
Kami pun menuju ke Butik milik sahabatku, Lee Hani.
...----------------...
"Selamat pagi kak, ada yang bisa kami bantu??" sambut salah satu karyawan butik dengan ramah.
"Tidak. Nanti saja kalau saya butuh bantuan akan saya panggil." ucapku.
"Oh baik kak," sahutnya.
"Oh ya tunggu. Apa Lee Hani ada di tempat," tanyaku.
"Nona Hani belum datang kak, mungkin sebentar lagi," tutur karyawan itu dengan ramah.
"Oo ya sudah, terimakasih," ucapku.
"Sama-sama kak," sahutnya.
...----------------...
Aku keliling butik melihat dan mencari baju yang pas untuk Man. Mencocokan satu dengan yang lain.
Ya Allah, Banyak banget. Gumamku menggaruk kepala.
Akhirnya aku putuskan mengambil sebuah kaos oblong, jaket levis dan celana panjang levis dan beberapa aksesoris.
"Coba kamu pakai ini. Ruang gantinya di sebelah sana." titahku meberikan tumpukan baju yang ku bawa kepada Man.
Aku menunggu di kurai tunggu sembari memainkan ponselku.
Ya ampun haus banget. Gumamku mengibaskan tanganku di depan mukaku.
"Perasaan ni ruangan pakai AC, tumben kamu kepanasan, biasanya kedinginan." celetuk Lee Hani.
"Hay," sapaku.
"Kamu udah dari tadi? Kok gak kedengaran kamu datang." tanyaku.
"Aku baru aja. Asik terus sih sama hp. Coba lihat." Hani duduk di sampingku dan menarik tanganku untuk melihat layar ponselku.
"Oee, gimana?" sela Man sembari keluar dari ruang ganti.
"B aja," celetukku menoleh kearah Man.
"Udah cukup lah ya? Gitu aja dulu, yuk lanjut." ucapku kepada Man.
"Kita masih punya banyak urusan." imbuhku.
"Cih! Lagian sopow seng akon dandani aku," (Cih! Lagian siapa yang suruh dandanin aku) sergah Man.
"Oh ya Hani. Tolong nanti kamu pilihkan baju yang cocok untuknya ya, kamu kan ahlinya. Plis." pintaku memohon kepada Hani.
"Ohh okay," jawabnya.
"Aku mau lanjut lagi, nanti aku hubungi di WA ya, bay!" sambungku.
"Bayyy, hati-hati," sahut Hani.
"Man, habis ini kita ke kantor, Okay." tintahku.
"Yoh." jawab Man.
Kring. (Bunyi notifikasi Ponsel).
Aku melihat notifikasi pesan dari Lee Hani di ponselku. Aku pun langsung membukanya.
...(Chat dari Hani)...
...----------------...
Hani : "Ha Jae, dia siapa?!"
Hani : "Punya cowok kok gak di kenalin sih 😤"
Hani : "JAHAT 😭"
Ha Jae : "Siapa?? apanya?!"
__ADS_1
Cowok 🤔"
Ha Jae : "Ooooo dia 😂😂😂😂"
Ha Jae : "Kamu gak kenal dia?!🤣"
Hani : "Apa'an sih? aku serius tauk."
Hani : "Kamu jahat 😡😭"
"🤣🤣🤣🤣🤣"
Ha Jae : "Ya ampun Le Hani 🤣"
Ha Jae : "Sumpah aku ketawa"
Ha Jae : "Padahal aku cuman potong rambutnya aja"
Ha Jae : "Jadi kamu gak kenalin dia"
Ha Jae : "Padahal baru salam aku kenalin ke semua 🤣"
Hani : "Apa sih?😡"
Hani : "Maksudnya?!"
Hani : "Dia Man. Big Man?!!"
