlihat kewalahan saat melesatkan jepakan ikan agar tepat sasaran.


"Ah,, Sial!!" seru Shin merasa kesal.


Beberapa kali ia terjatuh yang membuat seluruh badannya basah kuyup. Badan atletis tinggi sempurna itu, menonjolkan bagian-bagian otot yang hampir mengisi di setiap bagian tubuhnya. Sungguh pemandangan yang menyegarkan bagi semua wanita. Sayang di antara mereka hanya ada dua wanita.


"Ahhh ya ampun! ini harus di abadikan, harus!!" gumam Min Sae.


Min Sae yang sibuk mengabadikan moment langka itu, dengan gesitnya kesana-kemari mengambil gambar Shin. Sedangkan Ha Jae, yang di harapkan Shin dapat tertarik dengan penampilannya saat itu. Terlihat pulas tidur di atas batu pinggir sungai.


"Ah sial." batin Shin mengetahui Ha Jae yang tertidur pulas.


Hari semakin petang, semua orang pun sibuk bersiap membersihkan diri mereka masing-masing. Ha Jae yang masih tertidur pulas pun susah untuk di bangunkan. Min Ho, Min Sae terlihat kewalahan membangunkan Ha Jae.


"Dia tidak mau bangung." ucap Min Sae menghampiri Yokada.


"Hais bocah." keluh Yokada. "Hai Min Ho, siram dia pakai air sungai."


"Ahh terserah sana." tutur Yokada tidak ingin tau.


Shin berjalan menghampiri Ha Jae yang masih tertidur di atas batu. Dia tertegun melihat wajah manis yang tertidur pulas di depannya. Begitu terlihat sangat tenang.


"Indah," batin Shin terkagum.


Tetiba Shin curiga dengan ekspresi yang Ha Jae tunjukan. Alis Ha Jae yang bergerak naik turun, seakan sedang memimpikan suatu hal yang buruk. Shin juga melihat jari jemari Ha Jae, yang bergerak seakan ia sedang berusaha terbangun dari koma.


"Kenapa dia," tanya Shin dalam hati.


Shin yang curiga akan hal itu pun, meletakan jarinya di depan hidung Ha Jae. Dia ingin memastikan menbusan nafas Ha Jae. Dia juga memeriksa denyut nadi Ha Jae untuk memastikan keadaannya. Aneh rasanya bagi Shin, jika orang tertidur bisa sepulas itu.


"Eh! Kenapa?!" tanya Min Sae terkejut.


Shin yang khawatir dengan Ha Jae, melepas jaket yang dia kenakan dan memberikannya kepada Ha Jae. Mungkin saja Ha Jae sedang hipotermia karna memang udara di sana cukup dingin. Shin berniat menggedong membawa Ha Jae pergi ke rumah sakit. Tapi belum ia sempat menggendong Ha Jae. Tanpa sabar, Yokada datang dan memukul keras pipi Ha Jae. Hal Itu membuat Shin terkejut dan mendorong Yokada.


"Apa yang kau lakukan?!" tegur Shin.


"Hais kau ini. Minggir!" tegas Yokada.

__ADS_1


Yokada berjalan ke arah kaki Ha Jae, dia melepas sepatu Ha Jae dan menekan kuat jempol milik Ha Jae. Semakin lama ia semakin kuat menekan. Hal itu terlihat dari ekspresi Yokada yang begitu susah payah menekan jempol Ha Jae.


"Hais, susah sekali," gumam Yokada.


Tak berselang lama, Ha Jae tersentak bangun dari tidurnya. Dia bangkit dengan nafas terengga-engga seperti sedang di kejar sesuatu.


"Hahg!! Hag hag ... "


Ha Jae yang sudah terbangun, duduk di atas batu dengan termangu. Dia tertegun seperti kehilangan akal. Berlahan dia memegang dadanya dan jatuh terluai dari atas batu.


"Ha Jae kau tidak apa-apa?" tanya Min Sae memastikan keadaan Ha Jae.


"Dia tidak apa-apa. Hanya kelamaan tidur saja." sahut Yokada. "Ini minum, dan cepat kembali ke tenda. Hari sudah mulai gelap."


Yokada memberikan seboto air mineral kepada Ha Jae yang masih duduk bertongkat lutut di hadapannya. Yokada pun beranjak pergi meninggalkan mereka kembali ke tenda.


Ha Jae bergegas meminum setenggak air mineral dan langsung berdiri berlari menyusul Yokada dengan sempoyongan. Tanpa memperhatikan jalannya, Ha Jae akhirnya jatuh tersungkur tersandung oleh akar pepohonan.


"Ah!" pekiknya.


Shin dan Min Sae yang melihat hal itu pun bergegas menghampiri Ha Jae. Mereka membantu memapah Ha Jae yang masih terlihat lemas itu, untuk kembali ke tempat perkemahan.


"Hai kalain ini sedang apa?! Biarkan saja dia jalan sendiri." tegur Yokada.


Ha Jae spontan menendang kaki Yokada seakan tidak terima, yang membuat Yokada hampir terjatuh. Ha Jae memandang tajam Yokada dengan kesal.


"Kenapa?! Kau marah hah?! Salah sendiri kenapa tidur di atas batu?! Sudah tau ini pinggir hutan." sanggah Yokada mempercepat jalannya.


Ha Jae yang merasa itu kesalahannya sendiri pun hanya menghela nafas dan kembali berjalan dengan bantuan Min Sae dan Shin Ji Joon.


Malam hari saat acara bakar-bakar, Ha Jae yang sudah beres membersihkan dirinya pun datang menghampiri Yokada. Dia duduk di belakang Yokada dengan bersender manja di punggung Yokada.


Yokada yang merasa itu hal yang lumrah pun bersikap biasa saja seolah dirinya tak terganggu dengan hal itu.


"Kya! Jangan tidur." ucap Yokada mengoyangkan tubuhnya berusah membangunkan Ha Jae yang hampir terlelap.


"Hemm." sahut Ha Jae tak bersemangat.


Shin yang diam-diam dari tadi memperhatikan Ha Jae sesekali melempar senyuman kepada yang lainnya agar tidak terlihat mencolok.


Ha Jae yang menyadari akan hal itu, membalas pandangan Shin.


Lumayan lama mereka saling menatap mata satu sama lain. Seakan terpaku dalam waktu yang sama, mereka tidak mengalihkan pandangan mereka sedikit pun.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2