Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Pesta Kecil


__ADS_3

"Ya Ya Ya, Kyun kamu urus yang lain aja. Biar Shin yang membantu Ha Jae!" sela Yokada yang duduk di Sofa belakang kami.


"Opow!!" sergahku dalam hati.


...----------------...


"Oh okay!" sahut Kyun.


Kyun bergegas berdiri pergi dari sampingku. Dengan puas, Kyun menjulurkan lidahnya untuk meledekku. Aku berdiri dari dudukku. Merasa sangat kesal melihat tingkah laku Kyun dengan puas meledekku.


"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Shin mendekat ke arahku.


Aku mengulurkan pisau untuknya. Sedangkan pandanganku masih terpaku melihat tingkah Kyun yang tak henti meledekku.


Aku memalingkan pandanganku dari Kyun. Aku terkejut melihat Shin yang begitu ternyalang melihat pisau yang aku ulurkan tepat di depan wajahnya.


"Oo maaf," ucapku merasa tidak enak terhadap Shin.


"Haagg,, Tidak apa-apa." sahut Shin menghela nafasnya.


Dia meraih pisau dari tanganku dengan penuh hati-hati. Shin berpaling melihat satu per satu deretan tanaman sayur dan rempah yang berada tepat di belakangnya.


"Kau menanam semua ini sendiri?" tanya Shin melihat ke arahku.


"Ooo iya," jawabku gelagapan. "Anu, tolong ambilkan Kunyit dan Daun Salam. Ee Kunyitnya dikit aja ya,"


Aku menunjukan beberapa tanaman rempah yang harus Shin Ji Joon ambil. Aku mengambil rempah yang sudah aku ambil dan membawanya pergi menghampiri Kyun yang sedang meneruskan pekerjaanku memotong Ayam.


"Bisa sendirikan? Aku harus kerjakan yang lain." ucapku.


"Tenang saja," jawab Shin.


Aku menghampiri Kyun dan memukul punggungnya dengan kesal. Kyun melihatku dengan senyuman menyeringai ke arahku.


"Ini, di taroh mana Lengkuas dan Daun Salam nya?!" tanya Shin sudah berdiri di belakang kami dengan Lengkuas, Daun Salam di tangannya.


"Sini, biar aku cuci," sahutku meraih rempah dari tangan Shin Ji Joon.


"Coco, itu untuk apa?" tanya Kyun penuh penasaran mendekatkan badannya ke arahku.


"Ini rempah, untuk MEREBUS MU!!" sergahku dengan kesal mendekatkan wajahku ke arah wajah Kyun yang sangat tinggi itu.

__ADS_1


"Kya, kamu ini!" sahut Kyun meraih sabun yang tepat di depanku.


Ia mencuci tangannya lalu pergi ke Bar mengambil sebuah gelas untuk dia minum.


Aku mulai menyiapkan bumbu untukku memasak. Sedangkan Bibi Min Sae membantuku dengan sangat sigapnya. Serasa dia sudah tau apa yang harus dia lakukan.


"Wah Bibik pandai sekali," pujiku.


"Aku sering melihatnya di YT," sahut Bibi Min Sae.


Aku kembali fokus memasak kuah Soto di hadapanku. Aku tak sempat menghiraukan Shin Ji Joon, yang tenang duduk di Bar bersama Kyun memperhatikanku dan bibi Min Sae menyiapkan masakan.


Beberapa kali kami saling bertatap mata satu sama lain. Itu membuat jantungku tersentak seperti di pukul dari belakang.


Oh iya, aku tadi minum ekspreso 1 gelas. Kayaknya aku harus ke Dokter jantung deh. Gumamku dalam hati.


Hah sesak banget. Batinku seolah tak terjadi apa-apa.


Beberapa kali dadaku terasa sesak. Jantungku berdebar sangat kencang. Aku bingung dengan apa yang terjadi padaku dan apa yang harus aku lakukan.


Untung saja ada Kyun yang selalu mengacaukan pekerjaanku. Dia terus-terusan membuatku jengkel dan kesal. Dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tak masuk akal dengan tingkah usilnya itu.


"Ya kan pakai kunyit! Kalau warnanya Biru pakai cat tembok!" sergahku kesal.


"Aaaa," Angguknya.


Blubuk blubuk blubuk! (suara kuah yang mendidik).


"Aaaa itu. Kenapa luber?" seru Kyun panik.


"Kan mendidih!" sergahku mengambil sendok sayur.


"Tapi itu kenapa meletup." imbuh kyun.


Aku hanya diam datar mengabaikan pertanyaan konyol Kyun.


"Coba cicip," sela Bibi Min Sae.


Bibi Min meraih sendok sayur yang ada di tanganku. Ia coba mencicipinya.


"Haahh panas," seru Bibi Min Sae menggipas-ngipas lidahnya menggunakan tangannya kepanasan.

__ADS_1


Melihat Bibi Min yang terlihat kepanasan. Aku lalu meraih sebuah sendok di hadapanku dan mencoba untuk mencicipi kuah Soto itu.


Ada yang kurang?! Gumamku dalam hati.


Aku terdiam melirik ke arah Kyun dan Shin yang duduk di Bar memperhatikan kami yang sedang berdiri di depan kompor. Aku mencoba menyendok kuah Soto lagi untukku cicipi kembali.


Aku kembali berpaling melihat ke arah Kyun dan Shin. Mencoba mengecap lidahku agar rasa yang aku rasakan benar-benar terasa.


Apa ya?! Gumamku dalam hati.


Aku masih berasa tak puas dengan hasil masakanku.


"Kenapa? Kurang manis ya??! Aku memang penambah manis kan?" gurau Kyun.


Aku melihatnya datar bergeming sedikit pun.


"Ahh coba sini," seru Kyun.


Dia bangkit dari duduknya dan menghampiriku yang berdiri di depan kompor. Kyun meraih sendok sayur dari tangan bibi Min Sae. Lalu menyendok kuah Soto untuk menyicipinya.


"Hooooh" serunya.


"Gimana rasanya?!" tanya bibi Min Sae kepada Kyun mendekatkan badannya arah Kyun.


"Mmmm coba sebentar," Kyun kembali menyendok kuah Soto untuk ia cicipi sekali lagi.


"Ehh kamu ini! Sudah sini biar aku saja, pergi sana!" sergah Bibi Min Sae memukul pundak Kyun.


Bibi Min Sae mendorong Kyun agar menyingkir dari tempat itu.


"Eee Pak Shin, mau coba??" tanya Bibi Min Sae melihat ke arah Shin Ji Joon yang sedang duduk memperhatikan kami.


Shin mengangguk dengan melemparkan senyuman. Dia bangkit dari duduknya untuk menghampiri kami.


Shin mengambil sendok makan untuk mencicipi kuah Soto dalam panci yang masih duduk di atas kompor.


"Gimana??" tanya Bibi Min Sae penuh penasaran.


"Eeeeee...ee enak." jawab Shin dengan ragu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2