Ha Jae : "A-Ha,"
Ha Jae : "Gimana? Keren gak,"
Hani : "Astaga 😱"
Hani : "Serius?!! 😱"
Ha Jae : "Ya, masa aku bercanda,"
Ha Jae : "Oh jangan lupa baju nya ya. Aku gak mau dia kelihatan kaya brandalan,"
Ha Jae : "Di kira cabe-cabean aku nanti,"
Hani : "Pedes kalik 🤣🤣"
Hani : "Sumpah, aku gak kenalin dia lho tadi,"
Ha Jae : "Oh Han, aku mau minta tolong satu lagi 😁"
Hani : "Tolong apa?"
Ha Jae : "Besok sabtu atau mingu, bantuin aku buat survei lapangan, ya,"
Ha Jae : "Sama Jennie dan Kyun,"
Ha Jae : "Tapi aku belum ngomong ke mereka,"
Hani : "Oh okay deh,"
Hani : "Nanti biar aku yang ngomong,"
Hani : "Kamu urus aja urusan mu itu,"
Ha Jae : "Okay 😭"
Ha Jae : "Makasih banget ya sayang kuh 😘😭"
Ha Jae : "Aku pada muh 😘😭"
Hani : "Apa sih ih 🤮"
Hani : "Lebay deh,"
Ha Jae : "What's this it?"
Ha Jae : "Emot muntah,"
Ha Jae : "Biasanya bilang JhiJhik 🤣"
__ADS_1
Hani : "Yeeee itu mah Jennie tauk,"
Ha Jae : "Sespesies 🤣"
Hani : "Udah ah,"
Hani : "Kerja sonoh,"
Ha Jae : "Yang kerja itu kamu,"
Ha Jae : "Aku mah duduk aja 😁😂"
Hani : "Iya bos,"
Hani : "Bay,"
Ha Jae : "Bay bay sayang,"
Ha Jae : "Jangan lupa makan siang,"
Ha Jae : "Muach 😘"
...----------------...
"Yoo!!" pangil Man.
"Udah sampai" ucapnya.
"Oh ayo," ajakku.
......................
"Annyeonghaseyo," salam Shin Ji Joon.
"Ahh ya, ayo masuk. Kebetulan kamu datang," ucap Yokada.
"Masuk sini, ayo. Sini duduk," titah Yokada.
"Ahh kamu memang yang terbaik, tau saja aku butuh teman." sambungnya.
"Ayo sini kita sarapan. Ada bubur dan ramuan khas Jogja," jelas Yokada menyiapkan mangkok dan gelas.
"Aku hanya ingin melihat keadaanmu. Kau terlihat kacau semalam. Jadi aku pikir untuk melihatmu pagi ini," ucap Shin menarik kursi untuk duduk di meja makan.
"Kenapa, kau termakan ucapan bocah itu?" tanya Yokada.
"Tapi benar, aku tidak bisa tidur semalaman ha ha. Ayo, ayo makan," imbuh Yokada.
Shin hanya tersenyum mendengar ucapan Yokada. Shin tak sengaja melihat secarik kertas yang tertempel di Kulkas dekat tempat ia duduk. Dia hanya tersenyum melihat kertas itu.
"Ha Jae yang memasak?" tanya Shin Ji Joon menyendok Bubur ke dalam mangkoknya.
"Iyaa, siapa lagi. Oh ya minumannya," sahut Yokada.
Yokada bangkit dari duduknya, mengambil minuman yang masih di atas kompor.
"Ini coba. Itu namanya Wedang Uwuh, minuman tradisional Khas Jogjakarta. Rasanya enak sekali," tutur Yokada.
"Gimana, enak kan?" tanya Yokada.
"Mashisoyo," jawab Shin menyuput segelas ramuan tradisional itu.
"Ini. Habiskan saja buburnya," titah Yokada.
"Ha Jae pintar juga memasak." puji Shin Ji Joon.
"Tergantung Mood bocah itu," celetuk Yokada menikmati bubur kacang hijau di mangkoknya.
"Jika Mood nya buruk. Masakannya lebih parah dari pada makanan kucing," imbuhnya.
"Benarkah?" tanya Shin.
"Kau ingin mencobanya?" tanya Yokada bercanda.
"Tidak." celetuk Shin.
Ha ha ha! (suara tertawa yang pecah di antara mereka).
__ADS_1
...****************...