
Shin Ji Joon merasa lega mengetahui Choi Ha Jae hanya tidak enak badan saja. Mungkin itu sebabnya dia bersikap seperti tadi. Shin Ji Joon menghela nafas dan mengeluarkannya berlahan.
...(Chat To Choi Ha Jae)...
...----------------...
"Sama-sama. Selalu jaga kesehatan"
...----------------...
Shin Ji Joon mematikan ponselnya. Dia terlihat bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
"Emm, Sekertaris Han." panggil Shin.
"Ya Pak?" sahut Sekertaris Han.
"Apa yang pantas harus aku bawa untuk menjenguk teman yang sedang sakit?!" tanya Shin.
"Ahh, Pak Shin ini. Kelihatan sekali tidak punya teman ha ha." ucap Sekertaris Han.
"Huss kau ini." sela salah satu karyawan yang duduk di belakang.
"Haha ha tidak apa-apa. Hanya saja dia sedikit istimewa." jelas Shin.
"Ooooo.." seru karyawan yang ada di dalam mobil itu.
"Kelihatannya Pak Shin sudah punya pacar." celetuk seseorang karyawan.
"Hai kau ini, jangan asal bicara. Jika benar, semua media sudah gempar." tukas seseorang karyawan.
"Hei aku ini juga pernah muda. Jadi tau bagaimana rasanya." sanggah karyawan itu.
"Sudah-sudah. Baru teman. Doakan saja." timpal Shin.
"Nahh apa aku bilang."
"Wah selamat, Pak."
"Semangat Pak. Kalau gitu harus hadiah spesial." ucap salah satu karyawan itu.
"Kalau seroang wanita. Berikan dia makanan ke sukaannya. Pasti dia sangat suka." usul salah satu karyawan itu.
"Benar-benar." timpal beberapa orang dari mereka.
"Kalian benar. Terimakasih." ucap Shin.
Mereka pun melaju menuju tempat rapat siang itu.
...----------------...
Pagi itu, Shin Ji Joon pergi ke sebuah toko kue. Dia melihat-lihat kue yang di hidangkan di tempat penyimpanan. Shin Ji Joon sangat tau kue apa yang Choi Ha Jae suka.
Diam-diam Shin melihat data pesanan Ha Jae yang selalu dia pesan saat berkunjung ke Cafe Shop.
"Permisi Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" sama seorang pelayan menghampiri Ha Jae.
"Saya pesan kui ini. Di bungkus ya." ucapnya.
"Baik Tuan. Mohon tunggu sebentar." sahut pelayan itu.
Tak lama, pelayan itu membawa sebuah kue yang di bungkus rapi dalam sebuah kantong. Setelah selesai, Shin Ji Joon bergegas menuju ke rumah Yokada.
Sesampai di sana. Shin Ji Joon turun dari mobilnya. Baru dia ingin memencet bell, dia di kagetkan dengan Yokada yang membuka pintu gerbang.
"Oh Shin Ji Joon. Kau sudah lama?" ucap Yokada kaget melihat Shin sudah berdiri di depan pintu.
Shin Ji Joon ternyalang melihat Yokada keluar bersama dengan Big Man yang mengikuti Yodaka dari belakang.
__ADS_1
"Kau bisa gunakan mobilku. Ini kuncinya." Yokada melempar sebuah kunci mobil ke arah Man.
"Nanti sampai di kantor, berikan mobilku kepada Sekertaris Min Ho. Dan kau bisa mengunakan salah satu mobil kantor untuk transportasi mu." imbuh Yokada.
"Baik, Pak." ucap Man.
Man menatap Shin sebelum berpaling pergi meninggalkan rumah itu.
"Ayo masuk." titah Yokada kepada Shin.
"Ah iya." jawab Shin.
"Annyeonghaseyo." sapa Shin saat masuk ke dalam rumah Yokada.
