Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Tteokbokki


__ADS_3

Ting Tingg Tingg. (bunyi ponsel Shin Ji Joon).


Shin Ji Joon meraih ponselnya. Terlihat panggilan dari Yokada yang berada di layar ponselnya. Dengan bahagianya Shin mengangkat telpon itu.


"Halo." jawab Shin.


"Halo, Shin Ji Joon. Kau malam ini ada acara?!" tanya Yokada dari ujung telepon.


"Tidak. Ada apa?!" jawab Shin.


"Kalau gitu datangkah ke rumah. Kita makan-makan bersama di rumah. Sekalian jemput aku. Hais Sekertaris Min membawa mobilku untuk menjemput istrinya. Jemput aku di klinik, ya." titah Yokada.


"Hagh, oh, okay. Baiklah." jawab Shin tertawa kecil mendengar hal itu.


Shin Ji Joon mematikan teleponnya. Dengan semangat, Shin pun langsung bergegas mengambil kunci mobilnya untuk segera menjemput Yokada.


Sesampainya di klinik milik Yokada. Shin Ji Joon melihat Yokada sudah berada di depan klinik menunggunya. Shin menghentikan mobilnya tepat di hadapan Yokada. Yokada langsung bergegas masuk kedalam mobil tersebut.


"Haiss." gumam Yokada menyenderkan badannya di jok mobil. "Kita cari jajanan dulu untuk camilan di sana nanti."


"Mau beli apa?!" tanya Shin sibuk menyetir mobilnya.


"Emm kita beli Pizza saja. Oh tunggu, coba lihat itu. Kita beli itu saja." ucap Yokada melihat pedagang yang sedang berjualan.


"Tteokbokki?!" tanya Shin.


"Kelihatannya enak. Lihat sampai seramai itu." ucap Yokada. "Turunlah."


"Aku?!" seru Shin.


"Hais. Tidak mungkin aku yang keluar. Aku ini Dokter." ucap Yokada.


"Tapi aku kan," sahut Shintak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Ini pakai saja masker. Mereka tak akan mengemali mu. Ini topi, pakai. Sudah sana turun. Ini uangnya." titah Yokada.


Shin Ji Joon terlihat bingung dengan apa yang Yokada inginkan. Tapi dia tak bisa menolak permintaan Yokada. Bagaimana jika orang-orang dapat mengenalinya.


Shin Ji Joon turun dari mobilnya. Dia terlihat hati-hati agar tidak di kenali oleh warga. Shin ikut mengantri di antara para warga yang berkerumun di lapak kecil itu. Bauknya memang sangat menggoda.


"Mama. Bauk Paman ini wangi sekali." seru seorang anak kecil yang berdiri di samping Shin.


Shin Ji Joon ternyalang mendengar ucapan anak itu. Anak lelaki itu terlihat kecil dan polos di mata Shin. Shin Ji Joon dengan cepat berusaha menutupi wajahnya.


"Ehh, kau tidak boleh seperti itu. Itu tidak sopan. Ayo minta maaf." titah seorang ibu yang menggandeng anak kecil itu.


Anak kecil itu hanya tersenyum memandang Shin yang jauh lebih tinggi darinya. Shin Ji Joon mengusap kepala anak itu dengan lembut. Seakan ingin mengatakan bahwa tak masalah baginya.


"Maaf, Tuan." ucap ibu itu.


Shin Ji Joon hanya menunduk memberikan hormat kepada ibu itu.


Shin meraih pesanannya dan memberikan uang miliknya. Shin langsung bergegas pergi tanpa mengambil kembaliannya.


"Ehh Pak! Kembaliannya!" sergah pedagang itu, berusaha memanggil Shin Ji Joon yang langsung bergegas pergi masuk ke dalam mobilnya.


"Lama sekali. Ayo jalan." titah Yokada.


Shin Ji Joon melirik kesal ke arah Yokada. Tapi Yokada hanya terlihat santai mengetahui Shin yang kesal dengan dirinya.


"Apa?!" tanya Yokada datar.


Mereka pun langsung bergegas menuju rumah Yokada. Sesampai di rumah Yokada. Suasa sudah sangat terlihat ramai di lantai atas. Shin Ji Joon dan Yokada pun langsung menuju ke lantai atas.


"Moshi Moshi." sapa Yokada masuk ke dalam ruangan.


"Ne ne, silahkan, Pak CEO." jawab Min Ho menghampiri Yokada untuk memberikan salam.

__ADS_1


Shin Ji Joon memberikan hormat kepada orang yang sudah hadir di sana. Dia tersenyum melihat Ha Jae yang ternyalang melihatnya. Dia terlihat sedang sibuk di dapur kecil di ujung ruangan.


"Ha Jae?" panggil Min Sae dengan lirih di sebelah Ha Jae.


"Ne?" sahut Ha Jae.


"Ayamnya di apa'in?" tanya Min Sae kepada Ha Jae.


Shin duduk di Sofa yang berada di hadapannya. Pandangannya tidak lepas dari Ha Jae. Ha Jae yang terlihat sangat pintar memasak itu terlihat sangat lincah berada di dapur.


"Boy, tolong ambilkan rempah untuk masakan." titah Ha Jae kepada Kyun.


Dia memberikan sebuah pisau kepada Kyun.


"Rempah?! Di mana??" tanya Kyun mengambil pisau itu dari tangan Ha Jae.


"Itu, tanaman yang daun nya lebar, yang pot hitam. Ada tulisan di potnya." tunjuk Ha Jae.


Shin mengalihkan pandanganya dari Ha Jae. Dia terkagum saat melihat tanaman di sekeliling ruangan itu ternyata adalah rempah-rempah yang sengaja Ha Jae tanam.


"Yang mana?!" tanya Kyun bingung melihat satu per satu pot hitam itu.


"Tulisanya lengkuas." sergah Ha Jae masih sibuk memotong ayam.


Shin Ji Joon pun tertarik dengan tulisan yang ada di setiap potnya. Dia tekagum-kagum saat membaca satu per satu pot-pot hitam itu. Benar-benar sangat komplit tanaman yang di tanam di sana. Rempah yang hanya ada di Indonesia, bisa tumbuh subur di ruangan itu.


"Kyaaa!!" sergah Ha Jae mengejutkan Shin.


Shin pun langsung melihat ke arah Ha Jae.


"Lengkuas itu, rempahnya di akar, bukan di pohonnya. Di congkel gini." hardik Ha Jae menunjukan kepada Kyun bagaimana mengambil rempah itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2