"Aku belum membuat sarapan. Jadi tak bisa menawari mu sarapan." ucap Yokada membuka kulkas lalu mengambil dua buah jeruk.
"Ini makan, lumayan untuk mengganjal perut. Ha Jae sedang keluar belanja bahan makanan." imbuh Yokada.
"Ha Jae?! Bukankah dia sakit. Ah, aku membawakan kue dan buah untuknya." ucap Shin memberikan sebuah tas belanja yang dia bawa.
Yokada mengambil tas itu lalu membukanya.
"Cue Coklat?! Dia pasti suka Kuenya. Cuman dia yang di belikan?! Untukku!?" tanya Yokada menggoda.
"Aku tidak tau jika kau juga sakit." jawab Shin bergurau.
"Ha ha ha kau ini." tawa Yokada.
Yokada mengeluarkan kue itu dari dalam tas. Dia lalu menyimpannya di dalam kulkas.
"Kau sudah ngopi?!" tanya Yokada.
"Kebetulan belum." jawab Shin.
"Kalau gitu buatlah kopi. Sekalian buatkan untukku." titah Yokada dengan santai.
"Hai, kau kan punya Cafe Shop. Masa tidak bisa racik kopi." gurau Yokada.
"Ha ha ha kau bisa saja. Biar aku buatkan." sahut Shin.
Shin Ji Joon bangkit dari duduknya. Dia menuju ke dapur untuk membuatkan kopi. Yokada dan Shin Ji Joon berbicang bersama di tempat makan. Mereka membicarakan banyak hal di sana.
Yokada memamerkan sebuah jam tangan limited yang dia beli dari sebuah lelangan.
"Tunggu sebentar, akan aku ambil jam tangan itu." ucap Yokada.
"Okay." sahut Shin.
Shin Ji Joon menunggu dengan sabar sembari menikmati kopi di hadapannya. Dia terkejut saat melihat seseorang datang tetiba di hadapannya. Orang itu seakan tak melihat dirinya.
"Choi Ha Jae?!" gumam Shin dalam hati.
Dia ternyalang melihat Choi Ha Jae tanpa kerudung. Terlihat jelas raut muka yang bulat dengan layer yang menutupi sebagian pipinya. Rambut panjang hingga sebawah pantatnya. Terkepang indah dengan indahnya.
Terlihat jelas kepangan itu sudah kusut dan berantahkan. Benar-benar rambut yang sangat pajang yang pernah Shin Ji Joon lihat. Shin Ji Joon hanya diam ternyalang tak bergeming. Tetiba, Choi Ha Jae terperanjat saat menyadari bahwa Shin Ji Joon duduk di hadapannya.
Gedubrak! (bunyi lemari kecil bawah wastafel yang terhantam).
Ha Jae terdiam ternyalang menatap Shin. Shin pun hanya diam bergeming menatap Ha Jae.
"Yha, Shin Ji Joon. Ini coba lihat. Bagus kan. Ini hanya ada 3 di Dunia. Dan aku salah satu pemiliknya." sergah Yokada kembali membawa sebuah jam tangan.
Dia menghampiri Shin yang duduk di meja makan.
"Yha Ha Jae. Kau sudah pulang? Aku sudah lapar sekali. Masak yang banyak ya. Kita makan bersama." titah Yokada duduk di sebelah Shin.
"Nah coba lihat ini" imbuh Yokada.
__ADS_1
Shin Ji Joon masih terdiam terpaku melihat Choi Ha Jae. Sesekali Shin Ji Joon mencuri pandang ke arah Choi Ha Jae, yang terdiam bergeming terlihat melihat mereka berdua.
Yokada menyadari bahwa ada yang aneh di antara mereka Ha Jae dan Shin Ji Joon.
"Yha kau kenapa?" tanya Yokada kepada Shin.
"Ah, tidak. Maaf." jawab Shin menyuput kopi di hadapan nya.
Sesekali Shin masih melirik ke arah Ha Jae.
...(baca bab "Tanda kehidupan")...
...----------------...
"Senpai. Ini Bibik Kim Yu Hee, beliau yang akan membantu membereskan rumah dan memasak selama aku pergi nanti." tutur Ha Jae.
"Oh, Ya sudah." jawab Yokada menganggukkan kepalanya.
Shin diam ternyalang mendengar ucapan Ha Jae.
"Selama aku pergi?! Ha Jae ingin pergi lagi?!" guman Shin dalam hati.
Shin terlihat sangat penasaran. Tapi ia tak berani bertanya langsung kepada Ha Jae.
"Bibik, semua pekerjaan sudah selesai. Tinggal memasak.Tolong bantu saya ya." titah Ha Jae bergegas ke dapur mengeluarkan beberapa potong daging dari frezzer.
"Baik Nona." sahut Yu Hee.
"Panggil aja Ha Jae. Aku sama sepertimu." ucap Ha Jae tersenyum kepada Yu Hee.
Shin makin terpersona dengan kerendahan hati yang Ha Jae sikapkan. Apa lagi saat Ha Jae dengan sabar dan telaten mengajarkan resep makanan kepada Yu Hee. Shin melihat sosok ibunya dalam diri Ha Jae.
Setelah masakan selesai di hidangkan. Shin terlihat sudah tak sabar mencicipi makanan tersebut. Dia begitu antusias melihat makanan yang berada di hadapannya itu.
"Kalau gitu ayo kita makan. Perutku sudah sangat lapar." ucap Ha Jae.
"Tidak usah Nona, terimakasih." tolak Yu Hee.
"Tidak apa-apa. Ayo ambil piringnya, perutku juga sudah sangat lapar." imbuh Yokada.
Mereka pun sarapan bersama dalam 1 meja makan. Ha Jae berusaha untuk membuat Yu Hee merasa tidak canggung di antara mereka. Shin terlihat sesekali mencuri pandangannya kepada Ha Jae.
Setelah selesai sarapan bersama. Ha Jae mengajak Yu Hee pergi ke lantai atas. Dia ingin menunjukan beberapa tanaman ke padanya. Shin dan Yokada meneruskan perbincangan mereka. Tak lama Shin berpamitan karna ada urusan yang harus dia kerjakan.
"Aku pulang dulu. Masih ada kerjaan di kantor." ucap Shin.
"Tidak nanti saja? Buru-buru sekali." ucap Yokada.
"Kalau gitu biar sekalian aku pindah ke sini, he he." gurau Shin.
"Ha ha kau bisa saja. Hati-hati di jalan." ucap Yokada.
Shin pun bergegas pergi meninggalkan rumah Yokada. Shin terus terbayang oleh sosok Ha Jae. Dia terus tersenyum setiap mengingat wajah Ha Jae.
"Ha Jae. Ternyata dia sangat cantik jika tidak menggunakan kerudung. Tidak salah lagi. Dia lah yang aku cari selama ini. Dia benar-benar sepertinya. Choi Ha Jae." batin Shin.
Hari yang penjang bagi Shin. Dia benar-benar tak bisa melepaskan pikirannya dari gadis itu. Benar-benar Ha Jae sudah mengikat hati Shin.
Shin Ji Joon penuh dengan penasaran. Dia membuka instagram untuk mencari tau tentang Ha Jae. Dia ingat bahwa dia menfollow Lee Hani. Pasti Ha Jae bedada di salah satu daftar pengikutnya.
"Ketemu!" gumam Shin dalam hati.
Dia terlihat bahagia dapat menemuka akun Joystagram milik Ha Jae. Dia terkejut saat melihat sebuah unggahan yang baru saja Ha Jae unggah.
Shin tersenyum mendengar unggahan itu. Dia sangat yakin, bahwa dia tak salah memilih seseorang.
"Choi Ha Jae." batin Shin.
__ADS_1
...----------------...